Married With Single Parent

Married With Single Parent
S3~MWSP~20 (Bertemu Sang Mantan)



...Happy reading...


****


Pagi hari dengan suasana yang sangat sejuk Laura berangkat menaiki motor matic yang baru ia beli seminggu yang lalu. Sebulan sudah Laura bekerja menjadi chef di restoran Leon dan wanita itu jarang sekali bertemu dengan Leon, sekali pun bertemu Leon hanya diam dan bersikap dingin kepadanya membuat Laura sadar mulai bisa membuka hatinya untuk Leon. Namun, rasa itu ia buang jauh-jauh karena rasa kecewanya tentang pernikahan masih sangat menghantuinya. Laura tidak tahu jika setiap malam Leon selalu menemaninya tidur hingga Laura sangat merasa nyenyak dalam tidurnya begitu juga dengan Dirga, anak itu terbiasa bangun tengah malam tetapi karena ada Leon entah mengapa Dirga menjadi diam dan tidak menangis kembali.


Laura memberhentikan motornya dengan perlahan saat melihat seseorang yang sangat ia kenal sedang berada di pinggir supermaket bersama seseorang gadis.


"Lo lagi, lo lagi. Gue selalu sial kalau ketemu lo!" ucap Ika dengan emosi membuat Zico mengeram kesal.


"Lo yang salah, nyalahin gue lagi. Bisa hati-hati gak kalau jalan," bentak Zico yang terpancing emosi. Laura yang melihat Zico hampir menampar Ika langsung berlari dan mencekal tangan Zico dengan sekuat tenaganya.


"Jangan kasar sama perempuan!" ucap Leon dengan datar membuat Zico tersentak tetapi pria itu hanya diam menatap mantan istrinya.


"Mbak gak apa-apa?" tanya Laura dengan lembut.


"Saya gak apa-apa Mbak Laura. Cowok sinting ini yang berjalan tidak becus," ucap Ika dengan sarkas.


"Lo cewek sinting!" ucap Zico yang ingin menampar Ika kembali tetapi tangannya mampu dicegah oleh Laura.


"Mas Zico berhenti menyakiti perempuan!" ucap Laura dengan keras membuat Zico memandang tajam ke arah Laura.


"Gak usah ikut campur urusan gue!" ucap Zico dengan berdesis tajam ke arah Laura.


"Kali ini lo lolos. Kalau gue ketemu lo lagi, habis lo di tangan gue," ucap Zico menatap Ika dengan tajam. Namun, Ika kembali menatap tajam ke arah Zico dengan menantang.


"Cowok pengecut yang berani sama cewek!" bisik Ika dan kemudian berlalu pergi menabrak punggung Zico dengan kesal membuat Zico mendengkus ke arah kepergian Ika.


Zico menatap tajam ke arah Laura yang masih memegang tangannya. Lalu Zico menyentak tangan Laura dengan kasar membuat wanita itu meringis. "Ikut gue!" ucap Zico dengan tajam menarik tangan Laura dengan kuat membuat wanita itu meringis karena Zico menarik tangannya begitu saja ke arah mobil pria itu.


Keringat dingin muncul di kening Laura saat Zico mendorongnya masuk ke mobil pria itu. Laura mencoba membuka pintu mobil Zico, namun sayang pintunya sudah dikunci oleh Zico.


"Buka pintunya aku mau keluar!" ucap Laura dengan panik.


Zico menyeringai menatap ke arah Laura yang terlihat pucat, sepertinya Laura sangat takut melihat wajahnya. "Kenapa? Bukannya kau mencintaiku?" tanya Zico dengan tajam menarik dagu Laura dengan kencang membuat wanita itu meringis menahan sakit.


"Cinta itu sudah hilang sejak lama!" ucap Laura dengan tajam.


Zico terkekeh menatap Laura. "Oo iya? Tapi aku tidak percaya!" ujar Zico mendesis tajam. "Menjadi janda di usia yang sangat muda, tubuhmu terlihat sangat seksi? Apa sudah ada lelaki lain yang mencicipi tubuhmu selain aku?" tanya Zico dengan mengejek membuat Laura menatap tajam karena merasa dilecehkan oleh mantan suaminya.


