Married With Single Parent

Married With Single Parent
S3~MWSP~101 (Cinta Yang Tak Biasa)



...Happy reading...


***


Leon dan Laura merasa lelah karena baru saja keduanya dan seluruh keluarga selesai melakukan pengajian akikah si kembar. Terlihat sekarang Leon terlelap setelah seharian sibuk dengan kegiatannya tetapi tidak dengan Laura, ia sama sekali belum bisa tidur walau dirinya sangat ingin karena kedua anaknya masih menyusu dan matanya belum juga terpejam. Ingin membangunkan Leon tetapi ia tidak tega dengan sang suami karena sejak kemarin Leon sangat sibuk untuk mempersiapkan akikah Devino dan Devina hingga kurang tidur.


Rengekan Devina membuat Leon mengerjapkan matanya, ia langsung terjaga setelah melihat sang istri yang belum sama sekali tidur padahal ini sudah malam dan Leon merasa bersalah dengan sang istri.


"Kenapa Vina, Bun?" tanya Leon dengan serak. Ia masih benar-benar mengantuk sekarang tetapi ia tidak tega melihat sang istri yang terlihat mengantuk sekali tetapi tetap harus mengurus kedua anaknya yang rewel sedangkan Dirga sudah tidur bersama dengan kedua orang tuanya.


"Pipis, Yah. Bentar aku ambilkan popoknya dulu," ucap Laura dengan pelan.


"Biar Ayah saja!" cegah Leon. Sejak kelahiran anak kembarnya memang keduanya membiasakan untuk memangil dengan sebutan 'ayah dan bunda' agar ketiga anaknya paham akan panggilan itu.


Leon mengambil popok anaknya di lemari khusus dan menyerahkannya pada Laura. Sedangkan Leon menggendong Devino yang terlihat terusik dengan suara keributan yang tercipta. "Gantengnya anak Ayah, bunda!" ucap Leon dengan menciumi seluruh wajah anaknya membuat Devino merengek mengeluarkan suara khas bayinya.


"Jangan ganggu Ayah! Nanti Devino lama tidurnya. Bunda sudah sangat lelah," ucap Laura dengan memelas.


Leon menatap sang istri dengan merasa bersalah. "Sayang, kok kamu pucat?" tanya Leon dengan panik.


Dengan cepat Leon menimang anaknya agar segera tidur. Membutuhkan waktu yang sangat lama membuat Devino tertidur dan setelah tidur ia menimang Devina setelah digantikan popoknya oleh Laura. Entah mengapa kepala Laura terasa berat sekarang dan ia menggigil.


"Tunggu sebentar ya, Sayang! Vina sebentar lagi tidur," ucap Leon dengan panik. Laura mengangguk, ia memijat pelipisnya yang terasa sakit. Mungkin karena mengurus 3 anak sekaligus membuat Laura drop.


Setelah Devina tidur Leon juga meletakkan anaknya di box bayi bersama dengan Devino kemudian ia mendekat ke arah Laura yang terlihat lemas. "Sini, Sayang!" ucap Leon menyuruh Laura masuk ke dalam pelukannya.


Leon memeriksa suhu tubuh Laura dengan telapak tangannya. "Panas sekali. Kenapa gak bilang kalau sakit hmm?" tanya Leon dengan lirih.


"Tadi gak aku bawa rasa, Mas. Tapi sekarang sakit banget kepala aku. Gimana ini Mas? Aku gak mau Dirga dan kembar tertular sakit juga," ucap Laura mencemaskan ketiga anaknya. Ia tidak memikirkan keadaannya yang ia pikirkan ketiga anaknya yang membuat Leon sedikit geram dengan sang istri.


"Mas ambilkan obat sebentar!" ucap Leon dengan pelan.


"Gak, Mas! Aku gak mau minum obat sembarangan takut bahaya sama Vino dan Vina," tolak Laura dengan halus.


"Kalau gitu kita ke rumah sakit ya? Biar kembar Ika yang jaga," ucap Leon dengan lirih.


"Mereka semua lelah, Mas. Sekarang kita tidur aja ya. Aku yakin besok keadaannya sudah membaik," ucap Laura dengan lirih.


"Tapi, Sayang...."


"Gak ada tapi-tapian, Mas. Sekarang kita istirahat aja ya!" ucap Laura dengan memohon.


