Mentari

Mentari
4



Masih belajar gan jadi kalau ada kesalahan kata atau tanda baca harap kritik karena saya membutuhkan kritik kan kalian supaya mengetahui kesalahan yang ada


Jangan lupa vote!


Dukung ya Guys^ω^


Bila ada yang ingin mempromosikan karya silahkan harap rekomendasikan yang game kalo gak fantasy ya mimin suka soalnya😂


_________________________________


Anehnya dia malah mempunyai pikiran yang konyol yaitu dia berpikiran untuk menjadi gamers perempuan '*Engga ada salah nya dong ya jadi gamers' Batinku


✩✩*


Dia yang mempunyai fikiran seperti itu pun langsung pulang kerumah dan mencoba bermain game itu dan dia malah kebingungan ntah apa yang kurang


'*Kalau jadi gamers harus punya hp dulu mentari kau itu kenapa engga kepikiran hp sih'


'Minta hp kesiapa ya? Mana mungkin dong ya ke orang tua? ke kaka aja tah ya? engga engga masa iya minta ke kk nanti ayah ibu curiga mereka kan udah punya hp, Haduhh ayo dong mikir kenapa nih otak jadi konslet ya'Batin mentari kesal


'Tidak dapet uang Makan cuman sisaan mereka Haduhh nasib ku gini amat yaa, Cara mendapat kan uang gimana utututu gimana bingung nya akuu hmp*'


"Non kenapa? Bibi liat non melamunn terus"


Mentari pun yang mendengar suara bibi pun melonjak kaget dan sontak saja dia bertanya


"Bi cara dapet uang gimana?"


Sang bibi pun bingung sebab nona nya tiba tiba menanya kan hal tersebut


" Memang nya kenapa non? Nona butuh uang? Berapa bibi masih punya uang kok non?"Tanya sang bibi


"Cuman nanya bi gimana caranya?"


Sang bibi pun hanya terdiam dia tidak menjawab pertanyaan nona nya sebab dia tau kalau sang nona membutuhkan uang yang menjadi pertanyaan nya 'Mau diapakan uang tersebut? Apakah nonanya ingin membeli mainan?'


Bibi pun sangat penasaran uang itu untuk apa akhirnya dia pun bertanya "Nona membutuhkan uang mau membeli mainan? Atau buat yang lainnya"


"Bi boleh mentari pinjem uang bibi? Mau mentari kumpulkan setelah itu mentari buat dibelikan handphone"


"Boleh kok bentar ya non"


Bibi pun yang seharusnya mengambil uang dikamar dia malahan mengambil handphone nya lalu menelpon seseorang


'Halo kenapa?' ujar seseorang diseberang


"Tuan anu nona"


'Kenapa?Apa yang terjadi?'


"Si non mau pinjem uang tuan"


'Uang? buat apa? Apakah dia ingin membeli mainan?'


"Bukan tuan kata nona dia ingin membeli handphone"


'Handphone? Buat apa handphone nya'


" Saya tidak tau tuan"


' ya sudah nanti saya kirimkan saja handphone nya nanti tinggal bilang ke mentari handphone itu bukan dari saya bilang saja itu dari kamu'


"Loh kenapa tuan?"


'Mentari bilang mau pinjam uang ke kamu nah kamu bilang aja non ntar bibi aja yang membelikan handphone nanti tinggal nona ganti, Uang ganti handphone nya mentari mending buat kamu aja'


"Oke oke paham siap tuan"


Dilain sisi


'*Hmp ngapain sih bibi lama amat, Punya uang nya engga ya? terus juga ganti uang bibi gimana? Kalau cuman jadi gamers aja kan kurang hasil hadiah dibagi 5 orang'


'Kerja aja tah aku? Bantu bantu orang aja tah ya kaya pekerjaan yang bibi lakukan tapi kan aku masih kecil mana diterimaa*'


✩✩


"Nona"


Mentari yang kendengar suara bibi pun langsung senang


"Gimana bi? mana uangnya? Ada apa tidak ada?"


'Nona Handphone nya yang beliin bibi saja ya kalau nona yang beli nanti takut nya nona kena tipu'


"Hmm oke lah bi bener juga apa yang bibi bilang, jadi boleh nih bi?"


