ABYAZ

ABYAZ
Bab. 45. Beby Percaya Sama Arjuna



Madam tuan rumah melihat ke lembaran cek. Mereka semua jadi menatap si Nyonya tua. Beliau, juga salah satu tamu undangan dan datang terlambat.


"Nyonya Shin-ping." Madam yang telah mengundangnya dan sudah berdiri di dekat tamu pentingnya ini.


"Ini, 100 M."


"Hei, jangan bercanda."


"Aku tidak bercanda."


Madam Yuzra juga bisa melihatnya dan Madam sang tuan rumah pesta, tampak tersenyum manis.


"Untuk apa pria muda? Nyonya ingin mencobanya?"


"Sudah, ambil saja ini. Aku tidak banyak waktu." Ucapnya dan ia memberikan cek itu dihadapan para tamu serta MC sialan.


Sang tuan rumah masih bingung, ia berjalan ke arah MC. Untuk memperlihatkan cek resmi itu.


"Cek 100 M. Bagaimana? Ada yang ingin lebih lagi?"


Semua tampak terdiam dan sang Nyonya itu semakin melangkah maju.


Melihat ke seluruh tamu undangan, dan melihat Nyonya tua itu sudah berada di atas panggung. MC meresmikan kalau Arjuna sudah dimiliki oleh Nyonya 100 M.


Nyonya 100 M berbisik "Aku akan mengeluarkanmu dari sini."


Mendengar hal itu, entah kenapa Arjuna bisa sedikit tenang. Sang Nyonya telah menawarkan tangannya dengan manis dan Arjuna perlahan memegang tangan itu. Berjalan menuruni panggung acara. Semua Nyonya tampak diam tak berkutik. Ada yang merasa kalah dengan sosok tua kaya raya, ada pula yang merasa tidak senang, tapi apa boleh buat.


Arjuna hanya diam dan pasrah akan keadaan. Tetapi, sekilas melihat dari senyuman Nyonya tua ini. Arjuna tidak berfikir kalau dirinya akan diterkam begitu saja dan dalam hatinya dia berharap kalau ini hanya sebuah mimpi buruk.


Keluar dari tempat acara itu dan tuan rumah kembali mencairkan suasana.


"Dia temanku. Dia memang begitu. Aku harap, kalian bisa memakluminya. Masih ada pria manis yang mengisi acara kita malam ini." Sang Madam yang tidak malu akan usia tuanya.


Semua tamu kembali menikmati pesta malam ini dan bos kosmetik merasa akan mencoba lagi, dilain kesempatan. Sedangkan Madam Yuzra, semakin penasaran. Setelah pagi tadi ribut dengannya di Butik Gloria.


"Siapa dia? Sampai punya 100 M." Batin Madam Yuzra.


Si Nyonya tua pembawa kucing hitam dan Arjuna masih dalam genggamannya.


Arjuna hanya terdiam dan tak berkutik. Si Nyonya tua masih memegang tangan Arjuna dan mengajaknya menuju ke mobil. Dua pengawal berbadan kekar juga tampak berjalan dibelakangnya.


Sesampainya di mobil, Arjuna yang masih terdiam dan si Nyonya tua memandangi wajah itu.


"Aku akan mengantarmu pulang."


Arjuna yang terdiam dan tanpa berkata tidak. Si Nyonya tua telah membawa dia pergi dari tempat acara pesta laknat itu.


Sepanjang perjalanan ke rumah, si Nyonya tua tidak berkata apapun. Begitupula dengan Arjuna, yang menunduk dalam penyesalan.


Si Nyonya tua bertanya "Kemana aku harus mengantar kamu?"


"Jl. Angsana V. No. 9." Jawabnya dan Arjuna merasa kalau si Nyonya tua ini tidak akan menyakitinya.


Setelah tiba di depan rumah itu, pengawal membuka pintu mobil.


Arjuna yang hendak turun dan si Nyonya tua telah menatapnya.


"Kamu harus berhati-hati. Di luar sangat kejam. Untung saja aku datang tepat waktu."


"Terima kasih."


"Masuklah. Istrimu pasti sudah menunggu kamu."


Tanpa membalas ucapannya, pintu mobil mewah itu sudah tertutup kembali. Arjuna tidak mengerti dan hanya mendengar ucapannya.


Mobil itu berlalu pergi dan Arjuna sudah tampak berlulut di depan rumah orang tuanya.


Flashback Off


Beby masih memeluk Arjuna dan kedua orang tua Arjuna hanya tampak diam tanpa kata.


"Arjuna."


"Kamu percaya aku?"


"Iya, aku lebih percaya kamu. Aku nggak percaya sama berita ini."


"Terima kasih."


Sang Bunda yang tak henti menangis dan wajah Arjuna sudah tampak seperti anak yang bersalah. Sang Ayah tidak ingin membahasnya lebih jauh.


"Bunda, sudah. Jangan menangis lagi."


"Putramu kamu begitu."


"Putra kita."


"Gimana kalau keluarga kita tahu apa yang menimpa putra kita, Ayah bisa menjelaskan?"


Beby melepaskan tangannya dan perlahan duduk di kursinya. "Beby, yang akan menjelaskan kepada mereka semua."


"Beby."


"Bunda. Aku tahu kalau keadaan saat ini sangat memojokan Arjuna. Tapi, aku sangat yakin. Kalau Arjuna tidak bersalah."


"Sayang, menantu kita saja percaya sama putra kita. Kita juga harus percaya sama Arjuna."


Arjuna yang menunduk saja, wajah itu sangat kekanakan dan Beby bisa melihat kalau suaminya memang begitu adanya.


