ABYAZ

ABYAZ
Bab. 66. Berita Lama Muncul Kembali



Hari-hari kian mesra dan kedua insan sudah dilanda semerbak aroma cinta. Tetap di rumah saja, tidak ada aktivitas ke luar rumah.


Menghabiskan waktu untuk terus bersama, dari sholat, makan, mandi, tidur dan semuanya, serba dilakukan berduaan.


Masa pengantin baru, sudah tergantikan oleh rasa cinta, yang ada untuk mereka berdua.


"Aku mencintai istriku."


Arjuna yang mendekap dari belakang dan Beby merasa gemas, lalu membalas "Aku juga sangat mencintai suamiku."


Keduanya, saling bermanja dan saat ini mereka ada di ruang kerja.


Arjuna yang duduk dan menatap layar laptop, entah apa yang ia baca saat ini.


"Sayang, kamu siap untuk ke Mahatma?"


"Iya, ini aku sedang menyiapkan diri."


"Uu, suamiku punya jabatan yang keren."


"Sayang, jangan menggoda aku."


Pasangan ini, menebar cinta dimana saja. Beby yang mengganggu suami tampannya, duduk manis di atas pangkuannya.


Arjuna yang semakin gemas dibuatnya, jadi mencium bibir imut istrinya.



Arjuna membawa istrinya ke dalam kamar dan terjadilah pergumulan malam dengan ******* mesra.


Hasrat keduanya sudah menambah bunga-bunga cinta yang semakin semerbak.


"Sayang, aku jadi ketagihan."


"Kamu ini."


"Kamu yang menggoda aku."


"Aku biasa saja. Mana ada aku menggoda kamu."


Tatapan meong nakal dan marmut imut. Mereka berdua yang masih bermesra di ranjang panasnya.


"Besok pagi aku mulai kembali kerja."


"Aku juga harus ke Mahatma."


"Aku akan mendukung pekerjaan kamu."


"Iya, kamu harus menyemangati aku."


"Aku setiap hari menyemangati kamu."


"Dengan apa?"


"Cintaku untukmu."


Arjuna jadi tersipu malu, begitu mendengar ucapan istrinya.


Bagi orang lain mungkin biasa saja, tapi untuk Arjuna sangatlah berbeda. Segala ucapan manis dari sang istri, membuatnya semakin terbuai dalam perasaan cinta.


Beby memegang wajah suaminya dan menciumnya dengan mesra. Arjuna merasakan ciuman manis untuk dirinya.


"Sayang, jaga diri kamu baik-baik selama bekerja disana."


"Harusnya, aku yang bilang begitu sama kamu."


"Kamu yang selalu tidak bisa menjaga diri."


"Beby, aku ini laki-laki. Aku yang harus menjaga kamu."


"Buktinya, kamu nggak bisa jaga diri."


Arjuna jadi duduk bersandar, ia merasa memang begitu adanya. Tapi, mulai sekarang dirinya akan berusaha untuk menjaga dirinya sendiri dan juga sang istri tercinta.


"Arjuna, aku hanya tidak ingin masalah lalu membebani kehidupanmu. Nanti, kalau ada orang yang membicarakan tentang kamu. Aku harap, kamu bisa menutup telinga kamu."


Arjuna berkata "Aku tahu."


Beby memegang tangan suaminya dan dia masih terbaring saja. Menoleh ke wajah sang suami tampannya.


Ada rasa yang memang menyakitkan, tapi suaminya harus bisa menghadapi masalahnya ini.


"Aku sebenarnya, tidak masalah kalau kamu tidak bekerja. Aku sudah bekerja dan cukup untuk kita berdua."


"Beby, tapi aku suami kamu."


"Arjuna, aku tidak bermaksud untuk merendahkan kamu sebagai suamiku. Tapi, aku hanya khawatir akan hal lalu."


"Iya, aku mengerti perkataan kamu."


"Arjuna, aku merasa sakit hati setelah impianmu terkubur begitu saja. Tanpa ada kata perpisahan dan tidak ada do'a untuk harapan kamu kembali."


"Sayang, jangan dibahas lagi."


"Arjuna, bisa tidak kamu memberi salam atau kata perpisahan kepada semua penggemar kamu."


"Sayang."


Arjuna jadi terdiam dan Beby kembali berkata "Setidaknya, aku ingin kita berdua yang memberikan sapaan kepada mereka yang menantikan kehadiranmu."


"Aku."


"Arjuna, aku akan mendampingi kamu."


"Iya, aku mengerti."


Setelah pagi menyapa dengan sinar hangat mentari pagi. Beby dan Arjuna sudah bergandengan mesra.


Mobil mewah warna hitam, telah menjemput mereka berdua.


Bak sepasang pengantin baru yang akan melangkah menuju ke pelaminan. Beby yang sangat anggun dengan dress warna merah merona dan Arjuna dengan setelan jas warna hitam.


Butuh waktu 40 menit dan akhirnya tiba di sebuah hotel. Arjuna yang tampak tidak tenang, saat melihat pintu hotel ini.


"Aku baik-baik saja."


Kedua orang itu, memasuki lobby hotel dengan pengawalan yang terjaga ketat.


Arjuna memegang erat tangan istrinya dan Beby turut merasakan kegelisahan sang suami.


Mereka berdua menuju ke ruangan, tempat dimana pesta gelap itu di gelar.


Acara konferensi pers, secara resmi akan di gelar di tempat itu. Arjuna dan Beby memasuki ruangan setelah pintu besar terbuka.


Kamera menyorot ke arahnya berjalan, Arjuna mencoba untuk tenang dan ia merasa lebih rileks saat Beby setia mendampinginya.


