Married With Single Parent

Married With Single Parent
S3~MWSP~60 (Pernyataan Cinta Zico)



...Happy reading...


****


Rama Dwi Putra (29th) adalah lelaki desa yang datang ke kota sejak beberapa tahun kebelakangan ini. Berharap kedatangannya ke kota dapat bekerja dengan layak dan bisa melamar kekasihnya serta menikahinya dengan segera. Tetapi kedatangannya ke kota belum dapat pekerjaan apapun hingga Rama menjadi pemulung dan tinggal di kolong jembatan agar duit yang ia punya bisa ia simpan walau nilainya tak seberapa hingga ia dipertemukan oleh Leon yang mau membantunya dan mempekerjakan di cafe miliknya, Rama yang awalnya sebagai pelayan biasa kini di angkat sebagai manager dan orang kepercayaan Leon karena Rama sangat pekerja keras seperti dirinya. Rama mulai tertarik dengan Ika saat Ika sering bersama dengan Leon. Ika yang manja kepada Leon dan sering tertawa membuat Rama jatuh hati terlebih kekasih Rama yang bernama Kirana tidak pernah seperti itu hingga Rama memberanikan diri mendekati Ika, entah apa yang ada di pikirannya, saat itu Rama hanya ingin Ika menjadi miliknya hingga Rama benar-benar mendapatkan Ika bahkan hati, cinta dan tubuh Ika sudah Rama miliki cinta yang dulu sangat besar untuk Kirana setiap detiknya semakin terkikis walau Kirana sudah menjadi tunangannya hatinya tetap memilih Ika.


Rama mengusap wajahnya dengan kasar saat mengingat bagaimana dirinya bisa bertemu dengan Ika. Telepon dari Kirana sejak tadi ia abaikan, Rama menunggu kedatangan Ika kembali namun sejak pagi hingga makan siang sudah tiba Ika tak kunjung kembali, biasanya Ika akan menemaninya bekerja, bahkan gadis itu akan membantunya. Setelah selesai dengan pekerjaan mereka pasti akan bercinta dan saling memuaskan satu sama lain. Rama merasa kehilangan Ika, ia bimbang untuk menelepon Ika duluan. Memang sejak mereka berpacaran Ika duluan lah yang memulai obrolan, pesan atau telepon tetap Ika yang melakukannya untuk pertama kalinya. Rama hanya menunggu karena ia tahu pasti Ika yang akan melakukannya duluan walau dirinya sangat merindukan Ika tetap saja Rama tidak akan melakukannya.


Rama menimang-nimang, hatinya mengatakan jika dirinya harus menelepon Ika. Dan dengan gerakan cepat Rama menekan kontak Ika yang ia beri nama 'My Love'. Oh bukan dirinya yang memberi nama tapi Ika lah yang melakukannya dan Rama suka panggilan itu.


Panggilan pertama langsung dimatikan oleh Ika membuat Rama mendesah frustasi. Ika tak pernah semarah ini kepadanya. "Arghhh. Kamu bodoh Rama!" teriak Rama menjambak rambutnya dengan keras. Bayangan Ika bertemu dengan Zico membuat hati Rama semakin memanas.


Rama hendak pergi dari ruangannya. Percuma saja ia bekerja pikirannya hanya tertuju pada Ika. Tetapi dering teleponnya membuat Rama langsung mengangkatnya karena berpikir itu adalah Ika. "Halo, Sayang. Maafkan saya..."


"Halo, Akang. Loh kenapa Akang minta maaf sama Kirana? Karena masalah Akang mematikan telepon Kirana ya? Kirana gak marah kok Akang! Kirana tahu Akang kerja di sana demi masa depan kita. Kirana cuma mau tanya kapan Akang pulang?" ucap Kirana dengan lembut di telepon.


Wajah yang tadinya ceria kini terlihat tampak lesu kembali saat tahu yang meneleponnya bukanlah Ika melainkan Kirana. "Ahh.. Iya, Ana. Akang belum bisa pulang. Sudah dulu ya. Akang kerja lagi," ucap Rama dengan datar.


