Mentari

Mentari
Episode 204



"Kak, kita jadikan liburannya?" tanya Mentari.


"Jadi istri ku," jawab Arka.


"Hehehe......" Mentari tersenyum karena Arka berbicara dengan nada yang lembut dan mesra.


Arka ingin tertawa melihat tingkah lucu Mentari, karena kini istrinya itu lebih imut dan begitu menggemaskan. Apa lagi nada bicaranya yang kini tidak lagi tinggi, "Untung udah di servis," gumam Arka.


"Kakak ngomong sama Tari?"


"Buatkan Kakak kopi," pinta Arka.


"Ok," Mentari langsung turun dari atas ranjang dengan bahagia, kemudian ia membuatkan satu cangkir kopi untuk suami tercintanya.


Sementara Arka hanya geleng-geleng melihat kelucuan istrinya, karena ternyata istrinya itu sedang menginginkan sesuatu. Tapi mungkin ia tidak memintanya langsung, "CK....." Arka kembali melihat tab nya karena ia tengah mempersiapkan liburan di Bali bersama istri dan juga baby twins. Bahkan Radit dan Rembulan juga ikut, karena sebenarnya mereka kesana untuk launching hotel bintang lima yang baru saja di bangun. Namun Arka ingin membawa semua anggota keluarga, agar terasa lebih bahagia. Mengingat jika mereka sudah lama tidak liburan.


Sedangkan Mentari terus bernyanyi sambil menuruni anak tangga, bahkan ia sambil berjalan dengan sedikit berlari karena terlalu bahagia.


"Bahagia sekali?" tanya Mami Linda saat Mentari melewati dirinya.


Mentari yang awalnya tidak menyadari keberadaan Mami Linda kini mulai tersadar, ia berbalik menatap Mami Linda, "Eh....Mami," kata Mentari sambil tersenyum.


Mami Linda lagi-lagi melihat Mentari yang ceria, "Apa ini, cerita dong ke Mami," Mami Linda mendekati Mentari karena penasaran.


"Tari di ajakin Kak Arka jalan-jalan ke Bali Mi, Tari seneng banget bisa liburan. Tari udah lama banget pengen liburan," jawab Mentari dengan senyuman bahagia.


Mami Linda tersenyum melihat Mentari tang sedang begitu bahagia, "O, Mami enggak di ajak?" seloroh Mami Linda, karena memang Arka belum mengajak dirinya.


Mentari terdiam dan sedikit bingung, "Ya juga ya Mi, kalau liburan bareng kan enak," kata Mentari lagi dengan rasa bahagia.


"Kalau kamu ijinin Mami juga mau ikut dong," kata Mami Linda.


Mentari tersenyum dengan bahagia, "Mami ikut aja, sama Papi. Sekalian Tari juga mau ajak Lala sama Dimas," usul Mentari lagi.


"Mami setuju itu, sekalian hadiah lah buat mereka berdua. Kan mereka baru nikah," tambah Mami Linda yang sangat setuju dengan usul Mentari.


Mentari juga mengangguk, karena usulan mertuanya ternyata juga mendukung apa yang ia pikirkan, "Rika di ajak nggak Mi?" tanya Mentari lagi.


"Di ajak dong, kan kasihan dia kalau di tinggal," ujar Mami Linda lagi.


"Iya Mi," Mentari sebenarnya ragu untuk mengajak Rika, tapi tidak mungkin ia hanya mengajak Lala saja. Bagaimana nanti perasaan Rika, sedangkan mereka adalah sahabat rasa saudara.


Arka yang dari tadi menunggu kopi buatan istrinya tapi tidak kunjung sampai, akhirnya menyusul Mentari ke dapur. Tapi ia malah melihat di dekat tangga Mami dan istrinya tengah bercerita dengan seriusnya.


"Sabariah!!!!" seru Arka, dan kini ia berdiri di tangga sambil menatap istrinya.


Mentari dan Mami Linda langsung melihat Arka secara bersamaan, Mami Linda tidak lucu lagi mendengar panggilan Arka. Karena itu memang panggilan sayang keduanya.


"Iya," jawab Mentari.


"Kopi nya mana?" tanya Arka lagi.


Mentari menepuk dahinya karena lupa, "Bentar ya Mi, Tari buatkan kopi buat Kak Arka dulu," pamit Mentari lalu ia segera menuju dapur.


Sedangkan Arka duduk di sofa, dan Mami Linda juga ikut duduk di sofa dengan saling berhadapan dengan Arka.


"Mami dengar dari Tari kalian mau ke Bali?" tanya Mami Linda.


Arka mengangguk, dan membenarkan apa yang dikatakan oleh istrinya pada Mami Linda.