Leon menghela napasnya dengan berat. Lalu ia mendekap tubuh Laura, semalaman Leon tidak bisa tidur karena Laura terus menggigil dan suhu tubuhnya semakin panas. Subuh pagi Leon membangunkan semua orang agar bisa menjaga kembar sedangkan ia harus membawa Laura ke rumah sakit.


"Laura kenapa, Leon?" tanya Saera dengan panik.


"Demam, Bun. Laura kelelahan mengurus anak kami, suhu tubuhnya semakin panas. Aku titip kembar dan Dirga ya, Bun," ucap Leon dengan lirih.


"Cepat bawa Laura ke rumah sakit. Kamu tenang saja anak kamu biar Bunda yang urus," ucap Saera dengan cemas. Bagaimana pun Laura adalah wanita yang masih sangat mudah di umurnya 24 tahun ia sudah mempunyai tiga anak yang masih kecil-kecil dan Saera paham pasti Laura kelelahan mengurus ketiganya.


Leon mengangguk. Ia berlari ke arah kamar dengan diikuti oleh Saera dan kedua adiknya. Untung saja akikah kembar dilakukan di rumah kedua orang tuanya, jika tidak Leon pasti akan lebih panik dari ini. Leon menggendong Laura dengan perlahan, dan membawanya ke rumah sakit. Laura yang masih tertidur tidak tahu jika suaminya telah membawanya ke rumah sakit karena kepalanya yang berat dan ia merasa menggigil walau suhu tubuhnya sangat panas.


****


"Kak Laura kenapa?" tanya Sultan saat Ika masuk ke kamarnya dengan membawa salah satu anak kembar Leon dan Laura sedangkan yang satunya sedang di gendong oleh bundanya.


"Kecapean sampai demam, Bang. Badannya panas banget kata mas Leon tadi. Aku lihat kak Laura sampai gak tahu kalau dia dibawa ke rumah sakit," jawab Ika dengan pelan.


"Ya Allah kasihan sekali. Terus gimana dengan Vino dan Vina?" tanya Sultan.


"Sempat rewel tadi, Bang. Makanya Vina aku gendong mungkin mereka juga merasakan apa yang bundanya rasakan tapi takutnya mereka terlular, Bang. Kan kasihan masih kecil," ucap Ika dengan sendu.


"Abang mau gendong Vina, Dek!" ucap Sultan dengan tersenyum.


Dengan senang hati Ika memberikan Vina untuk digendong Sultan. "Semoga nular ya. Aamiin!" ucap Ika dengan mengelus perutnya sendiri membuat Sultan tersenyum. Sultan juga mengelus perut Ika dengan lembut.


"Aamiin!" balas Sultan dengan lembut.


"Ups...Vina pup, Bang!" ucap Ika ketika mencium bau yang tidak sedap.


Keduanya tertawa. Sultan memberikan Vina pada Ika agar ia bisa membersihkan diri. "Jahil banget kamu, Nak. Lihat Om kamu itu wajahnya lucu," gumam Ika dengan terkekeh dan membawa Vina ke kamar kakaknya untuk digantikan pakaian.


Siang harinya....


"Loh kok udah pulang, Mas?" tanya Ica melihat kakaknya sudah pulang dengan menggendong Laura.


"Kakak kamu ngotot minta pulang. Dari pagi minta pulang tapi Mas bilang habiskan satu infus dulu kalau mau pulang," ucap Leon dengan sendu.


Saat ini Laura sedang tertidur sehabis meminum obat. Untung saja demamnya sudah turun setelah diberikan obat oleh dokter yang tentunya tidak membahayakan kedua anaknya.


"Dirga sama kembar rewel gak?" tanya Leon kepada keluarganya.


"Dirga gak Mas karena main sama ayah kalau kembar beberapa kali rewel," jawab Ika.


"Tolong jagain kembar dulu ya. Biarkan kakak kalian tidur dulu," ucap Leon dengan pelan.


"Siap Mas! Tapi jajan Ica habis, nanti beliin ya!" ucap Ica dengan memelas.


"Ya Allah, Ica. Lihat badan lo udah melar gini! Lo kayak bukan kembaran gue!" ucap Ika dengan heran.


Ica berdecak kesal ke arah kembarannya. "Kakak belum rasain gimana rasanya laper setiap jam. Kalau bukan karena hamil Ica udah diet sejak lama!" ucap Ica bersungut sedih.


"Gue tahu gue jelek sejak hamil!" ucap Ica dengan sedih membuat Ika merasa bersalah.


