Married With Single Parent

Married With Single Parent
S4~MWSP~46 (Kesungguhan Dirga)



...Hei aku kembali bersama dengan novel ini. Suka part Dirga Vera gak? Jangan lupa ramein ya...


...Happy reading...


***


Dirga bersiul memasuki rumah kedua orang tuanya. Wajahnya terlihat berseri-seri setelah ia berhasil memiliki Vera bahkan malam panjang yang mereka lakukan sangat membuat Dirga berkesan bahkan lelaki itu tak bisa melupakan bagaimana nikmatnya tubuh Vera saat mereka menyatu.


Vino dan Vina menatap kakaknya dengan heran. Baru kali ini mereka melihat Dirga bahagia sekali bahkan wajah datarnya hilang entah kemana digantikan dengan senyuman yang mereka yakini akan membuat kaum hawa terpesona.


"Kakak pulang-pulang kenapa terlihat bahagia sekali?" tanya Vina dengan penasaran.


"Tumben," ujar Vino menimpali ucapan saudara kembarnya.


"Ekhem..." Dirga berdehem untuk menormalkan ekspresi wajahnya kembali membuat kedua adiknya kembali dibuat heran.


"Kak? Kenapa sih? Kok Vina jadi takut lihat Kakak seperti itu ya?" ucap Vina dengan mengusap tengkuknya.


"Anak kecil gak boleh tahu. Dimana ayah dan bunda?" tanya Dirga dengan datar.


"Yee enak aja kakak bilang kami ini anak kecil," ucap Vino tidak terima.


"Emang kalian masih kecil!" ucap Dirga dengan mengacak kedua rambut adiknya.


"Ihhh kak Dirga," rengek Vina yang tidak terima jika rambutnya kembali berantakan karena ulah kakaknya padahal mereka mau berangkat sekolah.


"Bunda dan ayah di dapur tuh lagi pacaran. Kami berangkat sekolah dulu Kak!" ucap Vino menarik tangan saudara kembarnya begitu saja meninggalkan Dirga yang kembali tersenyum seorang diri membayangkan kejadian panasnya bersama dengan Vera.


Dirga melangkahkan kakinya menuju ke arah dapur dimana kedua orang tuanya berada. Laura menatap anaknya dengan bersidekap dada.


"Bagus ya baru pulang sekarang. Lupa jalan pulang atau gimana hmm?" tanya Laura dengan dingin.


Dirga mendekat ke arah Laura dan memeluk sang bunda dari samping. "Jangan marah, Bun. Aku sedang melakukan misi bersama dengan Virgo," ucap Dirga berbohong.


"Ekhem...." Leon menatap anaknya dengan tajam. Dirga yang mengerti tatapan ayahnya langsung melepaskan diri dari tubuh bundanya bahkan Dirga mengangkat kedua tangannya sebelum singa pecemburu itu mengeluarkam taringnya karena ia memeluk Laura.


"Cuma 5 detik, Yah!" ucap Dirga membela diri.


Leon mengusap dagunya dan memicingkan matanya ke arah Dirga. "Baru pulang dan wajahmu terlihat bahagia. Apa terjadi sesuatu?" tanya Leon dengan curiga.


"Emang kalau aku bahagia tidak boleh?" ucap Dirga balik tanya kepada ayahnya.


"Sudah-sudah kalian ini berdebat soal apa sih? Sekarang Bunda tanya sama kamu. Kamu betul menginap di rumah Virgo?" tanya Laura dengan tegas.


"Kenapa wajah kamu sangat mencurigakan sekali?" tanya Laura memicingkan matanya.


"E-enggak Bun. Masa Bunda gak percaya ke Dirga sih?" ucap Dirga dengan serius.


"Bukan menemui janda itu, kan?" tanya Laura dengan curiga.


"Uhuk...." Dirga tersedak air liurnya sendiri ketika pertanyaan Laura sangat tepat sekali.


"Kenapa kamu?" tanya Leon dengan tajam.


