ABYAZ

ABYAZ
Bab. 47. Pihak Nyonya 100 M



Keributan di area parkiran Butik Gloria. Membuat kedua orang tua bergerak cepat. Dua Nona tadi, merasa takut akan keganasan Mami Stella.


Mereka akhirnya pergi dan Beby merasa tidak senang, karena tidak bisa berlaku kejam kepada mereka berdua.


"Mama. Mami."


"Beby."


Mama Abyaz dan Mami Stella menatap wajah putrinya. Tampak senyuman manis dari kedua orang tua ini.


"Kenapa kalian datang kemari?"


"Ini, Mama belanja."


"Mami juga belanja. Mana ya tadi gaunku?"


"Kak Stella, ini gaun-gaunmu." Bisik Mama Abyaz.


"Apa kalian berdua tidak ada pekerjaan selain mengawasi aku?"


"Sayang, Mama cuma kesepian nggak ada teman. Terus, Mami kamu ini mengajak Mama buat belanja gaun untuk acara pernikahan Kakak kamu."


Mami Stella yang tersenyum, "Iya, kita akan ada acara pesta. Jadi kita berdua, butuh gaun siang dan malam."


"Gaun siang malam macam apa? Itu gaun tidur buat acara juga?" Beby yang mengetahui hal itu.


Mama Abyaz mendekat dan mengelus rambut putrinya, lalu berkata "Sayang, Mama cuma cemas dengan berita pagi tadi. Makanya, Mama datang kemari, untuk melihat keadaan kamu."


Mami Stella berkata "Beby sayang, Mami hanya khawatir. Kalau kamu jadi tidak nafsu makan. Makanya, Mami datang untuk mengajak kamu makan siang."


"Mama, Mami, ada-ada saja. Aku ini kerja Mama, Mami. Aku juga baik-baik saja. Tidak ada masalah apapun."


"Kita tahu, soal Arjuna. Makanya Mami juga tidak mau kamu jadi sakit."


"Mami, aku sehat. Ini buktinya. Aku hanya tidak suka, orang menganggap Arjuna sudah bersalah. Aku sangat yakin, Arjuna tidak akan berbuat itu. Apalagi sama nenek-nenek. Mereka sudah ngeledek aku, makanya aku nggak terima kalau mereka berkata seolah tahu soal masalah Arjuna."


Ketiga pelayan butik itu, bukannya istirahat. Malah sibuk menguping pembicaraan Beby, dengan kedua Nyonya itu.


"Mama hanya mencemaskan kamu. Mama lega, kalau kamu tidak bersedih karena masalah Arjuna."


"Aku memang sedih. Aku kecewa sama pihak saluran televisi yang menendang Arjuna begitu saja. Mereka tidak tahu gimana kerja kerasnya Arjuna selama ini."


"Soal itu, Mama akan mengurusnya. Papa dan yang lainnya juga akan membantu Arjuna."


"Mama, aku sudah punya cara sendiri."


"Cara sendiri?"


"Aku ingin menemui Nyonya 100 M."


Belum sampai menemui Nyonya 100 M. Mama Abyaz sudah menerima sebuah panggilan penting.


"Beby."


"Iya."


Mereka mencari tempat duduk untuk menonton siaran langsung, dari sebuah aplikasi online. Masih belum dimulai, tetapi tagar Nyonya 100 M, sudah berada di posisi atas pencarian.


Pelayan butik itu juga melakukan hal yang sama. Yang di rumah Ayah Alvaro juga melakukan hal yang sama. Para Bapak-bapak beserta para pengacara mereka hendak menyaksikan siaran langsung itu.


Kemudian, para Nyonya yang semalam berpesta, juga melakukan hal yang sama di rumah mereka masing-masing. Bahkan, ada yang menonton dengan brondong manisnya.


Arjuna dan Jimmy juga hanya berdiam di rumah. Mereka malah mematikan semua seluler dan tidak ingin tahu apapun di luar sana.


"Bunda, yang tenang. Kita lihat dulu. Apa yang akan dia bicarakan."


"Bunda nggak sanggup melihatnya."


"Demi putra kita. Kita harus mengetahui ceritanya dari dua pihak."


Bunda Gaby yang terduduk di atas tempat tidur dan yang di ruang tamu sudah seperti menonton siaran bola. Mereka dengan segala omongannya.


"Lama sekali."


"Aku sudah tidak sabar."


Pakde Viral meningkatkan volume dan mereka begitu gemas. Hanya menatap sebuah ruangan yang tidak berpenghuni.


Meong!


Sang kucing hitam lebih dulu menyapa para penonton di siang hari ini. Kucing hitam dengan bulu-bulu lembut. Sudah menyapa dengan suara manja.


Meong!


Beby sangat mengingat kucing itu, dan mencoba untuk menerka sendiri. Tapi, di hadapan kedua orang tua ini, Beby hanya diam tanpa kata.


Para pelayan butik, juga ingin melihat sosok Nyonya 100 M. Para penonton yang rata-rata penggemar Arjuna, sangat penasaran dibuatnya. Meski sudah ada yang memviralkan, Arjuna yang digandeng oleh nenek-nenek. Tapi, mereka semua menganggap hal itu hanya lelucon. Kenapa Nyonya 100 M itu nenek-nenek yang berpenampilan biasa. Tidak seglamour Nyonya yang lainnya.


Setelah 5 menit berlalu, seorang laki-laki berusia 50an datang lebih dulu.


"Selamat siang semuanya. Saya putra Shin-ping, ingin menjelaskan kepada kalian semua tentang berita Nyonya 100 M."


