
...Happy reading...
***
Laura tak menyangka ia akan diterima bekerja menjadi chef begitu dengan mudahnya di restoran yang memang sangat mewah dan selalu ramai pengunjung yang datang. Saat Rama mengatakan dia diterima dan memberikan perjanjian kontrak yang menurut Laura sangat menguntungkannya. Bagaimana tidak gajinya sangat besar dan bisa memenuhi kebutuhan hidupnya ke depannya, tetapi jika dirinya memutuskan kontrak tersebut maka dendanya juga sangat besar dan Laura yakin jika dirinya akan sangat betah kerja menjadi chef karena itu adalah cita-citanya sejak dulu.
Senyum Laura mengembang saat melihat dirinya memakai seragam chef yang selalu ia bangga-banggakan sejak dulu. Ahh... Tentu saja Laura sangat bahagia dan sangking bahagianya ia sampai mencium pipi Dirga dengan gemas sampai anaknya itu menangis karena ulahnya dan Dirga sekarang sudah bersama dengan Intan karena ia kembali menitipkan Dirga dengan Intan. Laura akan memberi uang kepada Intan jika ia sudah mendapatkan gaji pertamanya bekerja menjadi chef karena telah menjaga anaknya selama ini.
"Laura, hari ini adalah hari pertama kali kamu bekerja dan pemilik restoran ini langsung ingin mencoba masakan buatan kamu sebelum kamu memasak untuk pengunjung. Beliau ingin kamu membuatkan masakan yang paling enak yang pernah kamu masak serta puding untuk makanan penutup," ucap Rama dengan tegas saat memantau Laura di dapur restoran.
"Baik Pak. Saya akan buatkan dengan segera," ucap Laura dengan patuh.
Rama mengangguk, dirinya melihat Laura dengan menilai. Entah mengapa Rama sangat penasaran dengan Leon yang langsung bisa menerima Laura bekerja di restorannya. Apa ada hal istimewa di diri wanita yang berada di depannya ini? Atau Leon menyukai Laura? Sebab Rama tidak pernah melihat Leon bersama dengan wanita kecuali dengan adik dan keponakannya.
"Jika sudah selesai kamu bisa mengantarnya langsung ke ruangan bos ya. Ruangannya yang berada di dekat ruangan saya," ucap Rama.
"Baik Pak," ucap Laura dengan tersenyum sopan.
Setelah kepergian Rama. Laura sudah sibuk dengan bahan masakan yang akan dia olah menjadi masakan yang lezat, Laura tidak ingin mengecewakan pemilik restoran ini dengan masakannya yang tidak enak, ia harus bisa membuat sesuatu yang berkesan untuk bosnya tersebut. Laura akan membuat seafood saus kacang serta gurame bakar dengan saus mangga, puding coklat juga tak lupa dirinya buat untuk sang bos yang ingin merasakan masakannya.
Setelah berkutat dengan masakannya kurang lebih 2 jam lamanya, akhirnya Laura bisa bernafas dengan lega karena masakannya sudah selesai dan sudah terhidang di piring dengan sangat cantik. Laura tinggal mengantarkannya ke ruang sang bos yang dekat dengan ruangan Rama. Dengan merapikan penampilannya Laura mulai membawa masakannya dengan hati-hati.
"Mbak Cika, saya antar makanan ini ke ruangan bos dulu ya," pamit Laura pada rekan kerja sesama chef yang berada di dapur.
"Iya Laura. Semangat ya semoga bos suka dengan masakan kamu," ucap Cika dengan tersenyum hangat membuat Laura juga ikut tersenyum karena dirinya diterima dengan baik bekerja di sini, tanpa Laura ketahui itu semua adalah campur tangan Leon yang menyuruh semua karyawannya bersikap baik kepada Laura.
Dengan perasaan yang sangat gugup Laura berusaha mengetuk pintu ruangan Leon, padahal Laura belum tahu jika Leon adalah bosnya, seseorang yang pernah ia tolak cintanya karena Laura sangat trauma dengan pernikahan.
