
"Kak Arka lagi datang bulan yaa?, hahahaha... kak Arka aneh" ucap Mentari geleng kepala lalu ia pergi melewati Arka yang masih menatapnya dengan diam itu dan mengikuti belakang istrinya
Mentari yang baru sampai dapur, melihat ART sendiri dan orang tua mereka termasuk Aldi kakak Mentari duduk diruang tengah menetralisir perasaan mereka yang panik karena Mentari.
"Mbok, apa bunda sudah pulang?" Tanya Mentari yang makan dengan lahap
"Belum, Nyonya ada diruang tengah" jawabnya dan spontan Mentari meletakkan sendoknya lalu ia menuju ruang tengah.
Mentari baru sampai pintu masuk ruang tengah langsung dibanjiri pertanyaan termasuk Aldi karena pagi ini ia tunda meetingnya gara-gara Mentari mendadak hilang
"Sini dek, bikin panik seisi rumah" ucap Aldi setelah melihat adiknya itu, sambil melambaikan tangannya, "sini dek" ucapnya lagi sambil menepuk-nepuk tempat duduk yang kosong disampingnya.
"iya sayang, ibu dan bundamu mau siapkan sarapan pagi dulu" ibu Dewi ikut menimpali lalu mereka pergi beriringan menuju dapur
Mentari melihat laki-laki selain Arka dan Brian ia tiba-tiba mual
"Huek Huek Huek" lalu ia lari sambil menutup mulutnya
"Adik tidak tau terima kasih, lihat aku langsung mual-mual" kesal Aldi
"Sabar, cobaan hidup tidak serta merta tentang pekerjaan" ledek Hadi kepada putranya itu
"Papa, bukan hanya aku yang membuat Mentari mual tapi lihat papa juga" balas Aldi yang membuat Hadi berpikir sejenak
"Iya ya.. pak Rahmat, kok anak kita gitu ya?" tanya Hadi yang membuat Rahmat pun ikut berpikir
"Anak zaman sekarang ya pak, ada-ada saja kelakuannya" Rahmat menimpali
Ibu yang sudah kembali melanjutkan menyajikan makanan dan lanjut ke dokter kandungan sesuai mereka rencanakan tadi malam
"Makanan sudah siap, saya panggil dulu mereka" ucap ibu Anita lalu ia pergi
Ibu Anita sampai diruang tengah mengajak para tetua ini termasuk Aldi untuk makan bersama sedangkan ibu Dewi menuju kamar dimana menantunya berada
"Sayang, makan yuk" panggilnya dibalik pintu
Dengan cepat Arka membuka pintu, "ibu, Mentari lagi gak enak badan bu, pusing katanya"
"Kalau gitu ibu suruh mbok yang bawakan makanan ya" ucap ibu Dewi lalu ia kembali dimeja makan
Semua sudah berkumpul dimeja makan tinggal ibu Dewi serta keluarga baru ini yang belum datang. Ibu Dewi datang dan tidak lupa menyuruh ART untuk membawa makanan dikamar Arka
"Mbok bawakan makanan dikamar Arka yaa" ucapnya, "ayo dimakan" sambungnya kepada orang-orang yang duduk dimeja makan
ART membawakan makanan untuk Mentari sedangkan yang lain makan dimeja makan. Mentari makan dengan lahap karena ibu Anita atau ibunya membuatkan bubur ayam spesial untuk putrinya itu dan tanpa ada sentuhan bawang
"Alhamdulillah" ucap Arka setelah melihat isi mangkok tersebut sudah habis sedang Mentari mengusap lembut perutnya kekenyangan
"Alhamdulillah" timpal Mentari mengikuti ucapan suaminya itu lalu ia merentangkan tangannya
"Kenapa?"
