Mentari

Mentari
12



Mentari pun langsung pergi dari rumah ke Taman, Sebab perjalanan dia terganggu karena melihat sebuah Drama itu yang sangat menyia nyiakan waktu mentari yang ada


Disisi lain


Entah mengapa semua anggota keluarga merasakan kedinginan dihati mereka mendengar ucapan dari anak kecil itu


Dan ada satu orang yang melihat semua itu Yah Bi Astri melihat dan mendengar kejadian tersebut dari awal hingga akhir


Dia juga berhasil merekam kejadian itu lalu dikirimkan video itu ke tuan nya


'*Huft sebenarnya pas kejadian nona Tasya jatuh kekolam renang sebab ada perampok yang ingin menembak jona Tasya, Nona Mentari yang melihat itu pun langsung mendorong nona tasya kekolam renang...'


'Memang ya yang diomongkan oleh nona Ariana semua nya benar'Lanjut batin Bibi*


★★★


Mentari sampai ditaman dan dia langsung saja lari lari kecil


Hosh Hosh Hosh


Dia mencari tempat yang lumayan agak sepi


Akhirnya anak perempuan itu


menemukan sebuah Pohon beringin, Lalu Dia rebahan di bawah pohon beringin tersebut


'*Huft Akhhh mendingan saya engga usah pulang aja untung saja uang sama handphone saya bawa Huft'


'Tapi nanti saya pergi kemana ya kalau kerja jadi tukang jualan koran dan majalah uang penghasilan kagak bakalan cukup'


'Hmm kerja kerja Jadi pelayan saja tah ya daftar kerja jadi pelayannya gimanaa*'


Lalu Dia bangkit dari tidurnya dan meninju sebuah pohon yang berada disamping pohon beringin dan hal hasil tangan dia yang menjadi berdarah


Dia teringat ingin berjualan koran dan majalah lalu mentari langsung menuju ketempat paman Wisnu sambil berlari lari kecil


Ditengah Tengah Perjalanan mentari sibuk mengumpat mereka dikepala nya


'*Keluarga bodoh masa iya gara gara kejadian tasya menyemplung dikolam renang dan gara gara omongan kakek tua mereka percaya, Harus nya tuh ya keluarga bodoh itu berterima kasih kepada saya atas menyelamatkan tasya dari perampok'


'Dan juga Yang dibilang oleh Ka Ariana benar harusnya mereka Mencari tau apa yang terjadi, Kan gk mungkin dong yah tiba tiba datang seorang berpenampilan kakek kakek peramal tua bicara beberapa kata terus langsung pergi gitu aja'


'Tunggu Tunggu Apa jangan jangan yang selama ini yang menguntip saya Kak Ariana ya, Mana mungkinnnn saya liat badan dia besar dan waktu kejadian dimana saya mengobrol sama bibi soal boneka dia juga menguping malah memvideo, Hmp*'


Dan yah mentari tidak terasa bahwa dia sudah sampai didepan gedung Pa Wisnu itu


'*Tari kenapa yah tuh anak melamun didepan pintu'Batin paman paman disana


'Kak Tari kenapa'Batin anak anak yang disana*


"Adik manis""Kak Tari" Teriak berbarengan paman dan anak anak disana


Mentari yang sedang melamun akhirnya sadar atas teriakkan mereka itu


Lalu dia langsung masuk kedalam


"Iyah kenapa?"Tanya mentari


'Kenapa?'Balas tanya mereka semua


Mentari hanya mengangkat satu alisnya


'Kau kenapa adik manis tiba tiba melamun didepan pintu'Tanya paman wisnu mewakilkan semua orang


"Tidak apa apa kok paman"Balas singkat


Tentu saja Paman paman disana mengerti perasaan mentari bahwa masalah tidak usah diumbar umbar berbeda dengan anak kecil mereka hanya mengagguk anggukan saja


"Paman Wisnu Koran sama Majalah nya mana? Paman Wisnu dibanyakin lagi ya kali ini"Ucap Mentari


'Iyah tenang saja kok, Kamu mau jualan dipasar lagi atau ganti?'