"Masuk!" ucap Leon yang berada di dalam. Laura yang sudah diizinkan masuk ke ruangan bosnya langsung membuka pintu dengan perlahan, ia masih menunduk untuk menormal degup jantungnya.
"Letakkan di meja!" ucap Leon dengan suara yang dingin membuat Laura tersentak karena mengenali suara yang akhir-akhir ini menghantui perasaannya.
Laura memberanikan diri menatap ke arah lawan bicaranya dan betapa terkejutnya Laura siapa orang yang berada di depannya.
"P-pak Leon..."
"Makanlah!" ucap Leon dengan lembut kepada Ika membuat hati Laura terasa tercubit. Segampang itukah Leon melupakannya? Ingin sekali Laura menangis dan marah kepada Leon tetapi untuk apa? Bukannya dirinya yang sudah menolak Leon?
"Kamu boleh pergi!" ucap Leon dengan dingin tanpa melihat ke arah Laura.
Laura masih diam mematung melihat kedekatan Leon dengan perempuan yang bergelayut manja di lengan Leon. Hatinya memanas melihat kedekatan keduanya. Ika yang tidak tahu jika Leon dan Laura saling mengenal hanya biasa saja dan langsung menikmati makanan yang diberikan Laura.
"Mas masakan chef baru Mas sangat enak. Coba deh!" ucap Ika memberikan ikan gurame goreng dengan sambal mangga kepada Leon. Ia menyuapi Leon dan diterima Leon dengan senang hati.
"Sayang jangan makan kepiting dengan saus kacang. Kamu alergi kacang!" peringat Leon pada adiknya ingin mengambil kepiting yang sudah dilumuri saus kacang kesukaannya.
Laura yang melihat pemandangan itu matanya menjadi memanas. Apakah wanita cantik di depannya adalah pemgganti dirinya di hati Leon? Bahkan Leon memanggil perempuan itu dengan sebutan sayang. Mengapa sangat sakit sekali hati Laura padahal Laura tidak menyukai Leon?
"Hehehe Ika lupa Mas. Padahal kelihatannya enak banget, kalau Ica ada di sini pasti tuh anak juga mau makan," ucap Ika dengan semangat.
"Kalian itu alergi kacang!" ucap Leon dengan tajam menyingkirkan kepiting dari hadapan adiknya, membuat Ika cemberut tetapi tetap memakan ikan gurame goreng buatan Laura yang menurutnya sangat enak.
"Mbak Laura kok masih di sini?" tanya Ika saat melihat Laura yang masih berada di ruangan Leon membuat Laura tersadar akan tindakannya yang membuat dirinya malu, tetapi rasa malu itu tertutup dengan rasa tak enak yang menguasai perasaannya saat ini.
"Ah... Maaf saya sudah mengganggu," ucap Laura terbata dan langsung ke luar dari ruangan Leon dengan suasana hati yang tidak menentu.
Leon menyeringai menatap kepergian Laura. "Kamu ingin bermain-main dengan saya bukan? Saya pastikan kamu akan jatuh kepelukan saya!" ucap Leon di dalam hatinya. Sungguh Leon sangat puas melihat ekspresi wajah Laura ketika melihat dirinya dengan Ika. Leon sengaja mengajak Ika ke restorannya dan menyuruh Laura untuk mengantarkan makanan ke ruangannya, Leon ingin melihat ekspresi Laura ketika dirinya bersama dengan seorang perempuan dalam satu ruangan yang sama. Dan lihat ekspresi Laura tadi membuat Leon yakin Laura akan jatuh ke tangannya secepatnya.
Kita lihat saja! Hanya menunggu waktu Laura akan mengatakan jika dirinya tidak bisa kehilangan Leon.
*****
Aduh om Leon bisa aja buat Laura cemburu.
Jangan lupa like, vote, dan komentar sebanyak-banyaknya serta favoritkan cerita ini ya.
Selamat puasa Arafah bagi yang menjalankankanya, semoga dosa kita diampuni oleh Allah SWT.