Married With Single Parent

Married With Single Parent
S3~ MWSP~10 (Rencana Laura)



...Happy reading...


***


Dua orang wanita beda usia tersebut saling menatap satu sama lain dengan serius. Anne menghela nafas dengan berat dan menghembuskannya dengan perlahan. Ternyata apa yang dilakukan adiknya sangat membekas di hati Laura hingga wanita yang berada di depannya ini tidak ingin membuka hati kepada siapa pun dan Anne sangat menyayangkan tindakan Zico kepada Laura. Sekarang Zico malah bersenang-senang dengan wanita di luar sana tanpa aturan, sekali pun Anne melarangnya Zico tidak akan pernah menggubris perkataannya.


"Kamu yakin? Laura cobalah membuka hati untuk pria lain, tidak semua pria sama dengan Zico," ucap Anne dengan serius.


Laura menggelengkan kepalanya. Ia memegang tangan Anne dengan erat meminta bantuan pada mantan kakak iparnya tersebut. "Aku gak mau Kak. Hatiku belum siap untuk be-rumah tangga kembali, jadi tolong bantu aku untuk terlepas dari pria itu!" ucap Laura dengan memohon.


"Kakak ngerti ketakutan kamu tapi cobalah untuk melawan semua ketakutan kamu itu. Dirga juga butuh sosok ayah yang bisa menjaganya," seru Anne dengan lirih.


"Untuk sekarang Dirga hanya butuh aku, Kak. please... Bantu Laura, Kak! Hanya Kakak yang bisa Laura temui saat ini," ucap Laura dengan sendu.


"Kamu mau bantuan seperti apa Laura?" tanya Anne yang tidak mengerti jalan pikiran mantan adik iparnya ini.


"Bantu aku agar pak Leon tidak mendekati aku lagi Kak. Aku belum siap untuk dekat atau menjalin hubungan dengan pria mana pun. Sekali pun pak Leon serius kepadaku, aku tidak ingin menikah. Lebih baik menjadi orang tua tunggal untuk Dirga, suata saat jika Dirga sudah dewasa pasti akan mengerti semuanya mengapa aku mengambil keputusan ini," ucap Laura dengan tegas tanpa ada keraguan di matanya membuat Anne lagi dan lagi menghela nafasnya dengsn berat.


"Kakak akan bantu sebisa Kakak. Tapi satu pesan Kakak, bukalah hati kamu Laura karena tidak semua lelaki seperti Zico," ucap Anne dengan tulus.


"Entahlah Kak. Sekarang aku hanya ingin sendiri, biarkan aku sendiri dan jangan memaksa aku untuk membuka hati untuk pria lain Kak. Karena hatiku sudah beku dan hambar rasanya untuk saat ini," ucap Laura dengan sendu.


"Oke... Kakak tidak memaksa, Kakak akan segera membantu kamu. Seperti apa yang kamu inginkan, Kakak akan mengurus semuanya," ucap Anne akhirnya membuat Laura tersenyum lega dan sebentar lagi ia akan terlepas dari Leon. "Laura pulanglah ke rumah orang tuamu dan ceritakan semuanya, tidak ada yang harus kamu tutupi lagi. Zico sudah hidup bahagia, dia sangat bebas tanpa kamu. Kakak gak tahu harus melakukan apa agar Zico berubah tetapi setiap malam pasti Zico membawa seorang wanita bayaran," ucap Anne dengan sendu.


"Biarkan Mas Zico seperti itu Kak. Aku tidak ingin ikut campur sedikit pun tentang dia. Sekarang rasa cinta itu telah hilang terganti dengan rasa benciku untuknya. Dan untuk pulang ke rumah mama dan papa, aku belum siap Kak. Sesuatu saat pasti aku akan pulang tapi bukan sekarang," jawab Laura dengan raut wajah berkaca-kaca karena merasakan rindu kepada kedua orang tuanya.


"Baiklah Kakak tidak memaksa. Kakak pulang dulu, jaga dirimu dan Dirga dengan baik, jika ada sesuatu tolong telepon Kakak," ucap Anne dengan tulus.


"Iya, Kak. Itu pasti! Terima kasih Kak Anne masih mau membantu aku walau hubungan kita sudah terputus sejak aku memutuskan untuk berpisah dengan mas Zico," ucap Laura dengan tersenyum samar.


