
...Happy reading...
***
Leo menatap terharu wajah sang anak di dalam ponselnya. Sudah 3 bulan mereka tak bertemu dan hanya melakukan video call saja kali ini Leo sangat merasa bahagia karena Ika sedang hamil anak pertamanya dengan Sultan. Sungguh Leo merasa menjadi ayah yang sangat bahagia karena akan menjadi kakek kembali. Anak kembarnya sedang hamil sekitar dua bulan lagi Ica akan melahirkan, Leo dan Saera seperti mendapatkan cucu beruntun dan itu sesuatu yang sangat membahagiakan sekali.
"Sudah berapa minggu, Nak?" tanya Saera dengan terharu. Saat ini ia menatap Ika, Sultan, dan Cut dengan mata yang berkaca-kaca bersama dengan sang suami.
"Kata dokter usia kandungan aku baru 3 minggu, Bun. Dia sehat di dalam perut aku," ucap Ika saat panggilan video mereka sedang berlangsung.
"Alhamdulillah. Sultan tolong jaga anak ayah dan bunda ya. Turuti apa kemauannya biasanya wanita hamil sangat sensitif," ucap Leo dengan menyeka air mata di sudut matanya.
"InsyaAllah, Yah. Sultan akan menjaga Ika dengan baik. Ayah jaga kesehatan di sana," ucap Sultan dengan lembut karena ia melihat wajah tua Leo yang sedikit terlihat pucat.
"Jangan khawatirkan Ayah. Ayah sudah tua sudah terbiasa seperti ini. Pokoknya jaga kesehatan buat kalian, ayah dan bunda sangat senang segera mempunyai cucu dari kalian. Kalau keadaan memungkinkan ayah harap kalian bisa pulang ke Jakarta," ucap Leo dengan tegas.
"Kakek, Cut mau punya adek kembar seperti Dirga," ucap Cut dengan gembira membuat Leo terkekeh.
"Emang adeknya Cut kembar?" tanya Saera dengan terkejut.
"Belum tahu, Bun. Dokter belum bisa memastikan. Nanti bakal kelihatan kalau usia kandungan aku udah 12 minggu kata dokter gitu. Kembar atau tidaknya kami serahkan sama Allah saja, Bun, Yah!" ucap Ika dengan tersenyum. "InsyaAllah kalau Ika baik-baik saja kami akan pulang ke Jakarta tapi tunggu Cut libur dulu kayak kasihan sekolahnya nanti ketinggalan pelajaran. Yang penting ayah dan bunda jaga kesehatan ya, ayah dan bunda harus bisa lihat cucu-cucu kalian nantinya," ucap Ika dengan sendu entah mengapa ia merasa sangat merindukan Leo saat ini dan ingin memeluk lelaki sebagai cinta pertamanya.
"Pasti kami akan jaga kesehatan. Kalau begitu kami tutup teleponnya ya, Nak. Sudah malam sebaiknya kita istirahat. Sampai ketemu cucu kakek yang cantik," ucap Leo dengan gemas ketika melihat pipi Cut yang cabi di layar ponselnya.
"Assalamualaikum kakek ganteng dan nenek cantik kesayangan Cut," ucap Cut dengan senang.
"Wa'alaikumussalam!" balas Leo dan Saera dengan tersenyum. Panggilan video sudah terputus. Leo memeluk istrinya dengan erat.
"Bun. Kapan mereka tidak sibuk ya? Ayah ingin semuanya menginap di rumah. Ulan juga sudah sangat memforsir tubuhnya untuk bekerja dan mengikuti suaminya ke sana kemari," ucap Leo dengan lirih.
"Sabar Yah. Bulan depan atau saat kelahiran Ica nantinya pasti semua akan kumpul. Kalau sekarang tidak bisa kumpul semuanya karena mempunyai kesibukkan yang berbeda. Ika jauh dari kita, Yah. Cut juga sudah sekolah dasar pasti sangat susah mencari waktu luang kalau Cut tidak libur," ucap Saera memberikan pengertian kepada suaminya.
