
...Happy reading...
***
Saat tahu Ika dirawat di rumah sakit karena berkat ia bertanya pada karyawan restoran. kini, dengan cepat Zico mengendarai mobilnya menuju rumah sakit, jangan tanyakan Zico yang saat ini khawatir dengan kedaan Ika. Bagaimana keadaan Ika dan bayinya? Pertanyaan itu terus berputar di otaknya yang sedang panik. Rasanya baru saja Zico menemani Ika cek kandungan di rumah sakit dan lelaki itu bahagia karena bisa melihat perkembangan anak Ika, mengobati rasa penyesalannya karena waktu Laura hamil Zico tidak pernah menemaninya cek kandungan sekali pun.
Setelah 30 menit lamanya akhirnya Zico sampai di rumah sakit, ia langsung bertanya pada suster administrasi dimana Ika berapa, setelah mengetahui keberadaan Ika dimana Zico langsung berlari ke arah ruangan Ika. Zico menelan ludahnya dengan kasar saat ia sudah sampai di depan pintu ruang rawat VVIP. Dengan menghembuskan napasnya dengan kasar Zico memberanikan diri mengetuk pintu ruangan tersebut.
Hingga pintu itu terbuka membuat kedua orang itu saling menatap dengan canggung dan tubuh menatung.
"Siapa yang datang, Sayang?" tanya Leon dengan lembut menghampiri istrinya yang tidak beranjak dari pintu.
"Gue, Zico!" ucap Zico dengan tegas setelah ia tersadar dan terpaku melihat kecantikan mantan istrinya. Jauh di lubuk hatinya Zico begitu mengagumi Laura yang terlihat semakin cantik dan bersinar setelah menikah dengan Leon, ada rasa sesal di hatinya karena tidak dapat membuat Laura bahagia saat bersamanya, apalagi Dirga yang menatapnya dengan takut saat itu. Tetapi penyesalan itu hanya menjadi pil pahit yang hanya bisa ia telan sendiri tanpa bisa memiliki Laura kembali. Sekarang ia menyukai Ika, walau di dalam sudut hatinya yang paling dalam masih menyimpan nama Laura. Mantan tidak bisa dilupakan begitu saja apalagi mantan istri yang ia cintai, namun sebuah kesalahpahaman membuat dirinya membenci Laura.
Leon mengepalkan tangannya saat melihat tatapan memuja Zico untuk istrinya. Leon langsung membawa Laura kepelukannya, agar Zico sadar jika sekarang Laura adalah miliknya. Leon menatap Zico penuh permusuhan.
"Kenapa lo di sini?" tanya Leon dengan tajam.
"Gue mau lihat keadaan Ika," jawab Zico dengan enteng.
"Ada hubungan apa lo sama adik gue? Lo punya rencana jahat sama Ika?" tuding Leon membuat Zico mendengkus sebal. Leon tidak berubah, ia selalu waspada kepadanya.
"Gak ada rencana jahat di otak gue. Adik lo yang sudah membuat gue sadar, hidup itu terus berjalan. Jadi, gue mau ketemu Ika," ucap Zico dengan santai. "Bagaimana keadaannya?" tanya Zico dengan tegas tersirat kecemasan di setiap kata yang ia ucapkan.
"Dia masih tidur setelah disuntik penenang oleh dokter," jawab Laura yang membuat Leon melotot ke arah istrinya.
"Suntik penenang? Tapi kenapa?" tanya Zico khawatir.
"Ika habis keguguran! Sudah tahu kan keadaan adik gue sekarang lo pulang!" ucap Leon mengusir Zico. Wajah Zico terlihat cemas membuat Leon menilai jika Zico sudah mengetahui jika Ika hamil.
"Gue mau melihat Ika sebentar," ucap Zico dengan tegas dan langsung menerobos masuk membuat Leon mengeram kesal. Lalu ia menatap ke arah istrinya yang menatap ke arah Zico dengan pandangan yang sulit diartikan menurut Leon.
"Masih suka sama mantan?" tanya Leon dengan sinis membuat Laura tersadar dan langsung menatap ke arah sang suami dengan mengerutkan kedua alisnya.
"Apaan sih, Mas?" tanya Laura dengan kesal.
"Iya kamu masih suka sama mantan suami. Tatapan mata kamu dari tadi gak lepas dari Zico," tuding Leon dengan dingin.
