Mentari

Mentari
14



Disisi lain


Mentari yang lari terbirit birit dengan membawa koper yang besar pun akhirnya sampai di sungai tempat yang dia ingin jadikan rumah dan dia langsung tertidur dengan memeluk kopernya sedangkan tas dia masih memakaikan dipunggungnya


★★★


Mentari bangun dari tidur nya akibat sinar matahari yang menyilaukan mukanya


Hoahm Hoahm


'saya mandi terlebih dahulu untung saya membawa handuk'


Mentari melepaskan tas yang dipakai nya


Mentari selesai mandi, dan baju yang kemarin dipakai nya dia cuci lalu menjemurnya dipohon


Mentari berlari lari disekitar sungai tersebut sambil membawa Tas dipunggungnya, Setelah selesai lari lari mentari Melakukan pemanasan badan lalu ke Push up, Setelah itu Shit up dan yang terakhir Back up


Lalu dia pun melakukan latihan beladiri untuk seorang pemula atau sabuk putih


Setelah selesai melakukan semua itu mentari beristirahat dan duduk Sambil memakan makanan yang ada di tas nya


Mentari selesai memakan makanan yang ada lalu dia berfikir '*Mendingan saya membuat rumah pohon nya sekarang,Tapi cara memotong batang Pohon nya gimana yaa terus cara buat rumah pohon nya gimana'


'Tunggu perasaan ada sihir bukan tetapi caraa munculin tenaga dalam nya gimana woy asww huh*'


Mentari mencoba berkultivasi ditengah tengah pohon pohon yang ada dan didepan dia pun sungai yang mengalir deras


Disaat bersamaan pula


*Kring Kring Kring


'Hemm masih jam 5, Nona Tari udah pulang belum ya mending saya mandi dulu nanti kekamar nona'Batin Bi Astri


Kring Kring Kring


Annisa Dan Ariana pun bangun dan saling bertatapan sebentar terlihat kantung mata panda mereka dan mempunya fikiran yang berbeda


'Huwahh tidur aku tidak nyenyak ini pasti gara gara tengah malam yang mengakibatkan mimpi saya menghilang'Batin Ariana


'Udah pagi saja malam ada acara apa ya'Batin Annisa*


"Selamat Pagi""Selamat Pagi"Ucap kompak sang kembar aku


Tiba tiba Ariana bangun dari tempat tidurnya lalu "Saya duluan yang mandi mending kau kembali kekamar sendiri"Teriak Ariana setelah tiba didepan kamar mandi


Skip


Semua anggota keluarga Setiawan duduk di meja makan


Anak anak mereka turun dari tangga menuju kesini


Setibanya mereka dimeja makan


"Selamat pagi""Selamat pagi"Ucap Alvin Alvaro berbarengan


"Selamat pagi juga"Ucap anggota keluarga itu


Annisa dan Ariana? Hanya diam saja dan langsung duduk


Mereka semua makan dalam diam


Setelah makan Ibu dan Ayah bingung kenapa anak mereka yang perempuan diam saja biasanya teriak teriak dan berbicara terus menerus


"Anak ibu yang cantik kenapa? Apakah ada masalah?" Tanya lembut sang ibu


'Gk''Gk'Jawab mereka berdua


"Lalu Kenapa-


Sebelum ibu ingin melanjutkan perkataan nya mereka semua mendengar sebuah teriak kan Toa


"Yuhuuuu hay Spadaaaaa Adaa yang rindu paman kalian yang ganteng ini tidak!"Teriak Sang Paman Yaitu Paman Alek


Anggota keluarga yang disana hanya menatap datar pemilik suara itu sedangka orang yang ditatap datar seperti itu masa bodo dan langsung main duduk lalu makan


Ayah Ibu Paman Dan Bibi hanya menghela nafas kasar


"Paman Alek""Paman Alek"Teriak Ariana dan Annisa


(Nama Aslinya Alektian Dari pada panjang panjang mereka memanggilnya alek)


