Married With Single Parent

Married With Single Parent
S3~MWSP~99 (Aku Mencintaimu)



...Happy reading...


****


Zico mengerjapkan matanya, bau obat-obatan sangat tercium jelas di indra penciumannya. Ia merasa pusing pada kepalanya membuat lelaki itu mendesis lirih. Zico kembali menangis saat mengingat kondisi sang istri, ia ingin beranjak bangun dari tidurnya. Namun, mengapa kakinya terasa sakit saat digerakkan dan tangannya juga diinfus? Ada apa dengan dirinya? Jika begini bagaimana ia bisa melihat keadaan Intan yang berada di ruang ICU?


"Syukurlah kamu bangun juga, Nak!" ucap Anggun dengan lega. Zico melihat ke arah sang mama, matanya mengerjap saat wanita yang ia tangisi berada di ruangan ini dan...


"S-sayang? I-ini kamu? K-kamu baik-baik saja? K-kamu udah sadar?" Zico mencerca banyak pertanyaan pada wanita yang menatapnya dengan datar.


"Kamu aneh Zico! Akibat kecelakaan tiba-tiba kamu jadi amnesia! Padahal yang retak tulang kaki kamu," cibir Anne menatap sinis ke arah sang adik yang terlihat aneh. Baru sadar tiba-tiba langsung menangis dan mencerca pertanyaan pada adik iparnya.


"K-kecelakaan? B-bukannya Intan yang kecelakaan? D-dia...d-dia koma dan I-intan keguguran," ucap Zico dengan sendu.


Plak...


Farezki memukul kepala anaknya dengan pelan. Zico ini kenapa? Jelas-jelas dua hari yang lalu Zico yang kecelakaan karena menyelamatkan Intan. Saat itu Zico mengejar Intan yang berlari keluar kantor karena mendengar percakapan mereka, Intan sangat kecewa pada suaminya bahkan sampai sekarang ia enggan mendekat ke arah Zico walau sang suamilah yang menyelamatkan nyawanya saat itu.


"P-pa, a-aku..." Zico kembali menangis tanpa suara menatap Intan yang membuang mukanya enggan menatap dirinya. Zico baru ingat jika dirinyalah yang tertabrak mobil saat menyelamatkan istrinya dan setelah itu Zico tak ingat apa-apa lagi. Ternyata semua yang terjadi hanyalah sebuah mimpi yang sangat menyesakkan hatinya. Mimpi itu seperti nyata hingga sampai sekarang hatinya merasakan sakit yang luar biasa.


"S-sayang kemari!" ucap Zico dengan sendu.


Intan sangat enggan mendekat ke arah Zico, ia masih duduk dengan tenang bersama dengan Anne. "Temani suami kamu, Nak. Mama tahu kamu kecewa sama Zico. Tetapi semua itu harus kalian selesaikan secara baik-baik terlebih saat ini kamu sedang mengandung," ucap Anggun dengan lembut.


Intan dengan malas menganggukkan kepalanya dan berjalan mendekat ke arah Zico.


Grep...


Zico memeluk Intan dengan erat tanpa mempedulikan rasa sakit pada kakinya. Intan tidak membalas pelukan suaminya, ia hanya membiarkan Zico memeluknya. Zico kembali terisak dengan keras saat ia masih bisa memeluk wanita yang sangat ia cintai ini.


Zico menangkup kedua pipi Intan dengan tangannya. "Aku mencintaimu, Intan! Sangat-sangat mencintai kamu! Jangan pergi lagi! Maafkan semua kesalahan aku. M-mimpi itu benar-benar buat aku takut hiks...." ucap Zico dengan lirih.


Intan terenyuh dengan ucapan Zico tetapi ia enggan untuk berbicara, seakan anaknya juga mendukung semua keputusannya yang mendiami suaminya. "S-sayang jangan di saja! A-aku rela kamu maki, kamu pukul asal jangan diam seperti ini hiks... Aku benar-benar takut! Mimpi itu seakan sepertinya nyata, kamu koma dan keguguran. Aku benar-benar takut Intan!" rengek Zico dengan lirih.


