Mentari

Mentari
Episode 53



Rionaldo setelah kepulangannya dari luar negeri dengan harapan mampu berdamai dengan masa lalu, bisa bertemu dengan suami Mentari dengan hati ikhlas, namun nyatanya itu hanya sia-sia saja


"Benar kata orang, masalah lebih baik dihadapi dari pada menghindar, karena sejauh apapun menghindar maka jangka waktu untuk menyelesaikannya pun semakin lama" batin Rionaldo sambil menghela napas yang begitu sesak rasanya, sampai lupa kalau dirinya belum membalas pesan sahabatnya itu


Mentari : Rio, bercanda. Maaf๐Ÿ™


Rionaldo kembali membaca pesan Mentari "ini anak benar-benar" gumamnya


โœ‰๏ธRionaldo : iya aku tau kamu pasti bercanda, siapa yang tidak kenal kamu Mentari, tapi jangan sering bercanda nanti kamu susah membedakan mana candaan dan mana serius"


โœ‰๏ธMentari : baik komandan..hehehe


โœ‰๏ธRionaldo : bercanda mulu... Aku ngantuk mau tidur.. assalamualaikum


Mentari membaca pesan itu hanya menaikkan alisnya sebelah


"chat gak pakai salam pas pamit pakai salam, apa dia stres?" batinnya


Mentari kembali merebahkan badannya diatas tempat tidur dengan rasa ngantuk yang tidak bisa ia tahan lagi sedangkan Arka masih dikantor.


Arka sibuk dengan pekerjaannya sehingga untuk angkat telepon saja tidak sempat kecuali Mentari dan Artinya untuk melaporkan istrinya membutuhkan apa sesuatu diluar


Sedangkan kedua orang tua mereka lagi jalan-jalan ke negara Jiran yaitu Malaysia dan Brunei Darussalam. Para tetua ini ingin menikmati masa tua mereka bersama. Maka tidak heran meskipun mereka sudah tua tetap terlihat romantis.


Sebelum mereka pergi ibu Dewi dan Anita membelikan beberapa perlengkapan cucu mereka dan rencana akan pulang di acara tujuh bulanan Mentari.


Sedangkan Aldi, repot dengan perusahaannya sehingga jenguk adiknya pun kadang malam baru sempat dan jarang menemukan adiknya itu karena kadang sang empu sudah tidur. Kesibukan Aldi ini bukan hanya dikantor semata, melainkan lagi mengurus proyek yang sedang ia bangun dan rencananya sebelum acara tujuh bulanan Mentari sudah rampung.


Gedung yang sedang dibangun itu, Aldi sengaja untuk tempat toko Mentari nanti karena Arka suami adiknya melarang Mentari untuk kerja. Jadi sebagai kakak, Aldi ingin memberikan toko tersebut untuk adiknya walaupun sebelumnya sudah mereka bicarakan bersama Pak Rahmat ayah Arka.


Aldi ingin sekali bertemu dengan adiknya itu selain ia rindu, juga amanah dari orang tuanya sebelum pergi.


Aldi melihat foto yang ada diatas meja itu bersama adiknya


"dek, maaf ya aku belum bisa jenguk akhir-akhir ini" lirih Aldi


"Tok tok tok"


"Masuk"


Sekretarisnya masuk dan memberikan sebuah map warna kuning


"Apa ini?" Tanya Aldi


"Ini berkas yang segera di tanda tanganin pak"


"Ohh, satu saja?"


"Iya pak"


"Baik,, apa hari ini ada meeting?"


"Tidak ada pak, yang ada besok pagi jam 11 siang" jelas sekretarisnya


"Oke,, jangan lupa ingatkan saya besok pagi"


"Iya pak" jawab sekretarisnya lalu ia keluar dari ruangan Aldi itu dengan map yang dia minta tanda tangan tadi


Waktu yang terus bergulir dengan cepat tidak terasa sudah sore dimana para karyawan perusahaan harus pulang begitupun dengan pemilik perusahaan tapi beda halnya dengan Arka dan Aldi, mereka berdua masih sibuk menyelesaikan berkas-berkas yang tersisa


Aldi periksa semua laporan tentang gedung yang sedang dibangun sedangkan Arka sibuk dengan perusahaan cabangnya salah satu kepala divisi bagian keuangan menggelapkan uang sebanyak 500 juta sehingga membuat perusahaan mengalami penurunan drastis, karena perusahaan cabang ini masih dalam taham pengembangan jadi pengambilan dana dalam jumlah sedikit saja sangat berpengaruh


Arka marah besar kepada manajernya


๐Ÿ“ž"dimana kepala divisi bagian keuangan?"