"Tunggu... Kirana mau bilang kalau Kirana mau ke kota bertemu Akang. Boleh, kan?" tanya Kirana dengan hati-hati pasalnya Rama tidak memperbolehkan dirinya ke kota.


"Terserah, Ana!" ucap Rama dengan datar dan langsung mematikan sambungan teleponnya.


"Kamu di mana Ika? Mas minta maaf," ucap Rama merasa bersalah dalam situasi yang seperti ini Rama tidak bisa berpikir jernih. menelepon Ika pun percuma karena wanita itu akan tetap mematikan teleponnya.


****


Ika berjalan menyusuri pantai dengan pandangan kosong, ia mengelus perutmya yang masih datar. Usia kandungannya baru 2 minggu dan Ika takut keluarga besarnya akan marah dan kecewa kepada dirinya. Hamil di luar nikah adalah suatu aib yang sangat nesar dan itu adalah kesalahannya yang dengan sangat mudah menyerahkan mahkota berharganya untuk orang yang tidak pernah mencintainya. Rasanya beban berat sangat menumpuk di pundaknya hingga dirinya merasakan sulit bernapas. Mereka sering berhubungan dan waktu sebulan kemarin Ika lupa minum pil pencegah kehamilan dan akibatnya sekarang ada janin yang tumbuh di rahimnya. Anaknya bersama dengan Rama. Meminta pertanggungjawaban rasanya juga mustahil karena menurut info yang ia dapat Rama dan Kirana sebentar lagi akan menikah.


Sakit?


Jangan tanya lagi! Hatinya begitu sangat sakit walau dirinya tetap diam. Ingin sekali Ika berteriak di depan wajah Rama jika ia sedang mengandung dan membutuhkan pertanggungjawaban pria itu tetapi ia tidak mungkin menyakiti tunangan Rama. Dirinya wanita dan Ika masih punya perasaan untuk menyakiti sesama kaum wanita.


"Ika!" panggil Zico dengan keras saat sedari tadi Ika tidak merespon panggilannya. Zico sejak tadi di pantai setelah mengantarkan Ika ke restoran dan ia menemukan Ika seorang diri berjalan menyusuri pantai tanpa alas kaki.


"Ahh.. Lo kenapa bisa di sini? Mengikuti gue lo ya?" tuding Ika dengan menyipitkan matanya. Lihatlah bagaimana pandainya seorang Ika Tiara Brawijaya menyembunyikan perasaannya dengan tersenyum?


"Enak saja! Gue dari tadi di sini ya. Lo yang mengikuti gue!" ucap Zico dengan sinis.


"Pengangguran lo? Sudah dipecat di Farezki Grup? Atau dikeluarin dari kartu keluarga?" tanya Ika dengan sinis.


"Sialan! Walaupun gue bajingan, orang tua gue gak akan tega ngelantarin gue!" ucap Zico dengan tajam. "Ngapain lo di sini? Bukannya lo kerja? Dipecat lo sama Leon kalau bolos gini!" tanya Zico dengan mengejek ke arah Ika membuat wanita itu mendengkus.


"Gue capek. Duduk dulu," ucap Ika dengan datar dan langsung duduk di atas pasir pantai. Zico mengikuti Ika dan duduk di sebelah wanita itu dengan tenang.


"Lo ke sini pasti gara-gara patah hati sama kak Laura gara-gara dia nikah sama kakak gue, kan?" tanya Ika dengan tajam.


"Gue gak munafik kalau hati gue sakit melihat mantan nikah lagi sama musuh gue sendiri. Tapi gue sadar kehilangan Laura adalah akibat perbuatan gue sendiri. Dan ada cewek yang membuat gue sadar akan hal itu walau cewek itu bar-bar dan tomboy berbeda dengan Laura yang lemah lembut, tetapi gue tartarik sama cewek temboy yang udah buat gue sadar," ucap Zico dengan pandangan menerawang. Senyumaan Zico terlihat tipis namun menyedihkan.


"Baguslah kalau lo sadar. Emang kak Laura cocok sama mas Leon. No debat!" ucap Ika dengan santai.


"Lo gak mau tanya sama gue, cewek yang sudah membuat gue sadar akan semuanya?"


