
...Happy reading...
****
Rama melihat dengan dingin bagaimana Ika turun dari mobil lelaki yang selama 4 bulan ini selalu bersama dengan kekasihnya. Tetapi sikap cuek dan egonya membuat Rama diam saja walau rasa cemburu di hatinya ia rasakan saat Ika bisa tertawa lepas dengan lelaki lain sedangkan bersama dengan dirinya Ika terlihat biasa saja.
Rama langsung ke ruangannya saat Ika mulai mendekat ke arahnya, ia tidak ingin Ika tahu jika dirinya melihat Ika sejak tadi.
"Pagi," ucap Ika dengan datar saat memasuki ruangan kerjanya yang satu ruangan dengan Rama. Sejak tadi Ika sudah mengetahui jika Rama memperhatikannya sejak tadi, ia bersikap biasa saja saat Rama melihatnya, Ika ingin tahu bagaimana reaksi Rama dan melihat reaksi Rama yang biasa saja, wajahnya datar seperti biasa membuat Ika kesal. Otaknya terus berpikir apakah Rama mencintainya atau hanya menginginkan tubuhnya? Ika sudah muak dengan hubungan yang sama sekali tidak berkembang dan hanya jalan di rempat saja? Apakah ini yang disebut hubungan toxic?
"Hmmm." Rama hanya berdehem dengan singkat membuat Ika muak. Ika lebih memilih diam untuk meredakan kekesalannya.
Rama mencuri pandang ke arah Ika yang terlihat lebih pendiam seperti biasanya. Bibirnya gatal untuk menanyakan hubungan Ika dengan lelaki yang selalu bersama dengan kekasihnya. "Lelaki itu siapa?" tanya Rama pada akhirnya tapi wajahnya tidak menunjukkan ekspresi apapun hanya datar dan seperti tidak ada rasa cemburu sedikitpun yang terlihat di wajahnya, walau hatinya merasakan panas yang luar biasa.
"Kenapa? Tumben tanya seperti itu? Biasanya biasa saja," ucap Ika dengan santai.
"Saya lihat 4 bulan ini dia selalu bersama denganmu," ucap Rama dengan jujur terkesan kaku yang membuat Ika mengepalkan tangannya erat. Ika sudah tidak kuat untuk melanjutkan hubungan mereka. Karena di sini hanya Ika yang berjuang, hanya Ika yang menginginkan hubungannya dengan Rama ke jenjang yang serius, hanya dirinya yang sangat berharap dengan Rama sedangkan Rama tidak peduli akan hal itu. Mereka akan menjadi hangat saat keduanya sudah berada di atas ranjang dan saling memuaskan tetapi Rama tidak tahu jika selama ini kepuasan itu tidak membuat hati Ika bahagia. Ia semakin merasa hancur karena tidak ada kepastian di dalam hubungan mereka.
"Kalau aku jawab dia adalah teman dekat aku bagaimana?' tanya Ika dengan tenang membuat hati Rama tersentak dan tangannya mengepal dengan erat.
"Teman dekat? Jadi selama ini kita apa?" tanya Rama memberanikan diri. Ia menatap tajam ke arah Ika yang terlihat menatap datar ke arahnya, matanya sudah berkaca-kaca karena Rama sama sekali tidak peka dengan perasaannya jika ia hanya ingin membuat Rama cemburu dengan kedekatan dirinya dan Zico.
"Menurut Mas kita apa? Patner di atas ranjang atau kekasih? Tapi menurut aku kita hanya patner di atas ranjang karena setiap aku ingin Mas serius, Mas tidak bisa menjawab dan hanya diam," ucap Ika dengan tajam, dadanya sudah naik turun karena emosi yang siap meledak kapan saja. "Aku sudah muak dengan hubungan kita, Mas! Mas hanya ingin tubuhku saja tanpa berniat ingin menikah denganku! Aku muak! Hubungan kita sudah tidak sehat dari awal dan seharusnya aku sadar jika hanya dimanfaatkan. Aku sudah menyerahkan sesuatu yang berharga kepada orang yang sama sekali tidak serius denganku," ucap Ika dengan nada bicara yang sudah naik satu oktaf. Air matanya sama sekali tidak turun karena ia ingin tidak terlihat lemah di depan Rama.
