
...Happy reading...
****
Ryan pengestu (29th) sudah sejak lama berpacaran dengan Ica Tika Brawijaya (27th) tingkah Ica yang sangat menggemaskan membuat Ryan ingin memiliki Ica sejak lama. Saat dirinya sering bersama dengan Leon maka Ica akan ikut dan saat duduk di bangku kelas 2 SMA, Ryan memberanikan diri untuk menembak Ica yang saat itu baru kelas 3 SMP. Sudah sangat lama mereka berpacaran hingga pada akhirnya mereka akan menikah.
Bahagia? Tentu saja Ryan bahagia karena beberapa menit lagi Ica akan menjadi miliknya. Membayangkan tingkah Ica yang manja membuat Ryan terkekah geli apalagi tingkah polosnya saat Ryan ingin berbuat mesum kepada Ica semakin membuat Ryan tidak bisa menahan gairahnya untuk tidak menyentuh Ica.
"Rupanya gue ganteng banget ya," ucap Ryan dengan narsis saat melihat pantulan dirinya di cermin membuat kedua orang tuanya hanya bisa terkekeh geli dengam tingkah konyol Ryan. Ryan adalah orang yang humoris membuat siapa saja akan tertawa dengan tingkahnya kecuali Leon yang sama sekali tidak bergeming dengan tingkah konyol sahabatnya yang menurutnya tidak masuk akal.
"Sudah siap, kan? Ayo kita gedung pernikahan kamu dan Ica. Jangan biarkan Ica dan keluarganya yang menunggu," ucap Pangestu dengan tegas kepada anaknya.
"Sudah siap sejak lama, Pa. Cuma karena Leon kampret aku lama menikah," ucap Ryan dengan mendengkus kesal.
Sang mama yang bernama Aisyah tersebut memukul pundak anaknya dengan keras dan melotot ke arah anaknya. "Gak sopan! Leon kakak ipar kamu sekarang!" ucap Aisyah dengan tajam.
Ryan hanya menanggapinya dengan senyuman dan menggaruk tengkuknya yang tidak gatal. "Ryan cuma bercanda kanjeng ratu yang bertahta di hati Ryan selain Ica," ucap Ryan dengan jenaka membuat Aisyah yang tadinya hendak marah hanya bisa menghela napasnya dengan perlahan. Percuma saja ia marah dengan Ryan jika ujung-ujungnya Ryan selalu membuatnya tertawa.
"Pa, ayo berangkat. Ryan udah gak sabar mau ngurung Ica di kamar," ucap Ryan dengan santai.
"Dasar bocah sableng! Keturunan keluarga mesum!" teriak Aisyah membuat anak dan papa itu tertawa dan saling merangkul.
"Perempuan kalau di mesumin awalnya aja gak mau ujung-ujungnya minta tambah," uajar pengestu kepada anaknya yang membuat Ryan terkekeh membenarkan.
"Bilang aja ketagihan sama burung para suami. Iya, kan, Pa?" ucap Ryan dengan berbisik.
"Haha betul sekali," ucap Pengestu dengan geli. Ah kelakuan anaknya sama persis seperti dirinya, Pangestu seperti bercermin saat melihat Ryan.
"Ish.. Gak papa, gak anak, sama saja. Sama-sama mesum," cibir Aisyah yang masih bisa didengar oleh dua pria yang berada di sampingnya. Pengestu dan Ryan sama-sama memandang lalu mereka mengedikkan bahu masing-masing karena perempuan tetap benar dan lelaki selalu salah.
****
Acara sudah sangat ramai karena dihadiri seluruh kolega dari dua belah pihak, kerabat dan teman-teman Ryan maupun Ica. Ryan dengan gugup menjabat tangan Leo yang menatapnya tajam, sejak di rumah Ryan hanya biasa saja dan setelah menatap Leo dan Leon membuat Ryan menelan ludahnya dengan susah payah, kedua laki-laki itu seperti berkata dalam tatapan mata jika dirinya menyakiti Ica maka habislah riwayat Ryan. Namun, kegugupan itu berlangsung menghilang ketika dengan satu tarikan napas Ryan berhasil mengucapkap ijab kabul dengan lancar hingga Ryan tanpa sadar berteriak dengan kencang karena sudah berhasil menjadikan Ica miliknya.
"YES... AKHIRNYA SAHHHHH..."
Tamu undang mengelus dada mereka karena terkejut dengan teriakan Ryan.
"Mas," panggil Ica dengan berbisik. Ryan yang sadar langsung menatap mertuanya dan Leon, ia hanya terkekeh dan meminta maaf melalui menangkupkan kedua tangannya.
"Dasar gila! Bukan sahabat gue!" gumam Leon dengan malu.
Tamu undangan terbahak dengan kelakuan Ryan, suasana yang tadinya terlihat hening kini menjadi lebih santai karena ulah Ryan yang menjadi tontonan seluruh tamu undangan.
"Biarin, Ca! Kamu gak tahu betapa bahagianya aku bisa menikahi kamu!" ucap Ryan dengan berbisik membuat Ica salah tingkah dengan ucapan Ryan. Namun, tidak berlangsung lama Ica menelan ludahnya dengan gugup karena itu artinya ia akan merasakan patukan burung Ryan.
****
Ica menatap waspada suaminya yang menatap dirinya dengan tajam. Setelah merasa lelah dengan tamu undangan yang sangat banyak sampai malam akhirnya mereka memutuskan beristirahat di kamar mereka.
"M-mas mau ngapain?" tanya Ica dengan gugup saat Ryan mendekat ke arahnya.
"Ica, Sayang. Kita udah sah menjadi suami istri jadi aku mau meminta hakku yang sudah lama tidak terpenuhi," ucap Ryan dengan lembut.
"H-hak apa Mas?" tanya Ica dengan polos.
"Begini Ica Sayang. Dulu waktu kita sekolah kan ada tuh pelajaran Biologi tentang reproduksi nah dulu kan kita masih teori sekarang kita praktek yuk!" ucap Ryan dengan santai.
Ica mengeryitkan dahinya dengan bingung. "Tapi kan Ica anak IPS, Mas," ucap Ica dengan polos.
Ya salam, Ica! Ryan mengusap wajahnya dengan frustasi. "Persetan dengan IPS atau IPA, Sayang! Aku mau kamu!" ucap Ryan dengan tajam.
Ica mundur kebelakang untuk menghindar dari Ryan. Namun sayang Ica malah jatuh ke kasur dan memudahkan Ryan untuk mengukung Ica.
"M-mas berat!" ucap Ica dengan gugup.
"Lama-lama enak!" jawab Ryan dengan asal.
"Mas.. mmmptt..." Ryan langsung mencium bibir Ica dengan rakus membuat Ica sudah tidak bisa berpikir jernih, sentuhan Ryan membuatnya linglung.
"KYA... MAS RYAN SAKITT!" teriak Ica dengan kencang saat burung Ryan menerobos miliknya dengan kuat.
"BURUNG MAS RYAN GAK ADA AKHLAK!"
****
Slide story tentang Ryan dan Ica nih.
Siapa yang penasaran sama hubungan keduanya?
Waduh mereka lama banget ya pacarannya😮😮😮
Ramein gak nih?
Ramein dengan like, vote, dan komentar sebanyak-banyaknya ya!
Follow juga akun authornya🤗🤗🤗