๐Ÿ“ž"Sudah beberapa hari ini tidak masuk kantor pak" jawabnya


๐Ÿ“ž"Apa dia sudah mengundurkan diri?" Tanya Arka lagi


๐Ÿ“ž"Tidak pak,.." jawabnya


๐Ÿ“ž"Hubungi rekan-rekan satu divisinya untuk segara bertemu dengan saya besok siang"


๐Ÿ“ž"Baik pak"


๐Ÿ“ž"Oke" ucap Arka lalu mematikan sambungan telefon


"Aakkhh,, kenapa tidak ada yang tau dia menggelapkan uang sebanyak itu? Apa Brian tidak bekerja dengan baik saat perekrutan karyawan?


Arka kembali menelepon asisten Brian


๐Ÿ“ž"Brian, dimana?" Tanya Arka


Brian mendengar nada Arka yang tidak bersahabat itu,


๐Ÿ“ž"dijalan pak"


๐Ÿ“ž"Urus tiket untuk besok pagi ke Kalimantan dan kamu ikut" ucap Arka ditelepon itu


๐Ÿ“ž"Iya pak, saya segera urus" ucap Brian.


Brian kembali mengurus tiket dan hotel untuk penginapan Arka selama di Kalimantan


Arka dengan cepat meraih jaketnya dari kursi dan dengan buru-buru keluar dari perusahaannya


"Bapak baru pulang?" Tanya satpam kepada pemilik perusahaan itu


"Iya pak, saya pergi dulu" pamit Arka lalu membawa mobilnya menuju rumah


Pukul 8 malam, Arka baru sampai rumah membuat Mentari tidak tenang. Mentari yang menunggu diruang tengah sembari nonton drama.


Mentari mendengar suara mobil Arka dengan cepat ia membuka pintu. Senyum yang terukir di sudut bibirnya setelah melihat suaminya, senyum itu yang membuat Arka selalu rindu kepada istrinya kalau jauh


"Kakak... Kenapa baru pulang?" protes Mentari setelah Arka keluar dari mobil


"Maaf dek, di Perusahaan ada sedikit masalah" jawab Arka sambil menggandeng tangan istrinya itu masuk dalam rumah


"Masalah apa?" Tanya Mentari penasaran


"Masalah kecil, kepala bagian divisi keuangan menggelapkan uang 500 juta"


"Apa?.. 500 juta masalah kecil?.. aku tau kak Arka banyak uang tapi uang 500 juta itu bukan uang sedikit" Mentari tidak terima kalau suaminya mengatakan uang sebanyak itu hal kecil.


"Iya iya, masalah besar" Arka mengalah


Mentari melepas tangannya dilengan suaminya itu, "Mentari tunggu dimeja makan ya" ucapnya yang dijawab anggukan oleh Arka


Arka terlebih dahulu membersihkan badan sebelum makan malam. Setelah selesai ritual mandinya Arka langsung ke meja makan yang sudah ditunggu oleh sang istri


"Menu apa malam ini?" Tanya Arka sambil menarik kursi


"Paling enak" jawab Mentari sambil membukakan penutup mangkok sup dan yang lainnya diatas meja


"Oohhh iy.." jawab Arka terhenti setelah melihat menu diatas meja, "ini menu baru ya dek?" Tanya Arka dengan hati yang ingin menjerit melihat menu malam ini


"Bisa-bisa sakit perut ini" batinnya


Arka menelan ludah dengan susah payah melihat menu wortel dan kentang diatas meja, menu yang disediakan oleh Mentari rebusan kentang sebagai pengganti nasi dan wortel dimasak dalam bentuk sup tanpa bawang, tumis kering wortel dan sayur asam wortel


"Sayang ini menunya lengkap yaa.. ide siapa ini?" Tanya Arka dengan senyum terpaksa sedang Mentari membalasnya dengan senyum manis yang membuat Arka bahagia melihat istrinya tapi sedih setelah melihat menu yang ia siapkan


"Ini resep dari aku kak, kita makan yuk" ajak Mentari lagi


"Belum makan?" Tanya Arka dengan ekspresi terkejut


"Tunggu suami dulu dong" jawab Mentari bangga


"Mau makan ini juga?" Tanya Arka lagi dengan was-was


Mentari dengan cepat menganggukkan kepala sambil mengambil satu buah kentang yang sudah dikukus


"ini enak kak" jawabnya singkat


Arka hanya menghela napas dan otaknya seketika berhenti mendengar penuturan istrinya