"E-nggak apa-apa Yah. Sudah pertanyaannya ya soalnya Dirga mau kuliah," ucap Dirga berusaha dapur dari kedua orang tuanya.


"Sarapan dulu!" teriak Laura saat melihat Dirga langsung berlari ke kamarnya.


"Aku sudah sarapan Bun!" teriak Dirga dengan cepat.


"Jangan lupa besok kamu harus bekerja di perusahaan Ayah!" teriak Leon dengan keras.


"Siap!"


Laura menghela napasnya. Ia menatap sang suami dengan dalam. "Mas, aku curiga dengan Dirga. Kenapa pagi ini dia terlihat bahagia sekali? Seperti sedang mendapatkan sesuatu. Seperti kamu jika sudah mendapatkan jatah dari aku," ucap Laura dengan tiba-tiba.


"Sayang, Dirga itu sudah dewasa biarkan dia menentukan hidupnya sendiri. Kalau masalah jatah dari kamu ya aku memang selalu bahagia apalagi mendapatkan jatah yang lebih," jawab Leon sambil menyeruput teh buatan istrinya.


"Belain aja terus anak kamu!" ketus Laura. Selalu saja Leon memanjakan Dirga. Laura merasa senang dengan sikap Leon yang tidak pernah membeda-bedakan kasih sayang Dirga dan kedua anak kembar mereka tetapi rasanya Laura merasa cemburu ketika Leon sudah membela anak-anak mereka.


"Kamu tahu kan 99% sifat aku menurun ke Dirga jadi aku percaya jika Dirga sudah mengatakan suka kepada seseorang wanita pasti Dirga benar-benar menyukainya. Percaya sama aku Dirga adalah lelaki yang bertanggungjawab walau usianya masih muda. Besok aku akan menguji kinerjanya di perusahaan, aku tidak akan membiarkan anak kita menelantarkan anak orang lain Sayang," ucap Leon dengan lembut.


Leon membawa Laura ke dalam pangkuannya. Ia membelai rambut Laura dengan sayang. "Seperti aku menyukaimu saat itu maka aku akan melakukan apapun untuk mendapatkan kamu," bisik Leon dengan pelan dan mengecup bibir Laura dengan mesra.


Dan seperti biasa Laura akan terbuai dengan sentuhan suaminya. Dari dulu hingga sekarang Leon sangat mampu membuatnya tidak berdaya.


****


Vera meringis merasakan miliknya sangat perih. Hari ini ia tidak berangkat bekerja karena ia merasa dirinya tidak akan sanggup dan juga merasa malu karena banyaknya kissmark yang diberikan Dirga kepadanya.


Vera menepuk pipinya yang terasa panas saat ia mengingat kembali bagaimana Dirga memasukinya dengan sangat panas. "Sadar Ver! Dirga itu lebih cocok jadi adik kamu! Kenapa kamu malah terbawa perasaan seperti ini bahkan kamu menerima Dirga menjadi kekasih kamu? Bagaimana jika orang-orang tidak setuju dengan hubungan kalian? Kamu kan janda dan Dirga lelaki muda," ucap Vera meyakinkan dirinya. Tetapi bagaimana usahanya untuk meyakinkan dirinya agar tidak jatuh ke dalam pesona Dirga tetap saja Vera sudah jatuh ke dalam pesona Dirga.


"Ahh...aku ini kenapa sih? Tidak mungkin aku jatuh cinta dengan berondong, kan? Sadar Ver kamu banyak kekurangan makanya suami dan mertua kamu tidak suka sama kamu dan suami kamu langsung menceraikan kamu begitu saja karena kamu tidak bisa punya anak," teriak Vera dengan frustasi.


Lelah dengan pikirannya sendiri Vera lebih memilih merebahkan dirinya di sofa dan kembali menonton TV tetapi lagi dan lagi adegan ciuman di TV membuat Vera teringat akan Dirga. Kenapa Vera sudah sangat merindukan Dirganya padahal lelaki itu baru saja pulang? Vera sudah gila!