Paman alek yang tiba tiba mendengar teriakkan menyebut nama dirinya dia akhirnya keselek


Uhuk Uhuk uhuk


Paman alek langsung minum air dan itu air minum milik alvaro


"Pamannn itu kan sirup nya sayaa kenapaa diminum kan habis jadinyaa"Teriak Alvaro


Mereka pun berdebat tiba tiba paman yusuf pun pergi dan itu membuat dua orang senang


"Kaka saya pergi dulu katanya perusahaan sedang ada masalah"Ujar Paman yusuf


'Yuhuuu akhirnya pergi juga'Teriak di fikiran dua orang itu


Paman Yusuf pergi lalu Paman Alek langsung menanyakan


'Ada apa Keponakan Paman yang cantik ini?'Tanya Alek kepada Ariana dan Annisa


"Paman sudah tau semua nya bukan?"Balik tanya Ariana


Paman alek hanya mengangkat satu alisnya lalu 'Tau apa?'


Ariana Hanya mendengus dan menjawab "Huh gk usah pura pura gk tau deh paman, Riana udah tau semua kok termasuk siapa yang ngerencanain semua itu"


Paman Alek yang mendengar penuturan keponakan nya hanya melotot kan mata


'Huft Lalu kenapa kau hanya diam saja'Tanya paman geram


"Hmp saya hanya mengikuti alur apa yang akan terjadi nantinya"


'Udah dipertimbangkan nanti akibat gara gara kau tidak kasih tau kebenaran kepada semua nya bukan'Tanya Paman


"Tau paling nanti hubungan yang terjalin akan hancur berantakan"Jawab santai


Paman terkejut dan dia sengaja melotot kan kembali matanya lalu berkata 'Kau niat amat ya bikin keluarga hancur berantakan, Seharus nya kasih tau saja kebenaran apa yang terjadi' Paman alek tambah geram atas ucapan Keponakan tercinta nya itu


"Hmp Kakek saja diam tidak melakukan apa apa masa iya saya yang udah bekerja keras mengumpulkan semua bukti lalu mencari tahu apa yang terjadi


Terus seenak nya saya mengasih tau kebenaran kepada semua orang dan serta bukti bukti nya, kan enak mereka nya saja, aku yang capek mengumpulkan semuanya, Mereka yang menikmati hasilnya Hmp"Ucap Ariana Dingin


Mereka semua yang dimeja makan merasakan suasana Tegang dan Dingin


'Kau kau Hmp Huh'


"Lagi pula nih paman percuma kasih tau ke mereka juga kalau dia udah menanamkan Rasa benci dihati nya"


Paman alek terdiam akan ucapan itu dan ada benar nya juga


Melihat mereka berdua terdiam masing masing mempunyai fikiran yang sama 'Apa yang dibicarakan oleh mereka dan kenapa Paman Sangat kesal'


Melihat mereka berdua terdiam akan tetapi suasana tegang dan dingin itu masih ada


"Ehem kalian sedang membicarakan apa ya serius amat muka nya"Lerai sang ayah


Ariana Hanya memainkan handphone tidak menjawab pertanyaan sang Ayah itu dan paman Alek pun terdiam melanjutkan makan yang belum selesai itu


"Ehem jadi Alek kau membicarakan apa?"Tanya ayah sekali lagi


"Tidak ada""Tidak ada"Ucap mereka berdua tetapi mukanya masih mepihat kegiatan masing masing


Setiawan tentu saja tidak mempercayai ucapan mereka berdua diliat percakapan pasti ini masalah menjadi satu berkaitan


'Ternyata benar saya harus mencari tau apa yang terjadi'Batin Setiawan


"Paman apa Tasya sudah siuman atau belum?"Tanya Annisa Ragu ragu


Ariana dan Paman Alek yang tadi fokus kegiatan masing masing pun akhirnya melihat kearah Annisa


Annisa yang diliatin secara itu pun entah mengapa merasakan kedinginan dihati nya