"Apapun keadaan Arjuna. Aku tidak masalah. Dia suamiku, aku yang merasakan, kalau suamiku masih perjaka atau tidak."


Bukannya mencairkan suasana, Beby yang terus terang dihadapan mertuanya.


"Beby."


"Opps, sorry."


"Kamu ini."


"Arjuna, aku hanya ingin membuat Bunda tenang."


"Ya nggak usah ngomong begitu juga."


"Terus aku harus ngomong gimana? Aku harus nangis-nangis gitu di depan orang tua kamu."


Arjuna yang perlahan tersenyum, dan ia berubah gemas dengan tingkah unik sang istri cantiknya.


"Sekarang kamu bebas. Kamu nggak kerja. Kamu bisa antar aku ke Butik."


"Tapi, mobilku di rumah Jimmy."


"Sama, mobilku juga disana."


Keduanya jadi tersenyum, "Baik, aku akan antar jemput kamu."


"Nah, kamu harus jadi suami yang perhatian."


"Kamu nggak malu jalan sama aku?"


"Arjuna, kamu ini ngomong apa."


Wajah itu sangat kenakanakan. Beby berkata "Mau 1 triliun sekalipun, aku ini tetap istri kamu. Aku yang berhak atas diri kamu. Meskipun, kamu sudah di lelang 100 M. Aku tidak masalah. Aku ini istri kamu. Untuk apa aku malu."


Mendengar hal itu, Arjuna kembali tersenyum dan bangkit dari kursinya.


"Beby, ayo kita berangkat."


"Aku bisa makan ini di mobil." Ia meraih sandwich dan memegangnya begitu saja.


Lantas, pasangan muda ini berpamitan kepada kedua orang tua dan segera pergi berangkat ke Butik Gloria.


Mereka berdua, yang saling berpegang erat. Keduanya tampak manis dan duduk di belakang sopir.


"Aku jadi mengerti. Kenapa kamu bisa masuk daftar hitam."


"Beby, sudahlah."


"Mungkin, mereka mengira, kamu telah berbuat itu. Padahal, kamu ini korban. Aku bisa menuntut mereka semua."


"Aku tidak apa-apa. Selama kamu masih percaya sama aku."


"Aku akan selalu mendukung kamu. Dimasa terberat dalam hidupku, kamu juga selalu ada untuk mendukungku. Kamu yang mau mengerti tentang perasaan aku."


Beby dengan gemas mengecup pipi Arjuna dan ia merasa akhir-akhir ini mendapat cobaan, mereka berdua mengatasinya bersama-sama.


Arjuna mencium punggung tangan halus itu, lalu ia berkata "Terima kasih. Kamu sudah mempercayai aku."


Setelah hampir satu jam perjalanan, mereka tiba di Butik Gloria. Beby meminta Arjuna untuk tetap di dalam mobil dan menyuruhnya segera pergi meninggalkan parkiran Butik.


Arjuna juga mengerti, dan selekas mobil itu melaju pergi meninggalkan area Butik Gloria.


Beby tampak menghembuskan nafas dan ia sengaja mematikan ponselnya. Agar keluarga besarnya, tidak bisa menginterogasinya. Bertanya ini dan itu tentang masalah suami tampannya.


"Aku juga bisa menjaga suamiku."


Beby dengan percaya dirinya, dan ia sama sekali tidak menyalahkan sikap Arjuna.


"Selamat pagi."


"Pagi."


Ketiga teman kerja Beby, yang sudah membaca kabar tentang Arjuna. Mereka hendak bertanya kepada Beby, tapi saat melihat aura wajah ceria Beby. Mereka tidak jadi bertanya. Sudah terlihat kalau Arjuna tidak ada masalah apapun. Meski para teman itu, hanya tahu kalau Arjuna keluarga terdekat Beby. Pastinya, Beby lebih kecewa, bila masalah penting menimpa keluarga dekatnya. Tapi, Beby sangat baik-baik saja dan tidak terlihat wajah sedihnya.


"Beby."


"Iya."


Seorang teman yang masih sangat penasaran, tentang kabar itu. Dia akhirnya bertanya "Apa Arjuna memang seperti yang diberitakan?"


"Iya."


"Iya??"


"Iya, dia bersama Nyonya 100 M."


"Kamu tahu itu?"


"Iya, aku sangat tahu Arjuna."


"Jadi, dia beneran di hotel sama Nyonya 100 M?"


"Iya, seperti itu" Baby yang tidak berniat memperkeruh suasana hati penggemar. Tapi, memang begitu hal sebenarnya dengan tanda kutip, Arjuna baik-baik saja dan tidak seperti yang dipikirkan orang lain.


"Terus, apa Arjuna akan kembali main film?"


"Untuk saat ini, Arjuna ingin berlibur dulu. Dia sudah terlalu bekerja keras. Mungkin, karena itu Arjuna bisa berada di hotel dengan Nyonya 100 M."


Mendengar itu, sang penggemar merasa patah hati. Beby kembali berkata "Kalau kamu memang penggemar Arjuna. Pasti kamu akan terus mendukung dia."


"Iya, kamu benar. Tapi, di fanspage Arjuna. Semua berita sudah ditutup. Para penggemarnya sudah banyak yang menyayangkan tentang sikap Arjuna."


"Aku mau ganti seragam dulu."


"Iya." Rasanya kecewa.


Beby menuju ke ruang istirahat, hendak berganti kaos seragam Butik Gloria. Untung saja, di loker masih ada seragam bersihnya.


"Ini melegakan."