Married With Single Parent

Married With Single Parent
S4~MWSP~7 (Berkenalan)



...Sampai bertemu lagi di hari Jumat. Sambil menunggu cerita ini update kembali baca juga ceritaku yang lainnya. "Cinta Sempurna Sang Gadis Gendut" Gak kalah menarik dengan cerita ini loh! Buruan baca yak!...


...Happy reading...


****


"Maaf, Pak! Apakah kita pernah bertemu sebelumnya?" tanya Cut dengan sopan.


Ihsan tersenyum mendengar pertanyaan dari Cut. Ternyata dilihat dari sedekat ini Cut terlihat sangat cantik sekali. Ihsan ingin segera memiliki Cut jika seperti ini.


"Kita pernah bertemu di swalayan waktu itu. Kamu yang menjadi kasir swalayan di Medan itu, kan? Sultan Swalayan?" ucap Ihsan dengan lembut.


Cut mencoba mengingat apa yang dosennya katakan barusan kepadanya. Tetapi di swalayan milik papanya sangat ramai sekali dan Cut tidak bisa mengingat wajah Ihsan di sana.


"Tidak apa-apa jika kamu tidak ingat. Saya paham jika di swalayan milik ayahmu sangat ramai, mana mungkin kamu mengingat wajah seluruh pembeli di sana," ucap Ihsan memaklumi.


"Maaf, Pak!" ucap Cut tersenyum canggung. Lalu ia melihat jam tangannya, sudah waktunya ia ke rumah sakit sekarang. "Permisi, Pak. Saya harus ke rumah sakit sekarang!" ucap Cut dengan sopan.


"Kamu hebat! Masih menjadi mahasiswi sudah bekerja di rumah sakit," ucap Ihsan dengan kagum.


"Dari mana Bapak tahu jika saya bekerja di rumah sakit? Hmmm bukan bekerja sih tetapi membantu dokter di sana sekalian cari ilmu baru dan wawasan baru," ucap Cut merendah tetapi ia merasa bingung dengan sang dosen yang mengetahui jika ia bekerja di rumah sakit walau hanya sekedar membantu dokter di sana.


"Mahasiswi kedokteran secerdas kamu pasti bekerja di sana," jawab Ihsan mengelak padahal ia mengetahui semuanya dari Sultan. Ada pepatah bilang dekati kedua orang tuanya, ambil hati mereka baru mendekati anaknya. Dan itulah yang Ihsan lakukan sekarang kepada Cut.


Tidak ada yang salah bukan?


"Mau saya antar?" tanya Ihsan dengan pelan. "Maaf jangan salah paham dulu! Saya juga akan ke rumah sakit di mana kamu bekerja karena saya akan bertemu dengan dokter Bryan," ucap Ihsan dengan halus karena memang ia mengenal dokter Bryan teman kuliahnya waktu dulu.


"Saya bawa mobil sendiri, Pak! Maaf!" tolak Cut dengan halus.


Ihsan tersenyum kecut mendengar penolakan halus dari Cut. Tetapi penolakan itu tak masalah baginya karena ini baru awal mereka berkenalan tak mungkin Cut langsung akrab dengannya.


"Kalau begitu sama-sama saja ke parkiran!" usul Ihsan tak kehabisan akal. Mau tak mau Cut menganggukkan kepalanya karena merasa tak enak hati menolak ajakan dosen barunya terus menerus.


"Baiklah!" jawab Cut dengan pasrah membuat Ihsan tersenyum senang. Akhirnya keduanya berjalan beriringan menuju parkiran bersama.


"Cut, aku mencintaimu sejak pertama kali aku menatapmu! Jika Allah menakdirkan kita bersama aku ingin segera menghalalkanmu!" gumam Ihsan di dalam hatinya saat memandang wajah cantik Cut secara diam-diam.


