
...Happy reading...
****
Saat ini Saera sengaja mendekati Leon yang sedang berada di ruangan kerja di rumahnya. Ruangan yang sengaja dibuat agar Leon fokus dalam bekerja. Leon sama persis dengan sang ayah yang gila kerja dan terkadang membuat Saera kesal karena jarang berkumpul dengan Leon.
"Diminum dulu. Jangan terlalu fokus sama pekerjaan," ucap Saera yang memberikan kopi kepada anaknya. Leon mengalihkan pandangannya untuk menatap sang bunda yang sudah ada di hadapannya.
"Bunda kok ke sini? Udah malam Bunda nanti dicariin ayah," ucap Leon menatap Saera dengan lembut.
"Bunda mau ketemu anak Bunda yang selalu sibuk bekerja. Ayah ada di kamar, Bunda sengaja ke ruang kerja kamu," ucap Saera duduk di samping Leon.
"Terima kasih kopinya, Bunda. Buatan Bunda memang tidak ada duanya. Ada apa Bunda mau ketemu Leon setiap hari kan kita sudah bertemu," ucap Leon dengan tersenyum.
"Anak Bunda sudah dewasa. Kapan kamu akan mengenalkam calon kamu kepada Bunda, Nak? Bunda ingin punya cucu dari kamu," ucap Saera mengutarakan isi hatinya.
Leon menghela nafasnya dengan perlahan. "Nanti Bunda," jawab Leon dengan singkat.
"Nanti kapan? Kamu tidak ingin menikah? Ryan saja sangat ingin menikah dengan Ica tetapi dia gak berani nikahin Ica sebelum kamu menikah. Kamu sudah dewasa Leon, jangan terlalu fokus bekerja carilah istri untuk mendampingi kamu. Ayah dan Bunda tidak selamanya sehat, Nak. Apalagi ayah sudah sangat tua, dia juga ingin melihat anak dari Bunda menikah," ucap Saera menasihati Leon.
"Bunda, menikah itu gak gampang loh. Leon lagi cari wanita yang memang menerima segala sifat Leon yang seperti ini. Bunda tenang aja kalau Leon sudah menemukan yang cocok akan Leon bawa ke rumah. Doakan saja Bunda," ucap Leon memegang tangan Saera dengan tersenyum.
"Tapi kata Ryan kamu lagi suka sama seseorang sampai cari informasi cewek yang kamu suka," ucap Saera membuat Leon mengumpat Ryan di dalam hati karena tidak bisa menjaga rahasia dengan orang tuanya.
Leon menggaruk kepalanya yang tidak gatal. Ditatap penuh harap oleh Saera membuat Leon tidak tega dengan sang bunda. "Nanti Leon kenalkan, Bun. Sekarang Bunda masuk kamar dan tidur ini sudah malam," ucap Leon akhirnya membuat senyum Saera mengembang begitu sempurna.
"Bunda tunggu, Nak! Nanti Bunda akan masak yang enak buat calon kamu," ucap Saera membuat Leon tersenyum kecut.
"Iya Bunda," ucap Leon dengan memaksakan senyum karena saat ini yang ada di pikirannya adalah bagaimana caranya membawa Laura untuk bertemu dengan kedua orang tuanya terlebih dahulu.
"Bunda ke kamar dulu. Kamu cepat istirahat ya jangan kerja terus," ucap Saera yang diangguki oleh Leon.
Setelah kepergian sang bunda, Leon memijit pelipisnya dengan perlahan. Selama ini tidak ada wanita yang bisa membuatnya tertarik, dan hanya satu wanita yang membuat keadaan hatinya berbalik yaitu Laura. Wajah gadis itu selalu menari-nari di pikirannya membuat Leon memilih menyibukkan diri untuk bekerja. Entahlah Leon tidak tahu apa yang dirasakan dengan hatinya saat ini? Apa sebuah ketertatikan disebut cinta? Jika iya itu cinta maka Laura lah cinta pertama Leon.
