ABYAZ

ABYAZ
Bab. 40. Adegan Manis Sang Arjuna



Setelah seorang suster menghubungi Mirza Cakra Binar. Arjuna kembali ke rumah Jimmy.


"Arjuna."


"Iya." Menatap lekat wajah istrinya dan ia beranjak tidur di sebelahnya.


Tangan Beby meraihnya dan mendekap ke dalam dada suaminya.


Arjuna hanya terdiam tanpa kata, dan ia tampak memejamkan matanya.


"Kamu dari mana?"


"Aku cari kudapan malam."


Beby yang mencium aroma parfum wanita, dan ia bertanya "Dengan perempuan?"


"Iya."


"Kenapa pulang?"


"Sudah selesai."


"Secepat itu?"


"Kamu ingin aku bermalam dengannya?"


"Bukan begitu maksud aku."


"Tidurlah. Besok, kamu harus menemani aku shuting."


"Kamu mengajakku?"


"Iya."


Tidak lagi banyak berkata, Beby yang merapatkan kedua matanya, ia kembali mengintip, melihat raut wajah Arjuna yang tampak lelah.


"Pasti kamu kecepean selama mengurus aku."


Beby semakin memeluknya. Mereka berdua terlelap dalam kehangatan.


Di rumah sakit, Mirza yang duduk dan menjaga istrinya. Tadi, seorang suster mengatakan kalau Cinta Damayaz telah mengalami keracunan minuman.


"Mirza, kamu disini."


"Iya, aku segera kemari setelah suster mengabari aku."


"Aku baik-baik saja."


"Istirahatlah."


Cinta kembali memejamkan matanya dan Mirza sudah tampak duduk di sampingnya.


Mirza tidak berfikiran buruk tentang Cinta, yang telah bermalam di hotel. Karena, memang begitu kehidupan mereka berdua. Tidak saling berbagi kabar, meskipun sudah menjadi suami istri.


Mirza yang menjaga istrinya dan ia juga melihat ke layar ponselnya. Membaca sebuah berita, kalau sang Arjuna telah membawa perempuan dari sebuah kamar hotel.


Foto itu, meski sudah tampak samar, tetapi masih terlihat jelas memang wajah Arjuna yang mengangkat seorang perempuan di area parkir hotel.


"Arjuna." Mirza yang meletakan ponselnya dan ia kembali menatap Cinta.


"Apa Arjuna, yang membawanya kemari?"


Mirza hanya menduga-duga, ia tidak ingin memperjelas dan menanyakan kepada Cinta sang istri kontraknya.


Setelah keesokan hari, Arjuna yang mengajak Beby untuk ikut bersamanya.


Jimmy yang tampak mengendarai mobil dan sepasang pengantin baru itu telah duduk di belakangnya.


"Kita mau kemana?"


"Keluar kota."


"Kenapa aku harus ikut kalian?"


"Kamu istriku. Aku berhak membawa kemana saja."


"Huh. Aku juga punya kesibukan sendiri."


"Beby, kamu berani melawan suamimu?"


"Sejak kapan kamu bertindak sebagai suamiku?"


"Sejak hari ini dan sampai seterusnya."


"Arjuna, aku akan bosan."


"Tidak akan."


"Aaaa... Aku mau pulang."


"Nggak boleh."


"Di rumah aku bisa santai. Kalau ikut kamu, aku nggak suka. Apalagi ada kru shuting, aku nggak bisa santai."


"Bisa."


"Tapi, tetap saja nggak nyaman."


"Beby." Arjuna yang membuka kacamata dan Beby menatap mata suaminya.


"Iya, tapi kali saja."


Beby lantas memalingkan wajahnya dan kembali tidur bersandar. Jimmy tampak tersenyum, si tuan putri akhirnya bisa menurut pada perkataan pangeran tampan ini.


"Beby, kita hari ini akan bersenang-senang."


"Iya."


