
...Happy reading...
***
Hari sudah berganti hari, minggu berganti minggu, dan bulan berganti dengan bulan. Kini usia kandungan Ika sudah memasuki 9 bulan dan hari ini juga jadwal operasi caesarnya karena Sultan tetap ingin Ika melakukan operasi Caesar. Cut, Saera, dan Ulan sudah ada di Medan untuk menemani Ika lahiran sedangkan yang lainnya menyusul besok harinya karena masih ada pekerjaan yang harus mereka lakukan dan anak-anak mereka yang sedikit rewel.
Di tangan Sultan sudah ada tasbih, ia sudah masuk ke ruang operasi menemani Ika. Ika sudah dibius oleh dokter bagian bawahnya sudah mati rasa, mata masih terbuka, ia menatap Sultan yang sangat pucat dengan tasnih yang berada di tangannya. Operasi sudah dilakukan oleh dokter perempuan profesional, semua yang berada di dalam ruang operasi hanya Sultan laki-lakinya.
Dengan jantung yang berdegup kencang, Sultan terus berselawat dan bertasbih di telinga Ika, ia sampai mengeluarkan air mata saat mendengar suara peralatan operasi terdengar di telinganya, sungguh perjuangan wanita untuk melahirkan sangatlah berat. Sultan mengecup kening Ika dengan berulang ulang.
"Wanita hebatku," bisik Sultan dengan lembut.
Suara tangisan bayi di ruang operasi menggema begitu keras. Ada tiga bayi yang dikeluarkan dalam perut Ika, ya Ika hamil anak kembar 3, awalnya dokter hanya mengetahui dua bayi di rahim Ika tetapi ternyata satu bayi lagi bersembunyi.
Setelah kurang lebih satu jam operasi berlangsung dengan lancar, perut Ika juga sudah di jahit kembali dan ketiga anak mereka sudah dibersihkan kini giliran Sultan untuk mengadzani ketiga anaknya. Suara Sultan gemetar, ia mengingat ketika Cut lahir dulu, ia mengadzani Cut dengan tangis yang pecah karena ia kehilangan istri yang ia cintai tetapi untuk sekarang Sultan sangat bahagia karena Ika dan ketiga anaknya baik-baik saja.
****
Ika sudah berada di ruang perawatan, di dalam ruangan tersebut selalu ada Sultan yang menemaninya dengan setia dan juga ada Cut, Saera dan juga Ulan. Mereka menyambut ketiga bayi kembar itu dengan suka cita.
"Adeknya Cut ada tiga sekarang mengalahkan adeknya Dirga," ucap Cut dengan senang.
Saera mengelus kepala cucunya dengan sayang hampir setahun ia tinggal bersama dengan Cut dan cucunya benar-benar terlihat sangat dewasa sekali membuat hari-hari Saera lebih berwarna. "Setelah punya adek masih mau tinggal sama nenek, tante Ica dan om Ryan?" tanya Saera menggoda.
"Ya masih mau dong, Nek! Sampai Cut menikah nanti Cut akan tetap tinggal sama Nenek!" jawab Cut dengan menggebu.
"Masih kelas 2 SD sudah bilang menikah. Siapa yang mengajarkan seperti itu?" tanya Sultan dengan gemas.
"Gak ada yang mengajarkan Cut berbicara seperti itu, Pa. Tapi kan kalau orang menikah artinya kayak papa dan mama. Jadi, Cut mau tinggal sama nenek sampai Cut menikah," jawab Cut dengan lucu.
Ika terkekeh kecil mendengar ucapan anak gadis kecilnya. Di dalam gendongannya sekarang ada anak pertamanya dan kedua adiknya ada di tangan Sultan dan Ulan.
"Emang Cut kalau sudah dewasa mau menikah sama siapa?" tanya Ulan dengan penasaran.
Kedua pipi Cut memerah membuat ke-empat orang dewasa yang berada di dalam sana tertawa. "Tante Ulan gak marah kan kalau Cut jawab jujur!" ucap Cut dengan malu-malu.
"Enggak dong. Tante penasaran nih, Cut mau nikah sama siapa kalau sudah besar?" tanya Ulan dengan penasaran.
"Cut mau menikah dengan kak Dio," gumam Cut dengan lirih.
"Dio? Dio anaknya Erwin kan Ulan? Sepupu ipar kamu? Yang anaknya sudah kelas 1 SMP?" tanya Saera berusaha mengingat Dio. Cowok tampan idaman di sekolahnya walau usia Dio masih remaja.
