
25 menit kemudian Aldi sampai di Minimarket dimana adik dan iparnya berada.
"Apa orangnya masih ada didalam?" tanya Aldi kepada orang yang tidak jauh dari pintu itu hanya mengangguk tanpa menjawab.
Aldi mengangkat tangan tanda oke dan menyuruhnya ke mobil, orang tersebut jalan menuju mobil Aldi dan masuk dalam mobil sedangkan Aldi masuk dalam Minimarket tersebut.
Dengan paper bag ditangannya langsung ia arahkan jaket untuk adiknya itu dan masker.
"Duluan , tapi ingat masuk di mobilku" Ucap Aldi sambil merangkul adiknya itu.
"Bro istri saya hamil" Ucap Arka setelah mendengar Aldi menyuruhnya untuk duluan.
"Aku tau, dia adik saya Arka" Ucap Aldi lagi dengan sedikit berbisik dan mengusir Arka menggunakan tangannya.
Arka pun duluan sedangkan Mentari dan Aldi masih didalam Minimarket tersebut.
"Dek, masih komunikasi dengan temanmu bernama Rio?" tanya Aldi.
"Iya, dia juga yang antar Mentari ke kantor kak Arka dan ternyata disana ada Santi" Jawab Mentari.
"Apa Rio teman baikmu?" Tanya Aldi lagi dan Mentari mengangguk sembari senyum.
"Kenapa sih?"
"Jauhi dari sekarang" Ucap Aldi lalu ia merangkul adiknya agar lebih dekat dengannya lalu mereka keluar dari minimarket tersebut.
Dalam mobil Mentari terus melihat Arka, Aldi dan orang yang sebagai sopir saat ini.
"Apa supir baru?" tanya Mentari
"Bukan" jawab Aldi singkat padat dan jelas
"Aman?" tanya Aldi dan orang itu menoleh tapi masih menggunakan topi.
"Mereka masih didalam bos" jawabnya.
"Oke" jawab Aldi lalu ia menelpon orang untuk membawa mobil Arka.
📞 "Bawa mobil didepan yang warna putih tapi ingat remnya blong" Ucap Aldi lalu mematikan sambungan telepon.
"Kak kenapa bisa?" tanyanya bingung.
"Jawabannya nanti" Jawab Aldi.
Mobil Arka mulai jalan dengan pelan dan tidak lama baju Hoodie hitam itu kelaur dan tidak lama wanita itu pun keluar juga.
Mereka menyaksikan itu dari dalam mobil. Mentari penasaran dengan pakaian hoodie hitam dan wanita yang pakai masker itu.
Tiba-tiba muncul satu pemuda dengan buru-buru masuk dalam Minimarket menabrak bahu keduanya yang berdiri berdampingan, kurang ajar memang jika diperhatikan.
"Maaf pak bu" Ucapnya yang menabrak.
Seketika Aldi berkata dalam mobil "Good"
Sedangkan yang disenggol itu, langsung menurunkan maskernya ingin memaki-maki orang tersebut.
"Maaf-maaf, memang dengan kata maaf bisa menyelesaikan semuanya" Marah.
Begitupun yang pakai hoodie, ia seketika menurunkan maskernya sejenak untuk bicara.
"Lain kali hati-hati" Timpalnya dengan sopan.
Mentari yang dari dalam mobil kaget dan geleng kepala seakan tidak percaya apa yang ia saksikan saat ini.
"Gak mungkin Rionaldo" Ucap Mentari dalam mobil, "Kak Arka, aku ingin bertemu dengan Rio dan bicara padanya" Sambungnya lagi.
"Bicara untuk?" Tanya Arka.
"Hanya tanya, apa tujuannya lakukan itu?, itu aja sih kak. Minggir" Ucap Mentari.
"Mentari, jangan berbuat bodoh" bentak Aldi yang membuat Mentari menarik napas kaget lalu menunduk diam.