"Mas Zico itu cuma mantan aku, Mas! Aku cuma gak nyaman aja sama kehadiran dia," ucap Laura menjelaskan.
"Kamu manggil dia apa? Mas Zico? Mas gak suka ya, Laura! Kamu cuma boleh manggil suami kamu dengan sebutan Mas tidak dengan pria lain!" ucap Leon dengan sinis.
"Mas cemburu?!" ucap Laura dengan tersenyum.
"Gak, biasa aja!" ucap Leon dengan kesal dan berjalan meninggalkan sang istri yang terlihat terkekeh. Sudah tahu ia cemburu, pakai ditanya lagi.
Sekarang hanya tinggal mereka berdua di ruangan Ika, bertiga dengan kedatangan Zico yang tiba-tiba. Sebab yang lainnya pergi ke kantin untuk makan. Mereka hanya memesan pada keluarganya untuk membelikan makanan untuk mereka, Leon tidak mau meninggalkan sang adik seorang diri, ia takut jika Ika bangun akan histeris seperti tadi.
"Kenapa bisa keguguran? Tadi pagi gue baru antar dia ke dokter kandungan," ucap Zico dengan serius.
"Tunggu, lo yang antar adik gue ke dokter kandungan? Lo tahu kalau adik gue hamil?" tanya Leon memicing.
Zico mengangguk. "Ya gue tahu. Dan karena itu juga gue mau menikahi Ika!" ucap Zico dengan tenang tetapi sukses membuat Leon dan Laura terkejut.
Zico menanggapinya dengan senyuman tipis. "Seperti lo. Gue juga sayang anak Ika walau gue bukan ayah biologisnya, tetapi sekarang anak itu sudah pergi," ucap Zico dengan sendu.
"Gue gak setuju! Sampai kapanpun gue gak setuju kalau lo menikah dengan adik gue!" ucap Leon dengan marah.
"Jika Ika menerima gue, lo mau apa?" tantang Zico membuat Leon menatap tajam ke arah Zico. Lelaki di depannya ini selalu membuat emosinya naik.
"Tetap gue gak akan setuju! Sekarang lo keluar!" ucap Leon dengan sinis.
"KELUAR!" teriak Leon membuat Zico menatap tajam ke arah Leon.
"Gue akan keluar. Tapi gue gak akan nyerah buat meminta restu kalian," ucap Zico dengan santai.
"Gila!" teriak Leon dengan tajam.
Laura hanya diam. Ia mendadak tidak bisa berpikir dengan jernih. Mantan suaminya mau menikah dengan adik iparnya? Laura tidak siap itu terjadi bukan karena ia masih mencintai Zico tetapi ada rasa tidak nyaman yang ia rasakan di hatinya.
"Tadi yang diucapakan mas Zico bohong, kan?" tanya Laura dengan lirih.
"Jangan sebut dia mas, Laura!" ucap Leon dengan marah membuat Laura menatap Leon dengan mata berkaca-kaca.
"Apa? Kamu mau bilang kalau masih cinta sama Zico? Sampai kapan pun dan sampai kambing bertelur pun, kamu tetap akan menjadi milik Mas, Laura!" ucap Leon dengan kesal.
"Mas, twins kaget tahu!" ucap Laura dengan mengerucutkan bibirnya.
Leon menghela napasnya. Lalu ia berjongkok mensejajarkan wajahnya dengan perut Laura. "Maafkan Ayah ya, Nak. Bunda itu masih suka sama mantan suaminya jadi ayah kesal," ucap Leon dengan mengadu kepada kedua anaknya.
"Sembarangan!" ucap Laura dengan kesal.
"Ngomong gitu lagi, aku gak izinin Mas Leon jenguk Twins selama dua minggu!" ucap Laura dengan sinis.
"Mana bisa begitu. Twins anak aku! Twins juga mau dijenguk ayahnya. Ya kan, Nak?"
"Ihh.. Mas Leon nyebelin!" ucap Laura dengan kesal.
****
uwu banget Leon kalau lagi cemburu🤭🤭
Gimana dengan part ini?
Tim Ika & Rama mana?
Tim Ika & Zico mana?
Tim Ika sama pemeran baru yang hot?🤣🤣
Kalau rame di part ini bakal double up malam nanti.
siap ramein?
Ramein dengan like, vote, komentar, dan favoritkan cerita ini sebanyak-banyaknya!