Married With Single Parent

Married With Single Parent
S3~MWSP~86 (Semakin Dekat)



...Happy reading...


****


Ranti melihat sang bos yang tersenyum sejak tadi, hanya bisa membatin dan melaporkannya kepada Leon. Semua menyangkut Ika harus dilaporkan kepada Leon dan Ranti yakin Ika sedang jatuh cinta pada seseorang. Ranti bersyukur karena bisa melihat senyuman tulus Ika setelah sekian lama ia menunggu.


"Bu, ini laporan keuangan restoran untuk minggu ini," ucap Ranti dengan sopan. Ika tersentak dengan kehadiran Ranti yang secara tiba-tiba atau dirinya yang sama sekali tidak menyadari kedatangan Ranti karena sejak tadi ia melamukan seseorang yang sekarang berada di rumah sedang sibuk dengan mendesain rumah yang ia buat. Ika tak menyangka jika Sultan adalah seorang arsitek dan setiap desain yang Sultan buat pasti membuat Ika terpana akan keindahan rumah yang Sultan rancang melalui komputernya. Sultan sama seperti Akbar, apa mereka saling mengenal ya?


"I-ibu Rianti sejak kapan berada di ruangan saya?" tanya Ika terbata membuat Ranti tersenyum.


"Saya sejak tadi berada di sini, Bu. Maaf jika saya lancang masuk ke ruangan anda karena sejak tadi saya mengetuk pintu, anda tidak menjawabnya. Sekali lagi maaf atas kelancangan saya," ucap Ranti dengan sopan.


"Ahh.. Iya. Maaf saya sedang memikirkan sesuatu tadi. Saya akan memeriksa laporan keuangan yang anda berikan," ucap Ika dengan tersenyum.


"Baik, Bu. Jika begitu saya permisi dulu," ucap Ranti dengan sopan dan sedikit membungkukkan tubuhnya ke arah Ika.


"Tunggu!" ucap Ika dengan tegas.


"Iya, Bu. Ada apa?" tanya Ranti.


"Besok kumpulkan semua chef yang ada di restoran. Saya ingin memberikan resep baru untuk mereka, saya harap resep masakan ini akan membuat restoran akan semakin ramai. Saya ingin restoran ini memiliki masakan nusantara yang diminati oleh pengunjung," ucap Ika dengan tegas. Semua tugas dari Leon harus ia jalani dengan baik, ia tidak ingin membuat keluarganya kembali kecewa.


"Baik, Bu. Ada lagi yang ingin ada sampaikan, Bu?" tanya Ranti dengan sopan.


"Tidak ada. Saya harap anda tidak lagi memanggil saya dengan sebutan ibu, saya juga belum menikah," ucap Ika dengan datar.


"Baik, Bu. Hmmm maaf Nona Ika maksud saya," ucap Ranti.


Ika mengangguk mengerti. "Kamu boleh keluar!" ucap Ika dengan tegas.


"Saya permisi, Nona!"


Setelah kepergian Ranti, Ika hanyut dalam pekerjaannya, ia memeriksa laporan yang Ranti berikan kepadanya, setelah merasa tidak ada yang perlu diperiksa kembali karena laporan tersebut sudah sesuai dengan berada yang ada di laptopnya.


"Bang Sultan," gumam Ika tanpa sadar membuat wanita itu tersenyum. Bayangan Sultan yang tertawa kepadanya membuat kedua pipi Ika memerah.


"Ahh... Gue bisa gila kalau gini!" teriak Ika frustasi karena Sultan selalu membayangi hari-harinya sejak Sultan mengatakan ingin dekat dengannya.


Ting...


Suara notifikasi ponselnya membuat Ika langsung tersadar, ia langsung mengambil ponselnya karena ia pikir itu adalah pesan dari Ica, Leon atau kedua orang tuanya tetapi bukan. Seseorang yang ia pikirkanlah yang mengirim pesan kepadanya.


