Mentari

Mentari
Episode 55



"Mall, belanja.. malas.. masih banyak baju aku yang belum kepakai, mubazir kak.. beli sesuai kebutuhan bukan sesuai keinginan" Mentari mengeluarkan kata-kata mutiaranya tanpa henti dan Arka hanya mengangguk ia


"Baik nyonya, kayaknya anak aku nanti hebat nih,, ibunya saja sehebat ini apalagi bibitnya, pasti bibit unggul" puji Arka


Mentari memasang senyum andalannya yaitu senyum lebar menampilkan deretan giginya, dan senyum itu yang Arka paling suka dari Mentari, senyum itu yang membuat Arka tidak bisa jauh darinya.


"Sayang"


"Hmm"


"Sayang"


"Iya"


"Sayang"


"Iya sayang" jawab Mentari kali ini. Ia sudah sakit telinganya mendengar suaminya itu terus memanggil namanya


"Coba ulang, kakak gak dengar" Arka pura-pura sambil mendekatkan kupingnya ke Mentari


"Apa?" Tanya balik Mentari


"Tadi"


"Lupa" jawab Mentari


"Hmmm" Arka pura-puradiam


"Kak Arka marah yaa?" Tanya Mentari sedangkan Arka tidak bergeming


"Kak Arka" panggil Mentari dengan lembut dan lagi-lagi Arka hanya diam


"Baby, papa kamu marah sama ibu, papa kamu gak suka lagi sama ibu" ucap Mentari dengan memasang nada sedih sambil mengusap lembut perutnya yang masih rata itu


Arka spontan mengusap lembut perut istrinya itu "gak baby, hanya kesal sama ibu kamu"


"hahahaha, aku dapat peluru baru" batin Mentari kesenangan


"Kak Arka mencoba meracuni pikiran anak aku yaa?" Mentari pura-pura tidak terima apa yang suaminya ucapkan


Arka menghela napas "sayang kalian berdua" ucap Arka lembut mengelus kepala istrinya lalu ia pindahkan tangannya ke perut sang istri, "baby.. maafkan kami yaa"


"Iya baby, maafkan papa dan ibu mu ini ya" ucap lembut Mentari lalu ia pindah arah pandangannya ke suaminya


"Pengen pizza" ucapnya dengan malu-malu


Arka tidak menunggu waktu lama langsung menelpon Brian,


📞"Brian belikan pizza yang paling enak" ucap Arka ditelepon itu dan Mentari pun meminta ponsel suami untuk bicara langsung kepada asisten Brian.


Arka pun memberikan ponselnya, dan Mentari mulai mengeluarkan apa yang ia mau


📞"Bapak Brian sekalian belikan hamburger yaa tapi pakai daging bebek"


📞"Baik nona" jawab Brian ditelepon itu dengan patuh, "ada lagi nona?" Tanya Brian spontan menutup mulutnya sambil menggerutu dalam hati


"Bodoh-bodoh" batin Brian, bagaimana tidak itu pertanyaan emas bagi seorang perempuan yang lagi ngidam


Begitu Mentari mendengar itu, ia sangat senang tergambar jelas disudut bibirnya terukir sebuah senyuman kebagian dan wajah berseri. Mentari dengan senyum merekah di bibirnya sambil memikirkan apa yang ia pesan lagi


Brian yang baru saja balik dari Kalimantan semalam sudah direpotkan dengan ngidamnya Mentari, capek ia tapi biar bagaimanapun tugas tambahan sejak hadirnya Mentari dihidup Arka sebagai asisten pribadi


"Apa ya" gumam Mentari yang masih bisa didengar oleh Brian diseberang telepon, "kak Arka" panggil Mentari kepada suaminya itu, "Mentari mau pesan apa lagi kak?" Tanya Mentari


Arka pun ikut bingung setelah mendengar itu kalau salah jawab pasti masalah lagi, tapi kalau dijawab Arka sendiri bingung dengan membaca basmallah dalam hati


"Mungkin sup iga sayang" ucap Arka


Mentari langsung berbinar, "ya Allah kak, kenapa aku bisa lupa" jawab Mentari lalu ia menghambur dalam pelukan suaminya


Uhuk uhuk uhuk,


Arka terbatuk-batuk karena badannya ditindis oleh Mentari dengan tangan tepat dilehernya dan satu tangannya menekan perut suaminya sebagai tumpuan


Brian diseberang telepon ikut mendengar suara batuk bosnya itu. Brian bukan hanya jadi obat nyamuk secara langsung saat bersama bos dan istrinya ditelepon pun demikian


Mentari melihat suaminya terbatuk-batuk itu, ia langsung bangkit dengan ucapan


"Alhamdulillah untung Mentari gak.. pfksbeb" ucapan Mentari tidak jelas karena Arka dengan cepat menutup mulut istrinya itu karena ia melihat ponsel ditangannya belum mati


