Married With Single Parent

Married With Single Parent
S3~MWSP~15 (Leon Curiga)



...Happy reading...


****


Leon duduk santai di ruangan kerjanya yang terdapat di restoran miliknya. Restoran yang ia bangun 2 tahun lalu dengan kerja kerasnya sendiri kini sangat berkembang pesat, setiap harinya banyak pengunjung yang datang karena tertarik dengan suasana restoran yang Leon rancang dan menyukai rasa makanan di restoran Leon yang sangat khas sekali. Banyak juga yang datang hanya sekedar untuk melihat ketampanan seorang Leon. Namun, mereka sangat kecewa karena Leon jarang sekali datang ke restoran. Restoran miliknya ia percayakan dengan tangan kanannya yang sudah lama bekerja dengan dirinya. Pertemuan mereka saat Leon tak sengaja melihat pemuda masih gagah harus mengemis di jalanan, sehingga Leon mengajari pemuda tersebut hingga pemuda tersebut bisa seperti sekarang hidup berkecukupan dan tidak menjadi pengemis lagi.


Tok... Tok...


"Masuk!" ucap Leon dengan dingin saat ada yang mengetuk pintu ruang kerjanya. Rama, tangan kanan Leon masuk dengan menunduk sopan ke arah Leon.


"Maaf Pak, saya ke sini ingin memberikan laporan keuangan restoran," ucap Rama dengan sopan.


Leon mengangguk dan mengambil laporan yang dibawa oleh Rama. "Restoran masih ramai?" tanya Leon kepada Rama dengan nada tegasnya.


"Masih Pak. Bahkan sangat ramai sekali, tapi kita kekurangan satu chef. Chef Kiki berhenti bekerja karena dia akan menikah dalam minggu ini," ucap Rama menjelaskan.


"Buka lowongan pekerjaan untuk chef. Saya mau chef yang profesional dalam bekerja seperti chef Kiki, jika sudah dapat segera hubungi saya. Mungkin saya yang akan mungujinya langsung," ucap Leon dengan datar sembari memeriksa laporan yang Rama berikan dengan sangat teliti.


"Baik Pak. Segera saya laksanakan," ucap Rama dengan tersenyum. "Saya permisi Pak!" lanjut Rama dengan menundukkan kepalanya.


"Silahkan!" ucap Leon dengan datar.


Leon melepaskan kacamatanya dengan perlahan, ia memijat pangkal hidungnya dengan perlahan. Kenapa saat sendiri seperti ini yang teringat di otak dan hatinya adalah Laura, Laura dan Laura. Pengaruh wanita itu di hidup Leon sangatlah besar. Untuk menghilangkan pikirannya tentang Laura, Leon keluar dari ruang kerjanya. Ia mengamati pengunjung dan karyawannya dengan seksama, suara ramai sangat terdengar di telinga Leon membuat Leon menyunggingkan senyum puasnya. Tetapi matanya memicing dengan sangat tajam saat melihat orang yang ia kenal, Leon mendekat dengan tangan yang sudah terkepal sangat erat menahan emosi yang siap meledak tetapi Leon masih bisa mengontrol emosinya agar tidak membuat keributan di restorannya sendiri.


"Jadi begini kelakuan mantan suami yang ingin rujuk dengan mantan istrinya?!" ucap Leon dengan sarkas nada bicaranya penuh penekanan di setiap katanya membuat dua orang yang sedang duduk santai dan saling bercanda tersebut sangat terkejut dengan kehadiran Leon.


Rico kelagapan menatap Leon yang memandangnya dengan tajam. "Dia siapa, Mas Rico?" tanya perempuan yang duduk di samping Rico.


"Anda tidak mengenal saya Nona? Tetapi saya tidak akan memperkenalkan diri. Saya hanya ingin mengatakan jika lelaki yang duduk bersama anda akan segera rujuk dengan mantan istrinya," ucap Leon dengan tajam.


"Rujuk? Kamu kan belum pernah menikah Mas? Apa selama ini kamu membohongi aku?" tanya Dina, tunangan Rico dengan mata yang berkaca-kaca. Dina adalah perempuan yang lembut dan sangat cemburuan membuat Rico takut tunangannya akan salah paham. Kenapa juga dirinya harus bertemu Leon di sini?


