Married With Single Parent

Married With Single Parent
S3~MWSP~28 (LDR Yang Menyiksa)



...Happy reading...


****


Burung berkicau dengan sangat indah pagi hari ini, Laura mengerjapkan matanya dengan perlahan untuk menyesuaikan indra penglihatannya dengan cahaya yang masuk ke jendala kamarnya. Laura meraba sampingnya dan jantungnya berdegup sangat kencang saat tidak mendapatkan Dirga tidur bersama dengan dirinya.


"Dirga!" panggil Laura dengan panik. Setelah itu Laura mendesah lega saat mendapati anaknya di bawah bersama dengan mainannya.


"Kamu buat Bunda jantungan saja, Nak!" ucap Laura mengelus dadanya. Dirga tersenyum saat mendapati sang bunda sudah terbangun, dengan perlahan Dirga bangun dari duduknya dan berjalan ke arah Laura dengan terhuyung-huyung.


Usia Dirga sudah 1 tahun 3 bulan saat ini, membuat balita tersebut sudah bisa berjalan bahkan berbicara sedikit demi sedikit. "Nda, ngun?" tanya Dirga dengan suara khas anak kecil itu. Terkadang orang-orang tidak mengerti apa yang Dirga ucapkan. Namun, sebagai ibu, Laura sangat paham dengan apa yang diucapkan Dirga kepadanya.


"Sudah, Sayang. Kenapa Dirga cepat sekali bangunnya, Nak?" Tanya Laura dengan menggendong Dirga.


"Yah. Yah," ucap Dirga dengan tertawa.


"Iya atau ayah Sayang?" tanya Laura dengan mengerutkan dahinya.


"Yah..." ucap Dirga dengan mengalungkan kedua tangannya di leher Laura.


"Ayah?" tanya Laura kepada Dirga dan diangguki oleh Dirga dengan antusias. Laura tersenyum miris, lagi dan lagi Dirga selalu mengucapkan kata ayah padahal wanita itu tidak pernah mengajarinya. Dirga hanya pernah mendengar anak tetangga memanggil ayahnya dan setelah itu Laura selalu mendengar Dirga menyebut kata 'ayah' walau tidak jelas sekali.


"Ayah sedang bekerja, Nak!" jawab Laura pada akhirnya.


"Ja.. Ja..." ucap Dirga menirukan perkataan sang bunda membuat Laura gemas dan mencium pipi anaknya.


Sudah setahun sejak Leon pergi dan Laura mulai terbiasa tanpa pria itu walau terkadang setiap tengah malam ia terbangun memikirkan Leon karena sudah sangat lama dirinya tidak berkomunikasi dengan Leon. Pria itu seperti ditelan bumi, menghilang tanpa kabar begitu saja membuat Laura gelisah. Ingin bertanya kepada Ika atau Rama, Laura merasa sangat canggung dan sekarang Ika pun sudah pergi menyusul Leon di sana sedangkan Ica memilih untuk bersama dengan kedua orang tuanya, apalagi Ryan. Gadis manja itu tidak bisa jauh dari kekasihnya sedikitpun.


Laura membawa anaknya ke kamar mandi, ia akan memandikan Dirga pagi ini karena dirinya harus pergi ke restoran untuk bekerja. "Dirga sama kak Intan ya," ucap Laura saat memandikan anaknya. Dirga suka sekali bermain air hingga baju Laura juga basah karena ulah Dirga yang sangat suka memainkan air.


"Ndak au..." ucap Dirga seakan tidak ingin ditinggalkan sang bunda untuk saat ini.


"Bunda kerja, Nak. Dirga harus menjadi anak baik untuk Bunda, ya!" tutur Laura yang diangguki oleh Dirga tanpa melihat ke arah ibunya karena Dirga sibuk bermain air yang berada di ember.


"Sudah Sayang. Ayo kita ganti baju," ucap Laura mengangkat Dirga ke gendongannya, awalnya Dirga menolak karena masih ingin memainkan air tetapi Laura tidak mau anaknya terlalu lama bermain air, ia takut Dirga masuk angin.


