
...Happy reading...
****
Laura memandang restoran mewah tempat ia melamar kerja dengan mematung, karena restoran ini mengingatkan dirinya dengan kedua orang tuanya. Setahun lalu Laura pernah datang ke sini bersama dengan kedua orang tuanya untuk sekedar makan bersama. Dan akhirnya sekarang Laura yang akan melamar kerja di restoran ini. Laura menghela nafasnya dengan perlahan, kakinya terasa berat untuk melangkah masuk ke dalam restoran tersebut.
"Maaf Mbak. Apa benar restoran ini membuka lowongan pekerjaan sebagai chef?" tanya Laura pada resepsionis yang berada di dalam restoran.
"Benar Mbak. Jika Mbak ingin melamar bekerja di sini, anda bisa langsung bertemu pak Rama. Beliau sudah ada di ruangannya," ucap resepsionis tersebut dengan ramah.
"Boleh saya tahu ruangan pak Rama ada di mana Mbak?" tanya Laura dengan sopan.
"Sebentar Mbak saya panggilkan salah satu karyawan untuk mengantarkan Mbak ke ruangan pak Rama," ucap resepsionis bernama Mika yang diangguki oleh Laura.
"Tika tolong antarkan Mbak ini ke ruangan pak Rama ya," ucap Mika.
"Baik Mbak," ucap Tika dengan sopan.
"Mari Mbak saya antarkan ke ruangan pak Rama," ucap Tika dengan tersenyum yang dibalas senyum oleh Laura. Laura mengikuti langkah Tika dengan perlahan, entah mengapa ia sangat merasa deg-degan sekali mungkin ini baru pertama kalinya ia melamar kerja di tempat yang semewah ini.
Pintu ruangan Rama sudah diketuk oleh Tika, suara tegas dari Rama yang menyuruh masuk membuat Tika membukakan pintu untuk Laura yang membuat wanita itu tersenyum canggung dan semakin merasa takut untuk melangkah masuk ke dalam.
"Silahkan masuk Mbak!" ucap Tika membuat Laura mengangguk. Dan kini tinggallah Laura dan Rama berdua di dalam ruangan tersebut.
"Permisi Pak. Saya ingin melamar bekerja di sini," ucap Laura dengan sopan memberikan surat lamaran pekerjaan pada Rama.
"Anda masih sangat muda. Apa anda yakin ingin melamar menjadi chef di sini?" tanya Rama dengan tegas.
"Sangat yakin Pak!" jawab Laura dengan mantap.
Rama mengangguk ia melihat CV dari Laura. "Saya tidak bisa menentukan kamu layak atau tidak bekerja di sini. Pemilik restoran ini ada di ruangannya, dia yang akan menyeleksi setiap calon pekerja di restoran ini. Anda bisa menunggu sebentar di ruangan ini, saya akan memberikan berkas anda pada beliau," ucap Rama dengan tegas. Rama sudah hampir putus asa karena setiap orang yang melamar kerja di restoran Leon tidak ada yang sesuai dengan lelaki itu, membuat Rama pusing dengan apa yang Leon lakukan.
Rama meninggalkan Laura seorang diri di ruangannya, ia ingin memberikan berkas tentang Laura kepada Leon yang pagi tadi sudah ada di restoran. Tetapi Rama pesimis kalau Laura akan diterima oleh Leon karena Laura tidak ada pengalaman kerja di restoran serta Laura masih sangat muda sekali.
Tok...
Tok...
"Masuk!" ucap Leon dengan tegas.
Rama masuk dengan sopan ke ruangan Leon. " Maaf Pak, saya ingin memberikan CV calon chef baru yang ingin melamar kerja. Di meja Bapak juga sudah ada 20 CV pelamar kerja di restoran ini," ucap Rama dengan sopan.
"Sudah saya periksa dan semua tidak sesuai dengan kriteria saya Rama," ucap Leon dengan memijit pelipisnya karena pusing dengan semua pekerjaannya untung saja Ryan bisa diandalkan di perusahaannya. Dan dirinya bisa mengatasi restoran yang kekurangan karyawan.
Leon mengambil berkas yang berisikan CV Laura. Matanya dengan teliti melihat semuanya hingga Leon mematung dan tak lama ia menyeringai puas.
"Sejauh apapun kamu menghindar dari saya. Ternyata takdir selalu menyatukan kita, saya tidak perlu melakukan sesuatu agar kamu mendekat dan pada akhirnya kamu mendekat dengan sendirinya, bersiap-siaplah Laura kali ini kamu dalam pengawasan saya," ucap Leon dengan menyeringai di dalam hatinya.
"Saya suka dengan CV Laura, beritahukan jika dia bisa bekerja di restoran ini sebagai Chef penggatin Chef Kiki. Dan tawarkan perjanjian yang menarik kepadanya," ucap Leon kepada Rama membuat Lelaki itu terperangah karena Leon dengan sangat mudah menerima Laura.
"Anda yakin Pak? Nona Laura hanya lulusan SMA dan dia juga tidak ada pengalaman bekerja di restoran sama sekali. Anda yakin dengan skill memasaknya?" ucap Rama dengan sorot mata bingung.
"Jika saya menerima berarti nona Laura memiliki kemampuan yang saya inginkan. Kamu hanya tinggal memberikan perjanjian kontrak dengan restoran kita. Naikkan juga gaji semua karyawan, termasuk karyawan baru seperti nona Laura," ucap Leon dengan tegas. Hati Leon sangat senang hari ini, semua beban berat yang menimpanya seakan menghilang entah kemana. Laura kembali sangat dekat dengannya tetapi Leon tidak menampakkan diri kepada Laura, ia akan mengawasi Laura dari ruangannya saja karena ia ingin mengikuti permainan Laura. Bersikap dingin kepada Laura sepertinya sangat membuat Laura tersiksa, tersiksa karena merasa rindu dengannya.
***
Maaf bolong update dua hari karena ada kegiatan di rumah.
Semoga suka dengan part ini ya.
Jangan lupa like, vote, komentar dan favoritkan cerita ini.