"Paman dipasar terus saya bosan jadi saya ke danau disana banyak orang"


'Hmm ya sudah kamu berangkat sendiri atau bersama Thomas?'


Merasa Nama dia disebut sebut Thomas menyahuti "Sekalian ya berangkat nya paman mau pergi ke taman yang disebelah Danau"


"Kak Tari Kak Tari Siti ikut Siti juga mau jualan disekitar danau"Teriak anak kecil tiba tiba yang bernama Sella


Mentari Hanya mengagguk anggukan kepala saja dan tersenyum tipis


Mereka Bertiga berangkat berjualan meninggalkan semua orang yang sedang melamun


Seperninggal mereka bertiga


Tiba tiba anak yang paling tertua disana pun bertanya 'Paman ada yang berbeda tidak sih sama mentari rasanya sifat dia berbeda dengan yang sebelum sebelumnya' Tanya Siti


Paman Paman disana langsung kembali sadar


"Tari sekarang jadi dingin biasanya dia ceria meskipun itu palsu, Paman lebih memilih Tari yang ceria meskipun itu hanya Fake ketimbang dingin cuek kek gini"Jawab Paman Thomas


"Paman juga hanya mengerti sedikit permasalahan Tari dengan keluarganya, Paman sudah menyuruh anggota untuk mencari tau apa yang terjadi"Sambung kembali Paman Thomas


Tiba tiba Anak termuda yang disana pun bertanya "Paman Paman dan kaka kaka tadi lihat tangan kak mentali ndak?"Tanya Aurel


Pertanyaan dari Aurel pun membuat mereka semua bingung


"Tidak"Jawab mereka bersamaan


'Hmp masa ndak ada yang melihatnya sih'Ucap Aurel kesal


"Tangan yang sebelah kanan atau kiri? kaka tadi cuman melihat tangan sebelah kanan hanya dibalut kain"Sambung Siti


'Jadi gini loh tadi ulel liat tangan sebelah kili kak Tali ada melah melah gitu kayak beldalah telus masa kak siti ndak melihat melah melah ditangan kanan kak tali sih'Ucap Aurel lagi


Paman Paman dan Anak anak disana pun terdiam


"Nanti kalau mereka datang kita tanya ke Paman Thomas dan Sella saja


Mereka hanya mengagguk kan kepala


Disisi lain


Mereka bertiga pun sampai didanau itu


'Adik manis paman pergi ketaman ya, Kalian hati hati'Ucap paman Thomas


"ehem iya paman, Paman juga hati hati"Balas jawab Sella


Sedangkan Tari dia hanya terdiam dan tersenyum tipis kaya orang yang tidak tersenyum


Paman Thomas tidak mempermasalahkan sikap Tari yang berbeda itu 'Mungkin tari Sedang ada masalah tapi masalah apa hingga membuat dia seperti ini'


lalu paman Thomas pergi meninggalkan Mereka berdua


'Kaka Sella berjualan keliling disekitar danau dahulu ya'


Mentari Hanya Mengagguk


Mereka berdua pun lalu berpisah


★★★


Dia juga melihat sebuah drama keluarga dan disaat bersamaan pula Annisa Melihat kearah nya Mentari hanya tersenyum miring melihat semua itu


'Itu Mentari bukan nya ya, Dan sedang apa dia disana dan mengapa membawa koran dan majalah apa dia berjualan ya'


'Mentari kan sama sekali tidak dikasih uang sama sekali oleh ayah ataupun ibunya'


Annisa pun melihat kearah mentari terus menerus dan dia mendengarkan pembicaraan mereka dan benar saja


Tiba tiba ibu Beranak satu pun bertanya yang mereka semua mempunyai pertanyaan yang sama


'Adik manis udah berapa lama kau berjualan? Dan kenapa adik manis ini ingin berjualan apa gara gara masalah ekonomi keluarga adik'