"Kamu tenang saja."


"Iya, Jimmy."


Sebuah mal yang ada di luar kota, dan sekitar 2 jam perjalanan melalui jalan tol.


Jimmy merasa ada teman jalan, selama Arjuna sibuk shuting. Dia dari tadi sudah menamani Beby yang asyik bermain japit boneka.


"Kamu mau shopping?"


"Aku nggak berselera."


"Mau nonton?"


"Aku nggak suka filmnya Arjuna."


"Ada film lain."


"Nggak mau. Tetap saja, dimana-mana aku bisa melihat poster film Arjuna mencari Cinta."


"Perempuan ini." Dalam hati Jimmy dan ia berusaha tenang.


Beby kembali mendekati Arjuna yang sedang membaca skenario, dan Beby tampak memegangi sisi jaketnya.


"Arjuna, aku bosan."


Arjuna berbisik "Kamu bisa shopping."


"Aku nggak minat."


"Sayang, aku harus kerja dulu. Nanti setelah kerja, aku akan mengajak kamu beli es krim."


"Benarkah?"


"Iya."


Arjuna mengecup keningnya dan ada artis yang melihat ke arahnya. Bukan hanya kru yang ada di tempat ini, bahkan ada penonton luar yang sedang menyaksikan jalannya shuting dating show di siang hari ini dan akan tayang besok sore.


"Aku mau duduk disini dan tidak akan mengganggu kamu." Beby yang telah duduk di kursi santainya dan Arjuna hanya bisa tersenyum gemas.


"Arjuna, apa kamu sudah gila?" Jimmy yang telah berbisik ke telinga kanannya.


"Biarkan saja."


"Aku tidak peduli."


Beby yang duduk santai dan masih memakai kacamata hitamnya, serta menutup sebagian wajahnya dengan masker warna hitam.


Penampilannya yang limitited edition, sampai membuat artis kelas C sangat penasaran dibuatnya.


"Dia punya sendal jepit itu?" Mata itu sampai tidak berkedip dan ia kembali mencari tahu harga sendal jepit yang telah dikenakan Beby saat ini.


"OMG."


Setelah dia melihat harga sendal jepit itu, ia kembali penasaran dan ia mencari tahu harga kacamata yang dipakai Beby saat ini.



Beby yang duduk santai dan memeluk boneka hasil capitnya. Arjuna yang bersiap untuk shuting dan Beby akan menontonnya dari jauh.


Beby tersenyum melihat akting sang suami dan Jimmy malah melihat ekspresi wajah Beby saat melihat ke arah Arjuna itu.


"Kamu nggak cemburu?" Bisik Jimmy.


"Tidak."


Beby sudah merasakan cinta sang Arjuna, dia tidak ingin membandingkan dengan aktingnya Arjuna.


"Dasar, cuma segitu aktingnya."


Beby yang geregetan, akhirnya berjalan mendekat, Jimmy berusaha mengejarnya.


Beby tidak mundur selangkahpun, ia mendekati sang sutradara dan tampak membisikan sesuatu.


"Cut"


Sutrada memotong adegan itu dan Arjuna menoleh saat Beby berjalan mendekatinya.


"Hai,.." Sapanya kepada gadis yang dipasangkan dengan Arjuna.


Beby meraih tangan Arjuna untuk memegang kedua sisi pinggangnya, Beby yang menatapnya dengan manis.


Beby tampak berjinjit dan mengecup bibir sisi kanan Arjuna yang tersorot kamera. Lawan main Arjuna terkaget saat menatapnya.


Beby melepaskan Arjuna, lalu ia menatap lawan main Arjuna dan berkata "Lalukan seperti itu dengan perasaan."


"Iya."


Beby yang hendak pergi, ia berbisik ke telinga Arjuna "Anggaplah, tidak ada aku disini."


Arjuna jadi tersenyum dan ia hanya diam tanpa membalasnya.


