
Hari ini adalah hari resepsi pernikahan Arka dan juga Mentari. Acara di gelar di salah satu hotel ternama ternama milik keluarga Anggara Wijaya. Semua terlihat bahagia dengan acara ini, tidak terkecuali Mentari.
Mentari berdiri dengan gaun indah berwana putih, sedangkan Arka di samping nya dengan stelan jas putih yang membuat karisma pria itu seakan begitu memancar.
Semua tamu yang datang melihat keduanya dengan begitu kagum, bagaimana tidak kagum Mentari terlihat begitu cantik dengan senyuman manis yang ia miliki. Bahkan Arka saja sampai tidak berkedip melihat nya, sepanjangan pernikahan mereka, Mentari memang tidak pernah berdandan. Mentari tampil hanya dengan wajah polos dan sedikit lipstik saja. Itu pun lipstik ala-ala anak muda yang tidak mencolok. Bahkan sedikit terkena angin sudah luntur.
"Arka!" entah sudah berapa kali Linda menyebut nama putranya itu, tapi Arka terus saja melihat Mentari tanpa jeda.
"Kak..." Mentari menyenggol Arka, karena ia melihat Linda terus memanggil suami nya itu.
"Iya," kata Arka dengan santai tapi ia tidak beralih menatap Mentari.
"Di panggil Mami..." Mentari menunjuk Linda yang berdiri tepat di samping Arka.
"Mami?" tanya Arka.
"Arka!" Linda menaikan sedikit nada bicaranya, hingga Arka mendengarnya.
"Iya Mi?" Arka melihat Linda.
"Acaranya mau di mulai," Linda menunjukan tamu di sekitarnya yang memandang kearah mereka.
"Maaf Mi," kata Arka. Karena ternyata semua tamu tengah menatap mereka. Sementara ia asik menatap Mentari tanpa jeda, "Ini karena kamu..." bisik Arka di telinga Mentari.
"Kok Tari?" tanya Mentari bingung.
"Kamu terlalu cantik, Sampek Kakak nggak bisa liat yang lain..." Arka menaikan sebelah alisnya, karena terkesan pada istrinya yang berdiri di sampingnya.
"Ish.... Kakak," Mentari langsung memeluk lengan Arka, dan ia tersipu malu. Sungguh Arka juga sangat tampan sekali berdiri di sampingnya.
Semua sudah berdiri dan acara akan di mulai, dengan Anggara Wijaya yang naik ke panggung dan ada banyak mikrofon di sana.
"Assalamualaikum, selamat malam kepada semua tamu....saya di sini mengucapkan banyak terima kasih atas kedatangan kalian di sini, dan seperti yang kalian ketahui ini adalah acara resepsi pernikahan anak saya Arkana Anggara Wijaya......Karena banyaknya berita di luar sana yang mempertanyakan Arka yang seringkali bersama seorang wanita, bahkan publik sudah tau wanita itu tengah mengandung," kata Anggara di depan sana, karena itulah yang memang sudah terjadi, mereka yang terlahir dari keluarga bisnis yang berpengaruh dan tidak jarang nama mereka menjadi topik berita. Hingga Anggara tidak ingin mendapatkan tanggapan miring, "Ini adalah Mentari, istri sah dari putra kami, mereka menikah sudah empat bulan yang lalu, dan kini Mentari tengah mengandung cucu kami yang berumur dua bulan, sekaligus kami akan memperkenalkan menantu yang akan melahirkan penerus Wijaya group," kata Anggara dengan bangga.
Prok prok prok.
Suara tepuk tangan bergemuruh di ruangan itu, hingga semua pun terlihat begitu bahagia.
"Dan untuk pertanyaan kalian tentang Rembulan," Anggara menunjukan Rembulan yang duduk di kursi bersama Radit, "Mami bawa Rembulan ke sini," pinta Anggara.
Dengan senang hati Linda membawanya menuju panggung, dan Rembulan berdiri di antara Anggara dan Linda.
