Married With Single Parent

Married With Single Parent
S3~MWSP~54 (Mas Masih Ngambek?)



...Happy reading...


*****


"Saya mau pernikahan saya dengan Laura dipercepat. Satu minggu lagi!" ucap Leon dengan dingin menghentikan tangisan ibu hamil yang masih berada di sampingnya.


Semua terperangah mendengar ucapan Leon, termasuk Laura yang sudah berhenti menangis, di kehamilan kedua ini Laura mudah sekali menangis jika ada yang menyentuh hatinya termasuk Leon yang sedang ngambek karena mengetahui semua rencana papanya memisahkan mereka untuk sementara waktu.


"Bagaimana mungkin persiapan pernikahan hanya dilakukan beberapa hari, Leon!" protes Leo terhadap anaknya yang sangat bersikeukeh untuk menikah dalam kurun waktu seminggu lagi.


"Papa tenang saja semua Leon dan kak Ulan yang mengurus," ucap Leon dengan menatap sang kakak penuh harap.


Ulan yang mengerti arti tatapan adiknya menghela napasnya dengan perlahan. "Papa tenang saja, semua urusan aku yang meng-handle, Leon dan Laura hanya tinggal mencoba baju pengantin mereka," ucap Ulan dengan serius.


"Apa? Bagaimana bisa, Ulan?" tanya Leo yang masih tidak percaya dengan perkataan kedua anaknya, semua orang mengangguk membenarkan ucapan Leo.


"Sebenarnya Leon sudah lama merencanakan pernikahan Leon dengan Laura. 4 bulan lalu Leon sudah mempersiapkan semuanya ya walaupun masih 65% karena setelah itu Laura menghilang," ucap Leon dengan mencibikkan bibirnya kesal.


"Baiklah, semua terserah kalian yang terpenting acara pernikahan kalian lancar tidak ada kendala," ucap Saera dengan lembut yang diangguki oleh Leon dengan semangat.


"Kalau Leon menikah dalam waktu seminggu lagi. Saya dan Ica bagaimana Bunda mertua?" ucap Ryan dengan memelas membuat Ica yang berada di sampingnya terkikik geli.


Leo menatap Ryan dengan menghela napas perlahan, satu persatu anaknya akan segera menikah juga. "Karena tidak mungkin kalian menikah dalam waktu yang bersamaan maka ayah akan memberikan waktu sebulan untuk kamu dan Ica setelah pernikahan Leon dan Laura," ucap Leo akhirnya yang menerbitkan senyuman di wajah Ryan. Akhirnya ia akan menikah dengan Ica, setelah mereka beberapa tahun pacaran. Bayangkan sejak SMA hingga dirinya berumur 29 tahun mereka berpacaran, itu bukan waktu yang singkat untuk mereka terus bersama.


"Baiklah. Semua sepakat jika Leon dan Laura akan menikah dalam waktu seminggu lagi saya dan istri juga ikut membantu untuk melancarkan acara pernikahan mereka. Berhubung anak saya sudah hamil, saya juga tidak mau menunda-nunda lagi pernikahan mereka," ucap Hendra dengan tegas yang diangguki oleh semua orang yang berada di sana.


Senyum bahagia terbit di wajah Leon tetapi ia menyembunyikannya dari Laura, ia ingin mengerjai wanita yang sangat ia cintai itu. Satu persatu keluarga Leon dan Laura keluar karena tidak ingin mengganggu istirahat Leon. Dirga juga sudah bersama neneknya, sejak tadi ia berada di pangkuan Leon. Leon sengaja bermain dengan Dirga, mengajak anak itu berbicara dan menghiraukan Laura yang ada di sampingnya sehingga Laura berpikir jika Leon masih mengambek karena dirinya.


"Mas!" panggil Laura dengan manja.


"Hmmm," jawab Leon dengan deheman karena ia ingin mengetes sampai sejauh mana Laura akan membujuknya karena mereka sedang berdua sekarang.


"Mas Leon!" panggil Laura dengan merengek tak hilang akal wanita itu menggoyangkan lengan Leon agar mau melihat ke arahnya.


Leon berpura-pura sibuk dengan ponselnya membuat Laura menatap Leon dengan sendu. "Mas masih ngambek sama aku?" tanya Laura dengan lirih.