Dan bukan hanya annisa tetapi mereka semua yang dimeja makan merasakan kembali suasana tegang dan dingin itu


Paman alek yang melihat annisa takut pun akhirnya menjawab dan Ariana pun kembali Fokus ke handphone nya


"Annisa yang cantik anak paman kan kuat tentu baik baik saja tetapi dia belum sadar"ucap paman alek lesu


'Yah gitu yah paman ya sudah, Paman kalau Tasya sudah sadar kasih tau Annisa ya paman'Ucap Annisa sambil memasang muka memohon


"Iya iya nanti paman kabarin"


Tiba Tiba Paman Alek teriak "Bi Astri Bibiiii Yuhuuuu kemari dong sekaliann bikinnn kopi susu okeee saya tunggu disiniii terima kasihhh!"


Ariana yang Sedang fokus ke handphone pun terganggu akibat teriak kan Toa sang paman nya itu


"Pamannnn berisik suara paman kaya cewee cempreng"Balas teriak Ariana


"Hmp masa iya samain paman dengan perempuan, Paman kan hanya memesan kopi sajaa apa salah nya sih"Ucap geram paman Alek


"Tentu saja salahhhh, Harusnya tuhh kalau Bi Astri sudah kesiniii baru paman pesannn jangan teriak teriak gituuuu akunya kan keganggu jadinyaaa"Teriak Ariana sekencang kencangnya


"Ngomongin orang jangan teriak sendiri nya Malah Teriak kan kaya Toa Di Masjid"Gumam Paman Alek


Ariana yang mendengar itu pun kesal untung saja dia membawa bantal yang ada di ruang keluarga


Lalu dia pun berkata sambil bersiap siap melempar "Apa kau bilang tadi hah"


Dan Shuuut brak Savage pas kena Muka nya


"Huhuhuu Kenapa kau mempunyai anak yang galak kaya singa sih malah galak kan ini dari pada singa nya"Ujar paman alek lesu ke setiawan


"Sudah sudah kalian ini ribut terus"Lerai Sang ibu


Mereka semua terdiam dan Ariana masih Asik dengan handphone nya


Bi astri pun datang dengan membawa kopi pesanan pama alek" Tuan permisi ini kopinya"


'Oh ya terima kasih bi'Ucap Paman alek lembut


"Sama sama atuh"


Bi Astri pun pergi sebelum Bi Astri meninggalkan Ruang meja itu Paman Alek menanyakan sesuatu


"Oya bi Keponakan saya yang cantik satu lagi nya kemana ya? kok kagak keliatan setiap saya kesini, Hmp dia tidak rindu paman nya yang ganteng dan kece ini apa"Paman alek pun kembali geram


Mereka semua yang mendengar itu pun langsung melihat ke arah Bi astri


"Anu tuan biasanya setiap pagi sampai sore Nona Tari Pergi dan pulang sebelum magrib"Jawab Bi Astri Ragu ragu


Paman Alek yang mendengar itu pun menyeburkan kopibyang didalam mulutnya


"Hah Masa sih bi? Terus Pagi Siang Sore kemana?"Tanya paman alek penasaran


"Setiap pagi biasa nya dia keperpustakaan lalu jam 12 siang pergi entah kemana"Kali ini yang menjawab Ariana


'Tau dari mana tong?'


"Hmp kami berdua sering melihat nya diperpustakaan, Dia kadang kadang membaca buku dongeng atau pun buku pelajaran"kali ini yang menjawab Annisa


"Waktu itu perna sekali saya liat Adek saya pulang magrib diantar entah sama siapa kesini"Sambung Ariana


'Sungguh? Siapa dia naik apa diantar nya? Lalu siang sampai sore kemana?'Tanya sekali lagi


"Dia berjualan keliling"jawab santai Mereka berdua


Mereka berdua melihat satu sama lain lalu bertanya


"Kok kamu tau sih?""Kok Tau?" Tanya kompak


"Kok kalian Tau? Tau darimana? Dan Sejak kapan?" ucap mereka semua yang dimeja makan kompak danmelihat kearah ariana dan annisa