*****


Dio memandang Cut dan Ihsan secara bergantian. Tatapan Ihsan sangat Dio kenali yaitu tatapan penuh puja dan cinta yang Ihsan tunjukkan kepada Cut. Entah mengapa ia merasa tidak suka dengan tatapan itu, sejak kedatangan Ihsan ke rumah sakit ini entah mengapa membuat hati Dio tidak tenang. Ada apa dengan dirinya sebenarnya?


"Dokter Dio, anda hebat sekali. Masih muda sudah menjadi dokter terbaik di sini," puji Ihsan dengan ramah.


"Tidak usah memuji rekanku seperti itu, San! Dia memang orang yang perfeksionis. Semua pekerjaannya harus selesai dengan baik. Terkadang Cut saja terkena amarahnya," ucap Bryan dengan terkekeh.


"Benar begitu? Mahasiswi secantik Cut anda marahi Dokter? Jika saya jadi anda sudah saya jadikan istri," ucap Ihsan dengan terkekeh tetapi setiap perkataannya penuh makna dan ia aamiinkan dalam hati.


"Jangan berlebihan, Pak!" ucap Cut tak nyaman. Entah mengapa ia ingin pergi saja dari sini. Berada di tengah-tengah ketiga pria tampan yang menatapnya dengan aneh membuat Cut merasa tidak nyaman dengan semuanya. Apalagi tatapan Dio yang sama sekali tidak terbaca untuknya.


Antara marah dan kesal atau benci kepadanya, Cut tidak tahu arti tatapan tersebut yang jelas tatapan Dio sungguh membuatnya sama sekali tak nyaman. Apakah pria itu cemburu? Yang benar saja! Dio belum mencintainya, lelaki itu masih dibutakan akan cintanya kepada Ratu yang jelas-jelas hanya memanfaatkannya saja. Sungguh cinta itu membuat seseorang bodoh dan Cut juga mengakui itu karena ia terlihat bodoh saat mengejar cinta Dio yang sama sekali tidak mencintainya.


"Saya tidak berlebihan Cut! Apa yang saya bicarakan adalah fakta yang sebenarnya," ucap Ihsan dengan lembut.


"Benar! Kamu cantik dan juga cerdas. Mata dokter Dio saja yang mungkin sudah rabun," ucap Bryan dengan tegas.


"Saya hanya menjalankan tugas saya dengan profesional," ucap Dio membela diri.


"Ya terserah kamu saja!" ucap Bryan dengan pasrah melihat reaksi Dio yang datar dan dingin entah mengapa membuat Bryan kesal. Cut semakin merasa tak enak berada di situasi seperti ini. Ia memilih diam saja, ingin pergi tapi merasa tidak sopan karena 3 orang lelaki yang berada di dekatnya ini adalah orang yang harus ia hormati.


****


Dio merebahkan tubuhnya di kasur. Hari ini sangat melelahkan untuknya apalagi Ihsan yang terus memuji Cut di depan matanya.


Tunggu!


Kenapa hatinya merasa panas? Seharusnya ia biasa saja saat Ihsan dan Bryan memuji Cut di depan matanya! Dan reaksi hatinya tidak seperti ini seharusnya! Ada apa dengan dirinya? Tidak mungkin ia merasa cemburu bukan?


Dering ponsel miliknya menyadarkan Dio dari lamunannya. Senyumannya langsung mengembang saat Ratu lah yang menelepon dirinya.


"Halo, Dio. Bisa jemput aku gak di apartemen Danu? Danu gak bisa antar aku pulang, dia sudah pergi karena ada pekerjaan penting," ucap Ratu dari sebrang telepon. Senyum Dio langsung pudar mendengar ucapan Ratu.


"Oke aku jemput!" balas Dio dengan lirih. Sambungan telepon langsung dimatikan oleh Ratu. Dio memandang ponselnya dengan perasaan hampa.


Beginikah rasanya mencintai tanpa dicintai?


****


Alhamdulillah bisa update tiga part sekaligus hari ini.


Ramaikan lagi yak.


Jangan lupa like, vote, dan komentar yang banyak ya!