"Mami di ajak enggak?" tanya Mami Linda.


"Semua harus ikut Mi, ini juga sekaligus untuk meresmikan hotel yang baru selesai. Mama mertua Arka juga ikut, Dimas dan istrinya juga ikut. Sama Radit juga ikut Mi, Tante Nina juga ikut. Kita udah lama kan enggak ngumpul?" tanya Arka.


"Iya, wah Mami senang sekali ternyata Mami juga di ajak," ujar Mami Linda dengan bahagia.


"Sea sama Satya di mana Mi?" tanya Arka karena ia tidak melihat kedua anaknya.


"Tadi di bawa sama baby sitter ke taman, buat jemuran," jawab Mami Linda.


Arka mengangguk, "Arka ke dapur dulu ya Mi," pamit Arka karena ia ingin menyusul Mentari ke dapur.


Arka berjalan mendekati Mentari yang tengah memasukan gula, kemudian kopi pada sebuah gelas cangkir. Kemudian ia menuangkan air kedalam nya, setelah itu Mentari mulai mengadukan nya.


"Lama sekali," Arka mulai mendekat dan melingkarkan tangannya di pinggang Mentari.


Mentari terkejut karena kehadiran Arka yang tiba-tiba, "Sabar Sabaruddin," jawab Mentari.


"Ngaduknya itu tiga ke kanan, tiga ke kiri dan tiga dari tengah," jelas Arka.


"Enggak sekalian di aduk pakek sendok ajaib, yang bisa keras tiba-tiba!" kesal Mentari.


Arka membasahi tangannya pada wastafel, kemudian mencuci wajah Mentari sampai beberapa kali.


"Sabaruddin!!!" kesal Mentari.


Arka kembali menyentil kepala Mentari, karena istrinya itu yang semakin mengada-ada.


"Sakit Kak!" seru Mentari sambil mengerucutkan bibirnya.


"Otak kamu itu udah kegeser! Ngomong asal aja!" omel Arka.


"Yeeee....." Mentari memiringkan senyuman nya, sambil meluapkan bertapa ia sangat kesal pada Arka, "Otak Kakak itu yang enggak betul! Emangnya tadi Tari ngomong begitu maksud nya apa?" tanya Mentari sambil berkacak pinggang.


"Itu kan!" kata Arka.


"Apa?"


"Ini si Sabaruddin!" jelas Arka, "Bener enggak?!" tanya Arka.


"Hehe...." Mentari terkekeh, "Iya, tapi pikiran kita sama. Buktinya Kakak langsung menangkap dengan sempurna, artinya otak Kakak juga sama!" kata Mentari yang malah memutarbalikkan fakta.


Arka terkejut dengan kata-kata Mentari, "Dasar perempuan, tidak pernah salah!" kesal Arka dan ia langsung menyeruput kopi buatan Mentari.


"Enak?" tanya Mentari.


"Enggak!" jawab Arka asal, tapi ia kembali menyeruput nya. Arka mengatakan itu hanya untuk membuat Mentari kesal, padahal ia tidak mau minum kopi buatan Art. Bahkan kini Mentari tidak pernah memerintahkan Art, karena Arka akan memintanya lagi untuk di buatkan dengan tangannya sendiri.


"Untung Tari kasih racun tikus!!" kesal Mentari.


Mata Arka langsung terbelalak kaget mendengar kata-kata istri nya itu, "Dasar istri durhaka!!!" kata Arka yang kini menarik pipi Mentari.


"Sakit!!!" kesal Mentari.


"Rasain!!!" jawab Arka.


"Ish....dasar!" Mentari langsung pergi karena Arka yang membuat nya kesal.


Sedangkan Arka hanya diam sambil menatap istri bocahnya yang menggemaskan, karena Mentari kini benar-benar memberikan warna dalam hidupnya.


"Sayang!!!" seru Arka yang menyusul Mentari yang kini duduk sambil menonton televisi.


"Em!!" jawab Mentari.


Arka langsung duduk di samping Mentari, "Kita besok berangkat, kamu telpon Mama juga sama Kak Ulan juga ikut, Dimas sama istrinya. Jadi kita liburan keluarga. Atau kita ke rumah Mama sekarang, biar Mama bisa packing," usil Arka.


Mentari langsung tersenyum, dan memeluk Arka, "Kakak serius, kita liburan keluarga?" tanya Mentari dengan mata yang berbinar.


"Iya," jawab Arka.


"Asik Tari mau pakek bikini," kata Mentari.


Plak!


Arka langsung memukul kepala Mentari dengan bantal.


"Sakitttt!!!"


"Ahahahaha....." Arka tertawa melihat wajah Mentari.