"Peluk" ucap Mentari dengan manja
Arka sebelum memeluk istrinya itu terlebih dahulu menarik hidung istrinya itu "manja"
"Biar" ucapnya dalam pelukan suaminya itu dengan menghirup bau wangi suaminya
"Harumnya" batin Mentari
Dalam mode pelukan tiba-tiba orang tua mereka datang untuk memberitahu sebentar lagi akan ke dokter kandungan, tanpa mengetuk pintu berlebih dahulu
"Sayaaa......ng" panggil ibu Dewi dengan lambat melanjutkan ucapannya lalu ia menoleh kearah ibu Anita, "ibu balik aja ya, masih mesra-mesraan" sambungnya
Mentari yang mendengar itu langsung melonggarkan pelukannya kepada suaminya
"Ibu, jangan dong" larang Mentari dengan memanyunkan bibirnya
...💛💛💛...
Mentari dan Arka sementara mengantri tepat didepan ruangan Dokter kandungan yang diikuti orang tua sosialita mereka. Jarak mereka yang sedikit jauh dengan kedua orang tua mereka sehingga Arka dan Mentari tidak mendengar pembicaraan orang-orang yang ada disamping mereka yang menceritakan tetua yang mengantri.
"Wahh hebat, sudah tua-tua tapi masih mau hamil, lihat deh pak perutnya rata tapi sedang hamil" ucap salah satu yang mengantri disana juga
"Masih mau juga mengandung setua itu" ucap lagi salah satu diantara yang mengantri
"Ibu Mentari Ayu Lestari Algantara" panggil suster
"Ayo sayang" ucap Arka dengan menggandeng tangan istrinya itu, mentari pun senyum melihat itu tapi lagi-lagi bapak tetua ikut jadi membuat Mentari kembali mual lagi
Ibu tetua peka dengan keadaan Mentari langsung menyuruh suami mereka untuk pergi sejenak hanya untuk menemani Arka dan Mentari didalam
"Ayo sayang, papa dan ayah sudah pergi" ucap Arka lagi dan merekapun masuk dalam ruangan
Dokter kandungan perempuan itu sedang periksa Mentari, setelah beberapa menit kemudian dokter mengatakan hasil pemeriksaannya
"Selamat ya pak, bapak akan segera jadi ayah, usia kandungan ibu Mentari sudah masuk 2 Minggu" ucap dokter perempuan itu
Ibu tetua dan Arka langsung menoleh kearah Mentari dengan wajah berbinar penuh bahagia, sementara Mentari pun tanpa sadar menjatuhkan air matanya bahagia
"Sesak" lirih Mentari yang masih didengar oleh kedua ibu itu dan dengan cepat melonggarkan pelukannya
Aksi peluk-pelukan itu terjadi dalam ruangan dokter kandungan, dokter kandungan tersebut senyum lalu memberitahu keluarga itu
"Maaf ibu dan suami, antrian berikutnya akan masuk" ucapnya dengan sopan
"Iya dok, terima kasih dok" ucap Mentari lalu memegang tangan bunda dan ibu mertuanya keluar dari ruangan itu sedang Arka tidak dihiraukan sama sekali
Arka ingin sekali protes tapi itu sangat tidak mungkin karena istrinya itu hamil dan kebetulan dia masih berada dalam ruangan dokter maka dia punya kesempatan untuk bertanya
"Dok, apa ibu hamil seperti itu?" Tanya Arka dengan wajah bingung
"Iya pak, jadi bapak harap sabar yaa menghadapinya" jawabnya sembari ia senyum
"Baik dok, terima kasih" ucap Arka lalu ia keluar sedangkan Mentari dan ibu tetua sudah duduk di kursi luar yang telah disediakan
Arka keluar dengan wajah yang begitu kusam dan tidak bersahabat, Arka duduk tepat disamping ibunya
"Kenapa?" Tanya ibu Dewi
"Ngantuk bu" jawabnya asal, padahal dalam hati ia tidak suka diabaikan oleh Mentari
"Kakak kita pulang saja kalau gitu" ajak Mentari yang masih manja-manjaan sama ibunya itu
"Ayo" timpal Arka
Pulang menuju kediaman mereka yang diikuti oleh dua mobil orang tua mereka. Selama dalam perjalanan pulang Mentari tenang-tenang saja. Arka menoleh kearah Mentari dengan senang dan bangga ia berbisik dalam hati
"Anak papa yang baik dan sayang orang tua" batinnya sembari ia senyum
Arka membawa sendiri mobilnya dengan hati-hati dan melewati sebuah warung makan, Arka spontan ngiler melihat spanduk di warung itu
"Enak" batin Arka sambil menepikan mobilnya
Kedua orang tua mereka mengikuti sejak di RS, mereka melihat Arka memarkirkan mobilnya
"Anak kita ngidam pa" ucap ibu Anita
"Ayah, mantu kita ngidam..hehe" bahagianya ibu Dewi
Arka turun dari mobil dan membeli beberapa menu makanan di warung itu. Setelah selesai dibungkus Arka kembali menuju mobil dan masuk sedangkan Mentari malah ketiduran menunggu suaminya beli makanan
Arka kembali mengendarai mobilnya dengan sedikit cepat agar cepat sampai rumah. Beberapa menit Arka parkir depan rumah diikuti oleh mobil kedua orang tua mereka.