Rama mendekat ke arahnya tetapi Ika langsung mundur satu langkah. "Ika, kamu tahukan saya hanya ingin merasa pantas bersanding denganmu maka dari itu saya ingin kamu bersabar sebentar lagi," ucap Rama dengan frustasi.
"Bersabar? Sudah berapa lama aku bersabar?Mas pikir aku tidak tahu, jika Mas Rama sudah memiliki rumah mewah, mobil, tanah, apartemen! Itu semua belum cukup untuk Mas merasa pantas denganku? Aku sama sekali tidak mempermasalahkan itu semua! Karena materi bisa dicari bersama-sama. Atau Mas Rama hanya takut aku mengetahui jika Mas sudah mempunyai tunangan sebelum kita berhubungan?" ucap Ika tertawa sumbang.
Rama sangat terkejut dengan ucapan Ika yang terakhir, bibirnya terasa tercekat saat Ika mengucapkannya dengan kata yang begitu tajam dan menusuk hatinya. Dari mana Ika mengetahui semuanya? Sedang semua itu sudah ia tutup dengan rapat! "I-ka, ka...mu..."
"Kenapa? Mas kaget aku mengetahui semuanya? Selamat ya Mas atas pencapaian yang Mas lakukan! Aku pikir semua kerja keras Mas hanya untuk membahagiakan aku ternyata hanya untuk gadis itu. Aku hanya menjadi selingan ketika kamu bosan saja. Hahaha... Ika memang gadis yang sangat bodoh, hanya diam saat mengetahui semuanya...." ucap Ika dengan dada naik turun.
Grep..
"Maaf. Aku bisa menjelaskan semuanya, Sayang. Aku cinta sama kamu!" bisik Rama menenangkan hati Ika.
Ika mendorong tubuh Rama dengan kuat hingga pelukan Rama terlepas begitu saja. "Bohong! Aku ingin kita put..."
Cup...
"Jangan pernah katakan itu!" ucap Rama dengan tegas. Ia mencoba mencium bibir Ika kembali. Namun, dering ponselnya menghalagi dirinya.
Ika menatap Rama dengan sinis. "My Kirana," ucap Ika dengan membaca nama siapa yang menelepon Rama.
Rama langsung mematikan telepon tersebut dan membuang ponselnya dengan asal. "A-aku sudah tidak mencintainya lagi. Please percaya sama aku, Sayang!" ucap Rama mencoba membuat Ika tidak lagi menatap dirinya dengan muak karena itu sangat menyakiti hatinya.
"Aku pergi, Mas! Semua pekerjaan di atas meja aku, tolong Mas koreksi," ucap Ika dengan datar dan langsung pergi meninggalkan Rama yang berusaha mengejarnya.
"Ika... Kita bicarakan ini dengan baik-baik, Sayang!" teriak Rama tetapi Ika sudah tidak mempedulikan semuanya. Bagaimana mungkin ia menjadi orang ketiga antara Rama dengan tunangannya? Dan bagaimana mungkin ia bisa menyerahkan tubuhnya begitu saja?
Semuanya sudah berakhir! Itulah yang saat ini Ika pikirkan dan ia ingin pergi jauh dari kehidupan Rama. Memulai semuanya dari awal tanpa Rama karena dirinya bukan wanita yang lemah walau harus membesarkan anaknya seorang diri nantinya tanpa sosok suami yang mendampinginya.
***
Sedih jadi IkaðŸ˜ðŸ˜
Menguras air di bak part ini ðŸ˜ðŸ˜ðŸ˜
Awas kalau sepi mogok updateðŸ˜ðŸ˜ðŸ˜
Ramein gak nih?
Ramein dengan like, vote, komentar, dan favoritkan cerita ini serta share cerita ini biar banyak yang baca ya!