
...Hei-hei aku kembali dengan cerita Cut, Ihsan, dan Dio yang bikin baper tentunya. Jangan lupa ramein lagi dengan like, vote, dan komentar sebanyak-banyaknya. Kalau rame bakal up siang seperti biasa....
...Buruan ramein!...
...Happy reading...
****
Dio masuk ke rumah Ulan dan Alan dengan langkah tegasnya karena ia membawa oleh-oleh dari mamanya yang baru pulang dari luar negeri untuk Ulan.
"Assalamualaikum, Bude!" salam Dio dengan keras.
"Wa'alaikumussalam," balas Jihan dan sang suami yang sibuk menggendong anak bungsu mereka.
Jihan dan Brandon menikah sejak beberapa tahun yang lalu. Brandon adalah mahasiswa Jihan. Ya, usia Brandon lebih muda dari Jihan tetapi dulu Brandon tidak pernah menyerah untuk mendapatkan cinta Jihan yang saat itu sebagai dosen yang terlihat sangat dingin dan tak tersentuh karena pelecehan seksual yang Jihan dapatkan sewaktu remaja. Dengan ketangguhan hati seorang Brandon akhirnya ia dapat mempersunting Jihan dan kini mereka dikarunia 3 orang anak yang sangat lucu-lucu yang terkadang membuat Dio gemas dengan ketiganya.
"Loh, Kak Jihan, Kak Brandon. Bude sama pakde mana?" tanya Dio yang tak melihat kedua kakak sepupu dari mamanya tersebut.
"Duduk dulu, Dio!" ucap Jihan dengan lembut. Dio duduk di samping Brandon dan langsung mengambil anak bungsu Jihan dengan Brandon yang yang masih berusia 7 bulan.
"Bunda dan ayah sedang berada di Medan, Dio!" jawab Brandon merangkul sang istri.
"Di Medan? Ada pekerjaan di luar kota ya Kak?" tanya Dio dengan memainkan tangan anak bungsu Jihan. Suara khas bayinya membuat Dio sangat gemas dan mencium pipi Acha bertubi-tubi.
"Enggak. Pekerjaan ayah sudah di handle kak Elang sejak lama. Ayah dan bunda ke Medan karena ada acara keluarga, Cut dilamar sama dosennya, Cut mau menikah sebulan lagi," jawab Jihan membuat Dio mematung.
"Kakak pikir kamu yang bakalan nikah sama Cut karena kalian sangat cocok apalagi sejak kecil Cut selalu berkata mau menikah sama kamu sampai-sampai ia juga mau menjadi dokter sama seperti kamu. Kata dia biar kalian menjadi patner yang profesional saat bekerja di rumah sakit. Eh tahu-tahu Cut dilamar sama dosennya sendiri dan sebentar lagi mereka menikah. Sama seperti kakak Brandon menikah dengam dosen cantik yang terkenal dingin dengan pria," ucap Brandon dengan terkekeh. Ia tidak tahu perubahan ekspresi Dio saat ini.
"Ya namanya bukan jodoh, Mas. Mau gimana lagi manusia hanya bisa berencana tetapi Allah yang menentukan jalan hidup mereka," ucap Jihan menimpali.
"Mungkin kamunya kali yang gak menerima cinta Cut," ucap Brandon yang membuat Dio tergagap dan salah tingkah.
"Kalau boleh tahu dosen yang melamar Cut siapa ya?" tanya Dio dengan kikuk.
"Namanya Ihsan. Dia laki-laki yang tegas sama seperti Kakak langsung melamar pujaan hati walau ditolak berulang kali," ucap Brandon dengan ketus saat mengingat masa lalunya dengan Jihan.
"Ya kamu dulu playboy. Siapa yang mau coba! skripsi gak selesai-selesai gimana mau menikah kalau begitu," ujar Jihan dengan mengerucutkan bibirnya.
"Kan itu sengaja, Yang! Biar aku selalu dekat sama kamu buat kamu kesal setiap hari itu adalah hobi aku karena kamu lucu kalau sedang marah," ucap Brandon dengan terkekeh.