"Baru saja kemarin pas kita jalan jalan saya melihat dia di danau lalu dia bercerita kepada para penjual nya dan saya baru tau kalau adik saya berjualan dari umur 4 tahun"Ucap santai Annisa


Mereka semua membulatkan mata masing masing


"Kalau kau Ariana?"Tanya mereka lagi


Ariana yang sedang fokus kehandphone nya langsung menjawab


"Udah lama saya tau nya malah dia sering keluar malam hari dari kamar nya menuju ke halaman rumah lalu menaiki pohon untuk melihat sinar bulan dan bintang bintang"Ucap Ariana santai juga


"kenapa engga bilang sih kalian berdua"Tanya mereka semua kecuali bibi


"Hmp kalian tidak ada yang menanyakan nya dan buat apa saya kasih tau ke kalian, kalau kalian nya saja tidak mempedulikan Adek saya padahal dia tidak salah apa apa"Jawab Ariana dingin


"Saya kan baru tau kemarin dan juga kemarin tidak ada yang menanyakan nya kebetulan sekali paman alek sekarang nanya kalau paman tidak menanyakan kalian juga tidak bakal mengetahui nya"Sambung Annisa


Mereka semua pun terdiam ucapan anak mereka sendiri karena memang benar apa yang diucapkan oleh mereka berdua itu


"Oya bi apa Mentari sering cerita ke bibi soal apa saja atau meminta sesuatu gitu"Tanya paman Alek lagi


"Nona tidak perna cerita apa apa, Setau bibi nona kalau sedang ada masalah dia teh menuliskan di buku diary nya atau mengucapkan kepada sang rembulan setiap malam


Kalau minta sesuatu dia tidak perna meminta sesuatu kepada saya dia hanya meminta satu hal waktu itu"Jawab bi astri Ragu


Paman pun antusias lalu berkata "Meminta apa bi nanti paman alek yang ganteng ini mewujudkan nya"


"Dia hanya minta kebahagiaan"sambung sang bibi


"Hah?!"Teriak paman alek


"Dikira saya meminta sesuatu barang gitu"Sambung paman alek lagi


"Engga ada cerita yang menarik gitu bi?"


"Waktu kemarin pagi yang kalian sedang ribut ribut itu sebenarnya Nona lagi sakit"Ujar bibi pelan


Mereka semua membulat kan matanya terutama Ariana Sebab dia juga tidak mengetahui semua ini


"Sakit apa bi? Kok bisa perasaan waktu kemarin teh tidak apa apa?"Kali ini yang menanyakan Ariana


"Bibi juga baru Tau Kemarin pagi itu waktu bibi masuk kekamar nya, nona tidak ada ditempat tidur dan saya lihat dia berada dibalkon, Katanya dia ketiduran dibalkon akhirnya sakit batuk Flu Hidung tersumbat bahkan demam waktu kemarin tuh"Jawab Bi Astri


'Emang ada kejadian apa ya kemarin?'Tanya paman Alek serius


Mereka semua tidak ada yang menjawab nya


'Kok diem? Terus bi sekarang mentari kemana?'Tanya Paman alek lebih serius


"Kalau itu bibi juga tidak mengetahui nya dikamar nona tidak ada terus di perpustakaan juga sepi"Jawab takut takut Bi Astri


"Hah?Yang bener bi?"Tanya serius Ariana


"Bener non padahal kayanya Nona masih belum sembuh"Jawab Bi Astri


"Di danau lagi mungkin katanya mentari jualan nya disana"Sambung paman alek


*Hachi Hachi Hachi


'Mengapa saya bersin bersin terus ya apa jangan jangan saya masuk angin lagi'


Hachi Hachi


'Hidung saya juga gatal sekalii, Apa jangan jangan ada yang ngomongin saya dibelakang ya'


'Bodo ah mending saya lanjut latihan beladiri saja*'