Mentari

Mentari
Episode 60



Posisi jatuh Arka sangat menyedihkan yaitu tengkurap diatas pematang kolamnya sendiri sedangkan Mentari jatuh samping karena sebelumnya ia bertahan namun kakinya tergelincir dan berakhir jatuh. Adegan menyelamatkan istrinya jauh dari kata romantis seperti di drama Korea


"Kakak gak apa-apa?" Tanya Mentari panik


Arka yang awalnya sakit diperhatikan seketika hilang karena selama Mentari hamil manja luar biasa, sedikit sedikit menangis kadang kesal, marah sudah pasti dan sudah untung sehari senyum tanpa terpaksa


"Kesempatan manja-manja" batinnya sambil ketawa bahagia dalam hati


"Kakak sih kenapa harus tengkurap dibawah segala, kan jadi sakit" kesal Mentari yang membuat Arka langsung memijit pelipisnya


"Yaa Allah baru aku mau bahagia" batinnya lagi


"Kak Arka kayak anak kecil aja.. ingat kak sudah tua sebentar lagi punya anak" Mentari seakan mengingatkan Arka, namun jauh dari itu Arka ingin menangis mendengar semau penuturan istrinya


Mentari tidak sadar kalau Arka seperti itu karena dirinya yang kurang hati-hati


Arka pura-pura menangis sambil menundukkan kepala dan menutup mata mengunakan dua jarinya


"Hahahaha.. kak Arka lucu kalau nangis" Mentari menertawai suaminya


Arka akting dengan sejadi-jadinya agar istrinya itu percaya, bukan ingin membuat istrinya sedih tapi hanya momen ini yang bisa membuat istrinya perhatian padanya


"Kak Arka benar nangis?" Tanya Mentari yang masih berdiri disamping Arka sedangkan Arka masih posisi menunduk


"Kak Arka sakit ya?" Tanya Mentari lagi


Arka sambil menangis menggelengkan kepala.."harga diriku hancur didepan ART" batinnya lagi


ARTnya yang mendengar suara Arka yang menangis dengan cepat ia pergi, ia biarkan Mentari untuk membujuk suaminya.


Mentari melihat ARTnya pergi langsung duduk disamping suaminya itu


"Kakak sakit yaa?.. jangan nakut-nakutin Mentari.. kak Arka" ucapnya sambil menggoyangkan lengan Arka


Dengan wajah sedih Arka menoleh kesamping dimana istrinya berada


"Hati saya yang sakit.. huhuhu"


"Maksud kakak penyakit hati.. huaa huaa huaa" Mentari menangis dengan sejadi-jadinya


Arka yang awalnya ingin diperhatikan malah dia sekarang yang kalang kabut melihat Mentari menangis histeris


"Sayang, bukan seperti itu maksudnya"


"Hua hua hua.. kakak bohong, aku dengan siapa" ucap Mentari lagi


"Dengan kakak.. "


Mentari dengan segukan "be...benar?" Tanya Mentari yang diangguki oleh Arka dengan cepat.. "terus kenapa bilang sakit hat..tiii?" Ulangnya lagi


Arka memutar badannya menghadap kearah istrinya dan sekarang posisi mereka sudah berhadapan, dengan telaten Arka menghapus air mata istrinya itu


"Calon ibu gak baik jangan menangis nanti babynya ikut sedih" ucap Arka lalu dengan cepat merangkul istrinya itu, "maaf ya, sakit hati bukan penyakit hati sayang.. sakit hati karena selama ada baby, kakak rasa kurang diperhatikan" sambungnya dengan sedikit protes


"Ohhh jadi kakak cemburu dengan baby?" Tanya Mentari yang masih dalam pelukan suaminya


"Gak, hanya pengen kakak juga diperhatikan"


"Aku juga harus diperhatikan" Mentari tidak mau kalah


"Iya sayang.. cup cup cup" ucap Arka sambil menepuk-nepuk lengan istrinya itu


"Ihhh... aku kayak anak kecil aja" protes Mentari


"Hahahahaha.. kalau bayi yang ditepuk-tepuk itu pantatnya bukan lengannya" jelas Arka yang membuat Mentari melepaskan pelukannya


"Ihh kok kak Arka bilang pantat sih, baby kan jadi dengar"


"Cup cup sini sayang, baby tadi lagi tutup telinga tidak mau dengar ucapan bunda dan papanya" ucap Arka


"Gak mau, aku mau masuk kamar aja" pamit Mentari lagi


"Oke.. bersihkan badan dulu baru istrahat yaa.. " Arka mengingatkan istrinya itu dan Mentari mengangguk lalu ia pergi


Arka dengan cepat kembali memanggil ART, "mbok.. tolong ya alat pancing Mentari simpan di gudang"


Sedangkan Arka dengan jalan yang tersendat-sendat masuk dalam kamar menaruh bunga dan kembali duduk diruang tengah sambil minum teh yang sudah disediakan ART


Mentari yang baru keluar dari kamar mandi melihat buket bunga diatas tempat tidur. Dengan hati penasaran menghampiri bunga diatas tempat tidur itu


"Untuk aku" ucap Mentari seorang diri, "ohh ia.. untuk aku..hihihi" sambungnya lagi lalu ia duduk dibibir ranjang.


