Married With Single Parent

Married With Single Parent
S4~MWSP~57 (Status Baru)



...Happy reading...


****


"Selamat pagi pengantin baru," ucap Laura dengan tersenyum padahal waktu sudah menunjukkan pukul 10 pagi dan pasangan pengantin baru itu baru saja keluar kamar.


Wajah Vera memanas saat ibu mertuanya menatapnya dengan geli apalagi kedua adik iparnya yang terlihat cekikikan geli melihat ke arahnya.


"Bunda jangan menatap istri Dirga seperti itu. Kasihan Vera, Bunda," ucap Dirga membela istrinya.


Laura terkekeh geli. "Kalian sarapan dulu pasti tenaga Vera terkuras habis tadi malam. Ya, kan?" ujar Laura dengan tersenyum.


"Emangnya semalam kak Vera ngapain, Bunda?" tanya Vina dengan polosnya yang membuat Vino hampir meledakkan tawanya tetapi masih bisa ia tahan.


"Anak kecil tidak boleh kepo! Sekolah yang rajin sana!" ucap Dirga dengan datar.


"Mas aku malu!" bisik Vera dengan jantung yang berdetak sangat kencang apalagi dirinya terlihat sekali jika sangat lelah. Bagaimana tidak sehabis resepsi Dirga benar-benar tidak melepaskannya, tetapi walaupun begitu Vera sangat suka dengan sentuhan Dirga apalagi suaminya selalu membuatnya melayang tinggi ketika mereka sedang berhubungan.


"Tidak usah malu, Sayang. Bunda hanya bercanda sama kita. Sekarang kamu sarapan ya," ucap Dirga dengan lembut yang membuat Vina mual mendengarnya. Sejak kapan kakaknya bisa selembut ini dengan perempuan? Dasar berondong bucin!


"Kamu kenapa melihat Kakak seperti itu, Vin? Ada yang aneh?" tanya Dirga saat melihat sang adik yang begitu aneh melihat ke arahnya.


"T-tidak ada, Kak!" jawab Vina dengan gugup dan kembali memakan sarapannya dengan tenang membiarkan kedua pengantin baru itu bermesraan di hadapannya.


"Apa rencana kalian setelah menikah?" tanya Leon dengan serius kepada anak dan menantunya itu.


"Hmmm.... Tinggal di rumah sendiri, aku bekerja sambil kuliah dan membahagiakan istri Dirga tentunya," jawab Dirga dengan santai. Sedangkan Vera masih menunduk malu di hadapan kedua mertua dan kedua adik iparnya.


"Sudah siap dengan tanggungjawab yang semakin berat?" tanya Leon dengan serius.


"Kalau tidak siap aku tidak mungkin menikah sekarang, Yah! Apalagi sampai langsung memberikan Ayah dan Bunda cucu," jawab Dirga dengan tegas.


"Uhuk...uhuk..."


"Sayang pelan-pelan makannya tidak ada yang minta kok," ucap Dirga dengan panik saat melihat Vera tersedak.


"Vera begitu karena ucapan kamu yang tidak berfilter Dirga! Bisa-bisanya kamu berbicara santai di hadapan ayah, bunda, dan kedua adik kamu," ucap Laura dengan menggelenglan kepalanya.


"Kamu tidak apa-apa Vera?" tanya Laura dengan lembut.


"Tidak, Bun. Vera hanya kaget saja," ucap Vera berusaha tersenyum di tengah malu yang Vera rasakan akibat perkataan suaminya itu.


Apakah ada yang pernah merasakan perasaan seperti Vera? Malu, gugup hingga seperti mau pingsan berhadapan dengan mertua untuk pertama kalinya apalagi Vera yang belum pernah bertemu sebelumnya dengan kedua orang tua Dirga. Vera kenal dengan mertuanya saat di Yogya waktu itu dan sekarang harus tinggal di satu atap yang sama. Vera benar-benar malu, ia takut suara rintihan kenikmatan yang tidak bisa ia tahan ketika Dirga menyentuhnya terdengar sampai ke telinga mertua dan kedua adik iparnya. Mau ditaruh di mana wajahnya?


"Tuhan aku sangat malu sekali! Jika bisa menghilang aku ingin menghilang sekarang!" batin Vera menjerit lirih.