"Kamu akan tetap menjadi adikku, Laura!" ucap Anne dengan tegas. "Kakak pulang ya. Mas Arya pasti sudah menunggu," ucap Anne dengan tersenyum yang diangguki oleh Laura.


"Iya Kak hati-hati," ucap Laura.


Setelah kepulangan Anne. Laura merasakan kelegaan yang luar biasa pada hatinya dan semoga setelah ini Leon tidak akan pernah mendekatinya kembali. Jujur saja Laura masih sangat takut berhubungan dengan lelaki walau Leon sangat perhatian kepada dirinya dan anaknya. Laura berjalan menghampiri Dirga yang sedang tertidur, hari ini Laura memang tidak bekerja karena ia harus menjaga Dirga.


"Kita hanya akan hidup berdua, Nak!" ucap Laura dengan lirih.


*****


Malam harinya Leon kembali ke rumahnya dengan wajah yang bersinar cerah karena memikirkan dirinya memeluk Laura sepanjang malam.


"Mas sudah gila ya?" tanya Ika pada Leon yang baru saja pulang. Ika yang baru saja ke luar dari kamar kembarannya dan merasa aneh dengan wajah Leon yang bisa tersenyum sendiri seperti itu.


"Sejak kapan Mas gila? Kamu jangan aneh-aneh! Sudah sana masuk kamar," ucap Leon dengan tegas.


"Kebiasaan!" ucap Leon mengacak rambut adiknya.


"Mas yang kebiasaan rusak rambut aku sama Ica," ucap Ika dengan mendengkus. Leon hanya menanggapinya dengan senyuman tipis.


"Ayah sama bunda mana?" tanya Leon kepada adiknya.


"Udah tidur dari tadi. Ica juga lagi teleponan sama sahabat Mas tuh. Ika keluar aja karena diledek jomblo mulu," ucap Ika dengan kesal.


"Jangan pacaran!" ucap Leon dengan datar.


"Ya langsung nikah nanti," ucap Ika memutar bola matanya malas.


"Bagus," jawab Leon membuat Ika bertambah kesal dengan Leon.


"Ya udah Ika mau ke dapur dulu," ucap Ika dan langsung melangkahkan kakinya ke dapur. Menghadapi makhluk datar seperti mas-nya ini membuat Ika kadang sangat kesal. Ika ingin mempunyai pasangan yang bisa memanjakan dirinya seperti Ryan memanjakan Ica. Namun, sayang sampai saat ini belum ada lelaki yang ia harapkan tersebut.


****


Leon merebahkan tubuhnya di kasur, wajah Laura dan Dirga selalu terbayang di benaknya. Dengan cepat Leon mengambil ponselnya dan mencari kontak Laura yang ia beri nama 'Mine' tersebut.


"Selamat malam Sayang. Bagaimana pekerjaanmu hari ini?" Leon mengetik pesan lewat WhatsApp untuk Laura. Nomor ponsel Laura juga ia ambil tanpa sepengetahuan Laura.


"Anda lagi. Dari mana anda tahu nomor saya?" Leon membaca pesan balasan dari Laura dengan tersenyum karena pesan tersebut diakhiri dengan emoji marah yang membuat Leon bertambah gemas.


"Sangat gampang jika itu menyangkut tentangmu Sayang. Apa malam ini kamu bisa tidur nyenyak saat saya tidak menemanimu tidur?"


"Dasar mesum! Tidur saya akan nyenyak jika anda tidak mengganggu Pak!"


"Saya tidak mengganggumu. Saya hanya memeluk calon istri dan anak saya itu saja."


"Hanya dalam mimpimu Pak!"


"Akan aku pastikan itu akan menjadi nyata. Bersiaplah Sayang!"


Tidak ada balasan lagi dari Laura mungkin wanita itu sudah sangat kesal dengan sikap Leon yang sangat memaksakan kehendaknya. Leon hanya bisa tersenyum tipis, senyum menyeringai semua tentang Laura dan Dirga adalah tanggungjawabnya sekarang.


"Kamu tidak bisa lepas dari saya Laura!"


****


Gimana part ini?


Jangan lupa like, vote dan komentar yang banyak ya!