Married With Single Parent

Married With Single Parent
S3~MWSP~66 (Kejujuran Yang Menyakitkan)



...Happy reading...


****


"DIAM KAMU KIRANA. KALIAN DUDUK! SAYA AKAN MENJELASKAN SESUATU!"


"Sudahlah, Pak. Saya ke sini hanya ingin mengambil berkas saya. Silahkan kalian melepas rindu," ucap Ika dengan tegas. Ika tidak ingin Rama melihatnya kesakitan, ia adalah wanita yang kuat dan pemberani seperti yang Rama kenal selama ini.


"Ika duduk! Siapa yang memperbolehkan kamu keluar dari ruangan ini?!" ucap Rama dengan tegas membuat Ika mengepalkan tangannya dan menatap Rama dengan nyalang. Yang ditatap seperti itu oleh Ika hanya menampilkan wajah datarnya.


"Sebenarnya ada apa ini, Akang? Mengapa terlihat serius sekali?" tanya Kirana dengan penasaran.


Rama tidak menjawab, pria itu menatap tunangan dan kekasihnya secara bergantian. "Tidak ada yang boleh menyela di saat saya berbicara!" ucap Rama dengan dingin membuat Ika menatap Rama dengan muak, pasti setelah ini akan terjadi perang dingin dirinya dengan Kirana. Ika sudah yakin jika Rama akan jujur hubungan mereka dengan Kirana tetapi Ika tidak yakin jika Rama akan memilihnya karena ia mendengar kata-kata Rama yang akan menikah dengan Kirana, jika pun dirinya yang dipilih oleh Rama maka Ika tidak akan mau, ia ingin hidup lebih baik tanpa Rama karena ia yakin bisa hidup tanpa Rama dan bisa membesarkan anaknya seorang diri, Ika belajar dari Laura. Walaupun kakak iparnya adalah wanita yang lemah tetapi menyangkut anak Laura akan menjadi wanita yang kuat.


Rama menghembuskan napasnya dengan perlahan sebelum berbicara, ia sudah bulat dengan tekadnya. Jujur lebih baik dari pada menyakiti keduanya nantinya. Tapi bukankah Rama sudah menyakiti Ika dan Kirana sejak lama? "Maaf selama ini saya menjadi pria yang egois terutama untuk Ika. Kirana, di sini saya ingin jujur jika Ika adalah kekasih saya sejak 3 tahun lalu...."


"Apa? Akang selingkuh dari Kirana? Dan perempuan ini pelakor?" tanya Kirama dengan terkejut, matanya memanas dan tangannya mengepal dengan kuat. Kirana menatap tajam ke arah Ika yang terlihat tenang walau sejujurnya ia tidak tenang.


"Kamu.. Kurang ajar sekali merebut calon suami saya," ucap Kirana dengan nyalang emosinya tersulut dengan cepat dan hendak menampar Ika tetapi Rama dengan cepat mencegahnya.


"Duduk!" ucap Rama dengan dingin.


"Tapi Akang, dia itu pela..."


"Gue bukan pelakor!" teriak Ika dengan tegas.


"Stop... Saya yang salah di sini karena sudah membuat Ika berhubungan dengan saya karena saya mengaku masih single waktu itu. Dan kamu Kirana, saya harap kamu bisa menerima keputusan saya. Saya batalkan pernikahan kita karena saya mencintai Ika," ucap Rama dengan tegas membuat kedua wanita itu terkejut.


"A-akang... Akang lebih memilih pelakor ini dari pada Kirana yang sudah lama menjadi pacar Akang?" tanya Kirana dengan kecewa.


"Tidak seharusnya Mas Rama memilih saya!" ucap Ika dengan dingin.


"Saya mencintai kamu, Ika! Rasa cinta saya untuk Kirana sudah menghilang sejak lama," ucap Rama dengan lirih.


"Akang jahat!" teriak Kirana dengan marah. Ia menghampiri Ika dan ingin menampar Ika tetapi dengan cepat Ika memegang tangan Kirana dan memegangnya dengan kuat hingga wanita itu meringis.


"Jangan pernah menyentuh saya dengan tanganmu itu!" ucap Ika dengan tajam membuat Kirana takut tetapi dengan sekuat tenaga ia harus bisa melawan, ia tidak ingin Rama menjadi milik Ika.


"Dasar pelakor, wanita murahan!" teriak Kirana dengan penuh amarah.


"Kirana sudah terima saja keputusan saya! Saya tidak ingin menyakiti kamu terlalu lama karena harus tetap berpura-pura mencintai kamu kembali," ucap Rama dengan datar.


"Saya harus bertanggungjawab atas Ika karena sudah menodainya!" ucap Rama demgan tegas membuat Kirana sangat terkejut.


Plak!


"Dasar jala*ng murahan!" teriak Kirana dengan penuh emosi dan mendorong Ika hingga wanita itu membentur pinggiran meja. Ika tidak tahu jika Kirana akan melakukan ini kepadanya, ia tidak bersiap-siap terlebih dahulu hingga perutnya merasakan sakit yang luar biasa karena membentur pinggiran meja. Tetapi dengan sekuat tenaga ia menghampiri Kirana dan menatap wanita itu dengan tajam.


"Sebelum mengatakan gue wanita murahan. Lihat menampilan lo yang seperti badut jalanan, walaupun berpakaian ketat tidak membuat Mas Rama bernafsu! Gue juga tidak sudi menikah dengan lelaki seperti dia yang tidak bisa menghargai wanita! Dulu memang dia yang sangat gue harapkan tetapi sekarang tidak saat gue tahu ternyata dia sudah memiliki tunangan!" ucap Ika dengan tajam dan mendorong Kirana hingga wanita itu terjatuh.


"Ika, Kirana!" teriak Rama saat Kirana kembali mendorong Ika dengan keras.


"Sayang," ucap Rama dengan khawatir saat Ika meringis dan memegang perutnya.


"Jangan sentuh dia, Akang! Dia itu wanita murahan!" teriak Kirana dengan penuh amarah tetapi Rama tidak peduli ia tetap menolong Ika yang terlihat kesakitan.


"Darah," gumam Rama dengan syok.


"Arghh..sakit!" ucap Ika dengan berteriak.


Kirana terlihat syok dengan melihat darah yang sangat banyak keluar dari sela-sela paha Ika. Kakinya gemetar menahan takut karena ia yang sudah mendorong Ika.


"K-kamu kenapa, Sayang? Mengapa ada darah?" tanya Rama dengan cemas.


"M-mas tolong selamatkan anak kita. Aku mohon!" ucap Ika dengan lirih membuat Rama tercenung.


"A-anak kita?"


***


Gantung lagi?🤣🤣🤣


Sabar! Wanita sabar di sayang suami!🤭🤭


Gimana tegang? Nyesek? Kesel? Pengin jambak Kirana atau Rama? Atau mau dua-duanya?


Ramein gak nih?


Kalau Rame bakal buat author semangat update lagi.


Ramein dengan like, vote dan komentar sebanyak-banyaknya ya!