"Brian sudah menunggu, mau pesan apa?" Arka menyadarkan istrinya itu


"Habis bapak Brian baik bangat.. sudah pesan nanya lagi.. kan Mentari kalau ditanya mendadak bingung" adu Mentari lagi


"Iya iya, Brian sudah menunggu kasian dia" ucap Arka lagi


📞"Bapak Brian, sup iga dua yaa terus buah-buahan juga jangan lupa" pesan Mentari lagi


📞"Buah apa itu nona?" Tanya balik Brian lagi, karena tidak mungkin Brian membeli semua jenis buah-buahan


"Aahh bapak Brian baik bangat sihh" puji Mentari dengan senang sedangkan Arka yang menyaksikan itu geleng heran


"Benar-benar bumil baper" gumam Arka lalu ia pergi mengambil air minum. Arka haus melihat tingkah istrinya pagi menjelang siang ini


📞"Bapak Brian buah yang dibeli itu, buah apel, anggur, kurma, semangka, mangga, salak, ceri, alpukat, melon, buah naga dan nangka.. 10 buah satu jenis yaa" ucap Mentari dengan semangat, "jangan lupa dibelikan dengan keranjang-keranjangnya ya bapak Brian. Mentari tunggu sekarang yaa.. assalamualaikum" ucap Mentari mengakhiri teleponnya lalu ia menyusul suaminya sambil bersenandung ria


Sedangkan Brian setelah mengangkat telepon dari istri bosnya itu hanya tercengang dengan pesanannya


"Apa nona mau menjual buah dirumahnya?, banyak bangat.. ihh bahaya kalau ngidam kayak gitu.. mungkin anak sultan, jadi maunya tidak bisa sedikit harus banyak" gumam Brian lalu ia meraih kunci mobilnya untuk pergi membeli semua pesanan istri bosnya itu.


...💛💛💛...


Aldi yang sudah siap dengan paperbag yang berisi makanan, lalu ia menelfon Mentari terlebih dahulu


📞"Dek, kakak mau kesitu" ucap Aldi ditelepon


📞"Iya kak, Mentari tunggu yaa" jawab mentari diseberang telepon itu


📞"Oke.. Assalamualaikum" ucap Aldi sebelum mengakhiri teleponnya


Aldi menuju rumah adiknya dan tidak lupa ia selalu memperhatikan paperbagnya agar tetap aman. Aldi tidak membutuhkan waktu lama, ia sudah sampai depan rumah Mentari bertepatan dengan Brian yang masuk dalam halaman rumah


Aldi keluar dengan memegang paperbagnya sedangkan Brian keluar dengan kotak makannya


Aldi yang melihat itu, "pak Brian bawa makanan juga?" Tanya Aldi


"Iya pak, pesanan nona Mentari"


"Ini saja?, Atau ada yang lain lagi?" Tanya Aldi


"Iya pak, ini baru kotak pizza dan hamburger belum sup iga dan buah-buahan" jawab Brian dan Aldi spontan membuka pintu mobil bagian belakang


"Sebanyak ini?" Tanya Aldi dengan heran dan Brian mengangguk, "aneh ngidam seperti ini" gumam Aldi lalu ia masuk dalam rumah dan tidak lupa memberi salam terlebih dahulu


"Assalamualaikum dek" ucap aldi sambil ia masuk tanpa menunggu dibukakan pintu rumah yang diikuti oleh Brian


Mentari yang lagi menemani suaminya itu langsung lari kecil mendengar suara yang beri salam


"Wa'alaikumussalam kak Aldi" jawab mentari sedangkan Arka malah teriak takut nanti Mentari jatuh


"Dek, hati-hati nanti jatuh" teriak Arka


"Iya" jawab Mentari sambil berlalu begitu saja dan tidak lama ia mendengar suara tawanya


"Hahaha" Suara tawa Mentari dan tiba-tiba jadi melo seketika, "kak Aldi gak kangen sama Mentari yaa sampai kak Aldi gak datang disini lagi?" ucap Mentari dengan mata berkaca-kaca


"Oohh adik aku yang paling cantik sejagad raya ini, peluk dulu" ucap Aldi sambil merentangkan tangannya dan disambut oleh Mentari lalu masuk dalam pelukan kakaknya itu, "kakak sibuk dek, maaf ya baru datang, tapi tumben gak mual lihat kakak?" Tanya Aldi heran


"Berkat bapak Brian" jawab Mentari dengan lirih sedangkan Brian yang sibuk dengan buah-buahan pesanan Mentari sekilas mendengar itu yang keluar hanya "haaa" karena ia kaget mendengar ucapan Mentari itu semua berkat dirinya


"Kok bisa?" Tanya Aldi lagi tidak percaya


"Gak tau, bawa apa kak?" Tanya Mentari lalu ia menjauhkan badannya dalam pelukan kakaknya itu


...**SEMOGA SUKA ❤️...


...JANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAK YAA 😉...


...TERIMA KASIH 🙏**...