"Lo!" jawab Zico dengan tegas.


"Apa? Kenapa gue?" tanya Ika tak percaya dan menunjuk dirinya sendiri.


"Ya lo. Cewek pertama yang membuat gue sadar semua yang gue lakukan adalah suatu kesalahan. Dan berkat lo, selama 4 bulan ini, gue gak pernah mamainkan wanita lagi," ucap Zico dengan serius. "Ika, gue mau mengatakan sesuatu dan lo gak boleh menyela sebelum gue selesai berbicara," ucap Zico dengan tegas membuat Ika mengeryitkan dahinya.


"Selama 4 bulan gue merenung. Semua kata-kata lo, gue resapi dengan baik-baik dan gue mulai tertarik dengan lo, rasa cinta gue ke Laura hilang begitu saja saat gue melihat wajah lo yang selalu cerita. Ika, gue cinta sama lo! Gue serius sama lo! Lo mau kan nikah sama gue?" ucap Zico dengan serius. Matanya penuh dengan keseriusan dan ketegasan saat Ika menatapnya.


Ika menghela napasnya dengan perlahan. "Maaf gue gak bisa menerima lo. Carilah cewek yang pantas buat lo tapi bukan gue!" ucap Ika dengan dingin.


"Gue maunya lo, Ika! Kalau lo takut Leon tidak merestui hubungan kita, gue akan berjuang kalau perlu gue akan bersujud di kaki Leon," ucap Zico dengan tegas.


"Bukan masalah itu! Gue gak cinta sama lo dan gue gak bisa menerima lo!" ucap Ika dengan tegas.


"Tapi kenapa? Kedekatan kita selama 4 bulan ini kurang?" tanya Zico dengan tajam.


"Gue dekat sama lo cuma mau buat pacar gue cemburu dan satu hal yang harus lo tahu gue sedang hamil anak Rama," ucap Ika dengan tajam.


"Lo jangan bercanda, Ka!" teriak Zico dengan tajam, hatinya sangat sakit mendengar kejujuran Ika kepadanya.


"Gue gak bercanda! Semua itu gue lakuin agar Rama cemburu. Tapi apa yang gue dapat? Rama sama sekali gak cemburu! Dan gue menyesal menyerahkan sesuatu yang berharga untuk Rama yang tidak pernah mencintai gue!" teriak Ika dengan keras. Luruh sudah air matanya yang sejak tadi Ika tahan di depan Zico.


Grep..


Zico langsung memeluk Ika dengan erat. "Gue ngerti perasaan lo. Izinkan gue yang bertanggungjawab atas anak ini. Gue ingin menebus semua dosa-dosa gue ke Laura. Gue cinta sama lo, Ka! Please... Terima gue seperti Laura menerima Leon. Gue akan tanggungjawab! Gue akan sayang sama anak ini," ucap Zico dengan lirih.


"Maaf gue gak bisa! Gue gak mungkin menikah sama lo. Gue gak mau membuat kak Laura gak nyaman, tetapi bukan itu alasan utama. Alasan utama adalah gue gak mau lo yang bertanggungjawab atas anak ini," ucap Ika dengan tajam.


"Tapi, ka. Beri kesempatan buat gue membuktikan jika gue sudah berubah. Gue bukan Zico yang aroga, temperamental lagi," ucap Zico memohon. "Gue tulus menyayangi lo dan anak ini," ujar Zico dengan lirih.


"Berhenti memohon dan mengejar gue atau lo tidak akan pernah melihat gue lagi!" ucap Ika dengan tajam membuat Zico langsung terdiam menatap Ika penuh harap tetapi Ika tetap pada pendiriannya tidak ingin menikah dengan Zico.


****


Kirana mau ketemu Rama gimana nasib Ika ya?


Zico ditolak sama Ika nih!


Gimana dengan part ini?


Masih nyesek?


Author masih simpan stok bawang banyak banget kok😭😭😭


Ramein lagi gak nih?


Ramaein dengan like, vote, dan komentar sebanyak-banyaknya ya.


Jangan lupa favoritkan juga cerita ini dan follow akun authornya😭😭😭😆😆🤭🤗