Mentari

Mentari
Episode 62



Rionaldo mengantar masakan ibunya untuk Mentari. Dalam perjalanan sekali-kali ia menoleh ke kotak makanan yang berada disampingnya dengan senyum yang penuh arti. Rionaldo berjanji dalam hati akan merebut Mentari dari Arka walaupun Arka itu adalah mantan dosennya di kampus


"Kata orang bukan karena niat bisa melakukan sesuatu hal tapi karena ada kesempatan dan aku dengan niat yang sudah bulat dan kesempatan ada didepan mata, jadi aku yakin pasti berhasil" batin Rionaldo


Beberapa menit kemudian kendaraan roda empat Rionaldo sudah menuju gerbang kediaman Arka dan Mentari. Roda empat ini berhasil membawa Rionaldo dengan selamat. Dari kejauhan Rionaldo sudah melihat seorang perempuan yang lagi berurusan dengan satpam rumah, gadis itu memaksa untuk masuk


"Dia kenapa?" Tanya Rionaldo seorang diri yang masih berada dalam mobil, "aku samperin" sambungnya lagi


Rionaldo tidak membuang-buang waktu langsung berhenti tepat disamping perempuan tersebut yang hendak masuk dalam mobil


Perempuan itu melihat Rionaldo dengan tatapan tajam, "apa? Apa kamu seperti mereka juga?" Tanyanya dengan bertubi-tubi


"Garang bangat ini perempuan" batin Rionaldo


Rionaldo senyum terlebih dahulu lalu ia bertanya kepada perempuan itu, "apa kamu benci kepada keluarga yang punya rumah ini?"


"Hehehe.." ketawa jahat, "kamu bertanya hanya tentang itu? Apa kamu kira aku seperti ini, kalau menyukai keluarga ini?" perempuan itu berapi-api dengan menunjuk rumah mewah itu tepatnya adalah kediaman Arka dan Mentari


"Oke, apa bisa kita ketemu lagi dilain waktu?.. saya tidak bisa berlama-lama harus mengantar makanan untuk Mentari" jelas Rionaldo


Gadis bernama Santi mendengar kata-kata itu langsung menatap Rionaldo, "kamu sahabat Mentari?"


"Iya, nomor ponsel mu nanti saya hubungi nanti. Saya harus pergi" pamit Rionaldo kepada Santi


"Oke, ini kartu nama saya" jawab Santi sembari memberikan kartu namanya


"Oke" jawab Rionaldo lalu ia lanjut menelfon Arka


📞"Assalamualaikum, saya sudah didepan pak" ucap Rionaldo


📞"Wa'alaikumussalam, silahkan masuk" jawab Arka ditelepon lalu satpam membukakan pintu gerbang rumah tersebut


Santi yang tidak jauh dari gerbang itu sehingga dapat dia lihat jelas kalau Rionaldo masuk dalam rumah itu tanpa kendala sedikit pun.


"Oke.. sepertinya kamu bisa diandalkan" lirih Santi lalu melajukan mobilnya menuju kediamannya dan tidak lupa menelepon anak buahnya untuk siap-siap melakukan perintah jika sudah waktunya


📞"Halo, saya harap kalian harus kembali dalam waktu dekat ini" ucap Santi lalu ia ketawa jahat,


"hahaha.. tunggu saja pembalasanku, silahkan bersenang-senang dulu" ucap santi dalam mobil


"Sekarang yang aku lakukan adalah mendekati sahabat Mentari lalu susun rencana selanjutnya, siapa tau bisa diajak kerja sama" lirihnya lagi dengan senyum jahat


Berbeda dengan dikediaman Arka, saat ini Mentari lagi senang karena keinginannya terpenuhi untuk makan masakan ibu sahabatnya itu. Sedangkan Rionaldo pun tidak kalah senang karena dengan cara ini, ia bisa kembali dekat dengan Mentari