Intan yang mendengarnya rengekan Zico akhirnya berbicara. "Seharusnya mimpi Mas Zico menjadi nyata, aku mati sekalian nyusul ibu dan bapak dari pada aku hidup suamiku sama sekali tidak mencintai aku, dia menikahi aku karena sebuah rasa kasihan!" ucap Intan dengan sarkas. "Kalau gak karena bujukan mama, aku gak mau menemui Mas Zico di sini!" ucap Intan dengan tajam.


"S-sayang jangan ngomong gitu lagi. Maaf semua ucapan aku yang buat kamu sakit hati seperti ini. A-aku sadar, aku sangat mencintai kamu! Aku gak mau kehilangan kamu!" ucap Zico dengan tulus bahkan air matanya terus mengalir saat bayang-bayang tubuh istrinya bersimbah darah dan banyaknya peralatan medis yang melekat pada tubuh mungil sang istri.


"Kenapa kamu selamatkan aku? Seharusnya sekarang tubuh aku seperti apa yang di mimpi kamu Mas! Bahkan mungkin aku sudah ma..."


Cup..


Cup...


Cup...


Akhirnya Intan membalas pelukan Zico membuat Farezki, Anggun, dan Anne merasa lega walau mereka tahu Intan masih sangat kecewa dengan Zico.


"Arghhh... Sakit!" teriak Zico saat dirinya terlalu menggerakkan kakinya. Wajah Intan terlihat cemas tetapi wanita itu hanya diam.


"Tidurlah. Aku mau pulang!" ucap Intam dengan datar.


"Gak! Kamu gak boleh ninggalin aku!" rengek Zico memegang tangan sang istri dengan erat membuat Intan menghela napasnya dengan kasar.


Dengan pelan Zico mengusap perut Intan dengan lembut. "A-apa dia beneran ada di sini?" tanya Zico dengan pelan.


"Kenapa? Mas mau gak mengakui anak ini seperti kakaknya dulu? Jika iya, biarkan aku per..."


"B-bukan! A-aku sangat menantikan kehadiran buah hati kita. Kamu jangan menuduhku terus menerus, Sayang. Aku tahu, aku salah tapi aku benar-benar mencintai kamu!" ucap Zico dengan cepat.


"Bohong! Di hati Mas Zico cuma ada kak Laura dan kak Ika! Tidak ada nama Intan di sana!"


"Intan!" rengek Zico seperti anak kecil membuat kedua orang tuanya serta kakaknya melirik ke arah Zico dengan malas. Ternyata dua hari tidak sadarkan diri membuat kepribadian Zico seperti anak kecil, merengek dan terus merengek kepada istrinya. Dan hal ini adalah sesuatu yang sangat langka terjadi pada pria mantan casanova ini.


"Kenapa sih, Mas? Anak kamu gak mau dekat-dekat sama papanya!" ucap Intan dengan sinis.


Zico mengerucutkan bibirnya. "Aku yang buat kenapa bisa anak aku gak mau dekat sama aku?"


"Bisalah! Dirga aja takut sama kamu!" ucap Intan dengan sinis.


Tatapan Zico menjadi sendu mengingat semuanya membuat Intan menjadi kasihan. Tetapi ia masih sangat kecewa dengan suaminya hingga kata-kata yang ia luncurkan dari bibirnya sama sekali tidak terkontrol.


"Cengeng!" ucap Intan dengan datar.


"Biarin aku cengeng yang penting kamu tidak pergi!" ucap Zico dengan lirih.


Saat ini hati Zico sedikit lega karena Intan baik-baik saja dan Intan tidak keguguran.


****


Kena jebakan!🙊🙊🙊


Tisu mana tisu?😂😂😂😂😂


Ramein lagi yak karena author udah baik hati untuk double up.


Like, vote, coment, dan favoritkan cerita ini!