Married With Single Parent

Married With Single Parent
S3~MWSP~96 (Prince Devino & Princess Devina)



...Happy reading...


****


Sepasang bayi kembar dari pasangan Leon dan Laura menjadi primadona di keluarganya bahkan keduanya menjadi rebutan para nenek, kakek, tante, dan para om mereka karena ketampanan dan kencantikan keduanya mampu menghipnotis siapa saja yang melihatnya. Sedangkan Leon dan Laura selaku orang tua dari Devino Bryan Brawijaya dan Devina Calista Brawijaya tidak mendapatkan kesempatan untuk menggendong anak mereka sendiri. Jika keduanya menangis barulah Laura mendapat kesempatan untuk menggendong anaknya. Aneh memang, tetapi keduanya sangat bahagia karena kedua anak kembar mereka di sayangi oleh semua orang.


Jangan lupakan Dirga, anak lelaki itu merasa cemburu dengan kedua adiknya yang menjadi rebutan semua keluarganya. Bahkan dari tadi Dirga menatap datar kedua adiknya, entahlah perasaannya tidak bisa dijabarkan oleh pemikiran kecilnya sekarang yang ada di hatinya merasa kesal karena semua orang terpaku pada kedua adiknya. Bertambah adik ternyata tak seindah yang ia bayangkan apalagi adik sepupunya juga yang mampu menarik perhatian. Anak dari Elang dan Mentari hanya berbeda dua bulan dengan kedua adiknya juga membuatnya cemburu.


"Kakak kenapa?" tanya Leon saat melihat anak sulungnya hanya diam dengan ekspresi datar.


Dirga menatap sang ayah dengan tatapan sendu. "Semua olang udah gak sayang sama Dilga," ucap Dirga dengan sendu membuat Leon menatap sang istri tahu jika sang anak sulung merasa cemburu.


"Semua orang sayang Dirga. Kenapa Dirga ngomong gitu, Nak?" tanya Leon dengan lembut. Ia tak mau anaknya semakin cemburu dan menimbulkan rasa iri di hatinya.


"Habisnya semua cuma gendong dedek bayi," gumam Dirga dengan lirih yang mulai lancar berbicara dan tinggal kata 'r' saja yang sulit ia ucapkan.


"Semua sayang Dirga. Dedek bayi kan baru lahir jadi semua orang pengin lihat adek bayi. Kakak jangan cemburu, ayah sama bunda tetap sayang kakak Dirga," balas Laura dengan mengelus kepala anaknya.


Semua keluarga yang berada di sana merasa bersalah. Ratna yang menggendong cucu perempuannya menyerahkan Devina pada Ica lalu menghampiri Dirga yang terlihat sedih. "Sini nenek gendong. Dirga harus bisa menjadi kakak yang baik untuk Devino dan Devina," ucap Ratna dengan lembut.


Akhirnya Dirga mau tersenyum dan menatap adiknya dengan penuh sayang bahkan sifatnya sudah sangat posesif seperti Leon. Nama Dirga juga sudah di ganti yang awalnya Dirga Pangestu menjadi Dirga Brawijaya agar nanti ketika dewasa Dirga tidak merasa dibedakan. Walau memang Dirga bukan anak kandung Leon tetapi Leon sangat menyayangi Dirga seperti Devino dan Devina.


Oekkk... Oekkk...


Suara Devino yang menangis kencang membuat semua orang hampir kelimpungan akhinya Laura menyusui anaknya walau put*ingnya terasa perih tetapi Laura tetap memberikan asi eksklusif kepada kedua anaknya. Para lelaki yang berada di dalam ruangan Laura berjalan keluar memberikan ruang untuk Laura menyusui tetapi tidak dengan Leon, pria itu dengan setianya membantu sang istri untuk menyusui anaknya.


"Terima kasih, Mas!" ucap Laura dengan lirih. Leon tersenyum dan mengecup kening istrinya dengan sayang bergantian dengan kedua anaknya yang sekarang berada di gendongan mereka karena yang lainnya sudah izin keluar untuk mencari makan di kantin rumah sakit dengan membawa serta Dirga yang tadi merasa cemburu dengan kedua adiknya.


"Itu sudah kewajiban Mas, Sayang. Melihat kamu kesakitan kemarin, Mas tidak tega melihat kamu harus mengurus kedua anak kita, oo... tidak ketiga anak kita seorang diri," ucap Leon dengan lembut membuat Laura tersenyum.


"Kakak Vino adek Vinanya juga mau mimik susu," ucap Leon dengan menirukan suara anak kecil yang membuat Laura terkekeh.


*****


Sultan menatap istrinya yang berbaring di ranjang setelah mereka pulang dari rumah sakit menjenguk Laura dan anak kembarnya. Sedangkan Cut sedang bermain bersama Dirga di ruang keluarga tentu ada kedua orang tuanya dan Ica yang mengawasi mereka.


Sultan naik ke atas ranjang dengan perlahan dan merangkak menaiki tubuh istrinya. Sultan menjadi sangat manja ketika sudah menikah terbukti dengan tingkahnya yang seperti anak kecil ketika dia sedang berdua saja dengan Ika. "Abang berat ih!" protes Ika saat dengan santainya Sultan menindih tubuhnya. Dengan malas Sultan turun dari tubuh istrinya tetapi kepalanya tetap berada di dada empuk Ika bahkan menenggelamkan wajahnya di dada Ika membuat Ika merasa geli.


"Kok manja gini sih?" tanya Ika dengan terkekeh tetapi tangannya mengelus rambut Sultan dengan lembut membuat lelaki itu bertambah nyaman.


"Manja sama istri sendiri gak ada yang melarang Sayang. Bahkan sangat dianjurkan," ucap Sultan dengan tenang.


Tangan Sultan sudah membuka kancing baju Ika dan mengeluarkan kedua gunung kembar itu dari tempatnya, ia menyusu bagaikan bayi yang kehausan. Ika baru tahu jika Sultan akan menjadi bayi besar seperti ini, di balik sikapnya yang ramah dan perhatian ternyata menyembunyikan sifat mesumnya kepada semua orang dan yang mengetahui sifat Sultan yang seperti ini hanya Ika. Ika mendesis lirih saat Sultan mengh*sap put*ngnya dengan kuat. "Pelan-pelan Bang. Gak ada yang minta juga. Apa enaknya dari kemarin his*p ini coba?" ucap Ika dengan terkekeh. Ya sejak kemarin setelah mereka menemani Laura melahirkan Sultan selalu seperti ini membuat Ika terkadang heran dengan tingkah suaminya.


Lama-lama keduanya diserang gairah yang meledak-ledak saat tangan Sultan merem*s salah satunya hingga terjadi sesuatu yang mengeluarkan keringat berlebih di sore hari, teriakan dan desah*an Ika seperti melodi yang sangat indah bagi Sultan. Menatap kedua anak Leon tadi membuat Sultan ingin segera memiliki anak dari Ika tetapi bayangan wajah pucat istrinya dulu dan pendarahan hebat yang diderita istrinya saat melahirkan Cut membuat Sultan terkadang takut, ia tidak ingin kehilangan Ika.


Lagi dan lagi Ika merasa lelah yang teramat saat harus melayani suaminya yang seakan tidak ada lelahnya tetapi Ika akui sangat suka dengan sentuhan Sultan.


****


Bang Sultan bayi besarnya Ika sekarangπŸ˜†πŸ˜†πŸ˜†πŸ˜†πŸ˜†


Ramein part ini buar double up


Like, vote, coment, dan favoritkan cerita ini ya.