"Putra Shin-ping?" Semua orang yang menontonnya jadi semakin berdebar.


Dia memang seorang putra keturunan dari marga mendiang suaminya. Dia juga yang menemani Nyonya Jati. Selama kembali di kota ini.


Sebuah hotel mewah, mal, dan semua aset yang dimiliki Nyonya Jati di kota ini, keponakan ini yang mengelolanya.


Putra yang tidak bergelar, tidak pernah terlihat di kalangan dunia bisnis dan tidak memiliki siapapun, selain Nyonya Jati. Dia juga tidak menikah.


Hidup menyenangkan dirinya, dengan berjalan-jalan kemana saja yang dia mau.


Semua penonton siaran langsung itu memberikan pertanyaan. Beberapa pertanyaan sudah dibacanya dan akan dijawab olehnya.


"Saya bernama Shin. Ibu biasa dipanggil Shin-ping karena saya. Nama asli Ibu saya, Jati."


"Ibu Jati. Akan segera hadir dihadapan kalian semua."


"Mengenai 100 M. Memang benar adanya. Kita ada sebuah bukti video." Shin yang memperlihatkan potongan video.


"Acara pesta itu, di gelar di hotel saya, jadi saya memiliki rekaman asli."


Putra Shin-ping tampak tenang saat berkata, lalu lanjut berkata "Ibu saya tidak tahu menahu tentang acara pesta itu, meskipun Ibu saya sangat mengenal dekat Nyonya tuan rumah acara pesta itu."


"Semalam itu, awalnya Ibu ingin menemui saya di ruang kerja saya. Seorang asisten saya, menceritakan tentang pesta yang digelar secara aneh. Saya berfikir, itu hal wajar. Bagi kalangan Nyonya yang ingin bersenang-senang. Namun, Ibu saya ingin mengetahui seperti apa pesta itu. Asisten saya, mengantar Ibu saya untuk masuk ke ruangan itu. Sesampainya di depan pintu utama, yang telah dijaga ketat oleh pengawal. Ibu saya sangat terkaget."


"Ibu melihat cucu menantunya, dijadikan korban lelang untuk para Nyonya."


"Saya, ada beberapa bukti lain."


"Cucu? Aku maksudnya?" Beby yang menonton semakin bingung. Mama Abyaz, sudah memegang tangan putrinya. Mami Stella juga semakin penasaran.


"Ini, foto anak cucu dari Ibu Jati. Mereka pasti sedang menyaksikan siaran ini."


"Binar? Beby?" Papa Damar yang sangat terkejut.


Pakde Viral mengingat foto masa kecil Binar. "Binar, dia Ibumu."


Papi Binar yang hanya terdiam dan dadanya terasa sesak. Papa Damar yang mengerti, segera mengambilkan obat Papi Binar.


"Minum obatmu. Jangan panik. Demi putrimu. Kamu jangan sakit."


Pakde Viral yang tadinya mondar-mandir, jadi duduk di sebelah adiknya.


"Sabar, kamu harus tenang."


"Mas Viral. Apa aku sedang tidur?" Setelah meminum obat dan Papa Damar juga menatapnya.


"Kamu tidak tidur. Ini nyata. Tapi, kamu jangan pingsan dulu. Ini demi putrimu."


Mereka telah menguatkan Papi Binar dan yang di depan Butik Gloria, tampak menenangkan Beby dan kedua orang tua itu semakin penasaran.


"Ibu Jati, kembali ke kota ini. Hanya untuk melihat cucunya. Dia tidak berniat untuk membuat masalah ini. Jadi, saya harap. Kalian semua mengerti."


"Ibu Jati dan Arjuna, sama sekali tidak seperti yang diberitakan media. Ibu dengan tulus membantunya. Ibu tidak ingin melihat cucunya sampai terluka. Ibu berbuat itu, demi Arjuna dan juga cucu kandungnya."


"Ibu memang memberikan cek itu dan tidak ingin memperkeruh pestanya."


"Untuk semua, yang menyayangkan tindakan Ibu saya. Saya mohon maaf atas nama Ibu saya."


"Arjuna, pemuda yang baik. Dia hanya seorang korban. Dia sama sekali tidak berniat melelang dirinya. Para Nyonya itu yang berbuat kesalahan. Saya juga sudah membuat laporan, mengenai hal ini. Semoga, semua pihak terkait bisa menyampaikan pernyataan mereka di hadapan hukum."


"Saya, dari pihak Ibu Jati. Akan mengusut tuntas masalah ini."


"Kenapa tidak semalam saja, langsung membungkam mereka??" Pertanyaan seorang penonton.


"Ibu saya, tidak berfikir panjang. Ibu saya juga belum mengenal dekat Arjuna Madaharsa, yang ternyata adalah suami cucu kandungnya. Ibu baru tiba kemarin pagi, ada bukti tiket pesawat dan juga paspor Ibu saya. Tercatat tanggal itu. Jadi, waktu pernikahan Arjuna dan Beby Ayazma. Kita tidak tahu menahu soal pernikahan mereka, kita mengetahui hal itu baru kemarin."


"Saya juga ingin memperkenalkan diri saya kepada Arjuna dan istrinya. Hallo Arjuna, Hallo Beby. Saya, Paman Shin. Saya juga kerabat kalian berdua.


"Kalian berdua pasti sangat terkejut. Semoga kita segera berjumpa. Saya mendukung Arjuna, untuk kembali ke layar lebar dan layar kaca, agar bisa menghibur para penggemarnya."


"Arjuna, tidak bersalah."