Married With Single Parent

Married With Single Parent
S3~MWSP~64 (Rumah Baru)



...Happy reading...


****


Leon membawa Laura dan Dirga ke rumah baru mereka setelah dua hari pernikahan Ryan dan Ica, Leon memutuskan hidup mandiri dengan istri dan anaknya. Kini, di rumah baru itu masih ramai dengan keluarga besar Leon yang ingin melihat rumah yang Leon beli dekat dengan rumah Ulan, rumah mereka maaih satu kompleks yang sama dengan kedua orang tua Leon membuat Saera dan Leo bahagia. Tetapi di tengah kebahagian mereka ada rasa sedih yang menghampiri keduanya entah mengapa, setiap melihat Ika keduanya merasa sedih seakan ikatan batin keduanya sangat erat walau Ika tak ada mengatakan sesuatu kepada orang tuanya. Ika takut kedua orang tuanya akan jatuh sakit terlebih Leo yang sudah tua.


"Kamu suka, Sayang?" tanya Leon kepada istrinya yang sedang berkeliling rumah baru mereka.


"Suka banget, Mas! Terima kasih ini rumah impian aku banget," ucap Laura memeluk Leon dengan erat.


Leon mengecup kening Laura dengan lembut. Ia juga mengelus perut Laura yang semakin membuncit dan membuat Laura semakin seksi di matanya. Bahkan, Leon dengan gemas mencium bibir Laura.


"Ayah, kamal Dilga di mana?" tanya Dirga yang menarik celana Leon. Membuat Leon melihat ke arah anaknya yang entah kapan sudah berdiri di depannya. Leon dan Laura terkekeh, Leon langsung menggendong Dirga dan memainkan pipi Dirga dengan gemas.


"Ayah..." rengek Dirga dengan mengelus pipinya yang dimainkan oleh Leon.


"Kok Dirga sudah ada di sini?" tanya Leon kepada anak sambungmya.


"Mau lihat kamal balu Dilga," ucap Dirga dengan polosnya.


"Emang Dirga udah berani bobok sendiri?" tanya Laura dengan jahil.


"Belani! Kata kakek Leo, Dilga halus jadi jagoan belani tidul sendili kalena Dilga mau unya adek balu," jawab Dirga dengan suara cadelnya. Dirga belum bisa mengucapkan kata 'R' dengan benar membuat kedua orang tuanya gemas.


"Nanti kita lihat kamar Dirga, ya. Sekarang ayo kita ke tempat kakek dan nenek dulu," ucap Leon yang diangguki oleh Dirga dengan senang hati.


Dirga kembali berlari ke arah keluarga barunya. Ia mendekati Ika yang terlihat memperhatikannya. "Ante, pangku," ucap Dirga membuat Ika tersenyum dan langsung memangku Dirga dengan senang hati.


"Dirga makin berat nih," ucap Ika dengan terkekeh


"Bial jadi jagoan, Ante," ucap Dirga dengan polos membuat Ika tertawa karena gemas.


"Ih Tante mau juga deh punya anak kayak Dirga," ucap Ika dengan gemas.


"Ikah cama ayah, bial punya anak Dilga," ucap Dirga dengan polosnya membuat Ika kembali tertawa di mana keponakannya tahu kata nikah. Tetapi semoga saja sifat Dirga tidak seperti Zico.


"Dirga main sama Tante Ica, yuk," ucap Ica merentangkan tangannya.


Dirga langsung menyambut uluran tangan Iva dengan senang hati. "Muka Ante Ica kok cama kayak Ante Ika, cih?" tanya Dirga dengan penasaran.


"Hahaha. Beda dong Dirga, masih cantikkan Tante Ica," ucap Ica dengan narsis membuat Ika mendengkus kesal.


"Cemua antik tapi antikan bunda," ucap Dirga dengan tegas membuat semua yang ada di sana tertawa.


"Ante Ica kenapa lehelnya melah-melah? Digigit cemut?" tanya Dirga saat melihat leher Ica penuh dengan bercak merah walau wanita itu sudah menutupinya dengan bedak.


Ryan yang sedang minum langsung menyemburkan air minumnya. "Iya di gigit semut raksasa," ucap Ica dengan asal. Ryan yang mendengar jawaban istrinya langsung menggaruk tengkuknya yang tidak gatal dan tersenyum malu ke arah mertuanya.