Aldi terus memantau, lalu Aldi mengarahkan kembali anak buahnya, "Bawah mobil itu dengan pelan dan ingat mobil itu remnya blong".
"Siap bos" Ucap orang dalam mobil lewat headset bluetooth nya itu.
Tidak membutuhkan waktu lama mobil Arka perlahan mulai bergerak dan seketika itu Santi dan Rionaldo mulai berpencar entah kemana, Rionaldo dan Santi sebelum pergi saling memberi kode satu sama lain dengan menarik alisnya keatas tanda mereka akan berpisah.
Aldi menyaksikan semua itu, lalu menoleh kearah belakang dimana adiknya berada.
"Sudah lihat kan?" tanya Aldi dan Mentari hanya mengangguk paham dengan pikiran yang berkecamuk. Mentari tidak menyangka kalau Rionaldo sahabatnya bisa seperti itu.
"Kenapa diam?" tanya Arka kepada istrinya itu.
"Tidak, hanya saja heran sama Rio. Kok tega sama aku, padahal sahabat udah lama lho" tutur Mentari.
"Semua orang bisa berubah kapan pun, mau kenal lama dan tidak tidak menjamin. Dan ingat jangan terlalu mudah percaya sama orang, bahwa itu sahabat mu maka dengan mudah percaya seratus persen. Peluang terbesar menyakiti kita itu saat kita menganggap dia yang paling dekat dengan kita, makanya hati-hati" Nasehat Arka.
"Kalau kakak?" tanya Mentari.
"Kenapa?" tanya balik Arka.
"Seperti kakak bilang tadi" jawab Mentari karena suaminya tidak mengerti juga.
"Ohhh, hahahaha. Gak mungkin" ucap Arka lagi.
"Ekhem, kami ada disini yaa. Kalau mau mesra-mesra nanti kalian pulang rumah sendiri" Ucap Aldi lalu menyuruh anak buahnya itu untuk membawa mobil menuju kediamannya atau rumah orang tuanya mereka.
📞"Rionaldo pancing mobil tersebut untuk ngebut" Ucap Santi lagi.
📞 "Arka tidak semudah itu, dia tidak mudah terpancing" Jawab Rionaldo.
📞"Aahhkk sial" ucap Santi diseberang telepon
Rionaldo membawa mobil dengan pelan karena mobil tersebut membawanya sangat pelan sampai Rionaldo ingin sekali tidur didalam mobil. Mobil tersebut perlahan belok disebuah bengkel,
"Sadar kalau remnya blong?" batinnya
Yang lakukan itu adalah Santi dan saat itu bertepatan dengan Rionaldo datang. Setelah melakukan perdebatan maka mereka sepakat untuk mencelakai Arka dan Mentari. Saat itu Arka keluar mobil hanya untuk beli air minum saking hausnya menunggu sang istri minimarket.
Rionaldo kembali bicara ditelepon itu.
📞 "Arka tau kalau rem mobilnya blong" ucap Rionaldo lagi.
📞"Tidak masalah, lagian dimobil itu bukan Arka dan Mentari. Kakaknya Mentari yang licik itu membawa mereka dan saat ini saya lagi ikuti" Ucap Santi masih dalam taksi tersebut.
Supir taksi mendengar itu, langsung melihat kebelakang dengan kaca depan, "ternyata perempuan ini mau melakukan kejahatan" Batinnya.
Dengan pura-pura supir taksi online itu berhenti, "Maaf mbak, sepertinya mobil ini rusak" ucapnya.
"Bukan tadi baik-baik saja" jawab Santi, "Jangan bohong ya pak" sambungnya mulai berpikir tanpa ia sadari mobil yang membawa Arka dan Mentari semakin jauh.
"Tidak mbak, saya juga bingung mbak" kilahnya lagi
"Yahh udah deh" Jawab Santi keluar sambil membanting pintu mobil tersebut.
