
...Happy reading...
****
Laura tahu apa yang saat ini suaminya rasakan. Ia memeluk Leon dari belakang walau terhalang perut besarnya, membuat Leon yang melamun sejak tadi menjadi tersentak dan membalikkan tubuhnya menjadi menghadap ke arah istrinya.
"Kok bangun?" tanya Leon dengan mengelus rambut Laura dengan sayang.
"Twins cariin ayahnya," ucap Laura dengan manja.
"Twins atau bundanya?" goda Leon dengan terkekeh yang membuat Laura mengerucutkan bibirnya.
"Eh, twins gerak," ucap Leon dengan takjub ketika merasakan getaran twins yang sangat aktif.
"Tuh kan. Apa aku bilang twins yang cariin ayahnya," ucap Laura dengan manja.
"Iya deh percaya," ucap Leon dengan tersenyum.
"Tidur lagi yuk!" ucap Laura dengan kepala yang bersandar di dada bidang suaminya.
Leon mengangguk dan kembali membawa sang istri berbaring setelah ia terbangun dan menikmati angin malam karena memikirkan Ika yang sudah berada di Medan. Leon tahu masih ada rasa sedih di hati sang adik walau Ika menutupinya dengan senyuman.
"Twins udah berapa bulan sih?" tanya Leon yang memang sudah tidak sabar ingin mrlihat wajah kedua anaknya.
"Minggu depan udah 6 bulan Ayah," ucap Laura yang menirukan suara anak kecil.
"Ayah udah gak sabar lihat jagoan Ayah nih," ucap Leon dengan berbinar menghilangkan gundah yang ada di hatinya.
"Sabar ya Ayah," ucap Laura dengan tersenyum.
Leon tersenyum dan mengecup kening istrinya. Malam ini ia tidak menjenguk sang anak dikarenakan Laura yang sejak tadi pagi mengeluh kakinya pegal karena mengikuti Dirga yang terus berjalan dan bermain saat Leon berada di kantor.
"Mas kaki aku bengkak," ucap Laura dengan sendu.
"Bengkak? Apa tidak bahaya?" tanya Leon dengan cemas.
"Besok, Mas panggilkan tukang pijat ya, buat pijat kaki kamu," ucap Leon dengan sayang.
"Iya aku mau," ucap Laura dengan berbinar.
"Sekarang tidur ya. Sudah larut malam," ucap Leon dengan lembut kepada sang istri.
"Tapi peluk dari belakang," ucap Laura dengan manja yang lamgsung di angguki oleh Leon.
Leon membenarkan letak bantal hamil sang istri agar kembali tidur dengan nyaman. Tak membutuhkan waktu yang lama Laura sudah tertidur di pelukan sang suami dengan sangat nyaman. Leon juga ikut menyusul sang istri terbang ke alam mimpi sebelum besok kembali bekerja yang sangat melelahkan otaknya.
***
Malam ini Zico merasa sangat lelah karena pekerjaan kantor yang kembali sang papa limpahkan untuknya. Pekerjaan yang membuat otaknya harus ekstra bekerja untuk menarik kolega yang mau bekerja sama dengan perusahaannya kembali yang sudah hampir gulung tikar itu. Tetapi dengan kerja kerasnya dan sang papa berkat bantuan Hendra agar ia tidak menganggu Laura dan juga Dirga perusahaan Zico berangsur membaik.
Rasa rindunya terhadap Ika tidak bisa dibendung begitu saja. Sudah dua hari ini ia seperti orang bodoh karena ditinggalkan Ika begitu saja, cinta yang ditolak membuat Zico merasa hatinya sakit bahkan enggan merasakan cinta yang lain.
Efek mabuk membuat kepala Zico pusing padahal ia hanya minum sedikit untuk menghilangkan Ika dari pikirannya. Tetapi tetap saja Ika terus berputar di otakmya membuat Zico kesal. Ia sudah tidak fokus untuk mengendarai mobilnya hingga Zico dikagetkan dengan motor yang berada di depannya, ia tidak bisa mengerem mobilnya begitu saja karena kecepatannya sangat cepat.
"Awas!"
Brak....
***
Karena bonus jadi dikit aja🤣🤣🤣
Author ikhlas kok
Terima kasihnya simpan aja wkwk
Cukup kasih sedekah yang banyak like, vote, dan comentnya. Biar mood author membaik.