'pas sekali saya juga ingin tau alasannya'Batin kedua orang


Mentari langsung tersadar dari lamunannya mendengar pertanyaan itu lalu dia sengaja menjawab


"Sudah lama kok bu, kalau Keluarga tidak ada masalah ekonomi malahan sangat tercukupi kok"


Ibu ibu Bapak bapak serta anak remaja yang disana bingung atas jawaban adik kecil itu


'Lalu kalau tidak ada masalah ekonomi keluarga mengapa adik manis ini berjualan'Tanya ibu ibu itu lagi


"Kalau keluarga saya sangat cukup bu malahan keluarga saya mempunyai banyak harta"Jawab mentari


'Lalu kenapa kau bekerja?'Tanya Ibu penasaran bukan hanya dia tetapi semua yang ada disana pun penasaran termasuk kedua orang itu


"Keluarga saya sangat kaya, Tetapi Saya lebih memilih meninggalkan keluarga tersebut dan pergi dari rumah, lalu saya bekerja untuk mencukupi kehidupan saya sendiri, dibanding saya berada disana hanya untuk melihat keharmonisan mereka, Lagian saya disana juga hanya Makan, Mandi dan tidur saja"Jawab mentari sambil menyengir


Semua yang berada disana terkejut termasuk kedua orang yang menguping pembicaraan itu atas jawaban anak kecil itu


'Astaga saya harus bersyukur masih mempunyai keluarga yang menyayangi saya ketimbang anak kecil ini yang udah bekerja diusia dini'Batin Anak Remaja yang berada disana


Lalu Anak perempuan SMA tidak tahan untuk Bertanya


'Dilihat lihat adek manis ini masih kecil bukan umurnya? Kalau boleh tau ada masalah apa ya? Dan juga pertama kali bisa berjualan gimana'


'Huwahh pas sekali dengan apa yang ingin aku ketahui'Batin mereka semua terutama annisa


Mentari hanya tersenyum lalu menjawab


"Iyah kaka saya baru naik umur 5 tahun, Masalah keluarga itu hanya kesalah pahaman waktu itu saya melihat seorang perampoknyang menodongkan pistol kearah sepupu saya, terus saya yang melihat itu pun langsung mendorong sepupu saya kekolam renang supaya tidak terkena, dan hal hasil malah Kaki saya yang terkena tembakan itu


lalu Mereka langsung datang akibat teriak kan sepupu saya itu dan mereka malah langsung mengambil keputusan bahwa saya sengaja yang menceburkan sepupu saya kekolam terus mereka semua juga langsung percaya ucapan seorang kakek kakek tua yang kaya seorang peramal" Jawab mentari santai


"Dan kalau pertama kali berjualan saya dari umur 4 tahun Waktu itu ceritanya saya berada taman lalu tidak sengaja melihat paman sedang berjualan koran, saya menyamperi paman itu lalu kita berbincang bincang, dan saya meminta paman untuk mengantarkan tempat yang membuat koran, lalu bekerja deh" Lanjut mentari lagi santai banget malah


Mereka semua pun terkejut kembali atas balasan pertanyaan itu, Mereka semua mempunyai pikiran masing masing yang berbeda tetapi hanya 1 pemikiran yang sama 'Dia masih kecil tetapi harus menanggung semua penderitaan ini'


'Yang dibicarakan Ariana benar ternyata, Kita harus mencari tau apa yang terjadi dan bagaimana Ariana tau semua itu ya' Batin annisa bingung


★★★


"Nah Bapa bapak ibu ibu dan kaka kaka sekalian hari sudah mulai gelap kalian tidak berencana untuk menginap didanau ini bukan" Ucap Mentari yang membuyarkan lamunan mereka


'Ehhh ya tentu saja tidak'Ucap mereka kompak


Mereka membayar koran dan majalah yang dibelinya lalu pergi secara terpisah


★★


Lalu Paman Thomas dan Sella menghampiri Tari


'Kaka kau ini lama sekali'Ucap Sella merajuk


"Sudah sudah mending kita langsung ke paman Wisnu nanti dia khawatir loh"Lerai Paman Thomas


