
...Happy reading...
****
Leon memijit pelipisnya saat papa dari Vera meneleponnya. Apakah Leon harus bahagia atau sedih karena kabar ini? Tetapi Leon tak sepenuhnya menyalahkan Dirga karena dulu ia juga seperti itu untuk mendapatkan Laura. Tetapi Leon tak menyangka jika Dirga akan mengikuti jejaknya.
"Kita harus ke Yogya, Mas! Aku gak mau tahu sekarang kita harus pergi!" ucap Laura dengan tajam.
"Iya, Sayang. Kita berangkat sekarang," ucap Leon dengan pusing.
"Kenapa pusing begitu? Mas juga seperti itu saat mendapatkan aku dulu. Jadi, tidak usah berpura-pura pusing Mas!" ucap Laura dengan sinis.
"B-bukan begitu, Sayang. Aku tidak menyangka saja jika Dirga mengikuti jejak jelekku. Harusnya kemarin-kemarin kita nikahkan saja mereka sebelum cucu kita jadi," ucap Leon dengan lirih.
"Menyesal juga tidak ada artinya, Mas. Sekarang kita ke Yogya!" ucap Laura yang membuat Leon mengangguk tak lagi banyak bicara.
"Bunda sama Ayah mau kemana?" tanya Vino saat melihat kedua orang tuanya menyeret koper keluar dari kamar.
"Bunda sama Ayah mau ke Yogyakarta nyusulin kakak kamu. Kamu sama Vina jaga rumah jangan kelayapan!" ucap Leon dengan tegas.
"Emangnya Kak Dirga ada di Yogya bukannya dia ada di kampus?" tanya Vina dengan bingung.
"Nanti Bunda jelasin. Kalian jaga rumah baik-baik jangan nakal!" ucap Laura dengan lembut.
"Iya Bunda. Bunda sama Ayah hati-hati ya," ucap Vino dengan tersenyum.
"Iya, Sayang. Bunda sama Ayah pergi dulu," ucap Laura dengan cepat.
Vino dan Vina melihat kepergiaan kedua orang tuanya dengan bungung. "Kira-kira kak Dirga ngapain ke Yogya, Kak? Kok ayah sama bunda sampai menyusul sih?" tanya Vina dengan bingung.
"Kakak tidak tahu juga. Kita tunggu aja kepulangan mereka," ucap Vino dengan tegas yang diangguki oleh Vina walau sebenarnya Vina masih dilanda penasaran yang sangat dalam sekarang.
*****
"Setelah ini mau menurut denganku tidak?" tanya Dirga kepada Vera sehabis Dirga menyuapi calon istrinya.
Vera mengangguk dengan mantap asal ia bisa melihat wajah Dirga setiap harinya.
"Jangan bekerja lagi! Aku bisa membiayai semua kebutuhanmu," ucap Dirga dengan tegas.
"T-tapi..."
"Tidak ada tapi-tapian Vera! Aku sudah bekerja sekarang dan gajiku sudah bisa membiayai hidup kita bersama dengan anak kita. Kalau kamu bekerja hanya tidak ingin diremehkan oleh mantan suami dan mertua kamu maka kita buktikan bersama. Jangan membatah ucapanku kali ini. Mengerti tidak?" ucap Dirga dengan tegas.
Vera akhirnya mengangguk setelah terdiam sejenak yang membuat Dirga puas dengan jawaban calon istrinya.
Cup...
Dirga Mengecup kening Vera dengan sayang yang membuat hati Vera menjadi hangat saat ini.
"Kedua orang tuaku akan datang ke Yogya untuk langsung datang melamarmu," ucap Dirga yang memang sudah mengetahui jika calon mertuanya sudah menelepon kedua orang tuanya.
"Dan setelah kita kembali kita akan langsung menikah. Aku tidak mau menundanya lagi," ucap Dirga dengan tegas.
Vera menatap mata Dirga dengan dalam. Di matanya masih ada ketakutan entah karena apa yang jelas Vera masih dihantui rasa gelisah. "A-apa kedua orang tuamu mau menerimaku? A-aku seorang janda," ucap Vera dengan takut.
"Perlu kamu ketahui ayahku juga menikahi bundaku saat bundaku berstatus janda dengan anak satu yaitu aku. Jadi, kamu tidak perlu memgkhawatirkan hal yang tidak perlu dikhawatirkan karena pasti ayah, bunda dan papa, mamaku langsung setuju denganmu!" ucap Dirga dengan tegas.
"K-kamu yakin, Mas?" tanya Vera dengan mata sayunya.
"Yakin. Kita tunggu saja kedatangan mereka!"
Vera tentu saja sangat bahagia dengan kehidupannya sekarang. walaupun Dirga lebih muda darinya tetapi Dirga sangat bertanggungjawab kepadanya. Bagaimana tidak Vera bisa menjatuhkan hatinya untuk sosok Dirga dan Vera berharap pernikahan sampai ajal menjemput keduanya.
"Aku pernah dipatahkan oleh sosok lelaki matang yang aku anggap dia adalah sosok lelaki yang betanggungjawab yang akan membahagiakan hidupku ternyata aku salah. Kini, aku dibuat bahagia oleh sosok lelaki muda yang kini sudah membuatku menjadi sosok calon ibu yang tidak pernah aku duga sebelumnya. Terima kasih Mas Dirga aku sangat mencintaimu!"