Mereka kembali bersiap dan kru dengan tugasnya masih-masing.


Camera, Rolling, Action!


Adegan yang manis, dan terlihat sepasang kekasih yang sedang berbelanja bersama di sebuah Mal.


"Lumayan." Dalam hati Beby yang merasa senang.


Hanya butuh waktu 10 menit, untuk mendapatkan adegan yang sangat manis itu. Padahal, sudah satu jam untuk shuting di scene ini, tetapi berulang kali take adegan ini, baru mendapatkan adegan yang semanis ini.


Arjuna yang berjalan bersama kru, untuk pengambilan adegan berikutnya, Beby malah asyik mengobrol dengan artis acara dating show.


"Hai..."


"Iya."


"Pilih sepatu ini."


"Ini?"


"Iya, pasti lebih terkesan cinderella."


"Tapi aku tidak memakai gaun pesta."


"Di skenario, akan ada pesta."


"Apa aku harus memakai ini?"


"Tapi Arjuna harus mengikat tali sepatu." Beby kembali mengingat akan naskah yang ia baca barusan.


Melihat ke beberapa pilihan sepatu yang ada disiapkan oleh kru acara itu. Lalu Beby bertanya "Apa hanya ini sepatunya?"


"Iya." Jawab kru, yang menyiapkan 3 pasang sepatu.


Beby melihat ke susunan rak sepatu yang ada di sebuah toko.


Saat ini para kru dan sang aktor akan mengambil adegan di sebuah toko sepatu ini.


"Aahaa, aku menemukannya."


Beby mengambil sepatu dan meletakan di hadapan artis perempuan itu.


"Cobalah."


"Untuk apa aku harus mencobanya?"


"Untuk memastikan, kalau ukuran sepatunya pas di kakimu."


"Tapi, sepatunya sudah disiapin sama kru."


"Lebih baik, kamu memakai ini. Pasti akan cocok dengan pakaianmu."


"Benarkah?!"


"Lihat saja nanti."


Dia mencoba sepatu itu, dan cocok di kakinya. Ukurannya juga sangat pas.


"Oke. Sepertinya memang cocok. Aku akan meletakan disini. Arjuna akan mengambil sepatu ini untukmu."


Artis perempuan itu merasa aneh, ia tahu kalau Beby adalah kekasih sang Arjuna. Tetapi, kenapa Beby malah sibuk membantu dirinya yang akan melakukan adegan manis dengan kekasihnya.


"Dia aneh." Artis cantik itu, tidak lagi mempedulikan Beby yang berjalan pergi.


Beby mendekati Arjuna dan duduk saja di atas pengkuannya. Melingkari leher Arjuna dengan kedua tangannya.


"Arjuna."


"Iya. Ada apa?"


"Setelah ini kita kemana?"


"Kamu mau ingin kemana?"


"Kemana saja, asalkan cuma berdua."


"Jimmy bagaimana?"


"Aku maunya sama kamu saja."


"Oke."


Beby tersenyum dan Arjuna bangkit dari kursi santainya. Arjuna bersiap untuk melakukan adegan berikutnya.


Jimmy membayar sepatu, yang tadi dipilih Beby untuk artis cantik itu.


"Kalau begini terus, aku yang tekor. Bukannya untung, malah jadi rugi."


Jimmy yang menggerutu sendiri saat ia membayar di kasir. Beby yang menatap Jimmy jadi senyam-senyum sendiri.


Beby melihat ke layar ponsel Arjuna. Ada sebuah pesan masuk. Sepintas dirinya membaca nama Cinta.


"Cinta? Untuk apa dia mengirim pesan pada Arjuna?"


Beby ingin meraih ponsel suaminya, tapi dia tidak ingin ikut campur masalah pribadi suaminya.


"Apa semalam, Arjuna menemui Cinta?"


Beby menatap suaminya yang sedang beradegan manis.


"Apa mereka?"