Mentari

Mentari
Pengumuman




Mencintai hak setiap insan, dicintai anugerah setiap insan dan saling mencintai harapan setiap insan.


Seperti kisah Viona dan Ray. Dua insan yang saling mencintai dengan tulus dengan harapan sampai ke jenjang pernikahan.


Meskipun demikian, keduanya sadar bahwa mereka memiliki penghalang yang kokoh dan menjulang tinggi yaitu keyakinan. Keyakinan ini membuat salah satu diantara pasangan ini ragu akan cinta pasangannya.


Apakah mereka mampu melewatinya bersama ataukah memilih jalan masing-masing?


YUK SALING MENDUKUNG 🙏😁


Sepenggal kisah..


Ray mimpi dalam tidurnya kalau ia melihat seorang wanita berpakaian putih bak pengantin, begitu bahagianya perempuan tersebut dari pandangan Ray. Ia dekati tapi semakin didekati perempuan tersebut semakin jauh. Ia lari mengejar wanita tersebut, tapi wanita itu berjalan dengan anggun dan pelan tapi dipandangan Ray lebih cepat dibandingkan dirinya yang lari, sehingga semakin dikejar bukan mendekat malah menjauh.


"Hay tunggu, kamu mirip seseorang" Ucap Ray dalam mimpinya itu.


Perempuan tersebut menoleh dan memperlihatkan sebelah wajahnya dengan senyum terukir indah di bibirnya.


"Kamu mirip Viona" Ucap Ray lagi sembari teriak.


"Aku Viona, Ray" Jawabnya lalu ia melangkah meninggalkan Ray yang berada dibelakangnya itu.


Ray mengejar lagi, namun Viona masuk dalam mesjid.


"Tunggu, aku ikut" Ucap Ray lagi sambil melambaikan tangan ingin ditunggu.


Viona naik dua tangga mesjid lalu membalikkan badan melihat Ray yang berada dibawah tangga sambil mendongak melihat Viona.


"Bantu aku" minta Ray.


"Syahadat" Ucap Viona lalu menghilang begitu saja dipandang Ray.


Ray dalam mimpinya itu langsung celingak-celinguk mencari keberadaan Viona sembari memanggil Viona.


"Viona... Viona... Viona"


****************


"Mau ajak Vio pancaran?, Maaf ya nak Ray, saya sebagai ibu gak izinin anak saya pacaran" jelasnya.


"Bukan begitu tan, Viona sudah memberitahu saya tentang itu" Jelas Ray dengan cepat, ia mengeluarkan kotak cincin, "sebagai tanda keseriusan saya, saya ingin Viona memakai cincin ini sampai orang tua saya kembali disini"


"Kapan orang tua Ray datang di Indonesia?"


************


Tiba-tiba ponsel Viona layarnya menyala tanda ada panggilan masuk.


"Waduh Ahmad lagi yang menelfon" Batin Viona.


"Angkat, berdosa abaikan calon suami" Ujar Ray lagi.


"Aa...mmm, tapi.." Ucap Viona terpotong oleh ucapan Ray.


"Angkat, jangan buat aku terlihat jahat dimata suamimu"


"Tapi masih menganggapku teman kan?" Tanya Viona, karena saat ini yang terpenting adalah memastikan hubungan pertemanan mereka.


"Iya, kembalilah suamimu pasti sudah menunggu" Ujar Ray lagi.


"Ray bukan kita impas saat ini, kamu pun ke Korea pergi untuk menikah, kenapa sekarang seakan-akan kamu yang paling tersakiti" Batin Viona sembari jalan meninggalkan ruangan Ray itu.


************


Ahmad mengangguk sembari senyum dan menatap Viona dengan tatapan lembut. Tatapan itu belum pernah Viona lihat selama mereka bersahabat.


"Berarti keputusan aku tidak salah untuk mempercepat pernikahan kita" Ujar Ahmad membuat Viona seketika syok dengarnya.


Ray mendengar itu tidak kalah syok dibandingkan dengan Viona, hanya Ray tidak bisa melihat ekspresi bahagia atau sedih Viona.


"Oh Tuhan. Sekarang aku dengar secara langsung kalau mereka akan segera menikah" Batin Ray lagi dan pergi meninggalkan tempat itu.


SEMOGA SUKA DAN BETAH BACA KISAH VIONA YANG MENCINTAI RAY MESKIPUN BEDA KEYAKINAN DAN AHMAD SELAKU SAHABAT VIONA SENDIRI YANG SUDAH LAMA MEMENDAM RASA TERHADAP VIONA