"Eh jangan nangis ya. Nanti gue beliin camilan yang banyak," ucap Ika dengan panik melihat Ica menangis tanpa suara.


"Kakak gak tahu gimana perasaan aku. Aku takut Mas Ryan berpaling dan milih cewek yang lebih seksi apalagi sekarang mas Ryan tambah ganteng," ucap Ica dengan sendu.


"Kalian ini kalau ketemu ribut mulu! Kalian sudah dewasa! Sudah punya suami! Jangan seperti anak kecil lagi! Nanti Mas transfer uang jajan jangan berantem lagi!" ucap Leon dengan tegas.


Mata keduanya langsung berbinar mendengar kata uang jajan dari kakaknya. "I love you Mas!" ucap keduanya saat melihat Leon pergi ke kamarnya dengan membawa Laura.


Sultan yang melihat kelakuan sang istri hanya bisa menggelengkan kepalanya. Segitu senangnya mendapat uang jajan dari kakaknya padahal dirinya bisa memberikannya seberapa pun yang Ika mau. Bahkan black cardnya saja sudah di tangan Ika. Tetapi Ika tetap menerima uang jajan dari Leon. Dan gara-gara itu mereka hampir lupa melihat keadaan kakak iparnya.


Saat semua orang sudah melihat keadaan Laura mereka kembali ke kamar masing-masing. Saat ini Ika sedang berada di pangkuan Sultan sedangkan Cut masih sibuk bermain dengan Dirga sejak tadi. "Apa uang dari Abang gak cukup?" tanya Sultan dengan pelan.


"Cukup, Bang! Sangat cukup malah!" jawab Ika dengan kepala bersandar di dada Sultan.


"Tapi kenapa masih minta sama mas Leon?" tanya Sultan.


"Hehehe...uang mas Leon banyak, Bang! Sekali menang tender aja bisa milyaran rupiah. Jadi gak apa-apa dong kalau Ika minta uang dari mas Leon. Abang marah ya?" tanya Ika dengan hati-hati.


"Abang gak marah. Cuma Abang merasa kalau adek kekurangan uang dari Abang," gumam Sultan dengan lirih.


"Uang dari Abang berlebih kok. Nih kartu hitamnya gak bakal habis," jawab Ika dengan tersenyum. "Jangan marah ya. Uang dari mas Leon tetap Ika simpan kok siapa tahu nanti kita butuh," ucap Ika dengan lirih. Sultan menghela napasnya dan setelah itu mencium kening Ika dengan sayang.


"Bilang kalau uang dari Abang kurang ya! Abang gak mau gagal menjadi suami! Uang memang bukan segalanya tetapi di dalam kehidupan segalanya butuh uang! Abang mau menampilan Adek berubah lebih tertutup lagi, Abang gak rela tubuh indah ini di nikmati oleh orang lain. Abang udah siapkan gamis dan hijabnya di rumah Medan. Adek mau pakainya, kan? Abang gak maksa pelan-pelan aja, senyamannya Adek aja!" ucap Sultan dengan pelan membuat Ika terenyuh lalu ia menatap pakaiannya yang masih terbuka walau ia sering memakai jins dan kaos lengan pendek tetapi ia sadar semua yang ada di dirinya adalah aurat dan hanya bisa ia perlihatkan kepada suaminya. Ika merasa kehadiran Sultan membuat kehidupannya lebih baik lagi.


"Aku mau, Bang!" ucap Ika dengan lembut membuat Sultan tersenyum. Ini adalah cinta yang tak biasa yang mereka rasakan dan Sultan sangat bahagia ketika Ika mau berubah lebih baik lagi tentu saja semua pakaian Ika adalah kualitas terbaik yang Sultan pilih agar Ika merasa nyaman dengan pakaian barunya nanti.


*****


Aduh bahagianya mereka!😘😘😘🤗🤗🤗


Jangan lupa like, vote, dan coment yang banyak ya!


JANGAN LUPA MAMPIR JUGA KE CERITA SAHABAT KENTAL AUTHOR YA. CERITA PARA MAFIA YANG PASTINYA BIKIN GREGET. MOHON DUKUNGANNYA KARENA SAHABAT AUTHOR ADALAH PENULIS BARU, SATU LIKE, VOTE, COMENT DARI KALIAM SANGAT BERARTI UNTUKNYA


@Wulandari Queen