'Dek, kamu masih di restoran? Masih banyak pekerjaan tidak? Abang butuh kamu! Cut demam!'


Ika membaca pesan dari Sultan seketika langsung panik. 'Aku segera pulang, Bang!' balas Ika dengan cepat.


"Bu Ranti tolong handle semua pekerjaan saya ya. Saya harus pulang," ucap Ika dengan cepat.


"Baik, Bu!" Ranti tak banyak tanya wanita dengan satu anak itu mengerti dengan raut kecemasan yang ditunjukkan Ika kepadanya


****


Sultan menatap Cut dengan cemas. Sejak tadi anaknya menggumamkan kata mama yang membuat Sultan merasa iba dan dengan cepat ia mengirimkan pesan kepada Ika, setelah mendapat balasan dari gadis yang membuat hari-harinya berwarna Sultan merasa sedikit lega.


"Cut mau mama!" gumam Cut dengan lirih. Sungguh badannya sangat lemas, kepalanya juga pusing walau sudah dibawa ke klinik oleh Sultan tetap saja rasa sakit itu masih sangat terasa. Cut tidak ingin dibawa ke rumah sakit karena ia sangat trauma melihat kakek dan neneknya dari sang mama masuk ruangan ICU dan meninggal, Cut tidak ingin meninggal ia masih mau melihat Ika menjadi mamanya. Cut juga tidak mau minum obat sebelum Ika datang.


"Sebentar lagi mama datang, Nak!" ucap Sultan tak tega.


Suara ketukan pintu membuat Sultan dengan cepat berlari untuk membukanya ia tahu siapa yang datang. "Mana Cut?" tanya Ika dengan sangat khawatir.


"Masuk Dek. Cut ada di kamarnya!" ucap Sultan lembut. Ia melihat begitu kacaunya Ika karena memgkhawatirkan Cut.


Ika mengangguk dan langsung berlari ke arah kamar Cut. "Cut, kenapa Sayang?" tanya Ika dengan memeluk Cut. Dapat Ika rasakan jika tubuh Cut sangat panas membuat Ika semakin panik.


"Cut gak mau minum obat kalau gak sama kamu," ucap Sultan menghampiri.


"Sekarang Cut minum obat ya. Mama sudah datang," ucap Ika dengan lembut. Cut mengangguk patuh, ia meminum obat saat Ika memberikannya.


"Mama di sini aja!" ucap Cut merengek manja membuat Sultan dan Ika tersenyum.


"Iya, Sayang," ucap Ika dengan lembut membuat Cut tersenyum hangat. Lama kelamaan Cut merasakan kantuk saat elusan tangan Ika berada di kepalanya dan akhirnya anak kecil itu tertidur dengan damai membuat Sultan merasa lega.


"Dek!" panggil Sultan dengan lembut membuat Ika gugup, detak jantungnya sangat cepat saat Sultan menatapnya dengan dalam.


"I-iya, Bang," jawab Ika dengan gugup.


"Bisakah kita wujudkan keinginan Cut menjadikan kamu mamanya dalam artian mama sambung untuk Cut. Apakah kamu mau menikah dengan Abang? Kita sudah sama-sama dewasa. Apakah kamu mau?" tanya Sultan dengan serius.


Ika menatap Sultan dengan salah tingkah. Ia tidak tahu jika Sultan akan melamarnya secepat ini. Aish kenapa juga ia sangat gugup berbeda dengan kedekatannya dengan Rama dulu, Sultan bisa mengobrak-abrik hati dan jantungnya seakan Ika bisa sesak napas sekarang. Tapi bagaimana dengan masa lalunya? Apa Sultan mau menerimanya? Gelisah! Itu yang sekarang Ika rasakan.


"A-aku..."


****


Ika yang dilamar. Author yang panas dingin😆😆😆


Ramein part ini!


Like, vote, dan coment yang banyak biar bang Sultan makin gencar nunjukin pesonanya🤣🤣