Awak media dan beberapa keluarga telah duduk di kursi yang telah disiapkan.


Arjuna dan Beby, tampak tersenyum di depan sorotan kamera. Mereka perlahan duduk menghadap kepada semua orang yang ada di hadapan mereka berdua.


Jam menunjukan pukul 2 siang, acara konferensi pers resmi telah di buka dengan sambutan pemilik hotel tersebut yang tidak lain, adalah Paman Shin.



Setelah salam dan sapa Arjuna sampaikan kepada semua yang hadir di ruang ini.


Arjuna memberikan klarifikasi soal hal lalu, yang menyandung nama besarnya.


"Malam itu, di ruang ini. Saya berdiri disini, seorang diri."


Cekrek, cekrek, mereka para awak media telah memotret Arjuna.


"Rasa gelisah itu ada, dan tidak tahu apa yang harus saya perbuat."


Arjuna melanjutkan ceritanya dan Beby memegang tangan suaminya. Dia tetap setia menemani Arjuna Madaharsa, yang menjelaskan tentang dirinya yang waktu acara pesta gelap.


"Istri saya, yang telah menguatkan saya. Dia percaya kalau saya tidak bersalah, bahkan dihadapan kedua orang tua saya, dia selalu mengatakan kalau saya tidak bersalah."


Beby tersenyum manis dan ia tampak santai. Arjuna kembali menceritakan semuanya, bahkan sampai akhirnya dia pergi ke Jerman dan melanjutkan study di sana.


Berlanjut pada sesi tanya jawab dan beberapa telah memberikan pertanyaan.


"Arjuna, apa anda akan kembali bermain film?" Pertanyaan dari awak media.


"Saya tidak akan kembali bermain film."


Sang Bunda yang melihat di depan mata sudah tampak menggeleng, sang suami yang duduk di sebelahnya dari tadi sudah memegang tangan istrinya.


"Arjuna, karir apa yang akan anda tuju?"


"Untuk sementara saya akan bekerja di perusahaan."


"Apa benar, kalau anda bagian dari keluarga Mahatma?"


"Itu memang benar. Saya bagian dari keluarga Mahatma, karena silsilah keluarga dari Bunda saya."


"Apa benar, istri anda dari keluarga Jisung? Lalu, bagaimana dengan Nyonya Jati. Apa hubungan kalian?"


Pertanyaan itu, telah melenceng jauh. Arjuna menatap wajah istrinya. Belum sampai ia mengatakan sesuatu. Ada media tersebar bagaikan angin.


Wus!


"Anak haram?" Suara yang terkaget melihat ada sebuah media khusus, menyebutkan bahwa istri Arjuna hasil hubungan gelap.


"Arjuna, apakah kabar ini benar adanya? Bahwa istri anda adalah putri dari mantan model dan artis, Arelia Gisella?"


Beby yang terdiam sesaat dan Jimmy mulai membaca. Ada yang sengaja membuka kasus lama.


"Beby." Jimmy memperlihatkan layar ponselnya. Berita yang lebih dahsyat dari sebuah konferensi pers Arjuna Madaharsa.


Arjuna yang sulit untuk berkata, melihat ke wajah istrinya. Tangan itu dengan kuat menarik Beby dan mengajaknya untuk pergi.


Sang Bunda dan Mama Abyaz, juga tampak hadir di ruangan itu. Mereka yang sangat berdebar, saat membaca berita itu.


"Putriku, bukan anak haram." Mama Abyaz seketika lemas dan Papa Damar sudah memeluknya.


"Ayah, kenapa malah muncul berita seperti ini."


"Bunda harus tenang."


Kedua orang tua itu, juga tampak di kawal ketat. Arjuna yang membawa istrinya pergi dengan beberapa pengawal, meski awak media terus mengejarnya.


Paman Shin juga terkejut dan tampak tertunduk di ruangan itu. Suasana semakin riuh dan ada awak media mendekatinya. Beberapa pengawalnya, juga langsung mengamankannya.


Lagi dan lagi, tempat itu menjadi saksi kisah hati yang tersakiti. Beby masih diam tanpa kata. Arjuna yang terus memegang tangannya, seraya berlari untuk menghindari awak media.


"Arjuna"


Rasa sesak dalam dadanya dan tak lagi bertopang, Beby yang terjatuh dalam dekapan Arjuna.


"Beby."


Arjuna langsung mengangkatnya dan membawa masuk ke dalam mobil. Para pengawal itu, juga telah menghalangi mereka semua yang mengejarnya.


"Beby." Jimmy yang duduk di sebelah sopir, masih menatap ke wajah Beby.


"Sayang." Arjuna yang mendekap erat dan mobil itu melaju dengan cepat.


Tadinya, Arjuna berencana untuk dirinya membuka jati diri dengan imeg baru dan menyebutkan bahwa dia itu bagian dari keluarga Mahatma dan istri cantiknya ini dari keluarga Jisung. Tetapi, ada orang yang sengaja membuka aib lama dan menyebutkan kalau Beby anak haram dari hasil hubungan gelap.


"Apa benar, dia anaknya Gisella?"


"Wah, pantas saja wajahnya sangat mirip Gisella."


"Ternyata, gosip tentang Gisella merebut suami orang itu benar terbukti."


"Ibunya ternyata pelakor."


"Meski kaya raya, tapi anak haram."


"Percuma cantik. Tapi hasil perselingkuhan."


"Arjuna menikahi anak haram."


Itu, beberapa komentar miring di sebuah akun dan forum penggemar.