"Dia juga menatu kami, karena Rembulan adalah istri dari Radit Mahesa Wijaya, masih sama saja dalam kebahagian karena Rembulan tengah mengandung cucu pewaris kerajaan bisnis Mahesa Wijaya group," kata Anggara dengan senyuman kebanggaan nya.
Prok prok prok.
Tepuk tangan kembali bergemuruh di ruangan itu, kini semua sudah jelas bahkan pernikahan Rembulan pun sudah di ketahui publik. Karena Anggara memang tidak ingin ada fitnah atau berita miring di luar sana, lagi pula tidak baik menutupi pernikahan karena itu sama saja mengundang banyak masalah.
"Dan setelah cucu kami yang di kandung Rembulan lahir, kami juga akan meresmikan pernikahan anak kami Rembulan dan Radit Mahesa Wijaya," lanjut Anggara lagi.
"Jeng Ranti, kita sebentar lagi akan punya cucu," Nina langsung memeluk Ranti.
"Ia jeng selama untuk kita berdua," jawab Ranti yang juga memeluk bedanya dengan penuh bahagia.
"Apa aku ketinggalan sesuatu?" Radit benar-benar tidak mengerti, lihatlah bahkan Mamanya dan Mama mertuanya terlihat begitu akrab.
Kemudian Anggara juga meminta Radit untuk maju kedepannya, "Radit Mahesa Wijaya, ayo kesini...."
Radit bingung ia tidak menyangka jika namanya di sebut, dengan perlahan Radit maju ke depan dan ia berdiri di samping Rembulan.
"Jadi kepada para tamu undangan, sekarang ada dua pasangan yang berbahagia," kata Angga lagi.
Prok prok prok.
Semua bertepuk tangan dengan bahagia, dan acara lainnya pun di mulai. Dengan semua tamu memberi kata selamat pada Arka dan Mentari.
"Mohon kepada para tamu, kami minta perhatian nya," kata seorang pengisi acara di depan sana.
Semua melihat ke panggung, dan menantikan apa yang akan di pertunjukan.
Arka dan Mentari yang duduk di pelaminan juga melihat ke depan sana, namun sesaat kemudian Mentari sadar jika Arka sudah tidak di sampingnya. Ia bertanya dan bingun kemana Arka perginya, dan tiba-tiba lampu di matikan, "Gelap," gumam Mentari. Namun tiba-tiba lampu menyala di depan sana, sedetik kemudian seorang pria dengan perut kotak-kotak nya keluar dia Arka dengan gagahnya.
"Waaaaaaa....." banyak tamu yang histeris saat melihat Arka yang berdiri gagah sedang tebar pesona di depan sana.
"Pak Arka," Rika sampai bingung juga, ia tidak menyangka mantan gurunya itu sangat coil sekali.
"Waaaaaaa.....Pak Arka," seru Lala tidak kalah heboh.
"Gila Pak Arka itukan?"
"Wah bos lagi tebar persona."
Para tamu karyawan, maupun rekan bisnis Arka memandang dengan takjub.
Dan sesaat kemudian Arka berbalik, hingga terlihat ada tulisan nama Mentari yang terlukis indah di sana.
"Kakak Arka," Mentari berdiri, dan menitihkan air mata ia tidak menyangka jika Arka bisa melakukan keinginan nya itu. Padahal ia belum memberitahukan pada Arka,lalu bagaimana bisa Arka tahu tentang keinginan nya itu. Dan tidak sampai di sana saja, Arka berjalan kearahnya dengan begitu gagahnya.
"Ya ampun bos!!!!"
"Waaaaaaa......"
"Pak Arka, Mentari kasian cocok banget!!!" seru para tamu histeris.
"Papi, Mami juga mau Papi begitu," kata Linda yang langsung memeluk suaminya.
"Waaaaaaa......" semua semakin histeris melihat Linda memeluk suaminya, di hadapan semua orang.