"Sayang, kayaknya kamu makan yang lain saja.. ini sedikit bagi kakak" kilah Arka agar Mentari tidak makan masakan itu


"Terus aku mau makan apa?" Tanya Mentari dengan mengerucutkan bibirnya pada suaminya itu


"Mbok masakan Mentari bubur sum-sum yaa" teriak Arka agar ART yang berada di dapur mendengarnya


"Iihhh, jangan mbok hari ini capek kerja.. aku mau makan ini saja" tunjuk Mentari


Arka yang makan dengan sedikit paksa sambil memikirkan cara apa untuk melarang istrinya itu agar tidak makan kentang,


"sayang... ibu hamil kalau sering makan kentang nanti kepalanya baby kayak kentang terus postur tubuhnya kayak wortel"


Mentari seketika diam dan menaruh kembali kentangnya di piring sambil memikirkan ucapan suaminya itu yang membuatnya bergidik ngeri,


"gak gak.. gak mau" ucapnya lalu mendorong piringnya agar sedikit menjauh darinya


Arka hanya meliriknya sekilas lalu pura-pura makan kentang itu dengan lahap


"Doyan bangat, besok aku suruh mbok lagi masak seperti ini" ucapnya senang sambil menunggu bubur sumsumnya


"Besok kita makan di restoran, gimana?.. sekali-kali ajak baby makan diluar" kilah Arka lagi dengan membawa nama baby agar Mentari mau


"Aduhh... Hampir aku lupa kak" ucap Mentari sambil menepuk jidat "Rio mengajak aku makan" sambungnya


Arka menaikkan satu alisnya, "Rionaldo? teman kampus kamu?"


"Kalau kakak gak sibuk, kita sama-sama.. tapi gak maksa kok" ucap Mentari lagi


Arka berpikir sejenak "dalam rangka apa?"


"Gak ada perayaan apa-apa hanya sekedar makan saja, lagian aku dan Rio sudah lama ketemu"


"Hmmm, jam berapa?"


"Siang atau sore"


"Boleh, nanti kakak kasih tau Brian untuk menggantikan saya besok ke Kalimantan"


"Kak Arka mau ke Kalimantan?" Tanya Mentari sambil makan bubur sumsum nya yang ART bawakan itu


"Iya.. sudah lama ke cabang perusahaan disana"


Mentari menaruh kembali sendoknya dalam mangkok bubur, "terus aku?"


"Dua hari disana, gak lama kok"


"Hiks hiks hiks... Bunda aku ditinggal" ucap Mentari disela tangisnya lalu ia pergi menuju kamar meninggalkan Arka yang sedang makan


Arka geleng kepala melihat mood ibu hamil, "mbok tolong masakan saya seperti biasa yaa" perintahnya lalu menyusul istrinya


Mentari menarik selimut sampai menutup seluruh badannya dan kepala, malam ini ia tidak ingin melihat wajah suaminya. Entah kenapa?, mendengar ucapan suaminya pergi meskipun dua hari membuatnya tidak terima,.hatinya begitu sakit dan ditambah belum siap untuk ditinggal saat ini jiwa manjanya yang kadang-kadang muncul membuatnya ketergantungan sama suaminya


Arka menghampiri dan duduk disamping istrinya itu, "dek, tadi kakak sudah bilang tidak jadi, kakak suruh Brian yang wakili besok"


Mentari tetap tidak mau menjawab ia masih menggunakan mode diam


"Dek, gak sayang sama kakak ya?" Tanya Arka sengaja hanya untuk memancing istrinya itu bicara dan lagi-lagi Mentari tidak menjawab


Mentari tidak mau jawab sampai suaminya itu berhenti bicara, ia masih kesal dengan suaminya dan ia kepanasan dibalik selimut tebal


"Panas" batin Mentari


"Dek, Rionaldo kita temui siang, gimana sorenya kita jalan-jalan atau kita belanja untuk baby" pancing Arka namun lagi-lagi Mentari tidak menggubrisnya


Mentari masih mendengar kata demi kata dari suaminya itu namun sudah tidak jelas karena rasa ngantuk sudah menguasai.


"Dek, jangan marah nanti baby kita sedih" bujuk Arka lagi dengan harapan Mentari menjawabnya dan keluar dari balik selimut itu


"Dek..."


"Dek"


"Dek"


"Apa tidur" ucap Arka lagi lalu dengan pelan menarik selimut istrinya itu, "hmm tidur" sambung Arka lagi lalu merebahkan badannya disamping istrinya itu


...**SEMOGA SUKA โค๏ธ...


...JANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAK YAA ๐Ÿ˜‰...


...TERIMA KASIH ๐Ÿ™**...