Married With Single Parent

Married With Single Parent
S3~MWSP~103 (Ternyata Gini Rasanya)



...Happy reading...


****


Intan menatap datar ke arah suaminya yang terus merengek untuk bisa nemeluknya pasalnya saat mengetahui Intan hamil, Zico yang merasakan morning sickness hingga pria itu tersiksa dibuat oleh anaknya. Ini karma yang sungguh kejam menurutnya karena ia tidak bisa tidur dengan nyenyak jika tidak memeluk Intan sedangkan Intan tidak ingin berdekatan dengannya seakan sangat senang menyiksanya.


"Sayang, ayolah sebentar aja!" ucap Zico dengan mata yang berkaca-kaca. Untung saja selama tiga bulan ini Zico melakukan perawatan pada kakinya hingga ia bisa berjalan walau terasa sedikit ngilu pada kakinya yang patah.


"Kamu bau, Mas! Aku dan junior gak mau dekat-dekat kamu!" ucap Intan dengan ketus.


"Kalian sekongkol buat ngerjain aku, kan? Ayolah Sayang bilang sama Zigot kita kalau Papanya mau peluk mamanya sebentar aja!" rengek Zico dengan manja. Sikap tempramental dan dinginnya hilang seketika dan sudah tidak ada artinya lagi di hadapan istri dan anaknya.


"Aku gak mau, Mas! Badan kamu bau busuk!" ucap Intan dengan ketus.


Zico ingin menangis sekarang karena tersiksa dengan rasa mual yang selalu menderanya jika tidak bisa berdekatan dengan Intan. Dengan cepat Zico berlari ke kamar mandi untuk memuntahkan seluruh isi perutnya. Intan meringis merasa kasihan dengan suaminya tetapi di saat ia menatap Zico ada rasa kesal yang sangat besar sehingga mendorongnya untuk terus menyiksa Zico. Apa ini bawaan bayi mereka untuk membalaskan dendam karena sudah membuat Intan bersedih dan kecewa?


Uwekkk..uwekkkk..


Zico sudah tidak tahan lagi. Dengan berlari cepat ia menerjang tubuh Intan hingga mereka terjatuh di kasur, walau wanita itu memberontak tetap Zico tidak akan melepaskannya. "Lepas, Mas! Aku gak suka bau tubuh Mas!" teriak Intan frustasi.


"Gak mau! Gak mau!" ucap Zico dengan keukeh hingga akhirnya Intan mendengar dengkuran halus suaminya. Secepat itu Zico tertidur setelah memeluknya? Intan menatap wajah Zico yang terlihat pucat. Dengan memberanikan diri Intan mengelus pipi sang suami yang terlihat semakin kurus.


"Andai saja kamu mencintaiku dengan tulus, Mas! Pasti aku akan bahagia dengan sikap manja kamu yang seperti ini. Aku terlalu takut untuk mempercayai ucapan cinta kamu ke aku. Aku takut kecewa lagi!" gumam Intan dengan lirih.


Zico yang tadinya tertidur merasakan sentuhan tangan Intan, ia tetap memejamkan mata menunggu apa yang ingin Intan lakukan kepalanya awalnya Zico bahagia tetapi mendengar ucapan Intan membuat Zico sakit, tenggorokannya tercekat dan ia tidak bisa menahan lelehan air matanya sendiri, ia menjadi cengeng karena Intan sekarang. Karma Tuhan sangatlah membuat Zico tersiksa tetapi ia juga bersyukur Intan masih berada di sisinya walau sang istri sering ketus kepadanya.


"Aku sudah memilih Mas. Setelah anak ini lahir kita sebaiknya pisah aja! Aku gak mau rasa cinta kamu karena sebuah rasa bersalah. Aku bisa menjaga anak ini sendiri, aku banyak belajar dari kak Laura. Menjadi ibu tunggal pasti bisa tangguh menghadapi semuanya hingga mendapatkan kebahagiaan yang sesungguhnya walau itu sangat menyakitkan," gumam Intan dengan lirih.


Zico yang tak tahan dengan ucapan istrinya, ia langsung membuka mata. Mata Zico sudah memerah menatap lekat ke arah Intan yang terlihat tersentak. Namun, setelah itu menatap Zico dengan datar. "Sampai kapanpun kita gak akan pernah pisah!" ucap Zico dengan tegas.


"Jangan egois Mas!" ucap Intan dengan datar.


"Aku gak ingin rasa cinta Mas hanya sebuah keterpaksaaan. Tolong jangan sakiti aku terlalu dalam lagi Mas. Perlahan aku bisa mati jika seperti ini terus!" ucap Intan dengan memohon.


"Aku tulus cinta sama kamu, Intan. Walaupun aku mengetahui terlambat tapi aku gak mau kehilangan kamu. Jangan marah lagi please! Aku gak bisa hidup tanpa kalian," ucap Zico dengan tulus.


"Mas....."


"Aku mohon. Jadilah Intannya Zico seperti biasa jangan seperti ini. Kamu boleh marah, kecewa sama aku asal jangan pergi dari aku," ucap Zico dengan lirih.


Mereka sama-sama menangis. Zico mengecup bibir Intan dengan mesra. 3 bulan dirinya tak menyentuh Intan karena kondisinya yang tidak memungkinkan untuk bergerak yang bisa membuat kakinya kembali patah dan akhirnya pagi ini Zico kembali bisa merasakan surga dunia kembali tanpa penolakan dari istrinya. Zico menatap Intan yang berada di bawahnya, ia tersenyum melihat Intan yang sudah berkeringat karena dirinya. "Aku gak nyakitin junior, kan?" tanya Zico dengan lembut.


Intan menggeleng karena sebenarnya ia juga merindukan sentuhan Zico. "Jika Mas melukai aku nantinya. Aku gak segan-segan memisahkan Mas dengan anak kita!" ucap Intan dengan sendu.


"Kamu boleh melakukan apa aja. Aku akan buktikan jika aku tidak akan menyakitimu lagi," ucap Zico dengan lirih.


Ia kembali melancarkan aksinya hingga suara desah*an Intan memenuhi ruangan kamar. Mereka melepaskan hasrat yang menggemu selama 3 bulan tidak di tuntaskan karena Zico sakit dan Intan masih kecewa dengan sang suami. Akhirnya permasalahan mereka usai dan Zico akan membuktikan jika Intan adalah wanita yang terakhir yang akan menemani sisa hidupnya.


*****


Bucinkan jadinya Zico wkwk


Akhirnya mereka bahagia juga.


Detik-detik end ya untuk episode rama bakal ada juga kok.


Detik-detik ketemu Dimas dan Arieska.


Siapa yang menunggu cerita mereka?


Jangan lupa like, vote, dan komennya.