Married With Single Parent

Married With Single Parent
S3~MWSP~91 (Gadis Kecil Gila)



...Happy reading...


****


Setelah beberapa lama Rama hanya diam mematung dengan menatap rumah megah Leo dengan pandangan kosong akhirnya Rama berjalan meninggalkan rumah Leo dengan perasaan yang sangat hampa. Rama berjalan tak tentu arah karena perasaan sakit yang menggerogoti hatinya, gadis yang amat ia cintai kini sudah menjadi milik orang lain. Andai saja dulu ia tidak pengecut pasti Ika sudah menjadi istrinya dan mereka tinggal menunggu kelahiran anak yang di kandung Ika. Namun, nasi sudah menjadi bubur, semua tidak bisa diulang dengan begitu mudahnya yang ada di hatinya sekarang hanya sebuah penyesalan yang teramat dalam. Andai waktu bisa diulang Rama akan memperjuangkan Ika seperti lelaki itu yang memperjuangkan Ika. Tetapi saat ini hanya kata seandainya yang Rama bisa ucapkan, dia tak mungkin mengganggu kebahahagiaan Ika. Bisakah ia menunggu Ika sampai gadis itu menjadi janda? Pikiran Rama sungguh jahat namun ia berdoa semoga ia dan Ika berjodoh nanti.


Brukkk..


"Awww... Aish kalau jalan lihat-lihat dong Om!" ucap gadis kecil yang ditabrak oleh Rama dengan bersungut kesal. Rama tidak mendengarkan ucapan gadis itu. Ia masih terus berjalan tanpa melihat ke arah gadis yang berdecak kesal ke arahnya.


Ivana gadis yang baru berusia 20 tahun itu terlihat kesal ke arah Rama. Dengan cepat ia bangun dan berlari ke arah Rama, ia menaiki punggung Rama dengan sangat kesal. "Dasar pria gak bertanggungjawab!" teriak Ivana dengan kesal.


"Arghh.. Lepaskan saya gadis kecil!" ucap Rama dengan dingin.


"Tidak akan! Seenaknya Om meninggalkan aku begitu saja. Kau tahu Om? Bokongku sangat sakit ketika mendarat di aspal!" teriak Ivana di telinga Rama. Rama yang tak siap merasa telingannya akan rusak. Mimpi apa semalam ia bertemu dengan gadis kecil yang sangat bar-bar padahal perasaan hatinya sekarang tidak menentu.


"Saya tidak peduli! Tubuhmu saja yang sangat kecil bersenggolan dengan lenganku saja jatuh!" ledek Rama dengan nada datar.


"Segera minta maaf Om atau Om akan menyesal!" ucap Ivana dengan kesal ia menjambak rambut Rama hingga Rama berteriak.


"Argghhh.. Lepaskan saya gadis gila!" teriak Rama kesal. Dengan gerakan cepat Rama menarik tangan Ivana yang berada di rambutnya hingga gadis itu turun dari gendongannya.


Ivana memicingkan matanya menatap ke arah Rama yang terlihat dingin. "Karena Om sudah tidak mau meminta maaf kepadaku mulai malam ini Om milikku! Awas saja jika ada wanita lain yang mendekati Om!" ucap Ivana dengan sinis. Sebenarnya Ivana sengaja menabrakkan diri dengan Rama karena ia sangat terpesona dengan ketampan Rama.


Sejak kecil Ivana juga menjadi gadis pemaksa, apapun yang ia inginkan harus menjadi miliknya termasuk lelaki dingin yang berada di depannya.


"Dasar gila!" ucap Rama dengan dingin.


Ivana mengulum senyumnya, ia sama sekali tidak tersinggung dengan ucapan Rama. Ia semakin tertarik dengan pria tampan yang membuat hatinya bergetar. "Ya aku memang gila karena menginginkan pria dingin sepertimu, Om! Namaku Ivana Aulia Anggara, ingat namaku baik-baik sebagai kekasihmu sekarang!" ucap Ivana mengedipkan matanya ke arah Rama membuat Rama mendengus.


"Tidak penting!" ucap Rama dengan datar.


"Itu sangat penting untukku, Om. Siapa nama Om?" tanya Ivana dengan penasaran.


"Sejak kapan saya menikah dengan tantemu?" tanya Rama dengan sengit. Ingin sekali ia menenggelamkan gadis kecil yang tak tahu malu di hadapannya. Dengan seenaknya mengatakan jika dirinya adalah milik gadis kecil itu.


Tanpa menghiraukan Ivana. Rama langsung berjalan dan memasuki Taxi yang ia hentikan brgitu saja. "Hey, Mas. Aku akan mencari tahu siapa namamu dengan kemampuanku! Ingat sekarang aku kekasihmu!" teriak Ivana dengan keras membuat Rama malu seketika. Tiba-tiba rasa sakitnya menguar begitu saja digantikan dengan kekesalan kepada gadis yang bernama Ivana itu.


"Siapa yang bisa menolak pesona Ivana? Tidak ada! Dan tidak ada yang bisa mencegah keiinginan Ivana untuk membuat lelaki itu menikahiku!" gumam Ivana dengan percaya diri lalu ia masuk ke mobil mewahnya saat anak buah ayahnya sudah menunggu.


"Nona muda tidak apa-apa?" tanya pria yang menjaga Ivana.


"Tidak apa-apa Brandon. Aku hanya ingin berkenalan dengan calon tuan muda kalian. Sekarang kembali ke rumah! Aku tidak mau ayah dan ibu khawatir," ucap Ivana dengan tegas yang diangguki lelaki bernama Brandon tersebut.


*****


Ika sekarang sedang duduk bersama dengan Sultan di taman belakang rumahnya. Mereka saling bercerita dan terdengar tawa dari keduanya.


Leon yang memperhatikan adiknya sejak tadi bernapas dengan lega. "Akhirnya Ika mendapatkan lelaki yang mampu membuat dia tersenyum seperti itu," gumam Leon. Laura mengangguk dengan tersenyum juga, ia merebahkan kepalanya di pundak Leon.


"Memgantuk, hmmm?" tanya Leon dengan mengelus pipi Laura yang terlihat semakin cabi.


"Iya, Mas. Tapi aku gak bisa tidur karena besok Intan dan Zico akan membawa Dirga menginap di rumah mereka," ucap Laura dengan lirih.


"Kamu tenang saja, Sayang. Jika Zico macam-macam dengan Dirga aku tidak akan tinggal diam!" ucap Leon dengan tegas.


"Tetap saja aku tidak tenang Mas walau ada Intan bersama dengan Dirga," ucap Laura dengan resah.


"Jangan memikirkan sesuatu yang buruk Sayang! Aku tahu Intan akan menjaga Dirga dengan baik. Sekarang kita tidur ya. Aku masih sangat merindukanmu!" ucap Leon dengan tersenyum aneh dan Laura paham senyum itu karena sekarang ia juga sangat menginginkan suaminya.


***


Rama ketemu gadis gilaπŸ˜†πŸ˜†πŸ˜†


Gimana nasib Rama selanjutnya?


Siapa yang udah gak sabar ke kondangan Sultan dan Ika nih?


Ramein dengan like, vote dan coment yang banyak ya!