Dirga menangis saat Laura memaksanya untuk memakai baju. Laura tidak peduli jika Dirga menangis saat ini karena ia sudah sangat terlambat untuk pergi bekerja dan entah mengapa walaupun Laura sering terlambat Rama tidak pernah memarahinya, pria itu hanya memperingatinya dengan nada tegas saja yang membuat Laura merasa tak enak hati dengan Rama.


Laura menyeka keringatnya yang keluar di dahinya. Baru saja ia selesai menggantikan pakaian Dirga dan Laura merasa lega akan hal itu. "Kamu sama kak Intan ya, Sayang. Bunda mau mandi terus berangkat kerja," ucap Laura menggendong Dirga yang sangat aktif karena ingin berjalan terus dan tidak mau digendong.


"Intan jaga Dirga ya. Kakak mau kerja," ucap Laura saat melihat Intan ternyata sudah berada di rumahnya.


"Iya Kak," ucap Intan dengan tersenyum.


"Sini sama Kakak, Dirga!" ucap Intan membawa Dirga ke dalam gendongannya. Awalnya Dirga menolak, namun setelah diberikan mainan oleh Intan, anak itu akhirnya mau ikut dengan Intan dan membuat Laura mendesah lega. Lelah sekali ia pagi ini hanya karena memandikan dan menggantikan Dirga saja. Kenapa anaknya begitu sangat aktif sekali? Tetapi Laura bersyukur memiliki Dirga yang tampan dan juga pintar.


*****


Leon mengamati komputer miliknya yang sudah terhubung dengan CCTV di rumah Laura. Ia tersenyum geli saat Dirga selalu saja membuat Laura mendesah lelah. Tanpa diketahui oleh Laura, pria itu setiap bulannya pulang dan bertemu dengan Dirga bahkan mereka bermain sampai larut malam ketika Laura terlelap dalam tidurnya. Leon sengaja tidak memberitahukan Laura tentang keberadaannya jika setiap bulan dirinya pulang, jika Laura tahu Leon pulang pasti ia tidak bisa melepaskan Laura begitu saja dan berakhir dengan malam yang panjang bersama dengan wanitanya. Namun, Leon tak mau itu terjadi biarlah rasa rindu itu semakin menumpuk di hati Laura, karena ia sering sekali mengamati CCTV di rumah Laura dengan Laura yang sedang melamun menatap ponselnya. Sebenarnya Leon kasihan dengan Laura yang terlihat tidak bergairah bahkan wanita itu terlihat kurus saat Dirga sudah bisa berjalan, anak itu benar-benar sangat aktif. Leon sering mengajari Dirga menyebut dirinya dengan sebutan 'ayah' dan akhirnya Leon berhasil di manapun Dirga pasti sering memanggil ayah walau Leon tidak ada di dekatnya.


"Sabar Sayang sebentar lagi kita akan bersama. Saya juga sudah sangat merindukanmu," gumam Leon dengan menyeringai. Rasanya ia ingin segera pulang tetapi tugas dan tanggungjawabnya di sini belum selesai apalagi Ika menyusulnya, adiknya melanjutkan S2-nya di Singapura.


Leon mendesah lelah, saat ketika dirinya pulang, ia tidak bisa mendekap tubuh itu dengan leluasa bahkan sekalipun Leon ingin, niat itu ia urungkan begitu saja walau dengan berat hati.


"Kenapa LDR sangat menyiksa sekali? Astaga lama-lama saya menjadi gila di sini. Setahun lagi tetapi mengapa rasanya sangat menyiksa?" monolog Leon dengan mengusap wajahnya dengan kasar.


****


Ada yang saling menyiksa diri nih.


Gimana dengan part ini?


Tenang setahun lagi mereka bertemu 🙈


Ada yang gak sabar mereka melepas rindu?


Jangan lupa like, vote, dan komentar sebanyak-banyaknya ya! Share juga cerita ini keseluruh teman-teman kalian.


Tentang cast para memain MWSP ada di IG author ya : author_syafitri. Yang penasaran buruan follow.