"Ssstt.... Sakit!" ucap Leon sedikit keras membuat Laura menundukkan kepalanya setetes air mata menjatuhi tangannya karena merasa bersalah telah menyakiti Leon.


"Lihat saya, Laura!" ucap Leon dengan datar. Laura menggelengkan kepalanya dengan takut-takut membuat Leon dengan lembut menarik dagu Laura hingga wanita itu menatapnya. Dengan gerakan lembut ia memghapus air mata calon istrinya.


"Hari ini sudah berapa kali kamu menangis karena saya?" tanya Leon dengan lembut.


"Enggak tahu!" ucap Laura dengan serak.


"Dengar! Saya tidak marah! Saya tidak ngambek! Hanya saja saya kesal. Selama 4 bulan saya mencari kamu seperti orang gila, CCTV yang saya pasang di rumah kamu untuk mengawasi setiap gerak-gerik kamu termasuk yang berada di kalung kamu rusak. Saya tidak tahu kamu berada di mana, orang-orang suruhan saya juga tidak bisa menemukan kamu dan Dirga," ucap Leon menjelaskan.


"Ini semua rencana papa untuk membuktikan jika aku mencintai Mas atau tidak, dengan berjauhan dengan Mas Leon membuat aku sadar, aku sangat membutuhkan Mas Leon lebih dari apapun," ucap Laura membuat hati Leon menghangat.


Leon mengecup bibir Laura dengan mesra, selama 4 bulan ia tidak merasakan manisnya bibir Laura dan kini ia dapat merasakannya lagi, Leon tidak menyia-nyiakan kesempatan ini ia terus menyecap rasa bibir Laura dengan rakus, seakan tidak ada hari esok. Laura menikmati ciuman yang Leon berikan hingga wanita itu memejamkan matanya hingga merasa Laura merasa kesulitan bernapas barulah ia mendorong Leon agar menyudahi ciuman mereka.


Laura menghirup udara sebanyak-banyaknya, pipinya bersemu merah karena ciuman Leon yang sangat memabukkan terlebih tatapan Leon yang sangat menghipnotis dirinya. "Katakan kalau kamu mencintai saya!" ucap Leon dengan tegas.


"A-aku mencintai Mas Leon!" ucap Laura dengan terbata karena dirinya sudah tidak ragu lagi dengan perasaannya sendiri hanya saja ia sedikit malu untuk mengatakan yang sejujurnya.


Leon membawa Laura kepelukannya, ia menaikkan baju Laura ke atas dan mengelus perut Laura dengan lembut. Rasa hangat menjalar ke seluruh tubuh Laura saat usapan demi usapan tangan besar Leon di perutnya yang tanpa penghalang bajunya karena lelaki itu menaikkan bajunya ke atas. Laura bersandar di dada Leon menghirup wangi maskulin tubuh Leon dengan cepat karena ia sangat merindukan wangi tubuh Leon yang selalu membuatnya tenang.


Beberapa kali Leon mengecup puncak kepala Laura dengan lembut dengan tangannya yang masih betah di perut Laura. Mereka tidak berbicara, membiarkan perasaan mereka yang berperan sekarang. Laura melenguh saat bibir Leon dengan nakal mengecup leher Laura hingga meninggalkan jejak di sana. "Sebenarnya saya sudah tidak tahan ingin segera menjenguk anak kita. Tapi saya ingat sebentar lagi kita akan menikah dan kita akan melakukannya setelah kita sah," ucap Leon dengan lembut terdengar manis didengar oleh Laura. Wanita itu semakin menenggelamkan wajahnya di dada Leon.


"Terima kasih, Mas!" ucap Laura dengan tersenyum. Wanita itu memberanikan diri untuk mengecup bibir Leon sekilas hingga Leon mematung. Sadar dengan apa yang ia lakukan, Laura menyembunyikan wajahnya di dada Leon kembali membuat Leon tersenyum dan mengeratkan pelukannya pada Laura.


****


Cie yang mau nikah auranya beda ya😆😆😆


Undangan online akan segera diumumkan.


Jangan lupa kasih kado yang banyak dengan memberikan like, vote dan komentar sebanyak-banyaknya ya!