
...Part sebelumnya ramai. Part terakhir di hari ini juga harus ramai dong karena sudah tiga kali update dalam satu hari seperti meminum obat. Jangan lupa like, vote, dan komentar yang banyak ya! Kembali bertemu hari jumat ya guys. Dan jangan lupa baca cerita aku "Cinta Sempurna Sang Gadis Gendut" yang akan di update setiap hari....
... ...
...Happy reading...
****
"Aku menerima lamaran Abang. Bantu aku buat mencintai Abang Ihsan seutuhnya dan melupakan bang Dio! Aku tidak ingin menjadi wanita yang bodoh lagi hanya karena mengejar cinta seseorang yang sama sekali tidak mencintaiku," ucap Cut dengan tegas.
Ihsan mematung mendengar ucapan Cut kepadanya. Ada ribuan kupu-kupu yang menari di perutnya sekarang.
"Kamu serius?" tanya Ihsan dengan menahan rasa bahagianya.
"Aku serius, Bang! Lebih baik dicintai dari pada mencintai bukan? Dan aku yakin cinta dari Abang bisa membuatku mencintai Abang juga bahkan mungkin rasa cintaku untuk Abang lebih besar dari pada rasa cintaku untuk Bang Dio suatu saat nanti!" ucap Cut dengan tegas.
"Dek, Abang gak memaksa kamu untuk mencintai Abang. Jika kamu memang mencintai Dio, Abang ikhlas untuk melepaskan kamu. Hari ini juga hari terakhir Abang menunggu keputusan kamu, tetapi jika keputusan kamu menerima Abang karena merasa kecewa dengan Dio sebaiknya jangan, karena Abang mau kamu menerima Abang dengan tulus bukan karena sebuah paksaan," jelas Ihsan dengan lembut, suara hujan tidak membuat keduanya merasa kedinginan sekarang karena hati Cut maupun Ihsan sudah menghangat karena percakapan keduanya.
"Aku memang merasa kecewa dengan bang Dio tetapi keputusan Cut menerima Abang bukan karena kecewa dengan bang Dio, keputusan Cut ini sudah keputusan matang yang Cut berikan, karena Cut yakin akan bahagia bersama Abang," ucap Cut dengan tegas.
"Alhamdulillah kalau gitu. Jika keputusan kamu sudah sangat matang maka Abang segera ingin menikahi kamu. Kita pulang ke Medan sama-sama ya?!" ujar Ihsan mekbuat Cut tersenyum.
Ihsan tertawa dengan gembira. Bahagia sekali rasanya bisa memiliki Cut sebentar lagi. "Kita pulang ya, kamu sudah basah kuyup seperti ini. Abang takut kamu sakit, Dek!" ucap Ihsan dengan lembut.
"Iya, Bang. Terima kasih sudah mau mencintaiku dengan tulus," ucap Cut dengan mata berkaca-kaca.
"Terima kasih juga mau menerima Abang menjadi calon suami gadis cantik seperti kamu," jawab Ihsan tak kalah tulusnya bahkan ia juga sampai menangis karena haru. Tak menyangka jika Cut akan menerimanya sungguh Ihsan tak percaya dan dapat Ihsan pastikan nanti jika Dio akan menyesal karena telah menyia-nyiakan gasis cantik yang tulus mencintainya dan Ihsan akan membuat Cut mencintainya dengan dalam, Ihsan juga tidak akan melepaskan Cut selamanya hingga takdir Tuhan lah yang memisahkan mereka.
****
Cut membungkus dirinya dengan selimut setelah bergantian pakaian, ia juga mandi agar dirinya tidak demam. Tetapi rasanya Cut mulai merasakan panas pada tubuhnya, matanya juga memanas. Selalu saja jika terkena hujan pasti dirinya akan demam seperti yang ia rasakan sekarang.
Drttt...drttt...
'Istirahat ya! Jangan melakukan aktivitas apapun lagi, Dek. Abang yakin sekarang kamu kedinginan, segera minum obat penurun panas! Abang gak mau kamu demam! Selamat tidur calon istri cantik dosen tampan!'
Cut tersenyum membaca pesan dari Ihsan. Inilah keputusan yang tepat setelah ia melakukam sholat Istikharah beberapa hari ke belakang. Ihsan adalah calon suami yang sangat baik untuknya seperti Sultan. Cut yakin akan dengan mudah melupakan Dio jika perhatian Ihsan selalu ia terima dengan baik bahkan hatinya merasa meleleh dengan sikap Ihsan kepadanya.
Cut tidak membalas pesan Ihsan. Ia memeluk ponselnya dengan meletakkan di dada dengan tersenyum Cut membayangkan senyuman manis berlesung pipi milik Ihsan. "Terima kasih, Bang telah mencintaiku dengan sangat tulus. Aku akan membalas cinta Abang dengan cinta yang kumiliki. Bantu aku untuk mencintai Abang dengan sepenuhnya tanpa bayang-bayang bang Dio di kehidupan kita nanti," gumam Cut dengan lirih.
Perlahan matanya terpejam karena merasa lelah, mungkin karena sakit pada kepalanya membuat Cut cepat sekali tertidur malam ini. Ia berharap besok pagi dirinya tidak akan kembali demam.