Rionaldo melihat jam tangannya, "kayaknya saya harus pulang" ucap Rionaldo


Arka dan Mentari pun mengangguk mengiyakan, "terima kasih Rionaldo" ucap Arka


"Iya Rio, salam sama ibu mu ya dan terimakasih banyak" timpal Mentari dengan tulus yang diangguki oleh Rionaldo


"Mari saya antar" ucap Arka lagi


Arka dan Rionaldo pun menuju pintu rumah bersama. "Terima kasih ya" ucap Arka lagi kepada Rionaldo


Rionaldo hanya mengangguk sembari ia senyum, "kayaknya rasa terima kasihnya sudah banyak pak.. hehehe" canda Rionaldo


"Hahaha... Kamu suka bercanda juga" jawab Arka setelah ia ketawa


"Kalau yang itu tepatnya tanya Mentari, ia tau sifat saya" pancing Rionaldo,


"Hmmm.. ini baru awal pak" batin Rionaldo


"Sepertinya saya harus pulang, assalamualaikum" pamit Rionaldo kepada Arka dan arka pun menjawab salam Rionaldo itu


"Wa'alaikumussalam," jawabnya dan kembali berpikir mencari apa maksud dari ucapan Rionaldo, "kenapa dia bicara seperti itu" Arka mulai curiga tapi rasa curiga itu ia tepis dengan cepat, "ahh mana mungkin, diakan sahabat Mentari" sambungnya dengan geleng kepala, "sepertinya aku terlalu berpikir jauh" sambungnya lagi sambil jalan menuju ruang tamu dimana Mentari menunggunya


"Kenapa berpikir jauh?" Tanya Mentari yang tidak mengerti


"Gak, aku hanya kepikiran kantor sudah lama gak kesana" kilah Arka. Ia tidak mau kalau istrinya salah paham dengan apa yang ia pikirkan terlebih itu Rionaldo


"Oh.. tadi ibu telepon nanyain kakak" Mentari memberitahu suaminya itu


"Oh ya, kapan balik?" Tanya Arka dan Mentari langsung geleng kepala


"Belum ada rencana" jawab Mentari


"Ya udah kita kedalam sudah malam" ajak Arka sambil menarik tangan Mentari dengan pelan yang masih setia duduk disofa ruang tamu


Mentari yang ditarik suaminya dengan pelan itu, langsung bangkit dari tempat duduknya


"Gendong"


"Izin dulu kak, supaya gak kaget" ucap Mentari namun dalam hati ia sangat senang


"Hehehe.. maaf, terlalu semangat gendong istri" jawab Arka, "mulai berat juga ini istri aku" batinnya


Arka membawa Mentari ke meja makan, ia hendak menurunkannya dan mendudukkan dikursi


"Jangan, aku sudah makan" larang Mentari sambil memukul mukul lengan suaminya. Ia tidak mau turun dari gendongan suaminya


"Makan biar sedikit tadi hanya makan sup"


Mentari seketika memanyungkan bibirnya sambil menekuk wajahnya, seorang suami melihat ekspresi istrinya seperti itu tidak ada yang bisa ia lakukan kecuali mengalah


"Oke.. oke tapi kalau lapar bilang ya" ucap Arka lagi yang diangguki cepat oleh Mentari sembari ia senyum


"Berat ya?" Tanya Mentari


"Gak" jawabnya singkat untuk menutupi kebohongannya karena kalau ia jujur istrinya saat ini berat badannya bertambah, lalu ia membawa istrinya itu menuju kamar. Sampai kamar ternyata sang empu yang digendong sudah tidur pulas dalam gendongan


"Hmmm.. pantas diam" lirih Arka lagi, "mana kayak beras 50 kg lagi beratnya" sambung Arka lalu dengan pelan merebahkan badan istrinya itu dan menyelimutinya lalu dia kembali dimeja makan.