Arka keluar dan memutar kesamping membuka pintu mobil dan menggendong Mentari yang lagi tidur pulas.
"Pulasnya dia tidur" ucap ibu Dewi sambil menggeleng pelan
"Iya bu, minta tolong bu, ambilkan nasi yang Arka beli tadi" ucapnya lalu ia masuk dalam rumah membawa Mentari dan merebahkannya diatas tempat tidur dengan pelan dan tidak lupa menyelimutinya sampai batas pinggang.
"Sayang, aku bahagia bangat saat ini.. ada kamu, ada baby kita. Semoga kalian berdua sehat-sehat yaa" ucap Arka sambil mengelus kepala Mentari dengan lembut, lalu Arka mencium kening istrinya sebelum ia ke meja makan
Tepat dimeja makan, para tetua sudah sibuk dengan makanan yang dibeli Arka. Mereka makan tanpa menunggu Arka terlebih dahulu
"Enak makanannya" puji Rahmat
"Iya pak, saya suka" timpal Hadi
Mereka masih memuji makanan itu Arka datang,
"Ayam bagian sayapnya mana?" Tanya Arka
"Ayah yang makan, tau sendiri kan ayah suka sayap ayam" jawab ibu Dewi kepada anaknya itu
"Oohh gitu" jawaban mengalah dengan menghela napas, "lauk yang tersisa apa bu?" Tanya Arka lagi
"Nak, lauk sudah habis, mbok lagi masak buat kamu nak" ucap ibu Anita, ia tau Arka pasti lapar sama halnya dengan mereka rasakan sebelum makan tadi perut terus memanggil untuk diberi gizi
"Tidak usah bun, ibu. Arka pesan lauk yang sama saja" ucapnya lalu mengambil ponselnya dalam saku celananya untuk menelepon Brian
📞"Brian, dimana?" Tanya Arka to the point kepada asistennya itu
📞"Lagi dikantor pak, ada yang bisa saya bantu pak?" Tanya Brian lagi
📞"Belikan saya sekarang, nasi goreng... Cumi bakar pedas, ayam geprek yang super pedas, dan dendeng sapi juga yaa.. Brian menurut kamu bakso enak gak?" Tanya Arka
Brian yang lagi dikantor Arka bingung dengan pertanyaan bosnya itu, bagaimana tidak bingung yang mau makan siapa yang ditanya siapa
📞"Brian" panggil Arka lagi diseberang telepon itu, "dipanggil gak dengar, enak apa gak?" Tanya Arka yang mood-nya sudah tidak bersahabat lagi
📞"Iya pak" jawab Brian setelah mendengar nada bosnya itu yang sudah mulai meninggi
📞"Iya apa ini?.. kasih jelas dong Brian, saya percayakan kamu urus perusahaan sehari saja, saya tanyakan bakso jawabannya tidak jelas" Arka marah-marah tidak jelas yang membuat Mentari yang baru membuka pintu kamar sudah mendengar teriakan suaminya ditelepon itu
......**SEMOGA SUKA ❤️......
...JANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAK YAA😊**...