"M-mas bisa Jelaskan, Sayang. Kamu jangan salah paham dulu," ucap Rico dengan lirih. "Leon duduklah saya akan menjelaskan semuanya dan jangan potong ucapan saya ketika saya menjelaskan," Ucap Rico dengan tegas membuat Leon curiga kepada Rico dan Laura. Apa kedua orang itu telah membohonginya?


"Cepat katakan! Saya sangat sibuk!" ucap Leon dengan tajam.


"Baiklah dengarkan saya baik-baik..." ucap Rico. "Kamu juga dengarkan Mas!" ucap Rico memegang tangan Dina dengan sangat erat karena takut tunangannya akan lari meninggalkannya. perjuangan Rico mendapatkan Dina cukup berat dan Rico tidak akan melepaskan Dina sampai kapan pun!


"Saya dan Laura bukan mantan suami istri. Laura meminta pertolongan saya karena dia tidak ingin anda mendekatinya, dia sudah sangat trauma dengan namanya pernikahan. Karena sejak menikah Laura selalu disiksa dengan suaminya. Laura adalah mantan adik ipar kakak saya, maksudnya mantan suami Laura adalah adik dari kakak ipar saya. Sehingga Laura dan kakak ipar saya memohon saya untuk membantu Laura agar anda tidak lagi mendekati Laura dan Dirga. Intinya saya bukan mantan suami Laura dan kami tidak mungkin rujuk karena kami bukan mantan suami istri. Laura sudah saya anggap sebagai adik saya sendiri, terlebih saya sudah memiliki tunangan dan sebentar lagi kami akan menikah," jelas Rico membuat Leon ingin sekali meninju wajah Rico dengan keras.


"Kalian membohongi saya? Bren*sek!" ucap Leon dengan penuh emosi.


"Mas gak mencintai Laura, kan?" tanya Dina cemburu.


"Gak Sayang. Mas hanya mencintai kamu. Mas hanya membantu Laura itu saja," ucap Rico dengan lembut membuat Dina bernafas dengan lega.


"Jika saja bukan sedang di restoran saya. Sudah saya habisi anda Tuan Rico," ucap Leon dengan menggertakkan giginya.


"Saya tahu saya salah. Maafkan saya," ucap Rico dengan tegas.


"Kali ini anda selamat," ucap Leon dengan datar dan berlalu pergi meninggalkan Rico dan Dina begitu saja membuat Rico bernafas lega.


"Kamu sudah bermain-main dengan saya Laura. Baik saya akan ikuti permainan kamu. Saya ingin melihat bagaimana kamu bertahan tanpa saya," monolog Leon dengan suara yang sangat mengerikan. "Jika dengan cara baik-baik saya tidak mendapatkan kamu. Maka dengan cara curang pun saya akan lakukan. Bersiap-siaplah Laura!"


****


Laura tidak bekerja hari ini. Sejak kemarin ia gelisah memikirkan Leon. Apa pria itu marah kepadanya? Apa pria itu membencinya? Ah... Semua pikiran itu sangat membuat Laura pusing. Bahkan WhatsApp Leon pun sejak kemarin tidak aktif. Biasanya lelaki itu terus mengirimkannya pesan, tetapi sekarang Leon sama sekali tidak mengirimkannya pesan kepada dirinya. Kenapa dengan dirinya yang sebenarnya? Kemarin-kemarin Laura sangat ingin Leon tidak mengganggunya tetapi sekarang Laura merindukan pria itu! Tidak! Laura tidak merindukan Leon, ia hanya merasa bersalah saja pada Leon. Tidak lebih dari rasa bersalah yang sedang menguasai hatinya saat ini.


"Kak Laura!"


"Kak Laura!"


Intan kesal kepada Laura karena sejak tadi dirinya memanggil Laura tetapi tidak ada sautan dari wanita itu.


"Kak!" panggil Intan dengan suara yang kencang.


"Ahh... A-apa Intan? Kenapa?" tanya Laura terbata.


"Dirga menangis, Kak. Mungkin dia mau sama Kakak," ucap Intan membuat Laura tersadar akan Dirga. Laura langsung mengambil Dirga dari gendongan Intan dan menimangnya dengan perlahan.


"Maafkan Bunda Sayang," ucap Laura mengecup pipi Dirga dengan perlahan.


***


Aduh om Leon sudah tahu semuanya.


Gimana nasib Laura selanjutnya ya?


Ramaikan part ini. beri dukungan buat om Leon ya!


Jangan lupa like, vote, komentar dan favoritkan cerita om Leon ya! Serta share cerita ini ke semua teman kalian!