"Ayah akan sabar, Bun. Tapi rasa rindu ingin kumpul bersama anak-anak terasa menggebu-gebu. Ayah pengin anak kita kembali kecil lagi," ucap Leo dengan terkekeh. Saera sedikit tertawa tetapi ia juga merasakan hal yang sama seperti suaminya.
"Sekarang kita istirahat, Yah. Ayah juga kurang sehat gak baik tidur terlalu malam," ucap Saera dengan lembut. Leo mengangguk, ia mencium seluruh wajah Saera dengan lembut dan menatap manik mata sang istri dengan dalam.
"I love you, Bun!" gumam Leo dengan lirih.
****
Setelah menemani Cut tidur di kamarnya Ika kembali ke kamarnya. Ia tersenyum saat Sultan menatapnya dengan lembut. Dengan piyama tidur yang sama membuat keduanya sangat serasi sekali. Ika masuk ke dalam pelukan suaminya, tangannya bergerak di dada Sultan menciptakan pola abstrak yang membuat Sultan menjadi panas dingin. Sejak menikah dengan Ika, ia seperti tidak bisa menahan hasratnya dan hampir setiap hari mereka melakukannya tetapi Sultan tidak pernah puas untuk menyentuh tubuh istrinya yang telah membuatnya candu.
"Abang, aku merasa kalau anak kita kembar," ucap Ika dengan lembut.
"Apapun itu yang penting adek dan bayi kita sehat. Nanti saat melahirkan Abang maunya Adek operasi aja!" ucap Sultan dengan tegas.
"Kenapa gitu? Adek kan mau ngerasain lahiran normal!" ucap Ika dengan mengerucutkan bibirnya.
Sultan mengambil tangan Ika yang berada di dadanya dan mengecupnya berulang-ulang. "Abang mohon, Dek! Sekerasnya apapun kamu meminta untuk lahiran normal maka dengan tegas Abang tetap mengatakan kamu harus operasi caesar," ucap Sultan dengan lirih.
Ika tahu ketakutan suaminya walaupun ia sangat ingin untuk lahiran normal tetapi Ika tidak mau suaminya ketakutan seperti ini. "Ya udah gak masalah. Mau operasi juga aku akan tetap menjadi ibu buat anak-anak kita," ucap Ika dengan lembut membuat Sultan tersenyum lega.
"Dokter bilang kandungan kamu gak ada masalah, Dek. Boleh malam ini Abang minta jatah?" tanya Sultan dengan manja.
Ika terkekeh. Dan ia menganggukkan kepalanya tanda setuju membuat senyum Sultan semakin mengembang membuat siapa saja yang melihatnya akan meleleh tetapi sayang senyum itu hanya Ika yang bisa melihatnya. Sultan mencium bibir Ika dengan mesra, tangannya sudah merambat masuk ke dalam piayama Ika. Ika mendes*h pelan saat tangan Sultan memainkan dua gunung kembarnya dengan gemas.
Baju keduanya sudah berserakan di atas lantai. Napas merela terasa panas. Sultan menarik selimut untuk menutupi tubuh polos mereka, setelah itu mengarahkan miliknya yang sudah menegang sempurna ke milik Ika yang sudah sangat siap untuk di masuki. Suara desah*an keduanya bagaikan melodi yang sangat indah apalagi saat ini tiba-tiba hujan turun begitu saja menambah keintiman keduanya yang sedang di mabuk asmara.
Ika mencengkram seprei saat Sultan terus menghujaminya. Keringat mereka sudah bercucuran dengan deras hingga tubuh Ika melengkung saat Sultan meledaknya cairannya dengan hebat. Sultan langsung turun dari tubuh istrinya dan mendekap tubuh itu dengan erat. Ia tersenyum melihat bibir Ika yang sedikit terbuka mengatur napasnya dengan gemas Sultan mengecupnya.
"Tidurlah, Sayang!" gumam Sultan dengan lembut membuat Ika yang memang sudah kelelahan langsung memejamkan matanya di pelukan Sultan.
"I love you, istriku!"
*****
Bang sultan kau membuat jantung adek gak amanπππ
Ramein part ini yak. Mau end loh masa gak rameππ
Jangan lupa like, vote, dan coment yang banyak ya