Married With Single Parent

Married With Single Parent
S4~MWSP~56 (Pernikahan Dirga & Vera)



...Happy reading...


****


Cut menatap pantulan dirinya di cermin. Ia masih tidak menyangka jika sepupunya akan menikah dengan secepat ini bahkan menikah dengan seorang janda yang lebih tua dari Dirga. Ya walaupun pernikahan mereka dipercepat karena sang wanita telah hamil duluan tetapi Cut bahagia akhirnya Dirga mendapatkan tambatan hatinya.


Ihsan memeluk sang istri dari belakang. Ia mengelus perut buncit Cut dengan lembut, betapa bahagianya Ihsan akhirnya pernikahan mereka sebahagia ini ketika sang istri hamil.


"Kamu cantik sekali, Sayang!" gumam Ihsan dengan meletakkan dagunya di bahu Cut.


Cut tersenyum dengan memegang tangan Ihsan yang berada di perutnya. Mereka tertawa bersama saat anak mereka bergerak menendang tangan Ihsan. "Sepertinya anak kita sangat setuju ketika Abang bilang kamu sangat cantik," ucap Ihsan dengan tertawa.


"Gombal!" ucap Cut dengan malu-malu.


"Hahah.... Siapa yang gombal sih, Sayang! Ini beneran loh!" ucap Ihsan dengan gemas. Ia mencium pipi Cut dari samping.


Ihsan sudah tidak sabar ingin bertemu dengan anak mereka, ia selalu menjadi suami yang siaga saat Cut mengeluh sakit atau tidak bisa tidur sama sekali. Ihsan akan menemami istrinya hingga Cut kembali terlelap dalam dekapannya.


"Ayo kita berangkat aku takut telat melihat Dirga ijab kabul hari ini," ucap Cut dengan manja.


"Iya, Sayang!" ucap Ihsan dengan tersenyum.


*****


Suara sah menggema di gedung yang menjadi saksi di mana Dirga dan Vera melangsungkan pernikahan mereka. Suara tepuk tangan meriah terdengar dari para tamu yang datang menghadiri pernikahan keduanya, senyum kebahagiaan terpancar dari wajah keduanya saat baru beberapa detik yang lalu mereka sudah sah menjadi sepasang suami istri di mata hukum dan agama.


Dirga menatap Vera dengan dalam. Keduanya bertukar cincin dengan hati yang sangat gembira apalagi ketika Dirga mengecup keningnya dengan sangat lama.


"Selamat menjadi istri dari seorang berondong, Sayang!" bisik Dirga dengan menyeringai membuat Vera menelan ludahnya dengan kasar karena Vera yakin setelah acara mereka selesai ia tidak akan bisa lepas dari Dirga. Anak dari singa jantan yang sama-sama buas seperti ayahnya pasti tidak akan melepaskannya begitu saja di kamar.


Tak jauh dari mereka mantan suami dan mertua Vera juga ikut hadir. Mantan suami Vera yang bernama Anton mengepalkan tangannya saat melihat mantan istrinya terlihat bahagia dengan lelaki yang sudah menjadi suami Vera saat ini.


Anton tersentak saat ada yang menepuk pundaknya dengan keras. Ia melihat ke arash samping siapa yang menepuk pundaknya tersebut, suasana hatinya semakin muram ketika mengetahui siapa yang berada di sampingnya.


"Halo Bro lama tidak berjumpa. Bagaimana pernikahan Vera dengan suaminya? Mewah dan megah bukan? Ooo iya gue mau tanya nih selama ini adik gue gak hamil-hamil saat nikah sama lo bahkan lo rela menceraikan adik gue begitu saja demi wanita yang kata lo itu bisa memberikan keturunan, tapi gue lihat istri kedua lo juga gak hamil-hamil tuh? Lo perlu periksa deh kayaknya karena adek gue udah hamil tuh sama suaminya bahkan sekali tembak langsung jadi," bisik Fadly dengan sinis.


"Apa maksud lo? Lo nuduh gue yang mandul hah?" tanya Anton dengan tajam.


"Ooo tentu bukan Bro. Tapi sebaiknya lo periksa deh. Gue pergi dulu ya hari ini gue sibuk, tamu adek gue banyak. Jangan lupa minum dan makan ya gue takut sebelum lo pulang dari pesta ini lo pingsan lagi melihat kemesraan adik gue sama suaminya. Ajak mama sama papa lo makan juga, gue takut darah tinggi mereka kumat, kolestrol mereka naik," ucap Fadly dengan tenang.


"Brengs*k! Gue pastikan Vera gak akan bahagia dengan dia karena apa karena lelaki itu masih muda dari pada Vera!" gumam Anton dengan tajam melihat kemesraan Vera dan Dirga. Hatinya memanas apalagi setelah kakak dari Vera menyindirnya jika dirinya yang tak bisa mempunyai anak.