"Laura apa yang kamu lakukan terhadap saya?" ucap Leon yang merasa kesal dengan dirinya sendiri karena Leon sangat ingin bertemu dengan Laura setiap harinya.
****
Pagi ini, Laura kembali menitipkan Dirga bersama dengan Intan karena Laura harus kembali bekerja. Karena pekerjaan mencuci pakaian tidak mencukupi kebutuhan hidupnya Laura bekerja ke sana ke mari demi menghidupi jagoan kecilnya. Saat ini Laura sedang berjalan menuju warung makan sederhana ibu Endah kembali, ibu Endah sangat suka dengan masakan Laura karena itu ibu Endah menyuruh Laura yang memasak tetapi tidak mengubah cita rasa masakannya.
Tin...
Laura sedikit terkejut karena ada suara klakson mobil yang sangat dekat dengannya, sepertinya Laura mengenal mobil tersebut dan benar saja ketika kaca dibuka wajah Leon lah yang terpampang di sana.
"Masuk!" ucap Leon dengan nada penuh perintah membuat Ryan yang berada di sampingnya hanya bisa mendengus. Bagaimana tidak, Leon menyuruhnya untuk cepat-cepat ke kantor hanya karena ingin Leon bertemu dengan Laura.
Laura hanya bisa mengeryit bingung. Dan merasa jika dirinya bukanlah orang yang di maksud oleh Leon tetapi melihat sekelilingnya saat ini hanya ada dirinya di depan mobil Leon.
"Kamu tidak mendengarnya? Saya bilang masuk!" ucap Leon dengan dingin.
"Saya mau berangkat kerja Pak. Permisi!" ucap Laura tanpa mengindahkan ucapan Leon membuat Leon menggertakkan giginya kesal. Leon membuka pintu mobilnya dengan cepat dan menyeret Laura masuk ke mobilnya. Laura yang tidak sempat menolak hanya berdecak kesal ke arah Leon yang sangat pemaksa.
"Jalan Ryan!" ucap Leon yamg sudah duduk berdampingan dengan Laura di belakang.
"Bapak mau bawa saya kemana? Jangan asal memaksa saya! Saya mau bekerja," ucap Laura dengan kesal.
"Saya mau mengantarkan kamu bekerja," ucap Leon dengan santai.
"Saya tidak mau! Saya ingin turun!" ucap Laura dengan dingin.
"Saya tidak peduli!"
"Saya..."
"Stop! Kenapa kalian seperti kucing dan tikus sih? Duduk diam, saya akan mengantarkan bos dan calon ibu bos bekerja," ucap Ryan yang kesal dengan keributan dua orang yang berada di belakangnya tersebut.
"Gue seperti tukang gojek online," gumam Ryan mendengus kesal.
Laura membuang nafasnya dengan kesal. Gara-gara dirinya menumpahkan tes dingin ke jas milik pria di sampingnya, hampir setiap hari Laura bertemu dengan Leon membuat Laura kesal karena sifat Leon yamg sangat pemaksa dan dengan tampang datarnya seperti kanebo kering. Laura memijit pelipisnya memikirkan cara menghindar dari Leon.
Leon hanya menyeringai menatap ke arah Laura. Leon menganggap Laura adalah miliknya, entah apa yang mendasari hatinya untuk memiliki keyakinan seperti itu. Entahlah Leon tidak suka jika ada yang mendekati Laura selain dirinya, dan tidak melihat cincin nikah di jari Laura membuat Leon yakin jika Laura hanya membohonginya. Dan Leon akan segera menjadikan Laura miliknya.
****
Gimana dengan part ini?
Semoga suka ya!
Ayo like, vote dan komentar yang banyak ya!
Udah mulai sibuk kerja tapi aku usahain update rutin. Dukungan kalian adalah semangat untuk Author!