
Pagi sudah menunjukkan sinarnya dengan kicauan burung yang begitu ramai bebas di alam tanpa hambatan sedikitpun. Irama bagaikan nyanyian merdu alam, Mentari tidak terusik dengan suara kicauan burung melainkan karena tangan jahil Arka.
Arka sengaja tidak membangunkan Mentari agar ia menjalankan aksinya untuk menggambar kucing diwajah istrinya, setelah menggambarnya ia merasa lucu dan akhirnya ia ketawa
"Hahahaha, lucu banget sihh" ucap Arka saking gemasnya ia menarik lembut hidung istrinya itu
Mentari menggaruk pipi dan hidungnya karena ia rasa gatal lalu kembali tertidur lelap
Sedangkan Arka dengan pelan turun dari atas tempat tidur menuju kamar mandi membersihkan badannya lalu ke meja makan yang sudah disiapkan oleh ARTnya dari jam 7 pagi tadi, dan tidak lupa menelepon Brian untuk berangkat sendiri ke Kalimantan
📞"Halo Brian, saya tidak bisa berangkat hari ini, jadi tolong urus dengan baik masalah cabang perusahaan disana sampai selesai baru pulang" ucap Arka ditelepon
📞"Iya pak" jawab asisten Brian lalu ia putuskan sambung telepon
Brian siap-siap untuk ke bandara sedangkan Arka sarapan sendiri karena sang istri sampai saat ini belum bangun, Mentari sangat betah diatas tempat tidur semenjak hamil
Sementara dikediaman Algantara, Aldi memutuskan untuk tidak masuk kantor pagi ini hanya untuk menjenguk adik satu-satunya itu
"Bik, tolong masakan kesukaan Mentari. Saya mau ke sana" ucap Aldi lalu menuju kamarnya untuk siap-siap
...💛💛💛...
"Haaaoommm" Mentari menguap dengan cepat ia menutup mulutnya setelah itu merenggangkan ototnya
"Jam berapa?" Tanya Mentari seorang diri sambil meraih ponselnya
📞"Wa'alaikumussalam" ucap Mentari sambil mengumpulkan separuh nyawanya
📞"bangunnn" teriak Rionaldo dalam telepon
📞"Sudah bangun kok" ucap Mentari tidak mau kalah
📞"Hmmm... Suara saja masih serak" Rionaldo masih tidak percaya
📞"Terus kenapa kalau aku baru bangun suami aku saja gak permasalahin" Mentari kesal
📞"Jangan marah, aku hanya bercanda.. maaf" ucap Rionaldo tidak enak
📞"Tau ahh.. kesal aku lama-lama" Mentari masih kesal meskipun Rionaldo sudah minta maaf
📞"Kalau gitu apa yang aku lakukan agar kamu tidak marah lagi?.. "sebagai permintaan maaf ku" jelas Rionaldo
📞"Aku mau dibawakan mangga setengah matang dirumah.. ingat setengah matang yaa bukan matang apalagi tidak matang, aku gak bukakan pintu rumah kalau gak bawa mangga" ucap Mentari
Saat Mentari telepon dengan Rionaldo, Arka masuk setelah mendengar istrinya sedang bicara. Arka penasaran dan langsung bertanya
"Sayang, telepon dari siapa? Pagi-pagi sudah kesal.. orang lain pagi sarapan kamu makan hati" Arka sedikit bercanda
"Kak Arka juga kalau masuk ketuk pintu atau tidak beri salam"
Mentari memarahi Arka tanpa ia matikan teleponnya dengan Rionaldo
"Sayang, kamu kenapa? Mau makan apa?" Tanya Arka
Mentari melirik Arka dengan tajam, "gak" jawabnya dengan ketus
Rionaldo yang mendengar itu, berkelana dibenaknya tentang hubungan Mentari dan suaminya
"Apa mereka lagi ada masalah?" batin Rionaldo
"Sayang, gak boleh seperti itu.... Dosa" ucap Arka lagi dengan lembut
"Hiks hiks hiks.. aku kesal" lirihnya dengan menundukkan kepalanya
"Kesal sama siapa?" Tanya Arka lagi
"Rionaldo" jawabnya singkat
"Sini ponselmu, kakak mau bicara" ucap Arka dan Mentari memberikan ponselnya kepada suaminya itu
Arka sedikit menjauh dari Mentari sedang Mentari hanya menatap punggung suaminya yang sedang membelakanginya.
