Married With Single Parent

Married With Single Parent
S4~MWSP~51 (Meminta Restu)



...Hei-hei aku kembali lagi nih. Jangan lupa ramein part ini ya....


...Happy reading...


****


Virgo menatap heran sahabatnya yang mengajaknya bertemu kakek dan neneknya. "Eh lo mau ngapain ketemu sama kakek dan nenek gue?" tanya Virgo penasaran.


"Nanti lo juga tahu," jawab Dirga tersenyum misterius kepada Virgo.


Virgo merinding. Setelah menginap di rumah Vera sikap sahabatnya ini mendadak berubah bahkan mengajaknya bertemu dengan kakek dan neneknya secara mendadak. Virgo ingin menolak tetapi Dirga langsung menarik tangannya alhasil keduanya sudah berada di rumah orang tua Vera sekarang.


Ting...tong....


Dirga menekan bel rumah kedua orang tua Vera yang membuat Virgo sedikit kesal karena biasanya ia langsung menyelonong masuk begitu saja tetapi sekarang tubuhnya dicegah oleh Dirga.


"Ck...ayo masuk saja tanpa harus menekan bel," ucap Virgo dengan kesal.


"Tidak sopan bertamu ke rumah orang langsung masuk sebelum tuan rumah mengizinkan kita masuk!" ucap Dirga dengan datar yang membuat Virgo mendengkus dengan kesal.


"Ada urusan apa sih lo mau ketemu kakek dan nenek gue?" tanya Virgo dengan penasaran.


"Jangan banyak tanya!" ucap Dirga dengan dingin yang membuat Virgo tak banyak bicara hingga pintu dibukakan oleh pembantu yang bekerja di kakek dan neneknya.


"Eh Mas Virgo dan temannya datang. Silahkan masuk Mas," ucap pembantu tersebut dengan ramah.


"Iya Bi dari tadi juga mau masuk tapi Dirga menahanku sebelum pintu dibuka aku tidak boleh masuk," ucap Virgo dengan kesal yang membuat pembantu tersebut tertawa pelan.


"Kakek sama nenek mana, Bi?" tanya Virgo yang mencari keberadaan kakek dan neneknya.


"Tuan dan nyonya ada di dalam Mas," ucap pembantu bernama Lastri tersebut dengan sopan.


"Ayo masuk! Lo mau ketemu kakek dan nenek gue, kan?" ucap Virgo dengan tegas tetapi Dirga tetap memasang wajahnya dinginnya.


Dirga mengikuti langkah Virgo dengan tegas. Ia menilai rumah kedua calon mertuanya yang tampak mewah dan sejuk. Ia tersenyum ketika mendapatkan foto Vera di ruang keluarga. "Sebentar lagi Vera!" gumam Dirga dengan tersenyum.


"Heh lo kenapa?" tanya Virgo bergidik ngeri melihat Dirga tersenyum sendiri. Virgo mengikuti arah pandang Dirga yang membuat Virgo semakin penasaran dan banyak pertanyaan di benaknya sekarang.


"Lo suka sama Tante gue?" tanya Virgo dengan spontan yang membuat Dirga menatap Virgo dengan dingin.


"Bisa gak sih lo gak usah banyak tanya dengerin aja apa yang akan gue katakan nanti ke kakek dan nenek lo!" ucap Dirga dengan tajam yang membuat Virgo terdiam dengan menelan ludahnya dengan kasar jika seperti ini Virgo tak berani lagi mengganggu Dirga.


"Virgo!" panggil sebuah suara yang membuat keduanya menoleh.


Dirga ikut menyalami nenek Virgo dengan sopan tetapi nenek Virgo menatap Dirga dengan bingung. "Kamu temannya Virgo, kan? Yang dulu juga sering ke sini? Tambah tampan kamu, Nak," ucap Dewi dengan ramah.


Dirga tersenyum canggung ketika nenek Dewi memuji ketampanannya. Dirinya memang sangat tampan sampai-sampai janda saja jatuh cinta dengannya bahkan tak berdaya di bawah kuasanya.


"Kedatangan saya ke sini untuk bertemu kakek dan nenek karena ada sesuatu yang harus saya bicarakan," ucap Dirga tanpa basa basi yang membuat nenek Dewi sempat bingung tetapi akhirnya tersenyum.


"Tunggu sebentar nenek akan panggilkan kakek di belakang. Dia sedang memberikan makan ikan kesayangannya," ucap nenek Dewi dengan tersenyum.


"Biar Virgo saja yang panggil Kakek, Nek. Nenek ajak Dirga saja duduk," ucap Virgo yang diangguki oleh nenek Dewi.


"Ayo Dirga silahkan duduk sambil menunggu suami saya datang ke sini," ucap nenek Dewi dengan ramah yang diangguki oleh Dirga.


"Iya, Nek. Terima kasih," ucap Dirga dengan sopan.


*****


Kakek Dewa menatap Dirga dengan serius. Ia tahu seperti ada yang ingin di sampaikan oleh Dirga terlihat dari mata lelaki muda di depannya yang sangat serius sekali.


"Ada yang ingin kamu sampaikan ke saya?" tanya kakek Dewa dengan tegas yang membuat Dirga mengangguk mantap.


"Iya, Kek!" jawab Dirga dengan singkat.


"Katakanlah!" perintah kakek Dewa yang membuat Dirga tersenyum tipis.


"Kedatangan saya ke sini untuk meminta restu menikahi anak kakek dan nenek," ucap Dirga dengan tegas.


"Anak kami? Anak kami tidak ada lagi yang gadis, Nak Dirga. Hanya Vera yang sekarang tidak memiliki suami karena sudah bercerai sejak setahun yang lalu," jelas nenek Dewi dengan bingung. Pasalnya lelaki muda se-usia Virgo berbicara dengan lantang ingin melamar anaknya sedangkan anaknya tidak ada yang se-usia Dirga.


"Itu yang saya maksud Nek. Saya ingin melamar Vera menjadi istri saya!" ucap Dirga dengan tegas yang membuat kakek Dewa, nenek Dewi, dan Virgo tercengang.


"L-lo yang bener aja Ga? G-gak mungkin lo mau melamar tante gue! Tante gue lebih tua dari lo!" ucap Virgo dengan terbata.


"Benar! Apa yang kamu suka dari anak saya? Saya tahu anak saya cantik tetapi biasanya lelaki muda seperti kamu akan mencari wanita yang lebih muda dari usianya atau se-umuran. Anak saya jauh lebih tua dari kamu. Dan apa yang akan kamu berikan untuk membahagiakan anak saya, jelas kamu tahu anak saya adalah seorang janda yang dicerai karena tidak bisa memiliki keturunan. Kami sebagai orang tua tidak ingin Vera terluka kembali setelah menikah dengan kamu!" ucap kakek Dewa dengan tegas.


"Saya mencintai anak anda dengan tulus Kek, Nek. Cinta tak memandang usia dan janda hanyalah status Vera yang tak masalah bagi saya, menurut saya bukan sesuatu aib yang membuat saya malu. Bagi saya Vera adalah segalanya untuk saya," ucap Dirga dengan tegas.


"Tapi Vera sudah saya tugaskan ke luar kota untuk membantu kakaknya di sana. Mungkin dalam waktu 6 bulan dia akan kembali dan bisa mungkin lebih dari waktu yang ditentukan," ucap kakek Dewa dengan tegas.


"Baiklah saya akan menunggu kepulangan Vera. Dan setelah Vera kembali saya akan langsung menikahi Vera!"