"Sial" Ucap Santi dengan melepas heels nya dan membuat masker juga lalu ia jalan kaki menyusuri jalanan sampai menemukan mobil.
Sementara mobil yang ditumpangi Santi tadi, ia langsung memutar kembali mobilnya keraha berlawanan dengan Santi agar tidak ketahuan bohong.
"Ihhh, amit-amit mau lakukan kejahatan pakai taksi aku, bisa-bisa dipanggil polisi" Ucap sambil memabwa mobilnya itu.
📞 "Rionaldo, mana anak buahmu?" tanya Santi
📞 "Mengikuti satu mobil yang belum bergerak sejak mobil Arka pergi" jawab Rionaldo seberang telepon itu.
📞"Good, dimobil itu Mentari dan Arka" jawab Santi
Didalam mobil Aldi awalnya mereka tidak rasa kalau mobilnya jalan sempoyongan, "Ini kenapa?"
"Sepertinya ban bocor atau kempes" jawabnya
"Ke bengkel kalau begitu" Timpal Arka
"Benar, aku dan kak Arka naik taksi saja" Mentari ikut menimpali
"Jangan, diluar ada yang ikutin kita" Jawab Aldi yang membuat Mentari menoleh kearah suaminya itu.
"Gimana dong kak?" tanya Mentari
"Jangan takut ada kakak" Arka menenangkan istrinya itu .
Mobil mereka pun singgah disalah satu bengkel mobil dan disana ada beberapa motor yang berhenti tidak jauh dari bengkel tersebut.
Sedangkan anak buah Rionaldo pura-pura mendorong motornya untuk masuk ke bengkel tersebut.
"Maaf pak, disini khusus untuk mobil" ucap salah satu orang bengkel tersebut
"Haaa, gak bisa motor pak?" Pura-pura kaget
"Tidak bisa pak" jawabnya lagi
"Yaaaahh, apa bisa saya istrahat dulu pak?" izin orang tersebut dengan wajah pasrah.
Orang tersebut duduk tepat disamping Mentari, sedangkan Mentari melihat itu hanya senyum dan kembali memperhatikan mobil kakaknya itu sedanng mengganti ban nya.
Orang tersebut mengipas-kipas dengan tangannya, "Ternyata disini panas" ucapnya.
"Iya" timpal Mentari, "aku punya air minum dalam mobil" sambungnya lalu berdiri menghampiri mobil. Baru selangkah Mentari langsung jatuh karena orang tersebut mengait kakinya.
"Aow" Mentari meringis kesakitan sambil memegang perutnya.
Arka keget mendengar suara Mentari karena saat itu ia masih fokus cerita dengan Aldi. Mentari meringis kesakitan dengan darah yang mulai mengalir di bagian pahanya.
"Dek" teriak Aldi dan Arka.
Mentari yang awalnya mampu menahan rasa sakitnya meskipun itu sulit dan berusaha menunjuk orang yang mengait kakinya tadi, tapi karena ia melihat darah seketika penglihatannya gelap dan pingsan.
"Dek" Panggil Arka yang sudah menggendong istrinya itu saking paniknya, " mobil Aldi" sambungnya dengan panik.
"Ya Allah, kenapa seperti ini dek?" Tanya Arka dengan mata yang berkaca-kaca, "bertahan dek" sambungnya lagi.
Aldi langsung keruangan bosnya itu, "Pak bisa kami pinjam mobilnya dulu, adik saya pendarahan habis jatuh tadi" ucap Aldi to the point.
"Silahkan pak, ini kuncinya. Semoga adiknya baik-baik saja" Ucap pemilik bengkel itu.
Aldi mengambil kunci tersebut sembari berkata, "Terima kasih pak, kebaikan bapak saya akan pertimbangkan" ucap Aldi lalu ia lari menuju mobil pemilik bengkel itu.
...**SEMOGA SUKA ❤️...
...TERIMA KASIH 🙏**...