📞 "apa yang dibicarakan dengan istri saya?" ucap Arka ditelepon itu untuk menunjukkan kalau Mentari adalah miliknya dan Rionaldo tidak seenaknya untuk menelepon apa lagi membuatnya marah
📞"Maaf pak, saya tidak bermaksud membuatnya marah.. saya hanya bercanda" jelas Rionaldo kepada Arka
📞"Kalau mau bicara dengan Mentari, telepon di nomor saya saja" jelas Arka lagi
📞"Tapi pak, saya temannya Mentari bukan teman bapak" protes Rionaldo karena bagaimanapun Mentari adalah temannya dan lebih nyaman kalau teleponnya lewat Mentari
📞"Kamu teman aku juga karena kamu berteman dengan istri saya" jelas Arka dengan tegas
📞"Maaf pak, kenapa Mentari berubah sekarang?" Tanya Rionaldo
📞"Maksud kamu?" Tanya balik Arka
📞"Mudah marah pak. Dulu sama-sama saya orangnya lucu, ceria, dan paling gemesin itu sifat polosnya" ucap Rionaldo membayangkan Mentari sembari ia senyum
Rionaldo benar-benar kangen dengan sahabatnya itu, dan dihati Rionaldo sampai saat ini belum ada yang mampu menempati kekosongan itu.
Dimata Mentari, Rionaldo adalah sahabat sejatinya, tetapi dimata Rionaldo lebih dari sahabat. Itulah membuat Mentari selalu senang sebagai sahabat berada disamping Rionaldo. Namun berbeda dengan Rionaldo, ia sangat berharap kalau Mentari mampu menyadari perasaannya. Perasaan dulu itu yang terus terpupuk karena sering bersama walaupun awalnya tidak ada rasa.
📞"Hapus rasa kagum mu pada istri saya, cari wanita lain" Arka pun terpancing emosinya saat Rionaldo dengan santai mengeluarkan kata-kata itu karena secara tidak langsung ia kagum pada istrinya
Arka mengembalikan ponsel istrinya itu dengan ekspresi sebiasa mungkin namun wajahnya tidak bisa bohong kalau ia masih menahan rasa kesal
"Kenapa?" Tanya Mentari heran
"Gak, gimana kalau kita ke pantai pagi ini pulangnya sore?" ucap Arka
"Gak bisa kak, Rio kan mau ke sini" tolak Mentari
"Gak usah, bilang sama sahabat mu itu hari ini quality time kita bertiga, jadi gak bisa diganggu" jelas Arka kepada Mentari sedangkan Mentari hanya manggut-manggut
"Ohh gitu yaa, tapi.." ucap Mentari lagi dan dengan cepat Arka memotong ucapan Mentari dengan menempelkan jari telunjuknya tepat dibibir Mentari
"Aku gigit nih" ucap Mentari kesal karena dipotong ucapannya
"Hehehe.. bumil.. ponsel kamu mana? kelamaan nunggu kamu" ucap Arka lalu kembali mengambil ponsel Mentari
"Ribet amat hidupnya kak Arka ini, tadi sudah kembalikan sekarang ponsel ku diambil lagi" Mentari membatin sambil melihat suaminya dengan diam
✉️ "Maaf ya Rio lain kali aja datang dirumah, Mentari lupa kalau hari ini quality time aku dengan suami bersama baby ku, sekali lagi maaf yaa🙏" pesan Arka melalui ponsel Mentari untuk Rionaldo
"Ini" Arka mengembalikan ponsel istrinya itu dengan senyum merekah
Mentari curiga dengan senyum suaminya itu, "bilang apa sama Rio?.. jangan malu-maluin aku ya kak"
"Heee.. siapa juga?" kilah Arka
"Benar nih?" Mentari tidak percaya dan langsung membuka ponselnya, Mentari membulatkan mata dan tercengang membaca ulang pesan dari Arka untuk Rionaldo melalui ponselnya
"Tutup tu, nanti masuk lalat" ledek Arka lagi
"Apa juga, quality quality ini? Ini aku ingkar janji namanya"
Arka pura-pura tidak dengar apa yang Mentari ucapkan. Ia senang pesannya tadi sudah dibaca oleh Rionaldo, agar Rionaldo tau kalau sekarang Mentari sedang hamil. Sindiran yang ia lakukan ini untuk menjauhkan Mentari dan Rionaldo, biar bagaimanapun Mentari sudah berkeluarga ada perasaan yang harus dijaga.
"Hhhmmm... Aku penasaran bagaimana reaksi Rionaldo nanti ketemu" batin Arka
"Sayang, mandi sana baru sarapan" perintah Arka kepada Mentari
"Mentari mager pagi ini"
"Gak jalan-jalan dong, rencana mengajak kamu ke mall" pancing Arka
...SEMOGA SUKA ❤️...
...JANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAK YAA 😉...
...TERIMA KASIH 🙏...