Mereka bertiga pergi dari danau itu disaat mereka pergi mentari berpapasan dengan anggota keluarganya


Mentari yang melihat itu hanya menatap datar dan dingin ke mereka


'*Ini kenapa ya udara nya kok jadi dingin begini sella kan jadi kedinginan'Batin sella


'Tari kenapa ya melihat mereka semua jadi dingin banget tuh muka kek es batu berjalan apa jangan jangan ini ada kaitannya ya' Batin paman Thomas


'Loh Tari kenapa dia kesini dan siapa mereka?' Batin Ibu


'Apa jangan jangan yang saya lakuin semua nya salah ya adik saya masih melakukan pengecekkan dilokasi belum membawa berita apa pun satu satu nya cara menunggu Tasya sadar'Batin Ayah penasaran


'Huwahhh kok jadi dingin banget dah tuh muka'Batin anak anak yang lainnya*


★★


'Ka...kak Ta..Ta..ri A..a...yo Pe..Pe..Pergi sella udah kedinginan'Ucap sella terbata bata


Mentari yang mendengar ucapan Sella langsung tersadar dan dia langsung meninggalkan mereka berdua dan disaat melewati mereka semua mentari memasang muka dingin nan datar malah tambah dingin


"Paman Thomas Gendong kayaknya sella masuk angin"Ucap sella


Paman Thomas menggendong sella lalu dia pergi disaat Thomas bersejajar dengan mereka semua dia bilang


"Cari tahu terlebih dahulu apa yang terjadi sebelum kalian semua mengambil keputusan yang hanya akan merugikan diri kalian sendiri"Ucap Paman Thomas dingin


Ya sebenar nya paman thomas mendengar semua cerita yang di ucapkan oleh mentari dia tidak menyangka bahwa adik manis nya mempunyai masalah seperti itu dan dia mengetahui bahwa mata mata itu suruhan dari kaka nya sendiri


★★★


Sepeninggal mereka bertiga Annisa pun memberi tahu dengan mengucapkan


"Yang dibilangin oleh paman itu benar, Kita tidak seharusnya langsung mengambil keputusan lagian apa Kalian semua melihat yang sebenarnya terjadi, Kalau Mentari sengaja mendorong Tasya kekolam lalu kenapa kaki mentari berdarah yang nampak kaya bekas pistol, Paman Alek sedang memproses kejadiannya dan jangan sampai terkejut bila Tasya siuman lalu memberikan penjelasan" Annisa langsung pergi meninggalkan mereka semua dia ingin menuntut penjelasan dari kembarannya


Mereka semua langsung tersadar dari lamunannya dan bagai disambar petir ucapan Anak mereka yang kedua mereka


'Maksud dari ucapan mereka semua apa ya, Tidak Ariana, Annisa maupun orang tidak dikenal itu, Sebenarnya benar yang diucapkan seharusnya saya mencari tahu apa yang terjadi' Batin ayah kesal


✩✩✩✩


Mentari sampai ditempat paman Wisnu dia cepat sampai sebab mentari lari lari menuju tempat paman Wisnu itu


Mentari langsung masuk kedalam dan dia melihat bahwa semua orang yang didalam itu melihat kearahnya tetapi dia tidak memperdulikan semua itu


Dia langsung menuju kearah paman wisnu, Dia hanya memberi uang jualan nya


"Lebih nya disimpan Paman saja dijadikan satu dengan gaji saya paman"


lalu mentari pergi dari sana dia ingin mencari tempat yang tenang


Sebelum jauh mentari pergi Paman Wisnu bertanya 'Thomas dan sella kemana adik manis?'


Mentari hanya mengangkat bahu nya lalu pergi


'Kenapa lagi tuh anak?'Batin Mereka semua


Tidak lama Setelah Mentari Pergi datang Paman Thomas dan sella


Mereka semua bingung sebab Sella berada digendongan Thomas menggigil


"Kau kenapa sella?"Tanya paman wisnu dan diangguki oleh yang lain nya