Married With Single Parent

Married With Single Parent
S3~16 (Berpura-pura Tidak Peduli)



...Happy reading...


***


Sudah dua minggu berlalu. Leon benar-benar mengikuti permainan Laura agar dirinya tidak mendekati wanita itu, tetapi diam-diam Leon selalu mengawasi Laura serta Dirga tanpa sepengetahuan Laura. Sebenarnya Leon sangat tersiksa harus seperti ini. Namun, ini semua Leon lakukan agar Laura merasa kehilangannya. Tetapi apakah wanita itu saat ini merasa kehilangan dirinya atau tidak?


Saat ini Leon sudah berada di mobil bersama Dengan Ryan yang sedang menyetir. Sedari tadi Leon asyik memandangi ponselnya yang berisikan foto Laura, Leon diam-diam mengambilnya tanpa sepengetahuan wanita itu.


"Kalau rindu ya ketemu Bos. Kan Bos sudah tahu kalau Laura cuma berbohong kepada Bos," ucap Ryan melirik Leon sekilas.


"Gue mau ikuti permainan dia. Sejauh mana dia bisa jauh dari gue," ucap Leon dengan datar.


"Lah gue rasa lo yang gak bisa jauh dari Laura," ucap Ryan dengan enteng membuat Leon mendengkus.


"Kita sama. Lo juga gak bisa jauh dari adek gue," ucap Leon dengan datar membuat Ryan terkekeh.


"Bos itu bukannya Laura ya?" tanya Ryan menatap ke arah jalan di mana Laura sedang berhenti di pinggir jalan.


"Berhenti!" ucap Leon dengan dingin. Ryan memberhentikan mobilnya di dekat Laura, wanita itu hanya mematung saat Leon menatapnya dengan tajam tanpa sepatah kata pun yang keluar dari bibirnya membuat Laura menelan ludahnya kasar.


"Jalan Ryan!" ucap Leon mengalihkan tatapannya ke depan. Dengan ekor matanya Leon melirik ke arah Laura yang melihat kepergian mobilnya dengan mata yang berkaca-kaca. Leon kembali berpura-pura tidak peduli dengan Laura padahal dirinya ingin sekali memeluk wanita itu dengan erat.


"Ekspresi Laura kasihan banget. Gue rasa dia merasa bersalah sama lo," ucap Ryan.


"Gue cuma mau ikuti permainan dia. Setelah itu gue gak akan lepasin dia gitu aja," ucap Leon dengan tajam.


"Kalau itu gue dukung karena selama ini lo sama gue aja. Gue gak mau dibilang homo," ujar Ryan bergidik ngeri membayangkan itu terjadi pada dirinya dan juga Leon. Ryan masih normal dan ingin segera menikah dengan Ica, memiliki anak yang lucu bersama dengan Ica. Leon tak lagi menjawab, pria itu sudah mulai sibuk dengan pikirannya sendiri, menjauh dari Laura sungguh sangat menyiksa hatinya. Namun, Leon harus bisa menahannya, Leon yakin suatu saat Laura akan menerimanya dengan senang hati dan tidak bisa jauh darinya walaupun hanya sebentar dan Leon akan pastikan itu akan terjadi cepat atau lambat.


****


Sedangkan Laura, wanita itu mematung bersamaan dengan kepergian mobil Leon begitu saja tanpa menyapanya. Mengapa hatinya sangat sakit ketika Leon mengabaikannya? Apa Laura tidak rela jika Leon menjauh darinya? Sungguh ini sangat membuat Laura tidak bersemangat untuk bekerja tetapi ia harus bekerja demi memenuhi kehidupannya dan juga Dirga yang semakin meningkat.


"Ini semua rencana kamu Laura! Seharusnya kamu senang pak Leon menjauh dan tidak peduli lagi dengan kamu," ucap Laura dengan lirih.


"Laura apa kamu sakit? Wajah kamu pucat, Nak," ucap Ibu Endah dengan cemas.


"Hanya lemas Bu. Semalam Dirga rewel jadi saya kurang istirahat saja," ucap Laura dengan tersenyum samar.


"Kalau sakit seharusnya kamu istirahat saja gak usah bantu Ibu hari ini gak apa-apa, Nak," ucap Ibu Endah dengan lembut.


"Gak apa-apa Bu. Saya baik-baik saja kok," ucap Laura dengan tersenyum. "Saya mencuci piring dulu ya Bu," lanjut Laura.


"Laura sebentar, Nak," cegah Ibu Endah.


"Iya ada apa Bu?" tanya Laura menatap ibu Endah dengan sendu.


"Ini Ibu lihat ada lowongan kerja sebagai chef di restoran. Kamu daftar ya gajinya sangat lumayan sekali," ucap Ibu Endah.


"Chef? Laura belum lulus kuliah Bu. Apa iya Laura akan diterima kerja jadi chef di restoran terkenal lagi," ucap Laura pesimis.


"Dicoba aja dulu, Nak. Kamu daftar ya! Besok kamu ke sana gak usah kerja. Ini semua demi Dirga, Nak," ucap Ibu Endah yang memang sudah sangat menyayangi Laura sebagai anaknya sendiri.


"Tapi Bu..."


"Gak ada tapi-tapian Nak! Ibu bahagia jika kamu bisa kerja jadi chef di sana. Toh syaratnya gak harus lulus kuliah. Asalkan kamu punya skil memasak dan masakan kamu enak, kamu akan diterima," ucap Ibu Endah memberikan semangat kepada Laura.


"Baiklah Bu. Besok Laura akan mencobanya. Terima kasih banyak atas bantuannya ya, Bu," ucap Laura dengan terharu.


"Mungkin dengan sibuk bekerja aku bisa melupakan bayang-bayang pak Leon," gumam Laura di dalam hati. Ia memegang brosur yang diberikan ibu Endah dengan erat, berharap semoga dirinya diterima bekerja di restoran walau dirinya belum lulus kuliah.


****


Laura mulai merasa kehilangan om Leon nih.


Jangan lupa like, vote dan komentar sebanyak-banyaknya ya. Dukungan dari kalian membuat om Leon semangat.