Mentari mengambil kertas tetap tertulis diatas kotak pink, "ini apa lagi?" Tanya Mentari seorang diri lagi


Mentari penasaran dengan kotak pink itu, ia mengambilnya dan membuka kotak tersebut penasaran dengan isi kontak tersebut


"Masya Allah.. bagus bangat ada liontinnya pula" ucapnya lagi seorang diri. Lagi-lagi Mentari dibuat senang dengan hadiah hari ini. Lalu ia membaca tulisan kertas diatas kotak kecil nan cantik itu


Buat sayang💕💕


Terimakasih sudah setia menemani aku sampai saat ini. Berjanjilah untuk sehidup semati bukan hanya bersama di dunia tapi kelak bersama di surga Allah. Semoga kalungnya suka yaa.. kakak sayang kamu dan baby kita.. semoga selalu bahagia disisi kakak yaa.. aku cinta, sayang, sayang dan sayang sama kalian berdua


Arka Mahardika Purnawan


Mentari yang membaca isi kertas kecil itu hatinya begitu terharu, ia tidak tau dengan cara apa untuk bisa membalas kebaikan suaminya. Mentari kembali meraih bunga lalu ia dekatkan dengan wajahnya agar ia bisa menghirup bau wangi dari bunga itu, namun jauh dari dugaan tiba-tiba hidungnya tidak bisa diajak kerja sama seperti hatinya yang sedang berbunga-bunga


"Hachim" suara bersin mentari"


"Kok aku jadi bersin ya? apa ada debu yang menempel? Tapi masa sih? Ohhh kenapa dibunga ini ada bunga Asoka" batin Mentari lalu ia membuka kembang bunga itu dan membuangnya ditong sampah.


Mentari dengan bersenandung ria menghampiri suaminya dengan kotak pink dan bunga. Arka melirik sekilas lalu ia kembali fokus diponselnya


"Kak Arka, terima kasih" ucap Mentari lalu ia duduk disamping suaminya itu, "kaka Arka bisa minta tolong gak?" Tanya Mentari lagi


"Bisa dong sayang.. mau minta tolong apa?.. maa syaa allah ada bunga dan kotak pink juga.. dari siapa?" Tanya Arka pura-pura


"Jangan mengada-ada kak, dari kak Arka suami Mentari tercinta dan tersayang"


"Hahahaha.. oke oke.. sini kakak pasangkan kalungnya.."


Dengan cepat Mentari mengeluarkan kalung dalam kotak pink itu "ini kak" jawabnya lalu ia memposisikan dirinya membelakangi suaminya itu


Arka yang suka isengin istrinya itu langsung memeluk istrinya dari belakang


"Kak Arkaarka.. Mentari ngambek ini" ancam Mentari


"Oke oke" Arka mengalah lalu ia memasangkan kalung tersebut, "apa sudah lihat liontinnya?" Tanya Arka


Mentari menggeleng, "emang liontinnya jelek, gak cocok?" Tanya balik Mentari lagi


"Cocok bangat, malah kakak lihat tambah cantik" puji Arka sambil mengedipkan mata kepada istrinya itu


"Ihhh kak Arka genit.. awas aja yaa kalau genit di kantor, ku cungkil mata kakak" ancam Mentari


"Hahaha.. sayang kan kalau lihat yang bening diabaikan begitu saja"


"Apa?.. jadi kakak genit orangnya.. kenapa Mentari baru tau setelah ada baby" Mentari mulai terpancing amarahnya


"Aku sengaja sayang" jawab Arka lagi


"Jadi kakak..." Ucap Mentari lalu ia tidak sadarkan diri


Dengan sigap Arka menarik tangan Mentari yang terhuyung kearah belakang


"Sayang, kakak bercanda.... sayang bangun.. bangun sayang.. jangan buat kakak takut" ucap Arka mulai panik dan mengangkat istrinya itu serta tidak lupa memanggil ART


"Mbok,.. buka pintu" ART dengar dipanggil maka dengan cepat ia menghampiri tuanya itu


"Tolong mbok, bukain pintu" ucap Arka lagi


"Iya tuan" jawabnya lalu dengan cepat lari membuka pintu dan ART lanjut memberitahu satpam untuk membuka gerbang rumahnya


...**SEMOGA SUKA ❤️...


...SALAM BAHAGIA DARI MENTARI BUAT PARA READER 🥰**...


...TERIMA KASIH 🙏...