"Tante Ica, Om Ryan ganas ya," ucap Mentari menimpali membuat Ryan kembali malu dengan keponakannya yang terlewat jujur tersebut.


"Ya Allah, Sayang. Kamu lebih berpengalaman," ucap Elang dengan gemas kepada bumil yang di sampingnya.


"Iya sih," ucap Mentari dengan polosnya membuat semua orang tertawa kembali.


Leon heran. Kenapa semua keluarganya berubah menjadi sangat mesum sekali? Melihat kedua orang tuanya yang selalu romantis membuat Leon ingin Laura juga merasakan keromantisan yang ia bisa.


"Ayah sama Bunda menginap kan di rumah Leon dan Laura?" tanya Leon kepada Leo dan Saera yang sedari tadi tertawa melihat tingkah anak dan cucunya.


"Ayah terserah bunda saja," ucap Leo dengan lembut.


"Boleh. Bunda dan ayah akan menginap sehari saja ya karena dua hari lagi kan Ika pergi ke Medan. Bunda mau tidur sama Ika," ucap Saera yang membuat Ika tersentak. Jika dirinya tidur dengan Saera, Ika takut bundanya mengetahui semuanya.


"Bunda," ucap Ika dengan manja bersandar di lengan sang bunda.


"Apa? Bunda tahu kamu tidak mau tidur sama Bunda karena alasan sudah dewasa tetapi tetap saja kamu anak kecil Bunda," ucap Saera dengan tegas membuat Ika tidak bisa berkata-kata. Rasanya saat ini Ika ingin menceritakan semuanya tapi takut akan membuat kedua orang tuanya jatuh sakit karena syok. Biarlah ia menyembunyikan ini untuk sementara waktu, jika Ika sudah siap maka Ika akan menceritakan semuanya.


****


Hari sudah malam, kedua orang tua Leon juga sudah masuk ke kamarnya dan setelah maghrib tadi kedua orang tua Laura juga datang, mereka juga menginap di rumah Leon dan juga Laura. Kini, Leon sedang menunggu Laura yang berada di dalam kamar mandi sedangkan Dirga sudah tidur setelah ia bacakan dongeng di kamarnya sendiri yang terhubung dengan kamar mereka untuk memudahkan keduanya melihat Dirga. Leon juga memasang CCTV di kamar anaknya untuk mengawasi Dirga.


Pintu kamar mandi terbuka. Laura keluar dari sana dengan gaun tidur tipis berwarna hitam yang membuat Leon menelan ludahnya dengan kasar.


****...


Laura sengaja menggodanya dengan gaun tipis yang memperlihatkan kulit putih Laura, apalagi dua gundukan kenyal milik Laura yang semakin menantang Leon.


"Kapan kamu membeli baju ini?" tanya Leon dengan serak. Jakunnya naik turun saat Laura mendekat ke arahnya bahkan naik ke atas pangkuannya membuat juniornya langsung memberontak dan Leon merasakan ngilu yang luat biasa kepalanya menjadi pening ingin segera menuntaskan sesuatu yang ingin meledak.


"Waktu beli kado buat Ica. Aku lihat ini jadi beli. Mas suka?" tanya Laura dengan lirih sengaja menggerakkan bok*ngnya membuat Leon memejamkan matanya.


"Besok beli yang banyak dengan berbagai model. Mas sendiri yang akan pilih gaun malamnya," ucap Leon dengan serak.


Laura mengalungkan tangannya di leher Leon saat ia menerima serangan bibir dari Leon. Suasana semakin panas dengan pergulatan yang mereka lakukan. Tangan Leon merem*as dada Laura dengan gemas yang semakin hari terlihat semakin besar semenjak hamil. Laura hanya bisa menikmati dengan suara erangan dari bibirnya yang semakin membuat Leon bergairah. Keduanya menikmati malam yang panas dengan bermandikan peluh di kamar baru mereka hingga Leon ambruk di samping Laura setelah mendapatkan pelepasan secara bersamaan.


"Tubuhmu canduku, Sayang. Semua ini milikku!"


*****


Yang manis-manis dulu sebelum yang pahit dan buat air mata meleleh 😲🤭🤭🤭


Ramein gak nih?


Ramein dengan like, vote, dan komentar sebanyak-banyaknya!


Favoritkan cerita ini juga, beri bintang 5 dan follow akun author juga ya..