Sedangkan disisi lain, Rionaldo dan Santi lagi ketemu disebuah restoran untuk menyusun rencana dan awal untuk kerja sama


"Saya tau tujuan kita sama" tebak Santi


Rionaldo tertawa mengejek, "anda terlalu sok tau.. saya ingin menghancurkan Arka"


"Jangan.. dia itu milikku, jadi yang perlu dihancurkan itu Mentari" larang Santi


"Kamu sadar? Saya datang kesini untuk melakukan kerja sama.. mana mungkin saya menghancurkan Mentari sedangkan saya sangat mencintainya" jelas Rionaldo tidak terima apa yang diucapkan Santi itu


"Terus kalau kamu menghancurkan Arka, apa Mentari bisa menerimamu?" Tanya Santi lagi, "kamu baru orang kemarin Rionaldo" Santi meremehkan Rionaldo


"Jangan merendahkan ku seperti itu" Rionaldo tidak terima


"Lakukan kalau gitu..." perintah Santi


"Aku bukan anak buah mu yang bisa kau suruh seenaknya"


"Kalau seperti itu, apa mau mu mengajak aku kesini?" Tanya Santi yang sudah mulai terpancing emosinya


"Jangan ada yang dihancurkan cukup rebut Arka dari Mentari begitupun dengan saya" keputusan Rionaldo


Santi senyum jahat andalannya "apa kamu yakin?"


"Yakin" jawab Rionaldo dengan percaya diri


"Ternyata kamu belum lihai dalam urusan seperti ini.. aku bisa saja mencelakai wanita itu dalam waktu hitungan menit saja tapi itu tidak mungkin karena asistennya Arka itu seperti makhluk astral yang bisa kesana kemari dengan sekejap mata.. ide seperti itu makanan asisten Arka setiap hari dan bahkan itu hanya cemilannya.. kamu kira aku seperti ini gara-gara siapa? Asisten Brian itu" jelas Santi dengan mengepalkan tangannya tidak terima karena selama ini Arka diam-diam mencari tau penyebab kecelakaan Mentari sebelum mereka menikah


"Jadi?" Tanya Rionaldo dengan sedikit kaget, "tapi dia hanya sebatas asisten, mudah untuk disingkirkan" jelas Rionaldo dengan enteng, "saya harus pulang, selebihnya lewat pesan jangan menelfon" Rionaldo mengingatkan Santi


Santi pulang begitupun dengan Rionaldo, sepanjang perjalanan Rionaldo memikirkan bagaimana cara untuk menjauhkan Mentari dari Arka. Rionaldo tidak terima kalau rencananya ini berimbas pada Mentari sedangkan Santi pun akan pasang badan jika target utamanya adalah Arka.


Rionaldo menyuruh seseorang untuk menyelidiki keadaan rumah tangga Arka.


📞"Tolong kerumah Arka Mahardika Purnawan sekarang" perintah Rionaldo


📞"Tapi pak ini sudah malam" ucap seseorang dalam telepon itu


📞"Saya tidak menyuruh mu masuk dalam rumah cukup pantau dari depan rumah tapi ingat jangan sampai ketahuan satpam" perintah Rionaldo lagi


📞"Baik pak" ucapnya lalu ia mematikan sambungan telefon dan orang yang berpakaian serba hitam dan pakai kacamata hitam pun menjalankan perintah Rionaldo


Rionaldo yang meminggirkan mobilnya terlebih dahulu sebelum menelfon suruhannya itu kembali melajukan mobilnya menuju rumah.


Selang beberapa menit suruhannya itu sampai dikediaman Arka. Suruhan Rionaldo itu menatap serius area sekitar rumah tersebut dan tidak lama masuk sebuah mobil mewah.


Suruhan Rionaldo langsung menelpon,


📞 "maaf pak, dirumah ini berapa kepala keluarga?"


📞"Pertanyaan konyol, apa itu yang saya perintahkan?" Tanya Rionaldo lalu mematikan sambungan telepon


Rionaldo kira ditelfon sudah dapat info ternyata malah sebaliknya, Rionaldo geram dengan suruhannya kali ini dan ia saking geramnya ia memukul setir mobilnya


...**SEMOGA SUKA ❤️...


...TERIMA KASIH 🙏**...