Dio tidak mendengarkan ucapan kedua suami istri tersebut pikirannya berkelana mengingat bagaimana Cut mendekatinya sejak dulu hingga gadis itu benar-benar menyerah dan segera menikah dengan lelaki lain.
"Hey kok melamun. Awas tuh Acha jatuh!" ucap Jihan membuyarkan lamunan Dio.
Dio tersentak dan langsung melihat ke arah Acha. Ia membenarkan letak Acha di pangkuannya, anak bayi itu sibuk memainkan jarinya sendiri dengan memasukkan jarinya ke mulut kecilnya.
"Eh...maaf, Kak. Aku hanya sedang mengingat lelaki bernama Ihsan. Rupanya pria itu adalah teman Bryan," ucap Dio dengan gugup karena ketahuan melamun.
"Gimana? Ganteng kan itu dosen?" tanya Jihan dengan berbinar.
"Yakkk...kamu hanya boleh memuji ketampanan suamimu saja, Sayang!" teriak Brandon cemburu.
"Dasar cemburuan!' gerutu Jihan.
Dio yang mulai jengah memberikan Acha ke pangkuan Brandon lagi. Entah mengapa tiba-tiba ia sangat menjadi kesal.
"Ini oleh-oleh dari mama, kak Jihan dan kak brandon makan saja. Dio mau pulang dulu," ucap Dio dengan datar.
"Tumben cepat pulang?" tanya Jihan dengan heran.
"Mau istirahat nanti malam harus ke rumah sakit," ucap Dio.
"Waduh untung belum nikah kalau sudah nikah kasihan istrimu Dio di tinggal kerja malam mulu," ucap Brandon dengan geleng-geleng kepala karena kalau pekerjaan Brandon sama seperti Dio maka Brandon tidak akan tahan karena ia tidak bisa tidur jika tidak memeluk Jihan.
"Dio bawa istri Dio ke rumah sakit lah," jawab Dio dengan ketus saat ini Dio semakin terlihat kesal tak tahu mengapa.
"Mana enak tidur di brankar yang sempit," ejek Brandon.
"Yang penting masih bisa enak-enak," jawab Dio dengan asal.
"Tapi kasihan sekarang masih jomblo. Cewek yang suka sama kamu lebih memilih menikah dengan orang lain. Sakit tapi tak berdarah," ejek Brandon dengan terkekeh.
"Ais...menyebalkan!" ucap Dio dengan ketus dan langsung berjalan keluar dari rumah Alan tanpa salam.
"Tuh anak kenapa? Lagi datang bulan?" gumam Brandon dengan bertanya-tanyas dengan sikap aneh Dio.
"Cemburu," jawab Jihan dengan singkat.
"Telat, Sayang kalau mau cemburu mah. Cut sebentar lagi nikah juga gak ada artinya cemburu Dio," ucap Brandon.
"Biarin aja jadi cowok gak tegas! Perempuan di manapun pasti memilih lelaki yang tegas seperti Ihsan," ucap Jihan.
"Mulutnya minta dilum*t sama bibir aku ya, Yang!" ucap Brandon dengan ketus.
"Acha lihat tuh papa kamu cemburuan," ejek Jihan.
"Biarin ya Cha," ucap Brandon.
*****
Dio merebahkan tubuhnya di kasur. Kenapa perasaannya terasa kosong akhir-akhir ini? Hampa seperti tidak ada kehidupan yang membahagiakan biasanya dengan Ratu saja bisa membuat suasana hati Dio menjadi bahagia tetapi kali ini tidak, Dio merasa ada yang kosong di hatinya dan tiba-tiba saja berdenyut sakit tanpa alasan.
Cut menikah?
Dio kemudian terkekeh dengan lirih saat mengingat Cut sebentar lagi akan menikah. Kenapa hatinya merasa tidak suka dan ada yang berdenyut sakit di dalam sana seperti ditusuk ribuan jarum, sakit tapi tak berdarah. Tak mungkin ia merasa cemburu dengan pernikahan Cut! Karena selama ini Dio tidak pernah mencintai Cut.
Seharusnya Dio merasa lega karena Cut tidak akan mendekatinya tetapi reaksi hatinya kenapa berbeda seperti ini?
Sebenarnya apa penyebab hatinya merasa kosong dan hampa?