"Iya, Bun," jawab Ulan dengan mengerjapkan matanya menatap Cut dengan pipi anak kecil itu yang memerah.
"Kita jodohkan saja mereka, Ulan!" ucap Saera berbinar.
Sultan dan Ika membelalakkan matanya. "Aku gak setuju, Bun. Biarkan mereka yang menjalaninya. Lagian juga Cut masih kecil, rasa sukanya itu mungkin hanya sebatas kagum. Jangan ada jodoh-jodohan ya, Bun. Aku tahu Dio anak yang sangat pintar tetapi mengingat sikap cueknya terhadap perempuan karena kurang kasih sayang terhadap ibunya membuat aku berpikir seribu kali untuk membuat Dio menjadi suami Cut," ucap Ika dengan pelan.
"Kenapa jadi bahas kak Dio sih? Kan, Cut jadi malu!" gumam Cut dengan memeluk Saera.
"Ya ampun cucu Nenek," gemas Saera. Di kepalanya sudah berpikir untuk menyatukan keduanya, entahlah Saera merasa Cut benar-benar suka dengan Dio bahkan sampai dewasa nanti rasa itu akan tetap sama.
****
Sudah 3 hari Ika dan bayinya dirawat di rumah sakit. Keadaan Ika sudah semakin membaik begitu pun dengan ketiga anak kembarnya. Para saudaranya yang lain juga sudah datang ke Medan sejak dua hari yang lalu.
Teuku Rifki Rahardian adalah anak yang lahir pertama dari rahim Ika setelahnya diikuti oleh Teuku Rizki Rahardian dan yang ketiga adalah Cut Reisya Rahardian. Sultan dan Ika tampak bahagia sekali dengan kehadiran ketiganya di tengah-tengah rumah tangga mereka. Banyak kado dan ucapan selamat untuk kelahiran ketiga bayi kembar mereka.
Tak tanggung-tanggung Leon menghadiahkan keponakannya saham di perusahaannya masing-masing keponakannya mendapatkan saham sebesar 3 persen dan berbagai hadiah lainnya yang harganya sangat fantastis.
Kini keluarga Brawijaya sudah sangat bahagia dengan kehidupan mereka masing-masing walau ada duka yang menghampiri karena sang panutan mereka sudah tidak ada.
"Ayah, kami sudah bahagia di sini. Berbahagialah di sana ayah. Lihat cucu-cucu ayah semua sangat menggemaskan sekali. Ica juga sudah hamil kembali anak keduanya walau menantu ayah itu sangat ketakutan melihat Ica hamil karena kebobolan padahal Calista saja masih berumur 11 bulan," gumam Leon dengan bahagia saat melihat keluarganya berkumpul.
Setiap perjalanan menemukan cinta sejati pasti akan menghadapi sebuah luka. Siapa yang mampu bertahan dengan luka itu dan mengobatinya secara perlahan dialah pemenangnya. Seperti Leo yang mampu menyembuhkan hati Laura yang terluka karena kegagalan pernikahan pertamanya, seperti Ika yang menemukan seseorang lelaki yang jauh lebih baik dari sebelumnya bahkan mengajarkannya dalam kebaikan, seperti Ica yang mampu bertahan dengan Ryan setelah bertahun-tahun berpacaran, seperti Zico yang mampu merubah dirinya dan lebih mencintai sang istri kini tinggal Rama yang belum mendapat cinta sejatinya, ia masih berkabung dengan rasa yang sama terhadap Ika. Akankah Rama menemukan cinta sejatinya? Hanya takdir Tuhan yang dapat menentukannya.
...TAMAT...
Akhirnya cerita ini tamat juga.
Pelajaran apa yang kalian dapat dari cerita ini?
Dan tokoh pasangan mana yang paling kalian suka. komen di bawah ya.
Nanti akan ada beberapa ektra part ya. Nantikan aja ektra partnya
Selamat berjumpa di cerita Dimas Arieska dan Jelita dengan anaknya Gladis dan Nathan tahu dong siapa mereka? kalau yang udah baca Cinta Untuk Om Arga tahu dong tokoh legendaris mereka anaknya juga nanti akan mengguncangkan pernovelan dan membuat Jelita jatuh cinta. Novel mereka saling melengkapi jadi aku buat dalam satu novel yang sama.