
...Setelah membaca cerita ini. Aku harapkan kalian menyempatkan waktu untuk membaca cerita baru auyhor ya. "CINTA SEMPURNA SANG GADIS GENDUT" tinggalkan jejak kalian di sana ya....
...Terima kasih!...
...Happy reading...
****
Mikayla Farezki, anak dari Zico dan Intan yang saat ini berusia 18 bulan menaiki tubuh sang papa saat Zico tak bangun-bangun dari tidurnya.
"Pa, pa. Ngun!" teriak Mikayla dengan cerewet. Zico yang masih sangat mengantuk pun akhirnya mencoba membuka matanya. Tawa Mikayla membuat Zico tersenyum dan menggendong anaknya dengan gemas.
"Kayla kok sudah bangun hmmm? Papa masih ngantuk tahu!" ucap Zico berpura-pura merajuk.
"Gi, Pa (Pagi Pa)" ucap Mikayla dengan suara kecilnya. Zico yang mengerti ucapan anaknya langsung mencium pipi Mikayla dengan gemas sampai anak kecil itu merengek dan berteriak dengan kencang.
"Mas kebiasaan banget sih! Mikayla nangis aku gak bisa masak dan Mas juga gak bisa kerja!" ucap Intan dengan sebal karena Zico selalu saja membuat Mikayla menangis karana ciuman gemasnya.
"Ma, pi La, bis um papa (Ma, pipi Kayla habis di cium papa)." adu Mikayla dengan suara lucunya bahkan ia sudah menangis gara-gara Zico. Bukannya menenangkan anaknya, Zico terus menjahili Mikayla dan tak mengindahkan perkataan sang istri yang terlihat kesal kepadanya.
Sungguh Zico sangat bahagia dan gemas melihat tingkah anaknya. Seandainya waktu bisa diulang ia juga ingin melihat perkembangan Dirga tetapi nasi sudah menjadi bubur, anaknya tumbuh tanpa kasih sayang dirinya tetapi ia bersyukur karena Leon sangat menyayangi Dirga seperti anak kandungnya sendiri bahkan kasih sayangnya mungkin lebih besar dari pada yang ia punya. Karena hal itu jugalah Zico sangat menyayangi Kayla dan sangat memanjakannya, Zico mencari kesempatan agar terus bisa melihat perkembangan Kayla. Saat dirinya sedang sibuk di kantor atau berada diluar kota sekali pun Zico akan mengajak dua wanita kesayangannya ini, tetapi jika Mikayla atau Intan sakit, Zico selalu menyempatkan untuk tidak bekerja atau ketika ada pekerjaan yang mendesak Zico selalu menelepon istrinya tersebut untuk menanyakan bagaimana suasana keduanya bahagia atau tidak.
"Mas!" teriak Intan dengan kesal.
"Massss!"
Zico terbengong saat Mikayla menirukan suara Intan memanggilnya dengan sebutan 'mas'. Sungguh anaknya ini sangat kritis sekali jika ada yang berkata selalu diikuti dengan suara kecilnya itu.
"Ma, kan sudah papa bilang panggil aku papa kalau dihadapan Mikayla. Berasa sugar daddy kakau Mikayla panggil aku mas," rajuk Zico yang membuat Intan tertawa.
Sugar daddy? Ingin rasanya Intan menjitak kepala suaminya agar berpikir dengan benar. "Ululu... Anak Papa yang cantik jangan nangis lagi dong, nanti Papa kasih adik buat kamu," ucap Zico dengan asal.
"Astaga, Pa. Omongannya bisa disaring gak sih? Mikayla masih kecil!" protes Intan yang membuat Zico terkekeh.
"Pagi dua wanita kesayangan Papa! Jangan marah-marah ih. Nanti gak cantik lagi," ucap Zico dengan terkekeh, ia mengecup kening istrinya dengan lembut dan bergantian ke arah Mikayla yang kedua pipinya sudah memerah karena ulah Zico.
"Kenapa?" tanya Intan dengan polosnya.
"Is... Bukannya senang suami libur kerja ini malah tanya kenapa. Hari ini kita piknik ya," ucap Zico sedikit kesal.
Intan tersenyum dan membawa Mikayla ke dalam gendongannya kembali. "Kami para wanita tercantik di rumah ini juga ingin belanja dan menghabiskan uang papa," ucap Intan dengan jahil.
Zico terkekeh. "Ya...ya... Kita akan juga berbelanja hari ini. Hari ini khusus untuk para wanita cantik kesayangan papa Zico. Habiskan saja uangnya jika kalian bisa," ucap Zico dengan tersebut.
"Lihat Kay, papamu sangat sombong sekali. Bagaimana jika hari ini kita belanja sepuasnya hingga tagihan kartu kreditnya membengkak," ucap Intan dengan sinis.
"Anja. Oteh! (Belanja. Okeh!)."
"Lihatlah Kayla sudah setuju. Sekarang giliran Tuan yang akan menderita karena membawa bertumpuk-tumpuk belanjaan kami. Ah...senangnya punya anak yang belanja-able begini," ucap Intan dengan tertawa membuat Mikayla juga ikut tertawa.
"Tidak masalah Nyonya, silahkan saja habiskan uangku jika kalian sanggup, tetapi setelah piknik baru kita akan belanja. Bagaimana deal?" tantang Zico.
"Deal!"
"Eal!"
Zico tertawa saat mendengar suara anaknya yang mengucapkan kata 'deal' seakan mengerti apa yang kedua orang tuanya ucapkan.
Sangat menggemaskan sekali bukan?
Akhirnya hadi ini mereka habiskan untuk piknik dan berbelanja bersama, Zico sampai kewalahan membawa bertumpuk-tumpul belanjaan sang istri. Tapi tak apa karena Intan sangat jarang sekali berbelanja dan dengan senang hati Zico akan mengabulkannya.
*****
Untuk extra part sudah selesai ya.
Jangan nagih lagi karena setelah ini akan dilanjutkan cerita Cut dan Dio!
Jadwal update cerita Cut dan Dio : (SELASA & JUMAT/JAM TAYANG TIDAK DITENTUKAN YA MAU PAGI DAN MALAM TERGANTUNG MOOD AUTHOR BUAT NULIS. BISA UPDATE LEBIH DARI SATU EPISODE KALAU AUTHOR KHILAF🤣 JADI DOAIN AUTHOR KHILAF MULU)