'Iya non boleh dong nanti nona tinggal tunggu mau bibi pesenin'


"Huwahh makasih banyak bi"


Mentari pun melompat lompat kegirangan


Keesokkan paginya


*Kring ~ kring ~ kring*


*Hoamm hoam


Selamat pagi Dunia*


Terlihat lah seorang anak kecil yang baru bangun tidur


Bangun tidur ku terus mandi


Tidak lupa menggosok gigi


~ Lala la lala la


Habis mandi ku tolong ibu


Membersihkan tempat tidurku


Tunggu tunggu kayak ada yang salah


Oh ya yang Habis mandi ku tolong ibu saya kan tidak menolong ibu untuk membersih kan kamar tidur ku saya malahan membersihkan kamar tidur sendiri berarti diganti apa ya


Sebelum makan ku harus bersihkan tempat tidurku


Gitu kali ya baru bener ya sudah lah masa bodo


"Selamat pagi bi"


'Eh nona udah bangun tumben atuh bangun nya siang, Selamat pagi juga'


"Bi sekarang makan sama apa?"


'Bibi masakin makanan kesukaan nona Nasi goreng udang goreng'


"Wahh sungguh bi?


Mereka berdua pun makan nasi goreng dengan nikmat


(Btw author jadi laper beneran nih pengen nasi goreng wkwkwk)


Skip


Yaps saya selesai makan mandi lalu ngapain lagi ya


'Hmp ya sudah saya ke taman saja lah sekarang'


Taman


Kebiasaan sang mentari duduk dibawah pohon


Dia melihat sang paman yang sedang berjualan koran keliling


Dia pun berfikir untuk berjualan koran


Dia pun mebghampiri paman berjualan koran itu


"Paman boleh kah saya menanyakan sesuatu?"


'Boleh kok kenapa nak?'


"Paman penghasilan koran berapa ya? maaf kalo saya tidak sopan"


'Ya lumayan lah nak walaupun tidak besar penghasilan nya tetapi cukup untuk menafkahi keluarga, Kalau boleh tau kenapa anak kecil menanyakan hal tersebut'


"Paman kalau boleh jujur saya ingin mempunyai uang sendiri jadi saya mau coba berjualan koran yang sedang paman lakukan"


'Loh kenapa mau berjualan koran? Orang tua kamu kemana?Keluarga kamu setau paman orang kaya semua kan?'


"Paman orang tua saya masih ada tetapi orang tua dan keluarga saya tidak memberikan saya uang ntah kesalahan apa yang saya perbuat paman"


'Owalah kasihan sekali kau nak Paman bantu kamu ke menajermen saya yang mempunyai perusahaan koran'


Mentari yang mendengar itu pun kesenangan bagaikan anak kecil yang dikasih permen


"Makasih banyak paman"


'Sama sama'


✩✩


Sang paman dan mentari pun pergi ke tempat paman bekerja


"Oh ya paman dari tadi mengobrol terus nama paman siapa ya"


'Hehehe iya ya kok bisa kita akrab tapi tidak mengetahui nama ehemm jadi nama paman ini Pa Tomas kalau nama adik kecil siapa?'


"Thomas? Paman itu kaya nama film kartun kereta api itu loh jangan jangan ayah paman suka film itu ya paman"Mentari pun cengegesan


'Ada ada saja kamu iya ayah paman sangat suka kereta api dan dia juga dulu jadi masinis, Jadi adik kecil nama kamu siapa?'


"Ohhh pantesan ayah paman masinis, Nama saya Mentari paman panggil Tari saja"


Tidak disangka mereka berdua pun sampai ditempat paman berkerja


Disana pun mentari melihat penuh banyak orang dan banyak orang yang mencetak


Orang orang disana keBingungan Sebab semua orang melihat ke arah kami, Wajar saja toh aku ini anak kecil


Disaat mentari melihat lihat Tiba tiba datang lah pria paruh baya


'Thomas apakah koran nya sudah habis dan'Dia pun melirik ke arah saya


Thomas yang melihat itu pun segera mengerti dan menceritakan semua pertemuan kami yang berada di taman itu


'Anak kecil manis kau sungguh ingin bekerja?'


Mentari pun hanya mengangguk mantap


'Ehem perkenalkan nama paman Pa Wisnu'Ucap pria paruh baya itu


"Salam kenal bapa nama saya mentari panggil saja Tari"


'Sungguh anak kecil yang manis harus nya bermain dia malah bekerja ish ish ish'Batin pa wisnu


'Nah Tari panggil saya paman'


"Hmm baik paman"


Seharian itulah mentari lakukan ditempat Pa wisnu bercanda gurau serta bercerita berbagai kisah tetapi mentari tidak menceritakan masalah keluarga nya


Paman paman yang disana pun mengerti itu masalah pribadi keluarga Tari mereka hanya bisa menghibur Tari bahkan beberapa nasehat yang sangat berarti bagi Tari


__________________________________


Makasih yang sudah mau baca


Dukung terus author ya


**Terima kasih bila ada yang vote


Bila ada kesalahan kata atau Tanda baca mohon kasih saya saran dan kritikkan


Baca terus ya cerita mimin**