"Aku menjaga nama baikku. Bukannya kamu yang mencicipi banyak wanita sejak kita menikah?" ucap Laura kembali mengejek Zico membuat lelaki itu tersulut emosi.


Plak...


"Aku tidak pernah memaksa mereka untuk menikahkan aku denganmu! Terserah kamu mau berpikir apa tentangku. Sekarang buka pintunya!" ucap Laura dengan tajam.


"Kenapa? Bukannya kita bisa bersenang-senang terlebih dahulu?" tanya Zico dengan nakal.


"Aku tidak sudi! Sekarang buka pintunya! Hubungan kita sudah selesai dan aku menyerah untuk semuanya! Menyerah untuk membuat Mas Zico mencintaiku dan aku sudah menghapus rasa cinta itu," ucap Laura dengan keras membuat Zico terpaku menatap Laura.


"Kau sudah berani melawanku rupanya," ucap Zico dengan tajam. Zico mencekal tangan Laura ketika wanita itu hendak memberontak. Semua perlakuan Zico kepadanya dulu terbayang di pikirannya membuat Laura kembali histeris, Zico semakin senang membuat Laura ketakutan karena ulahnya. Semakin Laura menderita, maka Zico semakin puas karena wanita yang berada di sampingnya ini menurutnya sangat gila harta, rela dijodohkan dengannya hanya demi perusahaan orang tuanya semakin maju dan Zico tidak akan pernah mencintai perempuan gila harta seperti Laura.


"Lepaskan!" teriak Laura histeris tubuhnya sudah gemetar menahan rasa takut yang menguasai hatinya.


"JANGAN KASAR TERHADAP PEREMPUAN!" teriak Leon yang memang tidak sengaja melihat Laura dibawa oleh Zico. Awalnya Leon hanya diam saja karena penasaran apa hubungannya Zico dengan Laura tetapi mendengar teriakan Laura membuat Leon mengambil tindakan cepat, tidak ingin terjadi sesuatu dengan orang yang ia cintai.


"Tidak usah ikut campur!" ucap Zico dengan tajam.


"Buka pintunya atau gue panggil polisi sekarang juga!" ancam Leon dengan dingin.


Zico mengumpat di dalam hatinya, ia membuka pintu mobilnya yang dikunci olehnya sendiri. Laura langsung keluar dari mobil Zico dan memeluk Leon dengan tubuh gemetar karena takut. Zico menjalan mobilnya dengan cepat, ia sangat emosi karena Leon selalu ikut campur dalam urusannya.


"Agrrhh..." Sepertinya minum adalah hal yang tepat untuk menjernihkan pikirannya saat ini.


Sedangkan Leon masih menatap Laura yang memeluknya dengan erat. "A-aku takut..." ucap Laura dengan gemetar.


"Kamu sudah aman. Masuklah ke dalam mobil biar motormu orang suruhan saya yang membawanya," ucap Leon dengan datar. Sebenarnya Leon ingin sekali memeluk Laura dengan erat. Namun, ia tidak ingin menjadi pria yang mengambil kesempatan dalam kesempitan saat Laura tersadar, jika Laura tidur maka Leon akan melakukannya dengan senang hati.


Laura yang ketakutan hanya bisa mengangguk, ia masuk ke dalam mobil Leon dengan menunduk.


"Ryan, kita jemput Ika dulu di sana. Jika dia ngambek bisa gawat," ucap Leon yang tidak mempedulikan Laura yang berada di belakangnya. Gengsinya lebih besar dari pada rasa cintanya saat ini.


"Baik Bos. Tapi setelah ini izinkan aku pulang ke rumah calon bunda mertua, Ica sakit dan kau tidak memberitahukannya," ucap Ryan dengan kesal.


"Aku sudah meneleponmu berulang kali," dengus Leon.


Laura hanya bisa menunduk memainkan jemarinya. Leon sudah sangat berubah dan tidak mempedulikannya. Kenapa rasanya sesakit ini? Rasanya lebih sakit dari pada Zico yang memperlakukannya dengan kasar dan selalu menyelingkuhinya.


****


Update malam hari.


Ada yang kangen om Leon dan Laura?


Jangan lupa like, vote dan komentar sebanyak-banyak ya. Berikan semangat buat author manis ini 🤭